Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)
Not a member yet
147 research outputs found
Sort by
Penanganan Daerah Rawan Longsor Dengan menggunakan Metode Shotcrete
Railway travel safety is an important component in rail transportation. The reliability of the railroad infrastructure is one of the points to support the safety of railroad operations. Lintas Bandung - Cikampek is a cross that has varied geographical contours where right-left rail roads have hills and slopes so that the area between Purwakarta Station - Ciganea Station is a landslide-prone area. As happened in the field there was an avalanche at KM 107 + 100 - KM 107 + 300 which caused disruption to train travel. In addition, improper handling of landslides will cause other potential dangers. The handling of the landslide slope in KM 107 + 100 - KM 107 + 300 uses steel tape from the used rails because the landslide is considered to be less than optimal and is looking for other ways to handle landslides. looking for comparisons compared to using the shotcret method. In this study, we tested the landslide handlers that have been carried out by comparing the handling carried out in accordance with the existing provisions between the steel plaster method of the rail used with the shotcrete method. The cause of landslides is due to a steep angle of 65⁰ with a peak height of 15 meters. The impact on crossing is applied to taspat 5 km / hour to anticipate sudden landslides. From the results of the analysis, it was found that the shotcrete method was considered capable of handling landslide-prone areas in KM 107 + 100 - KM 107 + 300. However, for the handling that had been carried out using steel plaster from used rails. However, this handling is considered not optimal because of the limited number of rails around vulnerable areas, resulting in plaster walls that can still make material exit to the railroad tracks.Keamanan perjalanan kereta api adalah salah satu komponen penting dalam transportasi kereta api. Keandalan infrastruktur kereta api adalah salah satu poin untuk mendukung keselamatan operasi kereta api. Lintas Bandung - Cikampek adalah persilangan yang memiliki kontur geografis yang bervariasi di mana jalan rel kanan - kiri terdapat bukit dan lereng sehingga area antara Stasiun Purwakarta - Stasiun Ciganea termasuk daerah rawan longsor. Seperti yang terjadi di lapangan ada longsoran di KM 107 + 100 - KM 107 + 300 yang menyebabkan gangguan perjalanan kereta api. Selain itu, penanganan tanah longsor yang kurang tepat akan menyebabkan potensi bahaya lainnya. Penanganan kemiringan tanah longsor di KM 107 + 100 - KM 107 + 300 menggunakan plester baja dari rel bekas karena longsoran dianggap kurang optimal dan mencari alternatif penanganan longsor lainnya. mencari perbandingan dibandingkan menggunakan metode shotcret. Dalam penelitian ini, kami menguji penangan longsor yang telah dilakukan dengan membandingkan penanganan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada antara metode plester baja dari rel yang digunakan dengan metode shotcrete. Penyebab terjadinya longsor karena sudut curam dari 65⁰ dengan ketinggian puncak 15 meter. Imbasnya pada silang diterapkan taspat 5 km / jam untuk mengantisipasi terjadinya longsor mendadak. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa metode shotcrete dianggap mampu menangani daerah rawan longsor di KM 107 + 100 - KM 107 + 300. Namun untuk penanganan yang telah dilakukan dengan menggunakan plester baja dari rel bekas. Namun, penanganan ini dianggap tidak optimal karena terbatasnya jumlah rel di sekitar daerah rawan, mengakibatkan dinding plester masih bisa membuat material keluar ke jalan rel
Perancangan Sistem Otomatis Pendeteksi Perawatan Sarana Kereta Api
The use of android now not only acts as a means of communication for the community, but also very active role in the dissemination of information quickly and easily. With the current situation which is very practical, in this study, the design of a motorcycle safety history database was designed using android-based QRcode method. Because previously the executor still used the check list sheet, with the design of the Android-based barcode method, the executor did not need to see the data in the archive or add data through the check list sheet. The design of the andoid-based money order motor maintenance database was made in three stages, namely the creation of a database using Firebase. Making android as an interface using Android Studio and making code scanning with QRcode. Data displayed in real time, i.e. data can update data by other devices automatically so that data can be recorded and stored. Data can be opened on more than two devices that have an application installed, provided that the device must scan the QRcode. From the results of testing of the database design that has been made, it can be concluded that the android-based database system can speed up the process of data retrieval compared to taking attendance manually which is the archive of maintenance results. This system can only be used if the device used is on an internet network connection.Penggunaan android saat ini tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat, namun juga sangat berperan aktif dalam penyebaran informasi dengan cepat dan mudah. Dengan keadaan sekarang yang serba praktis maka pada penelitian ini dibuat perancangan database riwayat perawatan motor wesel menggunakan metode QRcode berbasis android. Karena sebelumnya pelaksana masih menggunakan lembaran check list, dengan adanya perancangan dengan metode barcode berbasis android maka pelaksana tidak perlu melihat data di arsip ataupun menambah data melalu lembaran chect list. Dilakukan perancangan database riwayat perawatan motor wesel berbasis andoid dibuat dengan tiga tahap yaitu pembuatan database dengan mengunakan Firebase. Pembuatan android sebagai interface dengan menggunakan Android Studio dan pembuatan pemindaian code dengan QRcode. Data yang ditampilkan secara realtime,yaitu data dapat melakukan pembaruan data yang dilakukan perangkat lain secara otomatis sehingga data dapat tercatat dan tersimpan. Data dapat dibuka pada lebih dari dua perangkat yang sudah terpasang aplikasi, dengan ketentuan perangkat harus melakukan pemindaian code pada QRcode. Dari hasil pengujian terhadap perancangan database yang telah dibuat, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem database berbasis android dapat mempercepat proses pengambilan data dibanding dengan pengambilan absensi secara manual yaitu arsip hasil perawatan.Sistem ini hanya dapat digunakan apabila perangkat yang digunakan berada pada koneksi jaringan internet
Analisa Daya Dukung Gardu Traksi Kranji Pada Pengoperasian Kereta Bandara Soekarno - Hatta
This research was prepared with the aim of carrying out the calculation of the capacity of the traction substation and analyzing the carrying capacity of the Kranji Traction Substation at the operation of the Soekarno-Hatta Airport Train at rush hour in the morning. This research was conducted with data sources in the form of a train circuit arrangement, filling distance between traction substations, headway, double track type, train consumption ratio, and total train weight. The capability parameters of the substation carrying capacity are measured based on the narrowing of the 8.5 minute, 5 minute and 3 minute headway and the blackout of the Cakung substation. The plan load value is obtained based on the ratio of the maximum current load to the headway constriction load. Carrying capacity is measured based on the comparison of planned load values to the existing capacity of substations. The results of the analysis stated the rectifier load was 2626.42 kW and the transformer load was 3533 kVA on all types of parameters. With a rectifier capacity of 43% and a transformer of 51%. An evaluation of the results of the data analysis showed that the Kranji Traction Station was able to supply power for the operation of the Soekarno-Hatta Airport Train in the morning rush hour.Penelitian ini disusun dengan tujuan melaksanakan perhitungan kapasitas gardu traksi dan melakukan analisa daya dukung Gardu Traksi Kranji pada pengoperasian Kereta Bandara Soekarno – Hatta di jam sibuk pagi. Penelitian ini dilakukan dengan sumber data berupa susunan rangkaian kereta, jarak pengisian antar gardu traksi, headway, jenis jalur ganda, rasio konsumsi kereta, dan berat total kereta. Parameter kemampuan daya dukung gardu diukur berdasarkan penyempitan headway 8,5 menit, 5 menit, dan 3 menit dan pemadaman gardu Cakung. Nilai beban rencana diperoleh berdasarkan perbandingan beban arus maksimum terhadap beban penyempitan headway. Daya dukung diukur berdasarkan perbandingan nilai beban rencana terhadap kapasitas eksisting gardu. Hasil analisa menyatakan beban rectifier sebesar 2626,42 kW dan beban transformator sebesar 3533 kVA pada semua jenis parameter. Dengan kapasitas rectifier yang terpakai sebesar 43% dan transformator sebesar 51%. Evaluasi terhadap hasil analisa data menunjukkan Gardu Traksi Kranji mampu menyuplai daya untuk pengoperasian Kereta Bandara Soekarno – Hatta di jam sibuk pagi
Faktor – Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pemilihan Moda Kereta Bandara Adi Soemarmo Solo
The Government through the National Railway Master Plan has launched the development of the Airport Railway Network and Services to facilitate passenger mobility, one of which is the construction of the Adi Soemarmo Airport train. In April 2017 a groundbreaking project for the development of the Adi Soemarmo Airport, Boyolali District by the President of the Republic of Indonesia was scheduled to be operational in 2019. This study uses a discrete choice model to express the opportunities of each passenger to use the airport train. The research instruments were prepared using predictor variables developed from service dimensions according to Gaspers. The sample used was 200 respondents with random sampling techniques. The data collected is processed using a binary logical regression model because the response variable is in the form of a dichotomy. The results showed the accuracy of the train schedule and affordability of train fares affect the willingness to use airport trains.Pemerintah melalui Rencana Induk Perkeretaapian Nasional telah mencanangkan pengembangan Jaringan dan Layanan Kereta Api Bandara untuk mempermudah mobilitas penumpang salah satunya dengan pembangunan kereta Bandara Adi Soemarmo. Pada April 2017 telah dilakukan groundbreaking proyek pengembangan kereta Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali oleh Presiden RI dan dijadwalkan beroperasi pada tahun 2019 mendatang. Penelitian ini menggunakan model discrete choice untuk menyatakan peluang setiap penumpang untuk menggunakan kereta bandara. Instrumen penelitian disusun menggunakan variabel prediktor yang dikembangkan dari dimensi pelayanan menurut Gaspers. Sampel yang digunakan sebanyak 200 responden dengan teknik random sampling. Data yang terkumpul diolah dengan model regresi logisatik biner dikarenakan variabel respon berbentuk dikotomi. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan jadwal kereta dan keterjangkauan tarif kereta berpengaruh terhadap kesediaan menggunakan kereta bandar
Analisis Perjalanan Kereta Rel Listrik Pada Lintas Manggarai – Bogor
The purpose of this study was to analyze the causes of passenger buildup at the station on the Manggarai - Bogor station. To overcome the buildup of passengers at the station the action that must be taken is to analyze the Headway, cross capacity, the number of trips at this time. The data collected is in the form of the latest number of passengers, the latest number of trips, the latest electric railroad stamformation data. The analysis shows that the current capacity of the electric rail train can only accommodate 455,904 passengers, while the daily passenger volume reaches 460,448 passengers, a difference of 4,544 passengers is found. At present the total electric train travel on the Manggarai - Bogor crossing is 321 Ka / day with a maximum crossing capacity of 403 trains / day. To overcome the problem of accumulation of passengers at the station by adding 2 trips stamformasi electric railroad on the Manggarai - Bogor crossing, looking at the maximum cross capacity in the Manggarai - Bogor crossing, which is 403 trains / day, is still capable of additional trips. The Manggarai - Bogor crossing still uses stamformasi 8, stamformasi 10, stamformasi 12, if it follows the current growth of electric railroad users for stamformasi 8 and stamformasi 10 it cannot cope with the very high number of passengers resulting in passenger transportation exceeding the railroad user comfort standards. electricity. It is recommended to change the information system that operates on Manggarai - Bogor crossroad using 12 information system entirely in order to overcome the problem of passenger buildup at the stationTujuan penelitian adalah menganalisis penyebab penumpukan penumpang di stasiun pada lintas stasiun Manggarai – Bogor. Untuk mengatasi penumpukan penumpang di stasiun tindakan yang harus dilakukan yaitu menganalisa Headway, kapasitas lintas, jumlah perjalanan pada saat ini. Data yang di kumpulkan yaitu berupa data jumlah penumpang terbaru, data jumlah perjalanan terbaru, data stamformasi kereta rel listrik terbaru. Hasil analisa menunjukan bahwa kapasitas angkut kereta rel listrik saat ini hanya dapat menampung penumpang sebanyak 455.904 penumpang, sedangkan volume penumpang perhari mencapai 460.448 penumpang, ditemukan selisih sebanyak 4.544 penumpang. Pada saat ini total perjalanan kereta rel listrik pada lintas Manggarai - Bogor sebanyak 321 Ka/hari dengan kapasitas lintas maksimal sebanyak 403 KA/hari. Untuk mengatasi permasalahan penumpukan penumpang di stasiun dengan cara menambahkan 2 perjalanan kereta rel listrik stamformasi 12 pada lintas Manggarai – Bogor melihat dari kapasitas lintas maksimal pada lintas Manggarai – Bogor yaitu 403 KA/hari masih sanggup jika dilakukan penambahan perjalanan. Pada lintas Manggarai – Bogor masih menggunakan stamformasi 8, stamformasi 10 , stamformasi 12, jika mengikuti pertumbuhan pengguna kereta rel listrik saat ini untuk stamformasi 8 dan stamformasi 10 tidak dapat mengatasi jumlah penumpang yang sangat tinggi sehingga terjadi pengangkutan penumpang melebihi dari standar kenyamanan pengguna kereta rel listrik. Disarankan untuk merubah stamformasi yang beroperasi pada lintas Manggarai – Bogor menggunakan stamformasi 12 seluruhnya agar dapat mengatasi permasalahan penumpukan penumpang di stasiu
Desain Penguncian Pintu Perlintasan Sebidang Jenis Manual Operation Pln-Power Menggunakan Elektromagnet
A level crossing is a level crossing between a railroad track and a highway. In conditions on the ground, road users often violate their way through crossing lintels. The purpose of this research is to create a locking system using electromagnets and warning sound indications in order to hold the doorstop so that it cannot be lifted manually by violators who will break through the crossing doorstop. This study consists of several stages, namely the analysis of the needs of the components making tools, the process of making tools, testing tools, and analyzing test result data. The components used in this research are Ultrasonic Sensor, Infrared Sensor, Voice Recorder Module, Relay, Amplifier, Speaker Horn, and Electromagnetic Circuits. All tool designs are able to activate the Electromagnet circuit when the crossing door arm position is 30 cm from the sensor, and are able to activate the warning sound indication when the crossing door arm is lifted manuallyPerlintasan sebidang merupakan perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan raya. Pada kondisi di lapangan, sering kali pengguna jalan raya melakukan pelanggaran menerobos palang pintu perlintasan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk membuat sistem penguncian menggunakan Elektromagnet dan indikasi suara peringatan guna menahan palang pintu supaya tidak bisa diangkat manual oleh pelanggar yang akan menerobos palang pintu perlintasan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan komponen pembuatan alat, proses pembuatan alat, pengujian alat, dan analisis data hasil uji. Komponen yang digunakan pada penelitian ini yaitu Sensor Ultrasonik, Sensor Infrared, Modul Voice Recorder, Relay, Amplifier, Speaker Horn, dan Rangkaian Elektromagnetik. Semua rancangan alat mampu mengaktifkan rangkaian Elektromagnet saat kedudukan lengan pintu perlintasan berjarak 30 cm dari sensor, dan mampu mengaktifkan indikasi suara peringatan saat lengan pintu perlintasan diangkat secara manua
Elastisitas Jasa Kereta Api Bandara Kualanamu (Airport Railink Service)
In July 25th, 2013 Indonesia for the first time provided rail link service from and to an airport. It particularly was operated from and to Kualanamu International Airport (KNIA), Deli Serdang, North Sumatera, which was also operated for the first time on that date. Managing the airport rail link service, a private company namely PT. Railink basically is the subsidiary company of PT. Angkasa Pura II (Persero) and PT. Kereta Api Indonesia (Persero). The price of train ticket, in fact, is getting higher as time goes by. It is noted that the ticket price has increased from IDR 80K to IDR 100K since January 15th, 2015. Concerning this situation, this study is conducted to investigate the demand elasticity of the airport rail link service from and to Kualanamu International Airport as well as factors in taking the airport rail link. The result of the study reveals that the demand of airport rail link service as the impact of the increasing of the ticket price is inelastic since its value of elasticity reaches -0.38. The other result, moreover, finds six reasons influencing people to go with airport rail link: comfort, punctuality, speed or travel time, practicality, access to train station, and other modes’ tariff.Pada 25 Juli 2013, Indonesia untuk pertama kalinya menyediakan layanan jalur kereta api dari dan ke bandara. Ini terutama dioperasikan dari dan ke Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Deli Serdang, Sumatera Utara, yang juga dioperasikan untuk pertama kalinya pada tanggal itu. Mengelola layanan jalur kereta api bandara, sebuah perusahaan swasta yaitu PT. Railink pada dasarnya adalah anak perusahaan dari PT. Angkasa Pura II (Persero) dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Harga tiket kereta api, pada kenyataannya, semakin tinggi seiring berjalannya waktu. Tercatat bahwa harga tiket telah meningkat dari Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu sejak 15 Januari 2015. Mengenai situasi ini, penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki elastisitas permintaan layanan jalur kereta api bandara dari dan ke Bandara Internasional Kualanamu serta faktor-faktornya. dalam mengambil jalur kereta api bandara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan layanan jalur kereta api bandara sebagai dampak dari kenaikan harga tiket tidak elastis karena nilai elastisitasnya mencapai -0,38. Hasil lainnya, selain itu, menemukan enam alasan yang memengaruhi orang untuk menggunakan jalur kereta api bandara: kenyamanan, ketepatan waktu, kecepatan atau waktu perjalanan, kepraktisan, akses ke stasiun kereta, dan tarif mode lainnya
Meningkatkan Utilisasi KRL Dengan Mengurangi Waktu Perawatan Akhir Di Balai Yasa KRL Depok
The increase of population in Indonesia especially in Jabodetabe from year to year has increased significantly, as well as the number of private vehicles which from year to year has increased. By not compensating for the increase in road length, then there will be congestion in the next few years. PT. KCJ is here to deal with the problem. By using rail mode transportation, it will reduce the number of vehicles operating on the highway, thereby reducing congestion. To meet the number of travel needs and offset the increase in population in Greater Jakarta, the availability of facilities at PT. KCJ must comply with applicable provisions. By optimizing the time of maintenance of the facilities, it will obtain the availability of adequate facilities. In this analysis, we use network planning method to determine the optimal maintenance time of suggestion. In optimizing the maintenance time of the facilities there are several things that influence, among others: the needs of employees, the competence of personnel maintenance personnel, and reduction of existing backlog. At the end of the research will be known the most optimal time to perform the final treatment, so the availability of facilities will be fulfilled with due regard to the reliability of the means.Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia khususnya di Jabodetabe dari tahun ke tahun telah meningkat secara signifikan, demikian pula jumlah kendaraan pribadi yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Dengan tidak mengimbangi peningkatan panjang jalan, maka akan terjadi kemacetan dalam beberapa tahun ke depan. PT. KCJ ada di sini untuk menangani masalah ini. Dengan menggunakan moda transportasi kereta api, ini akan mengurangi jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan raya, sehingga mengurangi kemacetan. Untuk memenuhi jumlah kebutuhan perjalanan dan mengimbangi peningkatan populasi di Jabodetabek, ketersediaan fasilitas di PT. KCJ harus mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan mengoptimalkan waktu perawatan fasilitas, maka akan diperoleh ketersediaan fasilitas yang memadai. Dalam analisis ini, kami menggunakan metode perencanaan jaringan untuk menentukan waktu perawatan yang optimal dari saran. Dalam mengoptimalkan waktu perawatan fasilitas ada beberapa hal yang mempengaruhi, antara lain: kebutuhan karyawan, kompetensi personil pemeliharaan personil, dan pengurangan backlog yang ada. Pada akhir penelitian akan diketahui waktu paling optimal untuk melakukan perawatan akhir, sehingga ketersediaan fasilitas akan terpenuhi dengan tetap memperhatikan keandalan sarana
Perbandingan Penggunaan Bahan Bakar High Speed Diesel Dan Biosolar Terhadap Emisi Gas Buang
Locomotives use diesel engines as a source of driving force, so the fuel used for this locomotive is to use diesel fuel or diesel oil. The purpose of this study is to determine the differences in the use of Biosolar fuel and HSD on exhaust emissions. This research is a descriptive quantitative research that aims to test the hypotheses of the data that have been collected in accordance with previous theories and concepts. Data collection method is by testing diesel engine vehicles and gas analyzers to measure opacity. Data analysis methods used are: descriptive analysis and T-test. The results showed that there were no statistically significant differences in the use of Biosolar fuel and HSD on exhaust emissions.Lokomotif menggunakan motor diesel sebagai sumber tenaga penggeraknya, sehingga bahan bakar yang digunakan untuk lokomotif ini adalah menggunakan bahan bakar solar atau minyak solar. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui perbedaan penggunaan bahan bakar Biosolar dan HSD terhadap emisi gas buang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan menguji hipotesa dari data-data yang telah dikumpulkan sesuai dengan teori dan konsep sebelumnya. Metode pengambilan data dengan cara uji kendaraan mesin diesel dan gas analyzer untuk mengukur opasitas. Metode analisis data yang digunakan yaitu: analisits deskripif dan uji T-test. Hasil penelitian diketahui bahwa secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan bahan bakar Biosolar dan HSD terhadap emisi gas buang
Kajian Biaya Operasi Kereta Api
This research discusses the calculation of railroad operating costs, the railroad operating costs are very important because it is related to determining the level of profit from setting a railroad transportation service tariff. The current train operating costs are indicated to be not yet competitive compared to the same mode operating costs in other countries, this study looks at the constituent components of train operating costs based on predetermined regulations. Based on the results of the analysis of the calculation of railroad operating costs at present the percentage of railroad direct costs is 23% and the percentage of railroad indirect costs is 77%. The percentage of costs is still large in the indirect costs which resulted in not yet being able to obtain competitive operating costs, whereas when compared to the costs of railroad operations abroad, in the UK the maintenance costs of trains are around 16% - 30% while in Indonesia around 6%. The cost of railway operations in the UK is 66% -73% while in Indonesia it reaches around 91%. The author suggests to reduce the percentage of indirect costs by making profitable business breakthroughs.Penelitian ini membahas tentang perhitungan biaya operasi kereta api, biaya operasi kereta api ini sangat penting karena terkait dengan penetapan tingkat keuntungan dari penetapan sebuah tarif pelayanan angkutan kereta api. Biaya operasi kereta api saat ini diindikasikan belum kompetitif dibandingkan dengan biaya operasi moda yang sama di negara lain,penelitian ini melihat komponen komponen penyusun biaya operasi kereta api berdasarkan regulasi yang telah ditentukan. Berdasar hasil analisis perhitungan biaya operasi kereta api saat ini persentase biaya langsung kereta api adalah 23% dan persentase biaya tidak langsung kereta api adalah 77%. Prosentase biaya masih besar pada biaya tidak langsung yang mengakibatkan belum bisa didapatkan biaya operasi yang kompetitif,sedangkan jika dibandingkan biaya operasi kereta api di luar negeri,di Inggrisbiayaperawatan KA besarsekitar 16%- 30% sedangkan di Indonesiahanyasekitar 6%. Biayaoperasi KA di Inggris 66%-73% sedangkan di Indonesia mencapai sekitar 91%. Penulis mensarankan untuk memperkecil persentase biaya tidak langsung dengan melakukan terobosan terobosan bisnis yang menguntungkan