Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
Developing Infographics of Cakeapp-Based Teaching Speaking Ideas for 11th Grade Tourism Vocational School English Teacher at SMK Negeri 2 Tabanan
The integration of digital tools in teaching speaking skills has become essential in modern education, particularly in vocational schools in Indonesia. However, many English teachers in vocational schools, especially those in tourism, face challenges in utilizing advanced digital tools like CakeApp due to limited resources and inadequate training. This research aims to develop and evaluate CakeApp-based teaching infographics tailored for 11th-grade English teachers in the tourism sector at SMK Negeri 2 Tabanan. By employing the Design and Development (D&D) model, specifically the DDE framework, the research focuses on designing infographics that support speaking activities using CakeApp’s interactive features. The development process consists of needs analysis, content creation, and expert evaluations. The study shows that the developed infographics align with curriculum objectives and improve the teachers’ ability to deliver engaging speaking lessons. The quality evaluation results indicate that the infographics are of excellent quality, with high expert judgment scores and positive user feedback. This research contributes to the integration of digital tools in vocational education, enhancing speaking skills in a contextual and interactive manner
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK USIA DINI MELALUI CERITA RAKYAT LUTUNG KASARUNG
The self-confidence of young children should be approached wisely. Globalization is not a reason to undermine the noble values of Indonesian culture ingrained in Pancasila. In an increasingly liberal era of globalization, indigenous intellectual values must be nurtured. One of the local cultural products is the folk tale of Kebumen from Lutung Kasarung, Central Java. The aim of this study is to discover information and strengthen the faith of children by narrating the values contained in the folk tale of Lutung Kasarung, as well as to immerse in this ancient story to preserve Indonesian culture from the influence of other foreign cultures. From the research findings on this topic, it can be concluded that when folk tales are read to children, it contributes to enhancing their self-confidence, as the values embedded in each tale can have positive impacts. A child absorbs its essence better when you consider each folk tale individually. As an alternative, this action aims to preserve the heritage of local traditions and culture
PENURUNAN ANTUSIASME DAN PARTISIPASI REMAJA DALAM KEGIATAN KARANG TARUNA
Karang Taruna adalah organisasi yang didirikan oleh masyarakat sebagai wadah bagi generasi muda untuk tumbuh, menjadi dewasa dan berkembang atas dasar kesadaran. dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk generasi muda, yang berorientasi pada pencapaian kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Remaja merupakan kelompok usia yang sangat aktif dan rentan terhadap berbagai pengaruh di sekitarnya. Karang Taruna sebagai organisasi yang berperan dalam pembinaan pemuda mempunyai tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan semangat pemuda untuk melakukan kegiatan yang positif dan konstruktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan antusiasme dan partisipasi dalam mengikuti kegiatan karang taruna. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif, Metode Deskriptif, dan Metode Survey. Data dianalisis melalui Teknik Wawancara dan observasi secara langsung ke lapangan
MENGANDALKAN MODEL INTERNET UNTUK MEMPERSEMPIT KESENJANGAN ANTARA PENDIDIKAN PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI TIONGKOK
Kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan merupakan masalah yang signifikan di Tiongkok. Artikel ini membahas bagaimana model internet dapat digunakan untuk mempersempit kesenjangan tersebut. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, kami menganalisis berbagai inisiatif pendidikan berbasis internet yang telah diimplementasikan di Tiongkok, serta tantangan dan solusi yang dihadapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internet memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedesaan, tetapi keberhasilan inisiatif ini sangat tergantung pada infrastruktur yang memadai dan program literasi digital. Simpulan dari artikel ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memastikan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak di Tiongkok
PERAN FORUM GENRE KOTA DEPOK DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM SEKOLAH PRANIKAH
Premarital school is a teaching and learning activity to improve knowledge and skills for unmarried men and women. It includes social, psychological, intellectual and sexual education. Premarital school is an effort to provide change or information, knowledge, skills and values regarding future married life. Therefore, this research aims to describe the role of the Depok City Genre Forum in implementing the Premarital School program as well as the supporting and inhibiting factors for implementing the Premarital School program in the city of Depok. This research uses a case study method with a qualitative approach involving interviews, observation and documentation. The subjects of this research consisted of the head of the Youth Resilience sector from DP3AP2KB, the premarital school committee and premarital school participants. The results of the research show that the Depok City Premarital School succeeded in inviting and making them knowledgeable enough to think about whether marriage needs to be planned and whether they need to think carefully about their readiness to get married.
Keywords: Premarital School, Genre Forum, Teenager
Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis terhadap pendekatan realistic mathematics eduction (RME) berbantuan VBA excel
This research aims to examine the enhancement of mathematical problem-solving skills and the application of learning through the RME approach with the assistance of VBA Excel. The method used in this research is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group involving two groups of students: the experimental group, which received treatment through the RME approach assisted by VBA Excel, with the outcome observed being the students' mathematical problem-solving abilities. Meanwhile, the control group received instruction using the conventional approach. The population in this study is all eighth-grade students at SMP Negeri 4 Cimahi. The research sample consists of two randomly selected classes, namely the experimental class with 30 students and the control class with 30 students at SMPN 4 Cimahi. The instrument used consists of four open-ended questions assessing mathematical problem-solving abilities on the topic of the Pythagorean theorem. Data analysis was conducted using normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The research results indicate that the Realistic Mathematics Education (RME) approach assisted by VBA Excel can enhance students' mathematical problem-solving abilities compared to the conventional approach in the learning process
Model pembelajaran berbasis masalah pada peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII pada materi sistem persamaan linear dua variabel
This study aims to evaluate the extent to which students understanding of mathemmatical concepts improves when thaught using the problem based learning model compared to those taught using the conventional model, discovery learning. The research employs an experimental method with a quasi eksperimental design, dividing students into two groups: an experimental class and a control class. The study’s populasi includes all eight grade students at SMP Terpadu Al Mumin. Data Collection was carried out using to measure student’s understanding of mathematical concepts. The collected data were then processed using IBM SPSS 26, with data analysis encompassing normality tests, homogenity tests, and independent two sample t-test. The results indicate that students taught using the problem based learning model show more effective mathematical conceptual understanding compared to those taught using the conventional learning model. Additionally, there was a significant improvement in the understanding of mathematical concepts among students exposed to the problem based learning model compared to those using the conventional teaching method
Modul projek, terdiferensiasi, platform propepa: pendampingan untuk personalisasi pembelajaran P5 di Sekolah Dasar
Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah melakukan pendampingan untuk personalisasi pembelajaran P5 di sekolah dasar (SD) melalui penyusunan modul projek berorientasi terdiferensiasi berbantuan Platform ProPePa. PKM ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan melalui kegiatan wawancara untuk mengetahui kebutuan mitra dan dilakukan juga persiapan materi serta kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan workshop dan tahapan evaluasi dilakukan dengan pengumpulan produk berupa modul P5. Hasil PKM menunjukkan 90% perserta antusias dalam praktik penyusunan modul P5. Peserta ditugaskan untuk menggunggah modul P5 yang telah disusun ke Platform ProPePa dan dilakukan pemeriksaan kelayakan modul P5 untuk dimuat di Platform ProPePa. PKM ini berimplikasi pada kemudahan guru dalam menggunakan sumber belajar yang tepat khususnya dalam menyusun modul P5 di SD. Modul P5 yang dihasilkan guru ini dapat menjadi inspirasi untuk rekan lainnya dalam menyelenggarakan pembelajaran P5 yang sesuai konteks dan menciptakan personalisasi pembelajaran yang difasilitasi dengan pembelajaran terdiferensiasi di SD
Media Smart Card: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Keaksaraan Awal Anak Usia Dini
Penelitian ini dilatar belakangi karena masih rendahnya kemampuan keaksaraan awal anak kelompok B di RA Ar-Ridho. Rata-rata anak belum mampu mengenal dan membedakan huruf. Media smart card sangat tepat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal. Peneliti menyediakan media sebagai solusi tujuan penelitian dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan awal melalui media smart card yang menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B berjumlah 15 anak, 10 laki-laki dan lima perempuan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan media smart card untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak berhasil meningkat pada pertemuan ke-4. Dalam penelitian ini dilakukan selama empat kali pertemuan dan sekitar dua anak yang masih belum berkembang (BB) dalam menyebutkan simbol-simbol huruf, tiga anak yang mulai berkembang (MB) dalam menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi atau huruf awal yang sama, adapun dua anak bisa berkembang sangat baik (BSB) dalam menyebut namanya sendiri, dan delapan anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) dengan mampu membaca kata dengan lengkap. Hal ini menunjukan bahwa dengan menggunakan media smart card dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan awal pada Anak Usia 5-6 tahun.
This research was motivated by the low initial literacy skills of group B children at RA Ar-Ridho. The average child is not yet able to recognize and differentiate letters. Smart card media is very appropriate for improving early literacy skills. Researchers provide media as a solution to research objectives in improving early literacy skills through fun smart card media. The research method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this research were 15 group B children, 10 boys and five girls. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis used is qualitative, namely data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of observations, it shows that smart card media to improve children's early literacy skills was successful in improving at the 4th meeting. This research was carried out over four meetings, and around two children were still not yet developed in naming letter symbols; three children were starting to develop in naming groups of pictures that had the same initial sound or letter, for two children, they can develop very well in saying their name, and eight children are developing according to expectations by being able to read words completely. This shows that using smart card media can improve early literacy skills in children aged 5-6 years.Penelitian ini dilatar belakangi karena masih rendahnya kemampuan keaksaraan awal anak kelompok B di RA Ar-Ridho. Rata-rata anak belum mampu mengenal dan membedakan huruf. Maka dari itu, media smart card sangat tepat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal sehingga, peneliti menyediakan media sebagai solusi tujuan penelitian dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan awal melalui media smart card yang menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B berjumlah 15 anak, 10 laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan media smart card untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak berhasil meningkat pada pertemuan ke-4. Dalam penelitian ini dilakukan selama 4 kali pertemuan dan sekitar 2 anak yang masih belum berkembang (BB) dalam menyebutkan simbol-simbol huruf, 3 anak yang mulai berkembang (MB) dalam Menyebutkan Kelompok gambar yang memiliki bunyi atau huruf awal yang sama, adapun 2 anak bisa berkembang sangat baik (BSB) dalam menyebut namanya sendiri, dan 8 anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) dengan mampu membaca kata dengan lengkap. Hal ini menunjukan bahwa dengan menggunakan media smart card dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan awal pada Anak Usia 5-6 tahun
Pemanfaatan Media Permainan Loose Parts dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini
This study, conducted on children in Group B at PAUD Al-Muhabbah in Bandung City, was motivated by the low level of children's creativity, which was attributed to monotonous learning activities that relied heavily on thematic books. To address this issue, creativity development must be approached differently. One of the strategies implemented at PAUD Al-Muhabbah involved the use of loose parts play to stimulate children's creativity. The objective of this study was to examine improvements in the creative abilities of Group B children through the application of loose parts play. A descriptive method with a qualitative approach was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The study involved 10 children as research subjects. Data analysis followed a qualitative procedure, including data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the use of loose parts of play effectively enhanced children's creativity. In the indicator of curiosity, children who were initially passive became more active in asking questions about topics they were interested in. For the indicator of form creation, children who initially appeared confused eventually became capable of producing various forms. Regarding independent creation, children who previously required assistance were later able to create their works without help from the teacher. These improvements were attributed to the children's enthusiasm and engagement during loose parts play activities.Penelitian pada anak Kelompok B PAUD Al-Muhabbah Kota Bandung ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kreativitas anak Kelompok B karena kegiatan pembelajaran masih monoton menggunakan buku tema. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan kreativitas anak harus dilakukan dengan cara yang berbeda supaya terdapat peningkatan, salah satu permainan yang dimanfaatkan untuk menstimulus kemampuan kreativitas di PAUD Al-Muhabbah adalah permainan loose parts. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan kreativitas anak kelompok B melalui pemanfaatan permainan loose parts. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu 10 anak. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terlihat bahwa melalui pemanfaatan media permainan loose parts ini dapat meningkatkan kemampuan kreativitas anak. Pada indikator memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, yang awalnya anak belum aktif cenderung pasif menjadi aktif bertanya tentang sesuatu hal yang ingin diketahuinya. Pada indikator menghasilkan suatu bentuk, pada awalnya anak masih kebingungan kemudia menjadi dapat menghasilkan bentuk yang beragam. Dan pada indikator dapat menciptakan suatu karya sendiri tanpa bantuan, mulanya anak masih terlihat belum dapat membuat suatu karya, namun anak kelompok B saat ini sudah terlihat dapat membuatnya sendiri tanpa bantuan dari guru. Hal tersebut karena anak memiliki semangat dan antusias dalam bermain permainan loose parts sehingga anak merasa senang ketika memainkannya