Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
    6108 research outputs found

    Development of Interactive Video as Learning Media to Teach English Speaking Skills for High School Students

    Get PDF
    This study aims to develop and evaluate an interactive video as a learning media to teach students' English-speaking skills. The research follows the Research and Development (R&D) with ADDIE model, consisting of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the analysis stage, classroom observations and student questionnaires were conducted to identify learning needs. Based on the findings, the design stage involved determining the appropriate interactive video content, creating scripts, and structuring the video. The development stage included video editing using CapCut, followed by expert validation. The results showed high validity scores: instrument validation (92.5%), media validation (87.5%), and material validation (92.5%), all categorized as "very valid." During implementation, pretests and post-tests were conducted, revealing a 10% increase in students' speaking performance, demonstrating the effectiveness of the interactive video. Finally, in the evaluation stage, a student satisfaction questionnaire resulted in an 80% score, categorized as "very feasible." These findings indicate that the developed interactive video is a valid, feasible, and effective tool for improving students' English-speaking skills

    Learning Innovation for Aisyiyah Elementary School Teachers in Mataram City: The Development of AI-Generated Teaching Media

    Get PDF
    This community service program focuses on leveraging artificial intelligence (AI) to enhance teachers’ competence at the Aisyiyah elementary level in Mataram city. The study aims to introduce an innovative teaching and learning tool: AI-generated teaching media. These media are designed to incorporate visually appealing graphics and contextually relevant contents align with the curriculum. The development process integrates advanced AI technologies to create customized content, age-appropriate materials, culturally relevant, and pedagogically effective media. The project employs a participatory approach, involving teachers in the design and evaluation phases to ensure that the media address the learning needs and preferences of the target audience. This program employed a qualitative methodology, including observations, tutorials, and focus group discussions, to evaluate the effectiveness of the AI-generated media in improving teachers’ competence. Data were analyzed to determine how this innovative approach impacts teaching practices and learning outcomes. This initiative aligns with broader educational goals to incorporate technology as 21st century skills among young learners, and as ongoing attempts to make AI more engaging and accessible in Indonesia. This study is expected to be a replicable model, to demonstrate the potential of AI to revolutionize education, and to inform how innovative tools can transform traditional learning experiences

    OPTIMALISASI PENGGUNAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN

    Get PDF
    Dana desa merupakan anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui kementerian desa, yang dimaksudkan untuk meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Dana desa memiliki program pembangunan dalam subbidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan khusus yang ada di wilayah desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Alokasi Dana Desa yang dialokasikan untuk meningkatkan sumber daya manusia pada pendidikan kesetaraan di lingkungan sekitar Desa Ciptagumati Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Wawancara dan dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan. Adapun hasil dari penelitian ini diantaranya : (1) Dana desa dimanfaatkan untuk peningkatan mutu pendidikan nonformal di desa yaitu pada satuan pendidikan kesetaraan (2) dana desa dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia masyarakat Desa Ciptagumati Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat

    DAMPAK POLA ASUH SINGLE PARENT TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK DI KAMPUNG PASIR KALAPA RT 02 DESA CIBIUK KECAMATAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR

    No full text
    Single parents are people who raise their children alone, without help from their parents. They have significant responsibilities when it comes to raising their family. Single-parent families have more serious problems than single-parent families. This is largely due to the need for extra care and attention to ensure that the child is not abused in any situation. This research uses qualitative methodology. The sampling technique used in this research is purposive sampling, namely samples selected with certain considerations and objectives. Research findings show that very few solitary parents raise their children according to their own wishes. Therefore, the way one presents oneself to others has a significant impact on a child's behavior. If the way they present themselves to others is not appropriate, children can become introverted or extroverted. There are several types of parenting styles that parents can give to children, namely as follows: (1) Democratic Parenting Pattern (2) Authoritarian Parenting Pattern (3) Permissive Parenting Pattern. &nbsp

    PELATIHAN KOMPUTER BERBANTUAN APLIKASI CANVA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS WARGA BELAJAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan komputer berbantuan aplikasi Canva dalam meningkatkan kreativitas warga belajar di PKBM Bina Mandiri Cipageran. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa keterampilan teknis dan kreatif dalam penggunaan aplikasi desain grafis  Canva kepada warga belajar. Masalah yang dikaji adalah pelaksanaan pelatihan computer dalam meningkatkan kreativitas, hasil dari pelatihan computer dalam meningkatkan kreativitas, dan kendala yang dihadapi pada saat pelatihan computer dalam meningkatkan kreativitas.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi serta observasi selama proses pelatihan. Responden penelitian terdiri dari 10 warga belajar yang mengikuti pelatihan. Prosedur analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan pengambilan keputusan. Penelitian dilaksanakan di PKBM Bina Mandiri Cipageran Jalan Kolonel Masturi Km. 03, Kampung Cimenteng No. 02 RT.01/RW.11, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Hasil dari penelitian adalah warga belajar menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Canva memudahkan mereka dalam mengekspresikan ide dan meningkatkan keterampilan desain grafis, warga belajar melaporkan adanya peningkatan rasa percaya diri dalam menggunakan teknologi.

    MANAJEMEN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

    Get PDF
    singkat Manajemen sekolah dapat diartikan segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dengan meliputi: (1) Perencanaan program sekolah; (2) Pelaksanaan program sekolah dan (3) Hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru pada Tk Jannah Quran serang. Hasil penelitiannya ditemukan: (1) Perencanaan program sekolah mencakup: program pengajaran, meliputi: kebutuhan tenaga guru pembagian tugas mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran dan alat peraga, pengadaan atau pengembangan laboratorium sekolah, pengadaan atau pengembangan perpustakaan sekolah, sistem penilaian hasil belajar, dan kegiatan kurikuler; (2) Pelaksanaan program sekolah yaitu strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan kualitas, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah; dan (3) Hambatan dalam perencanaan program sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut renda

    Model rencana dan asesmen pembelajaran konstruktivis berbasis proyek untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa kelas 5 MI Al-I’tishaam

    Get PDF
    Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model rencana dan asesmen pembelajaran konstruktivis berbasis proyek yang dapat meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa kelas 5 MI Al-I’tishaam. Dengan pendekatan konstruktivis, model pembelajaran berbasis proyek diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, berfikir kritis, kreatif, dan bekerjasama dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan tahap-tahap analisis kebutuhan, perancangan model, uji coba, serta evaluasi dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran konstruktivis berbasis proyek yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa, meliputi keterampilan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah. Selain itu, asesmen yang terintegrasi dengan proyek pembelajaran memungkinkan evaluasi yang lebih holistik terhadap perkembangan siswa. Berdasarkan temuan ini, model pembelajaran yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MI Al-I’tishaam serta menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum berbasis keterampilan abad ke-21 di madrasah lainnya

    Meningkatkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia Dini melalui Kegiatan Meronce

    Get PDF
    Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting bagi setiap anak karena salah satu faktor penentu kesuksesannya di masa depan. Penelitian ini dilatarbelakangi dari kegiatan pembelajaran anak kelompok B yang hanya sebatas pada lembar kerja anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional melalui kegiatan meronce pada anak usia dini POS PAUD KENARI. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), tahapan kegiatan penelitian ini yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keempat tahapan tersebut dilaksanakan dua siklus. Dimana masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 10 anak di kelompok B. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan statistika deskriptif dengan rumus persentase. Hasil dari tindakan kelas terdapat peningkatan dalam sosial emosional diantaranya anak bermain dengan teman sebaya, mau berbagi dengan orang lain, menghargai karya orang lain, mau bekerjasama dan menunjukkan sikap toleran. Peningkatan sosial emosional yang diamati dari pra siklus dan pasca siklus. Skor rata-rata pra siklus yaitu 32,05% meningkat 67,25 % siklusI. Skor tersebut terus mengalami peningkatan yang baik hingga 79,25 % siklus II. Hasil penelitian sudah dianggap berhasil. Dengan demikian, kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia dini di POS PAUD Kenari. Social-emotional development is a crucial aspect of early childhood growth, as it significantly contributes to future success and overall well-being. The limited learning activities for Group B children, primarily restricted to worksheets, motivated this study. This research aimed to improve the social-emotional skills of early childhood learners at POS PAUD Kenari through beading (stringing) activities. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method, consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection, conducted over two cycles. Each cycle comprised three sessions. The subjects of this study were 10 children in Group B. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using descriptive statistical techniques with percentage calculations. The results indicated improvements in children's social-emotional skills, including playing cooperatively with peers, willingness to share, appreciation of others' work, cooperation, and tolerance. The average pre-cycle score was 32.05%, which increased to 67.25% in Cycle I and further rose to 79.25% in Cycle II. These results indicate that the beading activity effectively enhanced the social-emotional skills of early childhood learners at POS PAUD Kenari.Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting bagi setiap anak karena salah satu faktor penentu kesuksesannya di masa depan. Masa usia dini merupakan masa keemasan untuk setiap aspek perkembangan, termasuk aspek sosial emosional. Maka dari itu, proses tumbuh kembang anak harus selalu diperhatikan agar berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional melalui kegiatan meronce pada anak usia dini POS PAUD KENARI. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan 2 siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 10 anak di kelompok B. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan deskriktip kualitatif. Hasil dari tindakan kelas terdapat peningkatan dalam sosial emosional diantaranya anak bermain dengan teman sebaya, mau berbagi dengan orang lain, menghargai karya orang lain, mau bekerjasama dan menunjukkan sikap toleran. Peningkatan sosial emosional yang diamati dari pra siklus dan pasca siklus. Skor rata-rata pra siklus yaitu 32,05% meningkat 67,25 % siklus ke 1. Skor tersebut terus mengalami peningkatan yang baik hingga 79,25 % siklus 2. Hasil penelitian sudah dianggap berhasil. Dengan demikian, kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia dini di POS PAUD Kenari

    Kegiatan Meronce Menggunakan Barang Bekas untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia Dini

    Get PDF
    Teaching materials are a crucial component of the learning process. With appropriate teaching materials, learning activities can be conducted more effectively, particularly in supporting the development of children's social-emotional skills. To enhance these aspects, teachers often rely on classical approaches, which may not optimally stimulate children's social-emotional development. The purpose of this study was to improve children's social-emotional aspects, including patience, independence, responsibility, perseverance, and self-confidence. This study employed a qualitative descriptive method, with data collected through direct observation. The sample consisted of 15 children aged 4–5 years at Koner Siti Masitoh, observed over seven sessions. Data processing involved data reduction, data display, and conclusion. The results of the study showed an improvement in children's social-emotional development. In the initial condition, most children had not yet developed the targeted social-emotional skills. By the seventh session, their social-emotional development had progressed to the levels of “Developing as Expected” and “Developing Very Well.” This was evident in their behavior: initially, children were unwilling to follow rules, were impatient, and refused to complete their string-threading activities. However, by the seventh meeting, they were able to follow rules, showed greater patience during the string-threading tasks, and were willing to complete them independently. Bahan ajar adalah bagian terpenting dalam proses pembelajaran.dengan bahan ajar yang tepat, kegiatan pembelajaran akan berjalan efektif, khususnya untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak. Untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak, guru biasanya hanya menstimulasi dengan cara klasikal saja, sehingga aspek sosial emosional anak kurang terstimulus dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak, diantaranya yaitu sabar, mandiri, tanggung jawab, pantang menyerah dan percaya diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dengan sampel data anak usia 4-5 Tahun di Koner Siti Masitoh dengan jumlah 15 anak yang dilaksanakan selama tujuh kali pertemuan. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyaian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aspek sosial emosional pada anak yaitu pada kondsi awal, aspek sosial emosional rata-rata anak belum berkembang. Pada pertemuan ketujuh aspek sosial emosional anak meningkat menjadi berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Hal ini dapat dilihat pada prilaku anak ketika kondisi awal anak tidak mau mengikuti aturan, tidak sabar dan tidak mau mengerjakan ronceannya sampai selesai, sedangkan pada pertemuan ketujuh anak menjadi mampu mengikuti aturan, lebih sabar saat membuat roncean dan mau mengerjakan ronceannya sampai selesai.Aspek sosial emosional merupakan aspek dasar yang sangat penting bagi anak. Beberapa prilaku sosial emosional tersebut diantaranya sabar, jujur, mandiri, tanggung jawab, pantang menyerah, percaya diri, dan lain-lain. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya, peneliti menemukan aspek sosial emosional anak usia 3-4 tahun di Kober Siti Masitoh masih sangat kurang, hal ini disebabkan kurangnya stimulus yang diberikan oleh guru. Untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak, guru hanya menjelaskan secara klasikal melalui cerita yang bersumber dari majalah atau cerita berdasarkan pengalaman, sehingga anak merasa bosan. Maka dari itu peneliti memilih kegiatan pembelajaran meronce menggunakan barang bekas untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian 7   anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi langsung. Dengan menggunakan teknis analisis data kualitatif. kemampuan aspek sosial emosional anak usia 3-4 tahun di kober Siti Masitoh dari hasil penelitian selama satu bulan menunjukan bahwa: kemampuan sosial-emosional anak Kober Siti Masitoh mengalami peningkatan yang jauh lebih bai

    Does Parental Involvement Affect The Development Of Social Skills In Early Childhood Education Students?

    Get PDF
    This study aims to examine the effect of parental involvement on social skills in early childhood education students in Bandung City (1). The research approach uses quantitative with a comparative study method that compares two groups of children based on their parental involvement (3). The sampling technique used is convenience sampling. This technique selects respondents who are easy to reach and willing to participate. This study involved 227 parents who assessed their involvement in their children's education through a self-report scale, and 34 early childhood education teachers who assessed their children's social skills through observation (2). The instruments used consisted of a parental involvement scale and an observation-based social skills scale. Data analysis used the Mann-Whitney U nonparametric statistical test to see differences in children's social skills based on the level of parental involvement. The results showed that there were significant differences in the social skills of early childhood education students between children with high and low parental involvement (5). Children with higher parental involvement tend to have better social skills. This topic is important to study considering the role of parents in early childhood education is a key factor in forming social skills that are important for children's development in the futur

    4,363

    full texts

    6,108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇