Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
Pelatihan Bahasa Inggris bagi bilingual teachers di SMP Al Azhar Bengkulu
Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh SMP AL Azhar yang menerapkan penggunaan bahasa Inggris bagi guru bidang studi terutama Matematika dan Science dalam penyampaian materi. Oleh karena itu perlu diberikan bekal pengetahuan tentang teknologi pembelajaran melalui pelatihan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih para guru di SMP Al Azhar Bengkulu untuk mampu mengaplikasikan bahasa Inggris dalam bidang studi masing-masing. Dalam melaksanakan kegiatan ini, metode pengabdian dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan serta evaluasi. Kegiatan pengadian ini terkait dengan Dinas pendidikan di Provinsi Bengkulu dan instansi pendidikan di Kota Bengkulu khususnya Sekolah Menengah Pertama. Dinas pendidikan dan instansi terkait merupakan lembaga yang memiliki visi yang sama dengan tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia. Kegiatan evaluasi pada pengabdian masyarakat ini terkait semua hal yang terjadi dalam proses pelaksanan kegiatan. Hal ini dimulai dari tahap awal berupa persiapan yang meliputi pengamatan lapangan (pada Sekolah Menengah Pertama AL Azhar Bengkulu, sosialisasi dan Pelatihan). Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa para peserta mengikuti dengan baik mulai dari pembukaan hingga evaluasi. Para guru sangat antusias dalam melakukan praktik mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, para guru memberikan persepsi yang psositif terhadap pelaksanaan pelatihan ini
Pelatihan pengembangan konten edukasi viral bagi pendidik anak usia dini berbasis techno-pedagogy approach untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Provinsi Jawa Barat
Sustainable Development Goals (SDGs) mendorong tercapainya Pendidikan yang berkualitas dan merata. Pemerataan Pendidikan sebagai wahana membangun kecakapan hidup bagi masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan. Disisi lain, penduduk Indonesia menjadi pengguna sosial media terbanyak dengan presentase lebih dari 80% dari total jumlah populasi penduduk di Indonesia. Hal ini mejadi peluang nyata dalam pemerataan Pendidikan melalui konten-konten edukasi yang dapat diakses melalui sosial media. Tujuan dari PKM ini adalah untuk menghasilkan para pendidik yang dapat menghasilkan konten-konten edukatif. Melalui konten edukatif yang dipost melalui media sosial akan memberi dampak positif dalam peningkatan kecakapan hidup masyarakat. PKM ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, kegiatan dilaksanakan berbasis Platform Digital Pedagogi.id yang merupakan hasil riset. Khalayak sasaran dari pelatihan ini adalah pendidik dan calon pendidik anak usia dini di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil presentase ketuntasan belajarnya dari total 184 peserta. Hanya 159 peserta yang mengakses kursus hingga final test. Dari 159 peserta tersebut rata rata ketuntasan belajarnya diatas 80%. Dengan presentase peserta yang lulus program kursus sekitar 85%. Selain itu, melalui kegiatan PKM ini kemampuan pendidik dalam mebuat konten edukatif meningkat signifikan dan dapat berdampak pada upaya mencapai tujuan berkelanjutan (SDGs) di Provinsi Jawa Barat
Desain penelitian tindakan kelas berbasis ethno-science di MTs-MA Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kabupaten Kudus untuk meningkatkan profesionalisme guru
Guru-guru di MTs dan MA Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kabupaten Kudus sebagian besar belum mengenal tentang pendekatan ethno-science dalam pembelajaran di sekolah. Guru juga belum pernah merancang dan melakukan PTK, terlebih yang mengintegrasikan dengan pendekatan ethno-science. Padahal, pendekatan ethno-science mampu memperbaiki proses pembelajaran di kelas dengan membekali siswa dengan keterampilan abad 21. Selain itu, mampu merancang dan melaksanakan PTK adalah satu dari kriteria professionalisme guru dalam pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan guru-guru untuk merancang PTK berbasis ethno-science bagi guru-guru MTs dan MA Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan pakar-pakar penelitian kependidikan baik bidang saintek maupun soshum. Kegiatan dibagi dalam tiga tahap yaitu seminar, workshop (pendampingan) dan umpan-balik. Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari khalayak sasaran dilihat dari kuisionaer yang diisi oleh peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu guru-guru di MTs dan MA Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kabupaten Kudus untuk dapat melakukan perbaikan proses pembelajaran selain meningkatkan profesionalisme mereka sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROBLEM SOLVING UNTUK MENCEGAH PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP KP CIPARAY
This research aims to determine whether problem solving techniques can reduce students' aggressive This research aims to find out whether problem solving techniques can reduce students' aggressive behavior in group guidance services. Aggressive behavior is behavior that aims to injure or destroy. The research was located at Karya Pembangunan Ciparay Middle School. The research method used is a Mix method with a Sequential Exploratory design. The student subjects were selected using a non-probability sampling technique with a purposive sampling type, namely with the criteria of class VIII students and a high/moderate aggressive behavior scale, totaling 6 students. Data collection is through non-test instruments in the form of interviews and observations, and test instruments in the form of questionnaires. The research results can be seen from the t-test calculation carried out with the help of SPSS 23.0 which states that the average before service was 94.83 and after service 50.83 which shows a significant decrease, while the sig (2-tailed) value is 0.000 or < 0.05 so it can be concluded that problem solving techniques have a significant relationship to reducing aggressive behavior in students
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOME ROOM UNTUK MENINGKATKAN SIKAP BELAJAR POSITIF SISWA KELAS X
This study aims to see the effectiveness, implementation and constraints of homeroom technique group guidance services to improve students' positive learning attitudes. This study uses a mixed method with a Sequential Explanatory Design research design. The subjects of this study were students of class X SMK PGRI 1 Cimahi, with a population of 108 students, and a sample of 4 students. Sampling used a random sampling technique. Data collection used a positive learning attitude questionnaire. The data analysis technique used parametric statistics, namely the t-test and the N-gain score test, which were first carried out with prerequisite tests, namely the normality test and the homogeneity test with the help of SPSS for window version 22. The results of this service indicate that group guidance services with the homeroom technique are effective in improving students' positive learning attitudes. This is evidenced by the results of the t-test obtained a sig. (2-tailed) value of 0.004 <0.05, so there is a change in the results of students' positive learning attitudes using the homeroom technique. The obstacles of the BK teacher in this study were in the students and the time and background of the BK teacher who was not originally a counselor, while the obstacles for students in this study were student confusion in following the services implemented and in students who were still shy and indifferent when discussing. Based on the results of the analysis and discussion, this study can be concluded that group guidance with the homeroom technique is effective in improving students' positive learning attitude
Implementasi model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi luas dan keliling bangun datar
Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah rendahnya kemampuan belajar peserta didik mata pelajaran matematika kelas III materi keliling dan luas bangun datar dari identifikasi yang dilakukan oleh penulis. Peran matematika dalam pendidikan adalah mendorong peserta didik bersikap logis, kritis, analitis, konsisten, teliti, bertanggung jawab, tanggap, dan gigih dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SDN Ngesrep 03 Semarang. Rendahnya kemampuan hasil belajar ini yang membuat penulis ingin meningkatkan hasil belajar anak. Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Bases Learning (PBL). Pada pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok belajar, Dalam Penelitian tindak lanjut ini guru menggunakan media pembelajaran untuk menarik perhatian anak. Siswa yang belum bisa sebelumnya menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. pembelajaran ini mengajak siswa untuk lebih aktif dalam setiap kegiatan. sehingga menghilangkan asumsi anak jika matematika itu sulit. Pada penelitian ini mengalami peningkatan disetiap siklusnya, dari siklus 1 sebanyak 30%, siklus II peningkatan menjadi 61% kemudian pada siklus III sebanyak 81%.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu tes formatif dan observasi selama kegiatan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif
Peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV melalui model PBL SDN Sambirejo 02
Masih rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pembelajaran IPAS SDN Sambirejo 02 mendorong dilakukannya penelitian tindakan kelas ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi IPAS. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik maka diperlukan model yang sesuai. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Problem Based Learning. Prosedur penelitian yang digunakan mengikuti prosedur PTK yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan kegiatan Pra siklus. Pada tiap tahap dilakukan perbaikan modul sehingga dapat diketahui persentase keberhasilan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media audiovisual. Hasil penelitian dengan digunakannya model Problem Based Learning menggunakan media audiovisual menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik yang sangat signifikan. Pada tahap pra siklus, diketahui bahwa nilai rata-rata peserta didik 60 dengan prosentase 21,4%. Kemudian Pada siklus I, nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 75,5 dengan persentase meningkat menjadi 75%. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 88,5 dan prosentase menjadi 92,8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning menggunakan media audiovisual dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS
Pengaruh model PBL berbantuan media papan pintar terhadap hasil belajar matematika kelas II SD Negeri 95 Palembang
Abstrak
Penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas II SDN 95 Palembang pada pelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBL berbantuan media papan pintar terhadap hasil belajar matematika kelas II SDN 95 Palembang. Rumusan masalah adalah apakah terdapat pengaruh model PBL berbantuan media papan pintar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II SDN 95 Palembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode true eksperimen dengan jumlah populasi 66 siswa dan sampel 40 orang. Teknik pengumpulkan data adalah tes dan juga dokumentasi. Teknik uji instrument adalah uji validitas, uji reliabilitas dan tingkat kesukaran. Teknik analisis data yaitu, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya terdapat pengaruh model PBL berbantuan media papan pintar terhadap hasil belajar matematika kelas II SDN 95 Palembang, didapat nilai signifikan 0,000. Dengan kriteria nilai jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak. Dengan demikian hipotesis menyatakan bahwa terdapat pengaruh model PBL berbantuan media papan pintar terhadap hasil belajar matematika kelas II SDN 95 Palembang.
Kata Kunci: Model PBL, Papan pintar, Hasil Belajar.
Abstract
This research is about the low learning outcomes of class II students at SDN 95 Palembang in mathematics lessons. The aim of this research is to determine the effect of the PBL model assisted by smart board media on mathematics learning outcomes for class II SDN 95 Palembang. The formulation of the problem is whether there is an influence of the PBL model assisted by smart board media on the mathematics learning outcomes of class II students at SDN 95 Palembang. The method used in this research is a true experimental method with a population of 66 students and a sample of 40 people. Data collection techniques are tests and documentation. Instrument testing techniques are validity testing, reliability testing and level of difficulty. Data analysis techniques are, normality test, homogeneity test and hypothesis test. The results of this research show that there is an influence of the PBL model assisted by smart board media on the mathematics learning outcomes of class II SDN 95 Palembang, with a significant value of 0.000. With the value criteria, if the significant value is smaller than 0.05 then H0 is rejected. Thus, the hypothesis states that there is an influence of the PBL model assisted by smart board media on mathematics learning outcomes for class II at SDN 95 Palembang.
Keywords: PBL model, smart board, learning outcomes
Pengembangan media jemuran gembira (jera) pada mata pelajaran PPKn kelas IV di SD Negeri 80 Palembang
Abstrak
Penelitian pengembangan media jemuran gembira bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran PPKn sekolah dasar yang valid dan praktis. Rumusan masalah adalah bagaimana cara mengembangkan media jemuran gembira pada mata pelajaran PPKn kelas IV di SD Negeri 80 Palembang yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model pengembangan dalam penelitian ini mengacu kepada model ADDIE yang terdiri dari tahap analyze (analisis), tahap design (rancangan), tahap development (pengembangan), tahap implementation (implementasi), dan tahap evaluation (evaluasi). Pengumpulan data menggunakan lembar angket validasi dan lembar angket respon siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis kevalidan yang menggunakan angket validasi media dengan nilai rata- rata kevalidan 96,2% angket validasi ahli materi dengan nilai rata-rata 79,2% dan angket validasi bahasa dengan nilai rata-rata 95,8% dengan hasil sangat layak serta angket respon siswa dengan nilai rata-rata 95% dengan hasil sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media jemuran gembira yang telah dikembangkan oleh peneliti sudah memenuhi kriteria yang valid dan praktis serta layak untuk di uji coba atau digunakan sebagai media pembelajaran.
Kata Kunci: Pengembangan, Jemuran Gembira, PPKn.
Abstract
Research into the development of happy clothesline media aims to produce valid and practical primary school PPKn learning media products. This research uses Research and Development methods. The development model in this research refers to the ADDIE model which consists of the analyze stage, design stage, development stage, implementation stage and evaluation stage. Data collection uses validation questionnaire sheets and student response questionnaire sheets. The data analysis technique was carried out using validity analysis using a media validation questionnaire with an average validity value of 96.2%, a material expert validation questionnaire with an average value of 79.2% and a language validation questionnaire with an average value of 95.8% with results very feasible and a student response questionnaire with an average score of 95% with very practical results. Based on the research results, it can be concluded that the happy clothesline media that has been developed by researchers has met valid and practical criteria and is suitable for testing or use as learning media.
Keywords: Development, Happy Clothing, PPKn
Analisis kebutuhan pengembangan E-LKPD berbasis STEM terintegrasi literasi sains pada materi gaya di sekolah dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan E-LKPD berbasis STEM yang terintegrasi dengan literasi sains pada materi gaya di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara di lima sekolah dasar yang ada di Jawa Barat serta studi literatur yang relevan terhadap penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sekolah dasar menyatakan penggunaan E-LKPD dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif dan mendukung pemahaman konsep gaya secara lebih mendalam. Namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi, termasuk ketersediaan bahan ajar yang interaktif untuk menunjang pembelajaran dan keterbatasan pengetahuan guru tentang implementasi STEM dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan pengembangan E-LKPD berbasis STEM yang mencakup kegiatan eksperimen, simulasi interaktif, dan penugasan yang dapat mendorong kemampuan berfikir kritis serta kemampuan pemecahan masalah.
Kata Kunci: STEM, E-LKPD, Literasi Sains