Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
ANALISIS MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR WARGA BELAJAR PROGRAM KESETARAAN PAKET C DI PKBM NURUL FURQON
This research aims to describe the analysis of motivation and learning outcomes of students in the Package C equality program at PKBM Nurul Furqon. This study uses a qualitative approach. The research subjects consist of one head of the PKBM, tutors or educators, and students. Data was collected through observation of learning activities, interviews, and documentation. The data analysis technique involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. In this study, there are indicators of learning motivation found in the students, namely: attitude, needs, stimulation, affection, and reinforcement. The students also demonstrated learning outcomes during and after the learning process based on indicators of the cognitive, affective, and psychomotor domains. The motivation and learning outcomes of the students influenced them during their participation in the Package C equality program, shaping their current personalities
Pengaruh media permainan monopoli terhadap minat belajar siswa sekolah dasar
Terdapat beberapa temuan masalah yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu rendahnya minat belajar siswa kelas eksperimen berdasarkan temuan awal, keterbatasan media pembelajaran di sekolah, belum diterapkannya implementasi media pembelajaran, dan efektivitas media permainan monopoli. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh media pembelajaran permainan monopoli terhadap peningkatan minat belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen serta desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, tes, dan angket. Populasi penelitian ini yakni seluruh peserta didik di SDN 1 Nanjungjaya. Sedangkan sampel penelitian adalah peserta didik kelas IV di SDN 1 Nanjungjaya dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa dengan dasar pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa penerapan media pembelajaran permainan monopoli memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dengan adanya peningkatan nilai n-gain sebesar 0,75 dengan kategori tinggi. Peningkatan minat belajar ini juga meningkat pada keempat indikator. Dengan rincian nilai n-gain 0,75 pada indikator perasaan senang dengan kategori tinggi; 0,76 pada indikator ketertarikan siswa dengan kategori tinggi; 0,69 pada indikator perhatian siswa dengan kategori sedang; dan 0,73 pada indikator keterlibatan siswa dengan kategori tinggi. Hasil analisis dan deskripsi menunjukan bahwa penggunaan media permainan monopoli dalam pembelajaran memberikan dampak baik terhadap peningkatan minat belajar siswa
Eksplorasi penggunaan chromebook dalam pembelajaran seni tari berbasis kearifan lokal di sekolah dasar
Abstract
This study aims to investigate the use of Chromebooks in teaching dance based on local wisdom, specifically traditional games, at SDN 2 Cimari. A qualitative descriptive-analytical method was employed with 25 fourth-grade students, one teacher, and one principal. Data were collected through interviews, observations, and student questionnaires. The findings indicate that Chromebooks effectively support dance education. Observations on the first day showed 98% in practice preparation and 87% in device operation skills. On the second day, the average percentage for designing ideas was 95%, and 88% for arranging movements. On the third day, presenting dances achieved 92%, with an overall creativity score of 93%. Questionnaire results revealed students' digital skills with an average score of 89%, understanding of software selection at 76%, and Chromebook knowledge at 85%. Sensitivity to expanding knowledge via Chromebooks averaged 88%. Major challenges included unstable internet access and difficulties with the keyboard and touchpad, scoring 74% and 72%, respectively. Students' positive attitudes towards group learning with Chromebooks were high, with a score of 95%. These findings suggest that Chromebooks significantly enhance creativity and collaboration in dance education.
Keywords: Chromebook, Dance Education, Student Creativity
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah penggunaan Chromebook dalam pembelajaran seni tari berbasis kearifan lokal di SDN 2 Cimari, khususnya dalam konteks permainan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis dengan subjek terdiri dari 25 siswa kelas IV, 1 guru, dan 1 kepala sekolah. Instrumen yang digunakan mencakup wawancara, observasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chromebook efektif dalam mendukung pembelajaran seni tari. Observasi hari pertama mencatat persentase 98% dalam persiapan praktik dan 87% dalam kemampuan mengoperasikan perangkat. Pada hari kedua, persentase rata-rata untuk merancang ide adalah 95% dan 88% untuk menyusun gerakan, sedangkan pada hari ketiga, persentase untuk menyajikan tarian mencapai 92%, dengan rata-rata skor kreativitas siswa sebesar 93%. Hasil angket menunjukkan keterampilan digital siswa dengan skor rata-rata 89%, pemahaman tentang pemilihan software dengan skor 76%, dan pengetahuan mengenai Chromebook mencapai 85%. Kepekaan siswa memperoleh skor rata-rata 88%. Tantangan utama termasuk akses internet yang tidak stabil dan penggunaan keyboard serta touchpad dengan skor masing-masing 74% dan 72%. Sikap positif siswa terhadap pembelajaran kelompok menggunakan Chromebook sangat tinggi, dengan skor 95%. Temuan ini mengindikasikan bahwa Chromebook secara dapat mendukung kreativitas dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran seni tari.
Kata Kunci: Chromebook, Pembelajaran Seni Tari, Kreativitas Siswa
 
Pengembangan media laci perkalian bilangan cacah untuk kelas III sekolah dasar
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh peserta didik kesulitan menentukan hasil operasi perkalian, yang diakibatkankan oleh kurangnya ketersediaan media pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media laci perkalian bilangan cacah untuk kelas III sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respon peserta didik, dan angket respon guru. Penelitian dilakukan dengan melibatkan guru serta 12 peserta didik kelas III sekolah dasar. Berdasarkan hasil validasi ahli materi diperoleh nilai validitas sebesar 95,55% dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil validasi ahli media diperoleh nilai validitas sebesar 97,5% dengan kategori sangat valid. Selain itu pada tahap implementasi terdapat angket respon peserta didik dengan hasil nilai sebesar 95,83% dengan kategori sangat praktis, dan hasil angket respon guru mendapatkan hasil sebesar 96,66% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan media laci perkalian bilangan cacah untuk kelas III sekolah dasar dapat dikatakan sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan di sekolah dasar.
Kata Kunci: Bilangan Cacah, Laci Perkalian, Media Pembelajara
Analisis pola kelekatan guru terhadap motivasi belajar siswa fase B studi kasus di kelas 3 dan 4 SDN 2 Kramatmulya tahun ajaran 2024/2025
Abstract
This research is based on the importance of the emotional relationship between teachers and students in supporting learning motivation. Positive attachment is believed to be able to form a sense of security, increase participation, and encourage student achievement in the elementary school environment. This study aims to analyze the pattern of teachers' attachment to the learning motivation of phase B students (grades 3 and 4) at SDN 2 Kramatmulya. The method used is a qualitative approach with observation, interview, questionnaire, and documentation study techniques. The results of the study show that the secure attachment pattern dominates, with the characteristics of a supportive and responsive teacher-student relationship, so that it has a very positive effect on learning motivation. The avoidant attachment pattern was found in small numbers and negatively impacted student enthusiasm. Meanwhile, the pattern of anxious attachment appears non-dominantly, causing students' motivation to learn to be unstable. A pattern of disorganized attachment was not found in this study. This research corroborates Bowlby's theory of attachment that a secure relationship between teacher and student is an important foundation in the development of children's learning motivation.
Keywords: Attachment Pattern, Learning Motivation, Phase B, SDN 2 Kramatmulya
Abstrak
Penelitian ini didasari oleh pentingnya hubungan emosional antara guru dan siswa dalam menunjang motivasi belajar. Kelekatan yang positif diyakini mampu membentuk rasa aman, meningkatkan partisipasi, dan mendorong prestasi siswa di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kelekatan guru terhadap motivasi belajar siswa fase B (kelas 3 dan 4) di SDN 2 Kramatmulya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola secure attachment mendominasi, dengan karakteristik hubungan guru-siswa yang suportif dan responsif, sehingga berpengaruh sangat positif terhadap motivasi belajar. Pola avoidant attachment ditemukan dalam jumlah kecil dan berdampak negatif terhadap antusiasme siswa. Sementara itu, pola anxious attachment muncul secara tidak dominan, menyebabkan motivasi belajar siswa cenderung tidak stabil. Pola disorganized attachment tidak ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menguatkan teori kelekatan Bowlby bahwa hubungan aman antara guru dan siswa menjadi fondasi penting dalam perkembangan motivasi belajar anak.
Kata kunci: Pola Kelekatan, Motivasi Belajar, Fase B, SDN 2 Kramatmuly
Efektivitas media large moveable alphabet berbasis montessori dalam keterampilan membaca pada siswa berkesulitan membaca
Penelitian ini didasarkan oleh masalah siswa kelas IV sekolah dasar yang kesulitan membaca sehingga belum fasih membaca. Hal tersebut dikarenakan minimnya variasi media pembelajaran. Media Large Moveable Alphabet berbasis Montessori berupa bentuk konkret huruf alfabet yang digunakan sebagai pendukung aktivitas motorik, sensorik dan memori kerja anak dalam belajar membaca sehingga peneliti ingin mengetahui sejauh mana keterampilan membaca siswa yang mengalami kesulitan membaca dapat berkembang dengan media tersebut. Metode penelitian berupa eksperimen dengan desain single subject research pola A-B-A’ yang terdiri 3 fase, diantaranya Baseline (A), Intervensi (B) dan Pengulangan Baseline (A’). Penelitian dilakukan dalam tiga sesi untuk setiap fase, melibatkan satu siswa kelas IV yang kesulitan membaca di Sekolah Dasar. Perilaku yang diubah meliputi keterampilan membunyikan huruf, membaca suku kata, dan kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan membaca meningkat dari 174,3 (69,7%) pada fase A, menjadi 229,6 (91,8%) pada fase B, dan 243 (97,2%) pada fase A’. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Large Moveable Alphabet berbasis Montessori dianggap efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pada siswa yang mengalami kesulitan membaca. 
Penerapan model make a match untuk meningkatkan kemampuan keterampilan sosial pada mata pelajaran pendidikan pancasila siswa sekolah dasar kelas II
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan, efektivitas, serta respons siswa dan guru terhadap model Make a Match dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas II pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Menggunakan metode mix methods dengan desain sequential explanatory, penelitian melibatkan 26 siswa SDN Margajaya melalui tes, observasi, angket, dan wawancara. Hasilnya menunjukkan peningkatan skor dari 61,53 menjadi 88,38 dengan N-gain 0,70 (kategori sedang). Sebanyak 77% siswa merespons positif, dan guru menilai model ini efektif menanamkan nilai Pancasila serta menciptakan pembelajaran yang aktif, toleran, dan kolaboratif.
Kata Kunci: Make a Match, Keterampilan Sosial, Pendidikan Pancasila
Urgensi Kemampuan Computional Thinking melalui Pembelajaran Coding di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Bonus demografi Indonesia dapat menjadi masalah serius jika tidak diimbangi dengan kesiapan kompetensi dan cara berpikir. Hal ini merupakan suatu tantangan yang harus dipersiapkan sejak dini. Computational thinking sebagai salah satu cara berpikir merupakan salah satu jawaban untuk menjawab tantangan tersebut. Penerapan computational thinking dapat dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, yaitu melalui pembelajaran coding. Melalui pembelajaran coding diharapkan anak-anak memiliki kemampuan berpikir komputasi atau computational thinking yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kehidupan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai urgensi computational thinkingmelalui pembelajaran coding di lembaga PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku, modul dan artikel ilmiah
mengenai urgensi computational thinking. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa computational thinking sangat penting untuk diterapkan karena memiliki banyak manfaat. Salah satu cara menerapkan computational thinking adalah melalui pembelajaran coding di satuan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini.
Indonesia’s demographic bonus could become a serious challenge if not balanced with adequate competencies and a ready mindset. Therefore, early preparation is essential. Computational thinking, as a way of problem-solving, offers one potential solution to this challenge. The introduction of computational thinking can begin in early childhood education through coding lessons. Such lessons are expected to foster computational thinking skills in children, which provide numerous benefits for their future lives. The purpose of this study is to describe the urgency of developing computational thinking through coding lessons in early childhood education institutions. This research employed a literature study with a qualitative analysis approach. The data consisted of secondary sources such as books, modules, and scientific articles related to computational thinking. The results of the analysis indicate that computational thinking is highly important to implement due to its wide-ranging benefits. One effective way to introduce computational thinking is through coding lessons in early childhood education institutions.Bonus demografi Indonesia dapat menjadi masalah serius jika tidak diimbangi dengan kesiapan yang matang. Salah satu persiapannya adalah dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kurikulum yang ada di PAUD harus selalu berkembang dengan memegang salah satu prinsipnya yaitu tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Salah satu materi pembelajaran yang tanggap terhadap perkembangan IPTEK dan relevan dengan kebutuhan yang akan datang diantaranya adalah pembelajaran coding. Coding tidak hanya bisa dipelajari dengan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan internet. Tetapi ternyata tanpa itu semua konsep coding tetap dapat diajarkan kepada anak usia dini. Melalui pembelajaran coding diharapkan anak-anak siap menghadapi tantangan masa yang akan datang, salah satunya adalah memiliki kemampuan berpikir komputasi atau computational thinking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi computational thinking di lembaga PAUD melalui metode studi literatur yaitu dengan cara mengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengkaji informasi dari buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan mengenai urgensi computational thinking di lembaga PAUD. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran coding dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan computational thinking anak usia dini karena media ini dapat melatih anak untuk menggunakan logika dan memecahkan masalah secara sistematis
The The Role of Sikka Traditional Games in Developing Early Childhood Numeracy Skills
Permainan tradisional Sikka merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai edukatif tinggi. Namun keberadaannya saat ini mulai terpinggirkan oleh dominasi permainan modern berbasis teknologi dan APE modern. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran permainan tradisional kabupaten Sikka dalam berhitung dan pengenalan angka pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subyek penelitian sebanyak 15 anak kelompok B di TK MP, dua guru kelas dan dua tokoh budaya setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam.
Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional Sikka memberikan kontribusi positif dalam pengembangan keterampilan berhitung anak, seperti mengenal angka, menghitung benda, dan memahami urutan. Permainan juga menanamkan nilai-nilai budaya seperti kerja sama dan sportivitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran PAUD sebagai pendekatan yang kontekstual, menyenangkan, serta mendukung pelestarian budaya lokal.
Traditional Sikka games are part of the cultural heritage that holds high educational value. However, their existence is increasingly marginalized by the dominance of technology-based modern games and modern educational play tools. This study aimed to examine the role of traditional Sikka games in developing numeracy and number recognition in early childhood. A descriptive qualitative approach was employed, involving 15 children in group B at TK MP, two class teachers, and two local cultural figures as research subjects. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The findings indicate that traditional Sikka games make a positive contribution to children’s numeracy development, including number recognition, counting objects, and understanding sequences. Additionally, the games promote cultural values such as cooperation and sportsmanship. This study highlights the importance of integrating traditional games into early childhood education as a contextual and engaging approach that also supports the preservation of local culture.Permainan tradisional Sikka merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai edukatif tinggi. Namun keberdadaannya saat ini mulai terpinggirkan oleh dominasi permainan modern berbasis teknologi dan APE modern. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran permainan tradisional kabupaten Sikka dalam berhitung dan pengenalan angka pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subyek penelitian sebanyak 15 anak kelompok B di TK St. Maria Pia Mastena, 2 guru kelas dan 2 tokoh budaya setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik untuk meningkatkan validitas data. Hasil penbelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional Sikka seperti permainan Heti, Nabe, Dodur Siput dan Terang yang memiliki kontribusi dalam mengembangkan ketrampilan berhitung anak, terutama dalam mengenal angka dan menghitung urutan. Penelitian ini merekomendasikan agar permainan tradisional Sikka diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran PAUD sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan pembelajaran kontekstual
Persepsi Guru terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini
Salah satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh anak saat ini adalah kemampuan berbahasa Inggris. Alasan penelitian memilih untuk mengeksplorasi kemampuan bahasa Inggris ini adalah karena ini adalah kemampuan yang akan sangat berguna bagi masa depan anak, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi secara luas dan membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting bagi guru-guru untuk memiliki persepsi yang positif tentang pentingnya mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi guru terhadap pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini melalui teknik wawancara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan analisis data melibatkan transkripsi, identifikasi kata kunci, pembuatan kategori, pengelompokan kategori ke dalam subtema, pengembangan tema, dan penjabaran hasil analisis ke dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang guru TK di RA At-Taqwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat penting dalam konteks sekolah. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak sejak dini melalui pembiasaan, dan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang beragam untuk membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih menyenangkan dan mudah dimengerti bagi anak-anak usia dini. Pemanfaatan teknologi di sekolah juga dapat membantu guru dalam mengajar bahasa Inggris di RA At-Taqwa.
One of the essential skills that children need in today’s globalized world is English language proficiency. This study focuses on English language skills because they play a crucial role in children’s future, enabling them to communicate more broadly and supporting various aspects of their lives. Therefore, it is important for teachers to have positive perceptions of the importance of introducing English to children from an early age. This study aims to explore teachers’ perceptions of English language learning in early childhood education through interview techniques. A descriptive qualitative approach was employed, with data analysis involving transcription, identification of keywords, category development, grouping categories into subthemes, theme formulation, and elaboration of findings in descriptive form. The research subject was a kindergarten teacher at RA At-Taqwa. The findings indicate that teachers play a vital role in English language learning within the school context. Introducing English to children from an early age through habituation and employing a variety of learning methods can make English learning more engaging and comprehensible for young learners. In addition, the use of technology in schools can support teachers in facilitating English language learning at RA At-Taqwa.Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh anak pada masa ini adalah kemampuan bahasa Inggris. Alasan peneliti memilih kemampuan bahasa Inggris untuk diteliti karena kemampuan bahasa Inggris dibutuhkan anak di masa depan agar bisa berkomunikasi secara luas yang dapat membantu anak dalam segala aspek kehidupannya. Dibutuhkan persepsi guru yang baik terhadap pentingnya pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usai dini, maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi guru terhadap pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini, teknik pengumpulan data melalui wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dianalisis dengan cara melakukan transkripsi, menemukan kata kunci, membuat kategori, mengelompokkan kategori kedalam subtema, merumuskan tema dan dilanjutkan dengan mengintegrasikan hasil analisis ke dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian adalah satu guru TK di RA At-Taqwa. Hasil penelitian menunjukkan peran guru dalam pembelajaran bahasa Inggris begitu penting dalam pelaksaanaan di sekolah oleh sebab itu perlu adanya pembiasaan pengenalan bahasa Inggris di sekolah upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak usia dini, dengan cara memfasilitasi dalam pengenalan bahasa kepada ada. Adanya penggunaan metode pembelajaran yang beragam agar pelaksanaan bahasa inggris menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami bagi anak usia dini, pemanfaatan teknologi di sekolah dapat membantu guru dalam pembelajaran bahasa Inggris di RA AT-Taqwa