Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)
Not a member yet
147 research outputs found
Sort by
Analisis Pola Operasi Lalu Lintas Kereta Api Pada Stasiun Berjalur Empat dan Enam dengan Metode Conflict Rate
The Sembawa-Betung double rail track is one of the planned routes of the Trans Sumatra Railways project in Sumatra Island dedicated to passenger and goods transportation. This study aims to analyze the train operating systems of Sembawa - Betung double rail track, that consist of the effective length and the typical layout of rail track, train traffic management, the potential of train travel routes that can be formed, used and conflicted, and the calculation of routes loading level on the train frequency. Based on the analysis conducted using the Conflict Rate method, it can be summarized that the route utilization along with trains frequency served at Sembawa Station, Pangkalan Balai Station and Suak Tapeh Station almost reaches the maximum level of allowable conflict so it may increase the probability of train accidents if there is an additional number of trains served without the construction of additional rail track at the station. On another side, the route utilization, along with the frequency of the trains served at Betung Station, is still far below the maximum limit of allowable conflict, so that there is a possibility to increase the frequency of the trains without the need for additional rail track at the station.Pembangunan jalur kereta api (KA) ganda lintas layanan Sembawa-Betung merupakan salah satu rute rencana dari proyek Trans Sumatera Railways dalam pengembangan jaringan jalur KA di Pulau Sumatera untuk angkutan penumpang dan barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola operasi jalur KA ganda lintas layanan Sembawa – Betung, diantaranya mengenai tipikal tata letak dan panjang efektif tiap-tiap jalur stasiun, pengelolaan lalulintas KA di stasiun, potensi rute-rute perjalanan KA yang dapat terbentuk, terpakai, dan berkonflik, serta hitungan tingkat pembebanan rute terhadap frekuensi KA. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan menggunakan metode Conflict Rate, disimpulkan bahwa pemanfaatan rute beserta frekuensi KA yang dilayani di Stasiun Sembawa, Stasiun Pangkalan Balai dan Stasiun Suak Tapeh mendekati batas maksimal konflik yang diizinkan sehingga akan meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan apabila dilakukan penambahan jumlah KA yang dilayani tanpa adanya pembangunan jalur KA baru di stasiun. Sedangkan pemanfaatan rute beserta frekuensi KA yang dilayani di Stasiun Betung masih jauh dari batas maksimal konflik yang diizinkan, sehingga masih dapat dilakukan penambahan jumlah KA yang dilayani tanpa perlu dilakukan pembangunan jalur KA baru di stasiun
Analisis Kekuatan Desain Struktur Bogie Frame Kereta Ukur pada Kondisi Beban Normal Service dengan Metode Elemen Hingga
Bogie frame adalah bagian utama bogie yang menerima beban besar selama beroperasi sehingga diperlukan analisis kekuatan struktur untuk memenuhi syarat kelayakan operasional berdasarkan Peraturan Nomor 33 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perkeretaapian dan standar EN 13749. Kelayakan operasional menjadi jaminan keselamatan penumpang, operator, maupun penduduk sekitar perlintasan. Fokus penelitian ini adalah analisis kekuatan desain struktur bogie frame kereta ukur jalur LRT Jabodebek terhadap kelayakan operasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis tegangan objek penelitian akibat pembebanan normal service dan memastikan nilai tegangan hasil simulasi memenuhi kriteria keberterimaan standar EN 13749. Solusi penelitian adalah pendekatan endurance limit objek penelitian. Nilai tegangan hasil simulasi dianalisis dengan goodman diagram. Data pendukung penelitian dan parameternya dari hasil survei dan wawancara di PT INKA (Persero). Hasil penelitian adalah lokasi element kritis objek penelitian, nilai tegangan element kritis tiap load case, dan plot nilai tegangan element. Objek penelitian belum memenuhi kriteria keberterimaan EN 13749 berdasarkan analisis dengan pendekatan goodman diagram. Satu element kritis pada bracket gearbox melebihi batas keberterimaan akibat load case longitudinal. Amplitudo tegangan element bernilai 157,09 MPa dari batas keberterimaan 155 MPa. Perubahan ketebalan pipe transform dari 12 mm menjadi 20 mm efektif menurunkan nilai amplitudo tegangan element menjadi 88,41 MPa, sehingga kekuatan desain memenuhi kriteria keberterimaan.Bogie frame adalah bagian utama bogie yang menerima beban besar selama beroperasi sehingga diperlukan analisis kekuatan struktur untuk memenuhi syarat kelayakan operasional berdasarkan Peraturan Nomor 33 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perkeretaapian dan standar EN 13749. Kelayakan operasional menjadi jaminan keselamatan penumpang, operator, maupun penduduk sekitar perlintasan. Fokus penelitian ini adalah analisis kekuatan desain struktur bogie frame kereta ukur jalur LRT Jabodebek terhadap kelayakan operasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis tegangan objek penelitian akibat pembebanan normal service dan memastikan nilai tegangan hasil simulasi memenuhi kriteria keberterimaan standar EN 13749. Solusi penelitian adalah pendekatan endurance limit objek penelitian. Nilai tegangan hasil simulasi dianalisis dengan goodman diagram. Data pendukung penelitian dan parameternya dari hasil survei dan wawancara di PT INKA (Persero). Hasil penelitian adalah lokasi element kritis objek penelitian, nilai tegangan element kritis tiap load case, dan plot nilai tegangan element. Objek penelitian belum memenuhi kriteria keberterimaan EN 13749 berdasarkan analisis dengan pendekatan goodman diagram. Satu element kritis pada bracket gearbox melebihi batas keberterimaan akibat load case longitudinal. Amplitudo tegangan element bernilai 157,09 MPa dari batas keberterimaan 155 MPa. Perubahan ketebalan pipe transform dari 12 mm menjadi 20 mm efektif menurunkan nilai amplitudo tegangan element menjadi 88,41 MPa, sehingga kekuatan desain memenuhi kriteria keberterimaan
Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Kereta Api Angkutan Lebaran Di Pulau Jawa
This research aimed to analyze customer satisfaction level of Lebaran trains in Java Island. Data collection was done through observation and spreading of questionnaires. The sample of this data collection is 206 respondents who traveled during Lebaran with train in Java Island. The result of the research by using Importance Performance Analysis method shows that the respondent\u27s expectation for the train service is 82.8 percent while the respondent\u27s satisfaction level is 65.4 percent. Customer Satisfaction Index for all attributes studied was 71.4 percent. Some of the attributes that need prioritized for improvement are considered inconsistent with the expectations of passengers: cleanliness and comfort toilets in the station and on the train, availability of facilities for the disabled, affordability of ticket prices and suitability of ticket prices with services. Other attributes that are important and considered satisfactory by respondens are information boards, station staff friendliness, cleanliness and convenience at the station, ticket service counter, train staff friendliness, cleanliness and convenience in trains, on-time departure Train, punctuality of train arrival, travel time and ease of getting tickets.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan kereta api lebaran di Pulau Jawa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner. Sampel dari pengumpulan data ini adalah 206 responden yang melakukan perjalanan selama Lebaran dengan kereta api di Pulau Jawa. Hasil penelitian dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis menunjukkan bahwa harapan responden untuk layanan kereta api adalah 82,8 persen sedangkan tingkat kepuasan responden adalah 65,4 persen. Indeks Kepuasan Pelanggan untuk semua atribut yang diteliti adalah 71,4 persen. Beberapa atribut yang perlu diprioritaskan untuk perbaikan dianggap tidak konsisten dengan harapan penumpang: kebersihan dan kenyamanan toilet di stasiun dan di kereta, ketersediaan fasilitas untuk orang cacat, harga tiket yang terjangkau dan kesesuaian harga tiket dengan layanan. Atribut lain yang penting dan dianggap memuaskan oleh responden adalah papan informasi, keramahan staf stasiun, kebersihan dan kenyamanan di stasiun, konter layanan tiket, keramahtamahan staf kereta, kebersihan dan kenyamanan dalam kereta, pemberangkatan tepat waktu, Kereta yang tepat waktu, ketepatan waktu kedatangan kereta, waktu perjalanan dan kemudahan mendapatkan tiket
Analisis Peralatan Persinyalan Kereta Api dengan Persinyalan Elektrik Silsafe4000 Di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Train signaling is used of a certain shape, color, or light to give the driver a message that will ensure a safe train journey. Upgrading the signaling infrastructure at stations all over Java and Sumatra. One of these entails updating the station\u27s electrical signaling, which was previously constructed in 1986. Equipment spare components, which are challenging and frequently encounter problems that impair the system\u27s dependability, are the primary factor being refreshed. This electrical signaling makes use of the SILSafe4000 system, which was created by PT LEN\u27s youth. In this study, the researcher examined the cross-capacity calculations, equipment standardization, and questionnaires given to PPKA officers to investigate the SILSafe4000 electrical signaling reliability system at the lempuyangan station by making use of cross-capacity estimates, equipment standardization, and questions given to PPKA personnel about how challenging it is to operate the Lempuyangan HMI station. The necessary data was gathered by the researcher in advance of the study. Based on standardization of the equipment, BSG9 motor voltage standard and signal 110VAC±10%, detection voltage (inverse) 24VDC±10%, or range (21.6-26.4V DC), rated current < 10A, ground 5Ω, R≤50Ω, and insulation. That the following pieces of equipment have been standardized: the point motor\u27s in-ER voltage is 78.94%, . the driving voltage is 89.47%, the signal voltage is 83.3%, the grounding is 100%, the cable resistance is 96%, and the cable insulation is 100%. Reliable electrical signaling can also support rail travel systems. Lempuyangan Station can accommodate 134 trains per day, with an average headway of 12.51 minutes, maximizing the traffic capacity of 116 trains KA>K is served with an electric signaling system safely and zero accident. Then a questionnaire was given to the officer regarding the difficulty level of operating the Lempuyangan HMI station, which was very easy with a score of 4.7/5.Persinyalan kereta api merupakan suatu bentuk, warna atau cahaya untuk memberikan isyarat kepada masinis dengan arti tertentu untuk mengatur perjalanan kereta api yang aman. Pembaharuan sistem persinyalan pada stasiun-stasiun pada lintas jawa dan Sumatra. Salah satunya pembaharuan persinyalan elektrik pada stasiun lempuyangan yang sebelumnya pertama dibangun pada tahun 1986. Faktor utama diperbaharui yaitu suku cadang peralatan yang sulit dan sering mengalami gangguan sehingga memengaruhi kehandalan sistem. Persinyalan elektrik ini menggunakan SILSafe4000 yang dikembangkan oleh anak bangsa dari PT LEN. Pada penelitian ini peneliti melakukan analisis sistem kehandalan persinyalan elektrik SILSafe4000 pada stasiun lempuyangan dengan merujuk standarisasi peralatan yang seharusnya, perhitungan kapasitas lintas dan kuisioner kepada petugas PPKA terhadap tingkat kesulitan pengoperasian HMI stasiun lempuyangan. Sebelum penelitian dilakukan, peneliti mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Berdasarkan standarisasi peralatan, standar tegangan motor BSG9 dan sinyal 110VAC±10%, tegangan deteksi (balikan) 24VDC±10% atau range (21,6-26,4V DC), nilai arus < 10A, pentanahan < 5Ω, R≤50Ω dan insulasi. Bahwa peralatan yang telah standar antara lain: tegangan in ER motor wesel sebesar 78,94%, tegangan penggerak 89,47% dan tegangan sinyal 83,3%, pentanahan 100%, resistansi kabel 96%, dan insulasi kabel 100%. Kehandalan persinyalan elektrik juga mampunya sistem melayani perjalanan kereta api. Dengan perhitungan kapasitas lintas bahwa stasiun lempuyangan mampu melayani perjalanan kereta api seharinya 134 kereta, rata-rata headway 12,51 menit, memaksimalkan kapasitas lintas sebesar 116 kereta ∑KA>K dilayani dengan sistem persinyalan elektrik dengan aman dan zero accident. Kemudian kuisioner yang diberikan kepada petugas mengenai tingkat kesulitan pengoperasian HMI sangat mudah dengan nilai 4,7/5
Simulasi Dinamis pada Kereta Penumpang Stainless Steel New Generation menggunakan Metode Multibody Dynamic System
Stainless steel passenger coach is the most operated passenger coach in Indonesia. Because it has better facilities, cheap, and offering more operation hour. Stainless steel passenger coach fabricated by PT.Industri Kereta Api (PT.INKA) and always improve and keep innovate from generation to generation. At this time, This passenger coach being upgraded to reach the speed more than 120 Km/h and keep the ride quality and ride comfort index and called as stainless steel new generation (SS-NG) passenger coach. To reach the target one of the method is re-design the structure of bogie. The purpose of this research is to analyzing design of the SS-NG bogie, on SS-NG passenger coach using multibody dynamic simulation to studying rolling stock dynamic and compare it with existence bogie dynamic of SS-2018 passenger coach. The result of the simulation show the SS-NG bogie design give vertical and lateral ride comfort index appropriate to Sperling comfort index on center of carbody, center of front and rear bogie while operating at 240 Km/h.Kereta penumpang stainless steel merupakan jenis kereta yang paling banyak beroperasi di Indonesia. Hal ini karena kereta ini memberikan fasilitas lengkap, berbiaya ekonomis, dan menawarkan jam operasi yang lebih banyak. Kereta penumpang stainless steel difabrikasi oleh PT. Industri Kereta Api (PT. INKA) dari generasi pertama hingga sekarang, dan terus mengalami perkembangan inovasi. Kereta ini sedang dikembangkan agar mencapai kecepatan lebih dari 120 Km/jam dengan tetap menjaga tingkat keamanan dan kenyamanan, serta disebut sebagai kereta penumpang stainless steel new generation (SS-NG). Untuk mencapai hal tersebut, salah satu caranya adalah dengan mendesain ulang struktur bogie kereta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain bogie pada rangkaian kereta SS-NG dengan metode simulasi system multibody dynamic untuk mengkaji dinamika kereta serta membandingkannya dengan dinamika kereta existing, yakni SS-2018. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain bogie kereta SS-NG memberikan tingat kenyamanan pada arah vertikal dan lateral sesuai dengan Sperling comfort index pada pusat carbody, pusat bogie depan dan belakang saat kereta beroperasi pada kecepatan 240 Km/jam
Kecenderungan Penumpang Menggunakan Moda Kereta Api Antar Kota Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Di Era New Normal
ABSTRACT
Health protocol during Covid 19 Pandemic however can reduce the tendency of passengers in using trains as mode of transportation. The inter-city train health protocol is regulated in a circular letter from the Minister of Transportation regarding the guidelines and technical guidelines for rail transportation in the new normal era. The description of the behavior of inter-city train passengers with the application of health protocols is needed as a consideration in implementing further policies. This study uses situational variables, knowledge and personality as predictors of passengers\u27 decisions to use trains with the application of health protocols. The research sample was 96 with random sampling technique. The data that has been collected is then tested with binary logistic regression to generate the tendency of passengers to use trains with the application of health protocols in the new normal era. The results of the study show that situational variables and passenger personalities influence passenger decisions in using the train mode in the new normal era.
Keywords: Health protocol, new normal era, consumer behavior, binary logistic regressionPenerapan protokol kesehatan dapat mengurangi kecenderungan penumpang menggunakan kereta api. Protokol kesehatan kereta antar kota diatur dalam surat edaran Menteri Perhubungan tentang pedoman dan juknis transportasi kereta api di era new normal. Gambaran perilaku penumpang kereta api antar kota dengan penerapan protokol kesehatan diperlukan sebagai pertimbangan dalam penerapan kebijakan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan variabel situasional, pengetahuan dan kepribadian sebagai prediktor dari keputusan penumpang menggunakan kereta api dengan penerapan protokol kesehatan. Sampel penelitian sebanyak 96 dengan teknik random samplig. Data yang telah terkumpul selanjutnya diuji dengan regresi logistik biner untuk menghasilkan kecenderungan penumpang menggunakan kereta api dengan penerapan protokol kesehatan di era new normal. Hasil penelitian menunjukkan variabel situasional dan kepribadian penumpang mempengaruhi keputusan penumpang dalam menggunakan moda kereta api pada era new normal
Kata Kunci: Protokol kesehatan, era new normal, perilaku konsumen, regresi logistik bine
Analisis Kapasitas Daya Pada Gardu Traksi Lintas Bojonggede – Bogor Menggunakan Kereta Rel Listrik Seri EA 203
Kereta Rel Listrik merupakan salah satu transportasi unggulan dalam mobilitas masyarakat perkotaan. Sarana KRL seri terbaru di Indonesia, yaitu EA 203 dioperasikan sejak tahun 2017 untuk layanan kereta bandara pada lintas Manggarai – Bandara Soekarno Hatta. Penelitian ini menggantikan peran KRL Seri JR 205 yang beroperasi saat ini pada lintas Bojonggede – Bogor dengan menggunakan KRL EA 203 dengan stamformasi sama dalam satu rangkaian. Diketahui total daya motor traksi pada KRL Seri EA 203 dengan sususan 3 Motor Car dan 9 Trailer Car sebesar 2400 kW. Terdapat 4 Gardu Traksi sepanjang lintas Bojonggede – Bogor, yaitu Gardu Traksi Bojonggede, Gardu Traksi Cilebut, Gardu Traksi Kedungbadak, dan Gardu Traksi Bogor. Pada hasil penelitian, total penggunaan kapasitas daya transformator meggunakan KRL EA 203 sebesar 44,16% pada Gardu Traksi Bojonggede, 44,16% pada Gardu Traksi Cilebut, 49,95% pada Gardu Traksi Kedungbadak, dan 69,94% pada Gardu Traksi Bogor. Dapat disimpulkan bahwa kapasitas daya pada Gardu Traksi sepanjang lintas Bojonggede – Bogor menggunakan KRL EA 203 masih sanggup mencukupi kebutuhan operasional KRL. Penambahan jadwal saat menggunakan KRL EA 203 pada GAPEKA 2021 juga dapat dilakukan sebanyak 4 perjalanan di Stasiun Bojongged
Analisis Respon Penumpang Terhadap Penerapan New Normal pada Layanan Kereta Api Jarak Jauh di Pulau Jawa
RINGKASAN
Sejak merebaknya virus corona di indonesia awal tahun 2020 telah membawa dampak yang signifikan pada transportasi kereta api. Jumlah penumpang kereta api mengalami penurunan sebagai akibat dari himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. PT KAI juga telah membatasi okupansi atau jumlah penumpang hingga 50% dari kapasitas yang seharusnya. Tingkat okupansi tersebut disesuaikan dengan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 serta Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
Penerapan protocol Kesehatan pada penumoang Kereta Api berdampak pada semakin lamanya waktu boarding karena pengecekan dokumen-dokumen kelengkapan yang diperlukan seperti surat hasil rapid test maupun hasil swab. Pemeriksaan terhadap suhu badan pun juga dilakukan kepada setiap penumpang yang akan naik kereta. Tentunya hal ini menambah prosedur bagi penumpang saat akan naik kereta. Pemakaina masker dan menjaga jarak juga diterapkan selama dalam perjalanan, bahkan selama perjalanan penumpang dilarang berbicara dengan penumpang lainnya.
Berdasarkan permasalahan diatas maka perlunya dilakukan penelitian untuk mengetahui respon penumpang terkait dengan penerapan protocol Kesehatan selama mas pandemic covid 19. Respon penumoang ini bisa dijadikan referensi bagi pihak operator kereta api dalam mengambil kebijakan pelayanan agar para penumpang tetap bisa merasa terlayani dengan sebaik mungkin. Hasil dari penelitian bahwa penumpang setuju dengan penerapan protocol Kesehatan yang dilakukan oleh PT. KAI meliputi :penumpang menyatakan sangat setuju dengan prosedur pemesanan tiket kereta api yang ditetapkan oleh KAI, penumpang menyatakan sangat setuju dengan prosedur sebelum dan sesudah boarding serta selama perjalanan di kereta api yang ditetapkan oleh KAI, penumpang menyatakan sangat setuju dengan prosedur penanganan kebersihan dan penyediaan fasilitas kebersihan di stasiun dan di kereta api yang ditetapkan oleh KAI, penumpang menyatakan sangat setuju dengan persyaratan surat bebas Covid-19 yang ditetapkan oleh KAI, penumpang cenderung memilih alternatif okupansi penumpang mengurangi jumlah penumpang dengan menaikkan harga tiket.
 
Analisis Fasilitas dan Aksesibilitas Halte dan Stasiun Kereta Commuter Surabaya Porong
The city of Surabaya is the center of activities such as trade, business industry, and the center of government, so it demands people to visit the city. To attract the interest of the hinterland community, public transportation is needed that can be a mainstay and pay attention to service schedules, punctuality, and headway. So that public transportation can reduce the level of congestion in the destination city, in this case, the city of Surabaya. It is also necessary to think about connectivity, facilities, and accessibility at the bus stop station as a good place for passengers to drop off. The Surabaya Porong commuter train must be connected to other transportation so that it is necessary to pay attention to facilities and accessibility at every bus stop and station. Data collection and surveys are carried out by direct observation in the field with surveys, observing and measuring existing facilities and accessibility. The facilities and accessibility of the Surabaya Porong bus stop and commuter train station appear to have been partially available, although there are shortcomings, they can still run for the operations of the communities around Surabaya and Sidoarjo. Based on the results of the analysis of the pedestrian flow rate at the time of the study, the LOS values for bus stops and stations were still very good with the AB category.Kota surabaya menjadi pusat kegiatan seperti perdagangan, industri bisnis dan pusat pemerintahan sehingga menuntut untuk orang melakukan kunjungan kekota tersebut. Untuk menarik minat masyarakat hinterland nya diperlukan angkutan umum yang dapat menjadi andalan dan memperhatikan jadwal layanan, ketepatan waktu dan headway. Sehingga angkutan umum tersebut dapat mengurangi tingkat kemacetan di kota tujuan dalam hal ini kota Surabaya. Perlu difikirkan juga konektifitas, fasilitas dan aksesbilitas di stasiun halte sebagai tempat baik turunnya penumpang. Kereta api commuter Surabaya Porong harus terkoneksi dengan angkutan lainya sehingga perlu diperhatikan fasilitas dan aksesibilitas disetiap halte dan stasiun pemberhentian. Pengumpulan data dan survey dilakukan secara observasi langsung dilapangan dengan survey, mangamati dan mengukur fasilitas dan aksesbilitas yang ada. Fasilitas dan askesibilitas dari halte dan stasiun kereta commuter Surabaya Porong terlihat sudah ada sebagian meskipun ada kekurangan tetapi masih bisa berjalan untuk operasional masyarakat sekitar Surabaya dan Sidoarjo. Berdasarkan hasil analisis laju arus pejalan kaki pada waktu penelitian menunjukan nilai LOS untuk halte dan stasiun masih sangat baik dengan kategori A-B
Pengaruh Experiential Marketing Dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Moderator (Studi Pada Pengguna Aplikasi KAI Access Di Surabaya)
There are several train ticket service applications as official partners of PT. KAI on Android and iOS devices such as Traveloka, Tiket.com, Pegipegi which can spur the competition to offer its advantages. Therefore, the KAI Access application must be able to provide the best experience, satisfaction, and trust so that users remain loyal and provide positive reviews. This study aims to determine: (1) The effect of experiential marketing and satisfaction on customer loyalty, (2) The role of trust in moderating the effect of experiential marketing and satisfaction on customer loyalty. The population of this study were users of the KAI Access application in Surabaya. This study, used a sample of 384 respondents. The sampling technique is a purposive sampling technique with the criteria of KAI Access application users who are domiciled in Surabaya, aged + 17 years, and have purchased train tickets on the KAI Access application at least once. The data analysis techniques used Partial Least Square with the software of SmartPLS 3.0. The results of this study indicates that experiential marketing and satisfaction has a positive and significant effect on customer loyalty, trust moderates the effect of experiential marketing and satisfaction on customer loyalty.Adanya beberapa aplikasi layanan jasa tiket kereta api sebagai mitra resmi PT. KAI di perangkat Android dan iOS seperti Traveloka, Tiket.com, Pegipegi dapat memacu persaingan untuk menawarkan keunggulan yang dimilikinya. Oleh karena itu aplikasi KAI Access harus mampu memberikan pengalaman terbaik, kepuasan, kepercayaan agar pengguna tetap loyal dan memberikan review positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh experiential marketing dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan, (2) Peran kepercayaan dalam memoderasi pengaruh experiential marketing dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan, Populasi penelitian ini adalah pengguna aplikasi KAI Access di Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 384 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling dengan kriteria pengguna aplikasi KAI Access yang berdomisili di Surabaya, berusia + 17 tahun, dan pernah melakukan pembelian tiket kereta api pada aplikasi KAI Access minimal 1 kali. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Square dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa experiential marketing dan kepuasan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, kepercayaan memoderasi pengaruh experiential marketing dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan.