Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)
Not a member yet
    147 research outputs found

    Pengoptimalan Perawatan Kereta Untuk Meminimalkan Keterlambatan Perawatan Di Balai Yasa Manggarai

    Get PDF
    Balai Yasa Manggarai is a place to conduct periodic maintenance of railroad facilities. The train maintenance program at Balai Yasa Manggarai in the first quarter of 2017 every month maintenance occurs late in maintenance. To follow up on this problem, an analysis of maintenance support components is seen in terms of Human Resources, Maintenance Equipment, and Maintenance Facilities. Based on the analysis that has been done, it can be concluded that the needs of employees are in accordance with working hours but the competence of personnel does not meet the qualifications indicated by many who do not yet have a Certificate of Maintenance Expertise, there are many equipment that already have old age and maintenance facilities such as underpasses are not suitable because there are standing water that can interfere with the maintenance of the train. Based on the results of the analysis, it is hoped that train infrastructure operators will immediately implement competency enhancements for maintenance personnel, equipment and maintenance facilities in an effort to optimize train maintenance to minimize maintenance delays at Balai Yasa ManggaraiBalai Yasa Manggarai adalah tempat untuk melakukan pemeliharaan berkala fasilitas kereta api. Program pemeliharaan kereta di Balai Yasa Manggarai pada kuartal pertama 2017 setiap bulan perawatan terjadi terlambat dalam perawatan. Untuk menindaklanjuti masalah ini, analisis komponen dukungan pemeliharaan terlihat dalam hal Sumber Daya Manusia, Peralatan Perawatan, dan Fasilitas Perawatan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan karyawan sudah sesuai dengan jam kerja tetapi kompetensi personel belum memenuhi kualifikasi yang ditandai oleh masih banyak yang belum memiliki Certificate of Maintenance Expertise, ada banyak peralatan yang sudah memiliki usia tua dan fasilitas perawatan seperti underpass tidak cocok karena ada genangan air yang dapat mengganggu pelaksanaan pemeliharaan kereta. Berdasarkan hasil analisis, diharapkan operator infrastruktur kereta api akan segera melaksanakan peningkatan kompetensi untuk personil pemeliharaan, peralatan dan fasilitas pemeliharaan sebagai upaya untuk mengoptimalkan perawatan kereta untuk meminimalkan keterlambatan perawatan di Balai Yasa Manggara

    Perlindungan Konsumen Pengguna Jasa Angkutan Penumpang PT. MRT Jakarta Ditinjau Dari Peraturan Perundang Undangan

    Get PDF
    This study aims to determine whether the Consumer Protection Act has provided legal protection for users of Jakarta MRT transportation services. Besides that, it is also to find out how far the MRT Jakarta is in handling operational disruptions that cause harm to passengers. This research is a descriptive normative legal research. This research uses a qualitative approach. Types of legal materials that are secondary legal materials. In this research, the techniques of collecting legal materials are collected namely: library research and cyber media. In analyzing this legal material the writer uses descriptive qualitative methods. Based on the research, it was obtained that the Consumer Protection Act has provided legal protection for Jakarta MRT transport passengers. The Consumer Protection Act that applies in the provisions described in the regulation is the obligation of the railroad implementing agency namely PT. MRT Jakarta in the event of an interruption is evacuating, refunding and securing equipment in accordance with security and safety aspects.Penelitian ini  bertujuan untuk menegtahui apakah Undang Undang Perlindungan Konsumen telah memberikan perlindungan hukum terhadap pengguna jasa angkutan MRT Jakarta. Selain hal tersebut juga untuk mengetahui sejauhmana MRT Jakarta dalam menangani gangguan dalam operasional yang menyebabkan kerugian pada penumpang. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Jenis bahan hukum yang adalah bahan hukum sekunder. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan bahan hukum yang kumpulkan yaitu: studi kepustakaan (library research) dan cyber media. Dalam menganalisis bahan hukum ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa Undang Undang perlindungan konsumen telah memberikan perlindungan hukum terhadap penumpang angkutan MRT Jakarta. Undang Undang Perlindungan Konsumen yang berlaku dalam ketentuan yang diuraikan pada peraturan tersebut adalah kewajiban dari instansi penyelenggara perkeretaapian yaitu PT. MRT Jakarta apabila terjadi gangguan adalah melakukan evakuasi, pengembalian biaya (refund) dan melakukan pengamanan perlatan sesuai dengan aspek keamanan dan keselamatan

    Analisa Gangguan Pada Hasil Perawatan Distributor Valve Kereta

    Get PDF
    Distributor valve is one part of the air braking system that functions as a pressure regulator between the brake cylinder, auxiliary reservoir and brake pipe on the braking system that requires maintenance. In reality in the field, there is maintenance still found disturbances in the distributor valve, so it is considered to hamper the effectiveness of maintenance. Therefore it is necessary to make research to find out what are the factors that often cause interference with distributor valve maintenance. In this study an analysis was done using a Pareto diagram to determine the percentage of interference that often occurs in the distributor valve maintenance results. After analysis, the results are 1) the pressure on the brake cylinder is more than 3.8 bar at 37.7%, 2) the release time is more than 20s time (standard 15-20s) at 26.6%, 3) the application / brake time is more than 5s (3-5s standard) at 20% and 4) leakage in the distributor valve cracks at 15.5%. From the results of research and direct observation in the field it can be seen that the factors causing interference after distributor valve maintenance on the train is the incompatibility of procedures and tools used to treat distributor valves.Distributor valve adalah salah satu bagian dari sistem pengereman udara yang berfungsi sebagai pengatur tekanan antara brake cylinder, auxiliary reservoir dan brake pipe pada sistem pengereman yang memerlukan perawatan. Kenyataan di lapangan, pada saat dilakukan perawatan masih ditemukan gangguan pada distributor valve, sehingga hal tersebut dinilai menghambat efektifitas perawatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor apa saja penyebab sering terjadinya gangguan pada perawatan distributor valve. Pada penelitian ini dilakukan analisa menggunakan diagram pareto untuk mengetahui presentase gangguan yang sering terjadi pada hasil perawatan distributor valve. Setelah dilakukan analisa, hasilnya adalah 1) tekanan pada brake cylinder lebih dari 3.8 bar sebesar 37,7 %, 2) waktu release lebih dari 20s waktu (standar 15-20s) sebesar 26,6 %, 3) waktu application/brake lebih dari 5s (standar 3-5s) sebesar 20 % dan 4) kebocoran pada celah-celah distributor valve sebesar 15,5 %. Dari hasil penelitian dan pengamatan langsung di lapangan dapat diketahui bahwa faktor penyebab gangguan setelah dilakukan perawatan distributor valve pada kereta adalah ketidaksesuaian prosedur dan alat yang digunakan untuk merawat distributor valve

    Karakteristik Medan Magnet Pada Kumparan Berinti Besi Sebagai Bahan Pembuatan Prototipe Kereta Maglev

    Get PDF
    The working principle of the Maglev train is the interaction between the magnetic poles contained in the train with the magnetic poles that are along the train track. The magnetic poles are made of coils with superconducting wires that are electrified. In theory the magnitude of the magnetic field depends on the amount of current flowing, the core of the coil and the number of turns. In this research, a coil with an iron core of 5 cm in length and 8mm in diameter has 400 turns. Characteristic testing is done by directing the electric current in the coil by varying the amount of current. Measurement of the magnetic field is carried out at a certain distance between 0 to 5 cm with a range of 0.5 cm from the end of the coil. The largest magnetic field is produced at the closest distance to the coil and the smallest is at the farthest distance from the coil that is not affected by the magnetic field. The farthest distance that is still affected by the magnetic field is between 25 to 40 cmPrinsip kerja kereta maglev adalah adanya interaksi antar kutub – kutub magnet yang terdapat pada kereta dengan kutub – kutub magnet yang berada di sepanjang jalur kereta. Kutub – kutub magnet tersebut terbuat dari kumparan dengan kawat superkonduktor yang dialiri arus listrik. Secara teori besar medan magnet tergantung pada besar arus yang mengalir, inti kumparan dan jumlah belitan. Pada penelitian ini telah dibuat sebuah kumparan dengan inti besi berukuran panjang 5 cm dan diameter 8mm dengan jumlah belitan sebanyak 400 putaran. Pengujian karakteristik dilakukan dengan mengalirkan arus listrik searah pada kumparan dengan memvariasikan besaran arusnya. Pengukuran medan magnet dilakukan pada jarak tertentu antara 0 s.d 5 cm dengan rentang 0,5 cm dari ujung kumparan. Dihasilkan medan magnet paling besar berada pada jarak terdekat dengan kumparan dan paling kecil berada pada jarak terjauh dari kumparan yang tidak terkena pengaruh medan magnet. Jarak terjauh yang masih terpengaruh oleh medan magnet adalah antara 25 s.d 40 c

    Rancang Bangun Turbin Angin Aksis Vertikal Sebagai Alternatif Catu Daya Pada Perlintasan Sebidang Perkeretaapian

    Get PDF
    Level crossing security gate equipment is a railroad operating facility that requires an electrical energy source. The use of fossil fuels as fuel for power plants is running low, according to estimates the amount of fossil fuel reserves will be exhausted in about 83 years. To save fossil fuel reserves, we need a backup energy source from renewable energy sources such as wind energy. Wind energy around the railroad track has enormous potential to be used as electrical energy. Micro wind electricity builders in this study use wind turbines with vertical blades and wind directors in the form of fins. Based on the results of research and testing it can be concluded that the vertical wind turbine that is implemented to supply crossing door safety equipment can charge batteries with an average charging current of 3.28 A at an average wind speed of 3.90 m / s and rotation of 278 rpm and produces 39.45 watts of power and 394.5 watts of total energy so that it can charge a 75Ah / 12 volt battery for 22 hoursPeralatan pengaman pintu perlintasan sebidang merupakan peralatan fasilitas operasi perkeretaapian yang membutuhkan sumber energi listrik. Penggunaan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar pembangkit listrik jumlahnya semakin menipis, menurut perkiraan jumlah cadangan bahan bakar fosil akan habis sekitar 83 tahun. Untuk menghemat cadangan bahan bakar fosil diperlukan sumber energi cadangan dari sumber energy yang terbarukan seperti energi angin. Energi angin di sekitar jalur perkeretaapian mempunyai potensi sangat besar untuk dijadikan energi listrik. Pembangit listrik mikro wind dalam penelitian ini menggunakan turbin angin dengan sudu-sudu vertikal dan pengarah angin berupa sirip. Berdasarkan hasil penelitiaan serta melakukan pengujian dapat disimpulkan bahwa turbin angin vertikal yang di implementasikan untuk pencatu peralatan pengaman pintu perlintasan dapat mengisi baterai dengan arus pengisian rata-rata 3,28 A pada kecepatan angina rata-rata 3,90 m/s dan putaran 278 rpm dan menghasilkan daya 39,45 watt dan energy total 394,5 watt sehingga dapat mengisi baterai 75Ah/12 volt selama 22 ja

    Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi Guna Meningkatkan Kinerja Pegawai Dan Dosen Polikteknik Perkeretaapian Indonesia

    Get PDF
    Human resource management is one of the sciences in managing the workforce (HR) to be effective and efficient in helping to realize the goals of an organization. The Indonesian Railroad Polytechnic as one of the higher education institutions formed to prepare superior human resources in the field of railways. The Indonesian Railroad Polytechnic makes various efforts in improving the quality of education quality. The increasingly sharp HR preparation competition has implications for the Indonesian Railways Polytechnic institutional organization to make quality-oriented changes by motivating employees and lecturers to work harder in a professional manner. The hope is that employees will further improve performance in accordance with predetermined standards. However, the reality is that the existing management model has not been able to improve the performance of staff and lecturers. This is evident that based on data obtained from the Head of Personnel in April 2019 that of 150 employees around 25 employees who work are not in accordance with the field of expertise owned, thus providing a significant influence on employee performance results. Besides that, some lecturers are less motivated to do Higher Education Tri Darma, such as community service and research. In this study, researchers wanted to develop a HR management model to improve employee performance. The method used in this research is Research & Development (R&D). The results of research on competency-based HR Management Model can improve the performance of lecturers and staff to be more productive.Manajemen sumber daya manusia adalah salah satu ilmu dalam mengatur tenaga kerja (SDM) agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan dari suatu organisasi. Politeknik Perkeretaapian Indonesia sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang dibentuk untuk menyiapkan SDM yang unggul di bidang perkeretaapian. Politeknik Perkeretaapian Indonesia melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Kompetisi penyiapan SDM yang semakin tajam tersebut memberikan implikasi pada organisasi institusi Politeknik Perkeretaapian Indonesia untuk melakukan perubahan yang berorientasi pada kualitas dengan memberikan motivasi kepada para pegawai dan dosen untuk lebih giat bekerja secara professional. Harapanya adalah pegawai akan lebih meningkatkan kinerja sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Akan tetapi kenyataanya adalah model manajemen yang sudah ada sebelumnya belum mampu meningkatkan kinerja pegawai dan dosen. Hal tersebut terbukti bahwa berdasarkan data yang didapat dari Kasubag Kepegawaian pada bulan April 2019 bahwa dari 150 pegawai sekitar 25 pegawai yang bekerja tidak sesuai dengan bidang keahlihan yang dimiliki, sehingga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil kinerja pegawai. Disamping itu beberapa dosen kurang termotivasi untuk melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi, seperti pengabdian masyarakat, dan penelitian. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengembangkan model manajemen MSDM guna meningkatkan kinerja pegawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research & Development (R&D). Hasil penelitian Model Manajemen MSDM berbasis kompetensi mampu meningkatkan kinerja dosen dan pegawai untuk lebih produktif

    Implementasi Peraturan Menteri Perhubungan No. 10 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Teknis Peralatan Persinyalan Perkeretaapian Terhadap Teknologi Communication Base Train Control (CBTC) Di PT. MRT Jakarta

    Get PDF
    The development of railroad transportation which is increasingly rapid needs to be made provisions that can support safety, one of which is stipulated in the regulation of the minister of transportation No. 10 of 2011 concerning Technical Requirements for Railway Based Communication Control Train (CBTC) Railway Equipment that will be applied at PT MRT Jakarta so that research is needed to test the relevance of the regulation. The method used in this study is Normative Juridical namely normative legal research method or library legal research method is the method or method used in legal research conducted by examining existing library materials. The collected data is analyzed by comparing current regulations with CBTC technology that will be applied at PT. Jakarta MRT. The results of this study can be seen that there are some specifications of the equipment that are appropriate, not suitable and even there are also completely different between the provisions in PM No. 10 of 2011 concerning Signaling Technical Requirements.Perkembangan transportasi perkeretaapian yang semakin pesat perlu dilakukan ketetapan yang dapat menunjang keselamatan salah satunya ditetapkan dalam peraturan menteri perhubungan Nomor 10 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Peralatan Persinyalan Perkeretaapian Communication Based Train Control (CBTC) yang akan diterapkan di PT MRT Jakarta sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menguji relevansi dari peraturan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif yaitu Metode penelitian hukum normatif atau metode penelitian hukum kepustakaan adalah metode atau cara yang dipergunakan di dalam penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang ada. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan membandingkan antara peraturan yang berlaku sekarang dengan teknologi CBTC yang akan diterapkan di PT. MRT Jakarta. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat beberapa spesifikasi peralatan yang sesuai, tidak sesuai dan bahkan ada juga yang berbeda sama sekali antara ketentuan dalam PM No. 10 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Persinyalan

    Analisis Pemeriksaan Dan Perawatan Dinding Terowongan MRT Jakarta

    Get PDF
    Tunnel construction in the Jakarta MRT (MRTJ) is a concrete tunnel that was built using the Tunnel Boring Machine (TBM) drill machine. Tunnel walls in underground construction use pre-cast (segment) concrete materials arranged in a circle directly into one ring segment by TBM. Tunnel checks are needed to be the basis of diagnosis in tunnel care. Tunnel maintenance is carried out to maintain the condition of the tunnel to function properly and safely to be operated in a sustainable manner in accordance with the predicted load, including: the burden of soil or overburden, dead load and live load, load due to water pressure, earthquake load, and other loads that will affect tunnel construction. The results of the study that damage to the tunnel wall can be classified as leaks and cracks. Examination of components in the MRTJ tunnel wall by paying attention to the detail part of the wall in the form of segment bolts, connections between segments, concrete structures in segments. As for the maintenance carried out to repair and prevent tunnel wall leaks, it can be done by grouting polyurethane liquids and replacing rubber sealing on the bolts, for treatment due to cracks can be done by grouting liquid microscopy and plastering.Konstruksi terowongan pada MRT Jakarta (MRTJ) adalah terowongan beton yang dibangun dengan menggunakan mesin bor Tunnel Boring Machine (TBM). Dinding terowongan pada konstruksi underground menggunakan material beton pre-cast (segment) yang disusun melingkar menjadi satu ring segment secara langsung oleh TBM. Pemeriksaan pada terowongan diperlukan untuk menjadi dasar diagnosa dalam perawatan terowongan. Perawatan terowongan dilakukan untuk menjaga kondisi terowongan dapat berfungsi dengan baik dan aman untuk dioperasikan secara berkelanjutan  sesuai  dengan  beban yang telah diperkirakan, meliputi: beban tanah atau batuan di atasnya (overburden), beban mati dan beban hidup, beban akibat tekanan air, beban gempa, dan beban lainnya yang akan mempengaruhi konstruksi terowongan. Hasil penelitian bahwa kerusakan pada dinding terowongan dapat diklasifikasikan sebagai kebocoran dan keretakan. Pelaksanaan pemeriksaan komponen pada dinding terowongan MRTJ dengan memperhatikan bagian detail pada dinding berupa baut segmen, sambungan antar segmen, struktur beton pada segmen. Sementara untuk perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan mencegah kebocoran dinding terowongan dapat dilakukuan dengan Grouting cairan polyurethane dan Mengganti karet sealing pada baut, untuk perawatan akibat keretakan dapat dilakukan dengan Grouting cairan mikrosemen dan plesteran

    Pengaruh Resiliensi Terhadap Work Engagement Pada Masinis Yang Bertugas Di Stasiun Tugu Yogyakarta

    Get PDF
    Travel safety is realized from the minimum number of train accidents that occur. This study is to determine the effect of resilience to work involvement in machinists on duty at Tugu Station in Yogyakarta. The study was conducted by conducting interviews to obtain preliminary data and ask to fill out the questionnaire provided. The results showed that 43% of respondents had low resilience, while the other 57% had high resilience. As many as 52% of machinists have high work involvement, while 48% have low work involvement. The correlation between them is at a moderate level of 0.627.Keselamatan perjalanan terwujud dari jumlah minimum kecelakaan kereta api yang terjadi. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketahanan terhadap keterlibatan kerja pada masinis yang bertugas di Stasiun Tugu Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara untuk mendapatkan data awal dan meminta mengisi kuesioner yang disediakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43% responden memiliki ketahanan rendah, sedangkan 57% lainnya memiliki ketahanan tinggi. Sebanyak 52% masinis memiliki keterlibatan kerja yang tinggi, sedangkan 48% memiliki keterlibatan kerja yang rendah. Korelasi di antara mereka berada pada tingkat moderat 0,627

    Analisa Perbandingan Efisiensi Daya Dan Kapasitas Pendinginan Antara AC Central Dan AC Split Pada Kereta Ekonomi

    Get PDF
    PT KAI (Persero) has never stopped transforming itself. His transformation was highly considered when PT KAI (Persero) was under the authority of Jonan Ignasius. Edi Sukmoro then continued the transformation. Some improvements in service quality at each train station require appreciation from various aspects. At present, security is improved, tickets are easier to obtain, and travel is more convenient because trains are provided by AC. However, given the costs involved, installation of air conditioners in all business and economy class cars does not apply central air conditioning but divides air conditioning as applied in the home or office. This research is to find out the most efficient air conditioning in consuming energy in trains, therefore, it is conducted. This study also investigates the most effective air conditioning in cooling. The results showed that the energy efficiency of split air coolers was lower than central air coolers. Regarding cooling capacity, central AC is produced by PT INKA which has a higher cooling capacity than split AC.PT KAI (Persero) tidak pernah berhenti mentransformasikan dirinya. Transformasinya sangat diperhatikan ketika PT KAI (Persero) berada di bawah wewenang Jonan Ignasius. Edi Sukmoro kemudian melanjutkan transformasi. Beberapa peningkatan kualitas layanan di setiap stasiun kereta api membutuhkan apresiasi dari berbagai aspek. Saat ini, keamanan ditingkatkan, tiket lebih mudah didapat, dan perjalanan lebih nyaman karena kereta disediakan oleh AC. Namun, mengingat biaya yang diperlukan, pemasangan AC di semua gerbong kelas bisnis dan ekonomi tidak menerapkan AC sentral tetapi membagi AC seperti yang diterapkan di rumah atau kantor. Penelitian ini untuk mengetahui pengkondisian udara yang paling efisien dalam mengonsumsi energi dalam kereta api, oleh karena itu, dilakukan. Studi ini juga menyelidiki pendingin udara yang paling efektif dalam pendinginan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi energi pendingin udara split lebih rendah daripada pendingin udara sentral. Mengenai kapasitas pendinginan, AC sentral diproduksi oleh PT INKA yang memiliki kapasitas pendinginan lebih tinggi daripada AC spli

    114

    full texts

    147

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇