Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)
Not a member yet
    147 research outputs found

    DESAIN KONTROL MESIN PENCUCI KERETA DAN GERBONG BERBASIS PLC OMRON CPM1A

    Get PDF
    In this study, the authors conducted research on the manufacture of relay and PLC-based carriage and carriage washing system control designs. The method used includes planning, literature study with various electronics references related to this tool, analysis of the needs of the components that will be used in manufacturing and testing in its implementation. The purpose of this research is to create a control system for washing trains and carriages based on relay and PLC manually and automatically with the advantages of more efficient washing time, less labor required and more efficient and scalable use of soap and water. The design of a control system using PLC and relay as the brains of this train and carriage washing system and is assisted by the presence of 4 water level sensors to measure water level and the sequence of steps is water spray, soap spray, cloth rotation, water, cloth rotation, wind. from the fan to the final step as the dryer. After testing and simulation, optimal performance results are obtained that the PLC Omron CPM1A 40cdr design can move the control functions of the train and carriage washing systemPenelitian ini penulis melakukan penelitian tentang pembuatan desain kontrol sistem pencucian kereta dan gerbong berbasis relay dan PLC. Metode yang digunakan meliputi perencanaan, study literatur dengan berbagai refrensi keelektronikaan yang berkaitan dengan alat ini, analisis kebutuhan komponen-komponenyang akan digunakan dalam pembuatan dan pengujian dalam mengimplementasikanya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menciptakan kontrol sistem pencucian kereta dan gerbong berbasis relay dan PLC secara manual dan otomatis dengan kelebihan lebih efisien waktu dalam pencucian, lebih sedikit pekerja yang diperlukan dan juga dalam penggunaan sabun dan air yang lebih efisien dan terukur. Perancangan sistem kontrol dengan menggunakan PLC dan relay sebagai otak dari sistem pencucian kereta dan gerbong ini serta dibantu oleh adanya 4 buah sensor ketinggian air sebagai pengukur ketinggian air dan urutan dari stepnya ialah semburan air,semburan sabun,putaran kain, air, putaran kain, angin dari kipas untuk tahap step terakhir sebagai pengering. Setelah dilakukan pengujian dan simulasi,maka didapatkan hasil kinerja yang optimal bahwa rancangan PLC Omron CPM1A 40cdr tersebut dapat menggerakkan fungsi fungsi kontrol sistem pencucian kereta dan gerbon

    Perawatan Lengkung Di Km 2+2/400 Lintas Manggarai – Jatinegara

    Get PDF
    Curves number 2 and 18 on Manggarai - Jatinegara cross are part of cross in DAOP (Operation Area) 1 Jakarta area. The reliability of an arch in its role in the operation of the railway is important even be a major factor. Therefore, perfection in care is absolute and a major requirement of a condition where the arch can be said to be reliable. But not all arches have the same elevation value as the calculated result. Thus it required an analysis of the level of care arch the arch reliability. From the results of secondary and primary data analysis then obtained data related to the condition of curve number 2 and 18 cross Manggarai - Jatinegara still not good in terms of changes in arrows and rail elevation. Calculation and analysis of data used dilihiat in terms of curved geometry conditions that is curved radius, transverse arch, rail elevation, ideal curve graph conditions and human resources managers. After analyzing the data and then compared with the existing standard, the implementation of curved treatment has been said to be only just not maximal, it can be suggested that it needs to be maintained treatment of the curve condition continues with the inspection in accordance with the provisions and immediately repaired the curved geometry is lacking, Arch back to normal and do maintenance by using the MTT machine at the time of treatment at night so that the implementation of the treatment is more suitable as expected and also did not happen trial and error.Kurva nomor 2 dan 18 pada persilangan Manggarai - Jatinegara adalah bagian dari persilangan dalam DAOP (Wilayah Operasi) 1 wilayah Jakarta. Keandalan lengkungan dalam perannya dalam pengoperasian kereta api penting bahkan menjadi faktor utama. Oleh karena itu, kesempurnaan dalam perawatan adalah mutlak dan persyaratan utama dari suatu kondisi di mana lengkungan dapat dikatakan dapat diandalkan. Tetapi tidak semua lengkungan memiliki nilai ketinggian yang sama dengan hasil yang dihitung. Oleh karena itu diperlukan analisis tingkat perawatan lengkungan reliabilitas lengkungan. Dari hasil analisis data sekunder dan primer maka diperoleh data terkait kondisi kurva nomor 2 dan 18 lintas Manggarai - Jatinegara masih kurang baik dalam hal perubahan panah dan ketinggian rel. Perhitungan dan analisis data yang digunakan dilihiat dalam hal kondisi geometri lengkung yaitu radius lengkung, lengkung melintang, elevasi rel, kondisi grafik kurva ideal dan manajer sumber daya manusia. Setelah menganalisis data dan kemudian dibandingkan dengan standar yang ada, penerapan perawatan melengkung dikatakan hanya saja tidak maksimal, dapat disarankan bahwa perawatan kondisi kurva perlu dipertahankan terus dengan inspeksi sesuai dengan ketentuan dan segera memperbaiki geometri lengkung yang kurang, Arch kembali ke normal dan melakukan perawatan dengan menggunakan mesin MTT pada saat perawatan pada malam hari sehingga pelaksanaan perawatan lebih sesuai dengan yang diharapkan dan juga tidak terjadi trial and error

    Peningkatan Keamanan Perjalanan Kereta Api Dengan Penggunaan Sistem Axle Counter Dan Media Transmisi Fiber Optic Untuk Hubungan Blok Di Persinyalan VPI (Studi Kasus Hubungan Blok Stasiun Surodadi - Pemalang)

    Get PDF
    Penelitian ini disusun untuk membuat suatu alternatif penyelesaian gangguan pada  peralatan  blok Stasiun Surodadi dan Pemalang dalam rangka meningkatkan keamanan perjalanan kereta api  di Stasiun Surodadi-Pemalang. Penelitian ini menggunakan landasan teori  dan  peraturan  yang mendukung penyelesaian masalah dengan pengkajian melalui aspek teknis, aspek operasional dan aspek keselamatan. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  sistem  axle  counter  relatif  lebih hemat, aman dan efisien dibandingkan track circuit. Sistem transmisi fiber opticlebih efisien dan menguntungkan dibanding sistem transmisi kabel. Sebagian keterlambatan  juga  diakibatkan  gangguan peralatan  persinyalan  dan  salah  satunya  adalah  gangguan  hubungan  blok.  Dalam keadaan hubungan blok terganggu, pemberangkatan kereta dengan sinyal darurat memungkinkan terhadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor kelelahan dan kondisi psikologis PPKA. Guna mengurangi keterlambatan  kereta  api,  mengurangi  resiko  kemungkinan  terjadinya   kecelakaan akibat pemberian bentuk darurat 1 (D.1) secara bersamaan oleh  PPKA  kedua  stasiun  yang terganggu hubungan bloknya dan meningkatkan keamanan perjalanan kereta api, sebaiknya track circuit petak jalan diganti dengan dua buah axle counter  yang  dipasang  di sinyal  masuk  stasiun untuk mendeteksi  keberadaan  bakal  pelanting  di  petak  jalan,  penelitian  ini  juga merekomendasikan agar penggunaan kabel fisik diganti menjadi kabel fiber optic

    Kajian Umur Jalan Rel Berdasarkan Keausan dengan Metode dari AREA dan Perjana

    Get PDF
    Determination of the service life of rails is important to do in order to avoid fatal damage. The estimated service life of components can be reviewed based on wear factors. This paper tries to calculate and compare the service life based on the formula for calculating the wear of the rail with the AREMA method that uses the empirical formula from Hay and uses the PT KAI method. The results show varying values ​​for existing crossings in the Madiun operating area, according to railroad specifications, cross loads, and railroad geometry. However, it is not possible to oppose the existing road conditions because there are limited data on the results of testing of the railroad being operated.  Penentuan usia layan rel merupakan hal yang penting untuk dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan rel yang fatal. Estimasi usia layan komponen rel dapat ditinjau berdasarkan faktor keausan. Tulisan ini mencoba menghitung dan membandingkan usia layan rel berdasarkan rumus perhitungan keausan rel dengan metode AREMA yang menggunakan formula empiris dari Hay dan menggunakan metode PT KAI. Hasil menunjukkan nilai yang bervariasi untuk berbagai koridor yang ada pada lintas wilayah operasi Madiun, sesuai dengan spesifikasi jalan rel, beban lintas, dan geometri jalan rel. Namun demikian, perbandingan terhadap kondisi eksisting jalan rel belum bisa dilakukan karena adanya keterbatasan data hasil pengujian terhadap jalan rel yang dioperasikan

    Perhitungan Efektivitas Gardu Traksi Krl Lintas Manggarai - Bogor

    No full text
    Commuter line in PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) is a means of transportation that transports passengers in Jabodetabek. In the Bogor-Manggarai crossing, several Traction substations are supplied. This study aims to find out how the capacity of substation power capacity in Bogor - Manggarai crossing towards the loading of the current Commuter line operating pattern and how the capacity of substation carrying capacity to increase the loading of KRL operating patterns at peak hour. For this reason, primary and secondary data are analyzed using the calculation formula. Among them: total Commuter line weight, tractive substation power capacity in the Manggarai-Bogor crossroad, power capacity based on headway, power capacity based on maximum current, required capacity, and cross capacity used on multiple lines. It can be concluded that the capacity of the cross-Manggarai-Bogor electric power in the normal 4-minute headway according to GAPEKA 2017 can be fulfilled by the Bojonggede Traction Station. And at peak hours conditions Bojonggede Traction substation can support with 3.75 minutes headway and can be reduced to 3 to 2 minutes.Kereta Rel Listrik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) merupakan sarana transportasi yang mengangkut penumpang di Jabodetabek. Pada lintas Bogor–Manggarai disuplai beberapa Gardu Traksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan kapasitas daya gardu pada lintas bogor – manggarai terhadap pembebanan pola operasi KRL saat ini serta bagaimana kemampuan kapasitas daya dukung gardu terhadap peningkatan pembebanan pola operasi KRL pada peak hour. Untuk itu data primer maupun sekunder dianalisa dengan rumus perhitungan. Diantaranya: berat total KRL, kapasitas daya gardu traksi pada lintas manggarai–bogor, kapasitas daya berdasarkan headway, kapasitas daya berdasarkan arus maksimum, kapasitas yang dibutuhkan, dan kapasitas lintas yang digunakan pada jalur ganda. Dapat disimpulkan bahwa kapasitas daya listrik lintas Manggarai–Bogor pada kondisi headway normal 4 menit sesuai GAPEKA tahun 2017 dapat dipenuhi oleh Gardu Traksi Bojonggede. Serta pada kondisi peak hours Gardu Traksi Bojonggede dapat mendukung dengan headway 3,75 menit dan dapat diperkecil menjadi 3 hingga 2 menit

    Pemilihan Alternatif Trase Kereta Api Di Kabupaten Bangkalan Menggunakan Metode Ahp

    Get PDF
    In the Dutch colonial era Madura has already used rail transportation. Initially, the railway transport is only used as a means transport of salt distribution, as the main commodity in Madura, between Kalianget and Kamal and vice versa. The Madura railroad has been completely closed since 1984 due to short distance operation which made the train is less competitive with other public transport. In 2009, because of the opening of the Suramadu bridge the growth of economical and social aspect in Madura especially Bangkalan began to grow. It is characterized by the development plan to build Central Business District  (CBD) in the Sukolilo area and also build a container port in the area of ​​Tanjung Bulu Pandan that requires transportation infrastructure for distribution, such as train. The purpose of this research is to choose the best rail alignment in Bangkalan. The method used in this study used Analytical Hierarchy Process (AHP) which is a method of decision-making plan. This study provides two alternative, first alternative is reactivated existing trace as trace A that is existing trace linking Kamal to Bangkalan. While alternative 2 is build new railway line as trace B which began from tip of the Suramadu bridge to Tunjung. The results showed that building a new railway line was the chosen alternative with spatial criteria being the most important criteria that must take precedence in selecting alternative. Overall, building a new alignment from Suramadu to Bangkalan was considered more important by the respondents when viewed in terms of spatial planning, design, disaster vulnerability and funding needs.Pulau madura pada masa kolonial belanda sudah menggunakan transportasi kereta api. Awalnya moda transportasi KA memang hanya digunakan sebagai sarana angkutan garam sebagai komiditi utama Madura antara Kalianget dan Kamal maupun sebaliknya. Sejak tahun 1984 jalur kereta api Madura di tutup secara keseluruhan dikarenakan angkutan transportasi kalah saing dengan angkutan umum lainya jarak pendek. Pada tahun 2009 dengan dibukanya jembatan Suramadu geliat pertumbuhan ekonomis sosial madura khususnya kabupaten Bangkalan mulai berkembang hal ini ditandai dengan rencana pembangunan Central Bussines District di daerah Sukolilo dan rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di daerah tanjung bulu pandan yang memerlukan infrastruktur transportasi penghubung khususnya distribusi barang yang salah satunya adalah menggunakan kereta api. Penelitian ini bertujuan memilih trase kereta api terbaik di Kabupaten Bangkalan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang merupakan metode pengambilan keputusan, yang peralatan utamanya adalah sebuah hirarki. Penelitian ini memberikan 2 alternatif pemilihan trase diantaranya trase A trase eksisting yang sudah ada dari Pelabuhan kamal sampai Kota Bangkalan. Sedangkan trase B adalah trase yang diusulkan dalam penelitian ini dari ujung jembatan Suramadu sisi Madura sampai Stasiun Tunjung. Hasil penelitian menunjukan bahwa membangun trase kereta api baru menjadi alternatif terpilih dibandingkan dengan melakukan reaktivasi dengan kriteria tata ruang menjadi kriteria terpenting yang harus didahulukan dalam memilih alrernatif trase. Secara keseluruhan membangun trase baru dari Suramadu ke Bangkalan dirasa lebih penting oleh para responden jika dilihat dari segi tata ruang, desain, kerawanan bencana dan kebutuhan dana

    Aplikasi Prefabricated Vertical Drain (PVD) Untuk Stabilisasi Tanah Dasar Pada Proyek Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Di Km 437+300 Sampai Km 438+500 Gombong, Kebumen

    Get PDF
    The subgrade in the railway double track development project in KM 437 + 300 to KM 438 + 500 Gombong, Kebumen is soft land (N-SPT <15) so that it requires efforts to improve the land to avoid land subsidence exceeding the allowable land subsidence, which is equal to 20cm In this research, an effort to repair subgrade uses Prefabricated Vertical Drain (PVD) to accelerate the process of soil congestion due to the load of the railroad pile, the burden of railroad construction, and the burden of the passing railroad. Compression analysis results show that the subgrade will experience a land subsidence of 0.524m. The natural consolidation time needed to achieve a 90% degree of consolidation is 268.9 years. Meanwhile, the time of consolidation to reach a degree of consolidation of 90% using PVD spaced 0.8 m with a triangle and quadrilateral pattern is for 15 weeks and 18 weeks. Planting PVD in both patterns is as deep as 24 mTanah dasar pada proyek pembangunan jalur ganda kereta api di KM 437+300 sampai KM 438+500 Gombong, Kebumen merupakan tanah lunak (N-SPT < 15) sehingga memerlukan upaya perbaikan tanah untuk menghindari terjadinya penurunan tanah melebihi penurunan tanah yang diijinkan, yaitu sebesar 20cm. Dalam penelitian ini direncanakan upaya perbaikan tanah dasar menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk mempercepat proses pemampatan tanah akibat beban tanah timbunan badan jalan rel, beban konstruksi jalan rel, dan beban kereta api yang melintas. Hasil analisis pemampatan menunjukkan bahwa tanah dasar akan mengalami penurunan tanah sebesar 0,524m. Waktu konsolidasi alami yang dibutuhkan untuk mencapai derajat konsolidasi 90% adalah selama 268,9 tahun. Sedangkan, waktu konsolidasi untuk mencapai derajat konsolidasi 90% menggunakan PVD berjarak 0,8 m dengan pola segitiga dan segiempat adalah selama 15 minggu dan 18 minggu. Penanaman PVD pada kedua pola tersebut adalah sedalam 24

    Optimalisasi Perawatan Terhadap Guna Meminimalisir Gangguan Terhadap Lokomotif CC 203 Di Daop 2 Bandung

    Get PDF
    Daop 2 Bandung has the potential for high passenger rail transport. With the high demand for passenger transport both for local rail transport and long-distance rail transport, the driving force condition in this case is the locomotive is very influential. Judging from the need for rail transport services, the increasing reliability of the driving facilities, especially the locomotive is very supportive in the operation of rail transport. The mean travel has exceeded the tolerant level of locomotive disturbance that is as much as 30 times the disturbance / 1 million km traveled and the dominant interference occurs in the locomotive CC 203 is the weak power disturbance, hot engine, heat. It is recommended to carry out maintenance of locomotive CC 203 based on the predominant disturbance in locomotive, optimize maintenance of locomotive CC 203 in accordance with applicable SOP, preventive measures and should be cultivated to re-check treatmentDaop 2 Bandung memiliki potensi untuk transportasi kereta api penumpang tinggi. Dengan tingginya permintaan angkutan penumpang baik untuk transportasi rel lokal maupun transportasi rel jarak jauh, kondisi tenaga penggerak dalam hal ini adalah lokomotif sangat berpengaruh. Ditilik dari kebutuhan akan layanan transportasi kereta api, meningkatnya keandalan fasilitas berkendara, terutama lokomotif sangat mendukung dalam pengoperasian transportasi kereta api. Perjalanan rata-rata telah melampaui tingkat toleran dari gangguan lokomotif yaitu sebanyak 30 kali gangguan / 1 juta km perjalanan dan gangguan dominan terjadi pada lokomotif CC 203 adalah gangguan daya lemah, mesin panas, panas. Disarankan untuk melakukan pemeliharaan lokomotif CC 203 berdasarkan gangguan dominan pada lokomotif, mengoptimalkan pemeliharaan lokomotif CC 203 sesuai dengan SOP yang berlaku, langkah-langkah pencegahan dan harus dibudidayakan untuk memeriksa kembali perawata

    Prototipe Sistem Peringatan Penumpang Kereta Api Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Atmega 328

    Get PDF
    Service and convenience are important factors in carrying out modes of transportation, especially railways. As the development of railways in Indonesia is needed in terms of service and comfort. It often happens that passengers who miss the destination station are still problems that must be resolved in the service and comfort of the train facilities. Early warning systems that are still universal using speakers still lack maximum service. From the results of a survey conducted there are still many potential passengers who are worried about being missed by the destination station. In this research, a prototype of an early warning system with a vibrator mounted on the train seat was made when a passenger arrived at the destination station. This tool is able to provide early warning individually, so that people who will arrive at the destination station are not missed. This prototype works using the Arduino Uno Atmega328 microcontroller as its control system. Vibration machine with 53 Hz of vibration. After testing 43 respondents, the average person woke up after being given a vibration of 53 Hz is 4 seconds. Keypad as data input for destination destination code. The light if the passenger is not awakened turns on for 5 minutes. The results of this study are able to help the early warning system work through speakers more leveragePelayanan dan kenyamanan merupakan faktor penting dalam menjalankan moda transportasi terutama perkeretaapian. Seiring berkembangnya perkeretaapian di Indonesia dibutuhkan peningkatan dalam hal pelayanan dan kenyamanan. Sering terjadi penumpang yang terlewat stasiun tujuan masih menjadi masalah yang harus diselesaikan dalam pelayanan dan kenyaman fasilitas kereta api. Sistem peringatan dini yang masih universal menggunakan speaker masih kurang memberikan pelayanan yang maksimal. Dari hasil survei yang dilakukan masih banyak calon penumpang yang khawatir terlewat stasiun tujuannya. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yaitu prototipe sistem peringatan dini dengan penggetar yang dipasang pada kursi kereta api saat penumpang akan tiba di stasiun tujuan. Alat ini mampu memberikan peringatan dini secara individu, sehingga orang yang akan tiba di stasiun tujuan tidak terlewatkan. Prototipe ini bekerja menggunakan mikrokontroller Arduino Uno Atmega328 sebagai sistem kontrolnya. Mesin penggetar dengan besar getaran 53 Hz. Setelah dilakukan uji coba kepada 43 orang responden, rata-rata orang terbangun setelah diberikan getaran sebesar 53 Hz adalah 4 detik. Keypad sebagai input data kode stasiun tujuan penumpang. Lampu jika penumpang tidak terbangun menyala selama 5 menit. Hasil penelitian ini mampu membantu sistem kerja peringatan dini melalui speaker lebih maksima

    Upaya Penanganan Pasca Longsor Lintas Purwokerto – Kutoarjo (Studi Kasus Km 423+100 Stasiun Ijo-Tambak)

    Get PDF
    The safety of train travel is one of the important components in rail freight transport. Reliability of infrastructure is one of the points to support the safety of the railway. Purwokerto cross - a cross Kutoarjo contoured varied geography in which the right - left rail path there are hills and slopes so that this region including areas prone to landslides. As happened in the field there are avalanches in km 423+100 cause interference a train journey. To examine the handling of landslides that have been carried out by PT.KAI used analysis to solve the problem which is done by comparing the handling procedures for handling should be done, in accordance with the existing provisions. The results of the analysis suggest that there are several factors that resulted in the occurrence of such landslides, such as steep slopes, high rainfall intensity at the time and lack of additional protection in the form of plants that can reduce erosion. Therefore the need for further treatmentKeamanan perjalanan kereta api adalah salah satu komponen penting dalam transportasi angkutan kereta api. Keandalan infrastruktur adalah salah satu poin untuk mendukung keselamatan kereta api. Lintas Purwokerto - lintas Kutoarjo membentuk berbagai geografi di mana jalur rel kanan-kiri terdapat bukit dan lereng sehingga wilayah ini termasuk daerah rawan longsor. Seperti yang terjadi di lapangan ada longsoran di km 423 + 100 menyebabkan gangguan perjalanan kereta. Untuk meneliti penanganan tanah longsor yang telah dilakukan oleh PT.KAI digunakan analisis untuk menyelesaikan masalah yang dilakukan dengan membandingkan prosedur penanganan untuk penanganan yang harus dilakukan, sesuai dengan ketentuan yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya tanah longsor, seperti lereng curam, intensitas curah hujan tinggi pada saat itu dan kurangnya perlindungan tambahan dalam bentuk tanaman yang dapat mengurangi erosi. Karena itu perlu perawatan lebih lanju

    114

    full texts

    147

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇