Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
    6108 research outputs found

    Pendekatan SPUR dalam pembelajaran matematika materi bilangan di sekolah dasar: studi literatur

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kerangka SPUR (Skills, Properties, Uses, Representations) dalam pembelajaran bilangan di sekolah dasar sebagai upaya penguatan numerasi pada konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan tentang numerasi, elemen bilangan, serta asesmen multidimensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pembelajaran bilangan di sekolah dasar masih didominasi dimensi Skills, sementara dimensi Properties, Uses, dan Representations kurang terakomodasi dalam aktivitas pembelajaran maupun instrumen asesmen. Kondisi ini berkorelasi dengan temuan rendahnya kemampuan numerasi konseptual dan aplikatif siswa pada asesmen nasional dan internasional. Analisis juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi guru dalam merancang tugas multidimensi, minimnya konteks autentik, serta penggunaan representasi visual yang belum variatif. Di sisi lain, Kurikulum Merdeka membuka peluang integrasi SPUR melalui pembelajaran bermakna, pemecahan masalah, dan asesmen formatif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa SPUR berpotensi menjadi kerangka strategis bagi guru untuk merancang pembelajaran dan asesmen bilangan yang lebih seimbang, sehingga mendukung pencapaian kompetensi numerasi yang utuh dan selaras dengan capaian Profil Lulusan pendidikan dasar

    Meningkatkan Kecerdasan Moral Agama Anak Usia Dini melalui Kisah Nabi

    No full text
    Saat ini masih banyak anak yang berperilaku buruk, belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk sehingga kurangnya sopan santun terhadap orang lain. Begitu juga di RA As-Sa’aadah seperti berkata kasar, tidak menghargai teman, maka peneliti memilih kisah nabi yang memiliki pesan moral serta menarik untuk diterapkan pada pembelajaran untuk mencapai tujuan meningkatkan moral agama anak, adapaun  tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan moral agama anak kelompok B di RA As-Sa’aadah melalui kisah nabi menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok B RA As-Sa’aadah. Data di kumpukan melalui observasi, kemudian di kaji untuk data deskriptif kuantitatif dalam bentuk rumus persentase. Hasil peneltian menunjukan  bahwa adanya peningkatkan kecerdasan agama dan moral anak, dimana sebelum tindakan (pra siklus) yakni 41% dengan kriteria mulai berkembang, meningkat pada siklus I menjadi 56,52% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, dan meningkat kembali pada siklus II sebesar 73,66% dengan kriteria berkembang sesuai harapan mendekati kriteria berkembang sangat baik. Maka dapat disimpukan bahwa melalui kisah nabi dapat meningkatkan kecerdasan moral agama kelompok B di RA As-Sa’aadah.   Many children continue to face difficulties in distinguishing between appropriate and inappropriate behavior, often resulting in a lack of manners toward others. A similar condition was observed at RA As-Sa’aadah, where some children spoke rudely and showed limited respect for their peers. To address this issue, Prophet stories containing moral values were used as engaging learning media to foster children’s religious and moral intelligence. This study aimed to improve the moral intelligence of Group B children at RA As-Sa’aadah through the use of Prophet stories, applying Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart design. The participants were Group B students, with data collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques with percentage formulas. The results indicated notable improvements in children’s religious and moral intelligence. Before the intervention (pre-cycle), the percentage was 41% with the criterion “beginning to develop.” In Cycle I, it increased to 56.52% with the criterion “developing as expected.” In Cycle II, it rose to 73.66%, approaching the criterion “developing very well.” These findings demonstrate that Prophet stories can serve as an effective strategy to enhance young children’s religious and moral intelligence at RA As-Sa’aadah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kecerdasan moral agama anak usia dini melalui kisah nabi pada kelompok B di RA As-Sa’aadah Kabupaten Bandung Barat. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B RA As-Sa’aadah. Data di kumpukan melalui observasi, kemudian dikaji untuk data deskriptif kuantitatif dalam bentuk rumus persentase. Hasil peneltian menunjukan  bahwa adanya peningkatkan kecerdasan agama dan moral anak, dimana sebelum tindakan (pra siklus) yakni 41% dengan kriteria mulai berkembang, meningkat pada siklus I menjadi 56,52% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, dan meningkat kembali pada siklus II yakni 73,66% dengan kriteria berkembang sesuai harapan mendekati kriteria berkembang sangat baik. Maka dapat disimpukan bahwa melalui penerapan kisah nabi dapat meningkatkan kecerdasan moral agama kelompok B di RA As-Sa’aada

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Media Mini Ball Rainbow

    No full text
    Kemampuan motorik kasar anak kelompok A di TK Islam Asy-Syifa yang belum begitu berkembang terlihat rendahnya perkembangan fisik motorik kasar anak yang disebabkan karna kurangnya guru menstimulus dalam motorik, sebagian besar anak belum dapat terkoordinasi motorik kasar, karena yang diutamakan nya yaitu motorik halusnya seperti menulis, menggunting, menempel sehingga kurang menstimulus anak dalam motorik kasar. Maka dari itu media mini ball rainbow merupakan media yang dapat melatih motorik kasar anak dan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.Tujuan peneliti ini adalah untuk menemukan proses dan peningkatan motorik kasar anak sesudah diterapkannya pembelajaran menggunakan media mini ball rainbow. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang Langkah penelitiannya menggunakan rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelompok A yang berjumlah10 orang anak yang terdiri lima orang anak laki-laki dan lima orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Dan analisis datanya menggunakan stastika deskriftif dalam bentuk prasantase. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya motorik kasar anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada kondisi siklus kedua terjadi peningkatandengan kategori nilai baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada prasiklus mencapai 63%, lalu pada sikus I mencapai 82% dan pada siklus ke-2 mencapai 85%. The gross motor skills of Group A children at Asy-Syifa Islamic Kindergarten were found to be underdeveloped, as indicated by their limited physical abilities and lack of stimulation from teachers. Most children had not yet demonstrated proper coordination in gross motor skills, as classroom activities tended to prioritize fine motor skills such as writing, cutting, and pasting. To address this issue, the Mini Ball Rainbow media was introduced as a learning tool to enhance children’s gross motor development. This study aimed to examine the process and improvement of children’s gross motor skills through the implementation of the Mini Ball Rainbow media. The research employed Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, which involved planning, action, observation, and reflection. The subjects consisted of 10 Group A students (five boys and five girls). Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistics. The findings showed significant improvement in children’s gross motor skills, categorized as "developing as expected" (BSH). In the pre-cycle, the achievement rate was 63%, which increased to 82% in the first cycle and 85% in the second cycle. These results indicate that the use of the Mini Ball Rainbow media effectively strengthened the gross motor skills of young children.Perkembangan motorik kasar anak sangat penting bagi perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media pembelajaran yang menarik yaitu media mini ball rainbow . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik kasar pada anak setelah menggunakan media mini ball rainbow. Penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang Langkah penelitiannya meliputi rencana, Tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitiannya kelompok A sebanyak 10 orang anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan di analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase. Hasil penelitian ini terdapat perkembangan motorik dengan kategori nilai baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada prasiklus mencapai 50%, lalu pada sikus 1 mencapai 63% dan pada siklus ke 2 mencapai 82,5%

    Media E-Siedas: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini

    No full text
    Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting bagi anak usia dini terutama dalam mengembangkan pengetahuan yang diperoleh anak dengan pengetahuan yang baru, aspek perkembangan kognitif juga mempengaruhi beberapa aspek perkembangan lain. Capaian perrkembangan kognitif anak usia dini kelompok B usia 5-6 tahun di TK Al-Asthoriyah berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran dinilai masih perlu ditingkatkan lagi, diperlukan metode atau media yang dapat mendukung pembelajaran untuk meningkatkan capaian perkembangan kognitif anak. Peneliti memilih media E-Siedas sebagai media pembelajaran . Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui media E-Siedas pada kelompok B di TK Al-Asthoriyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek dari penelitian ini adalah lima orang anak dari kelompok B. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi dan, studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian  menunjukan bahwa dengan menggunakan media E-Siedas mampu meningkatkan kognitif anak, karena pada setiap siklusnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan kognitif anak pada pra siklus rata-rata anak memiliki kriteria nilai mulai berkembang pada siklus I meningkat menjadi berkembang sesuai harapan  dan pada siklus II mencapai kriteria penilaian berkembang sangat baik.   Cognitive development is one of the essential aspects of early childhood development, particularly in enabling children to connect previously acquired knowledge with new information. Cognitive development also influences other developmental domains. Based on the results of learning evaluations at Al-Asthoriyah Kindergarten, the cognitive development achievements of Group B children aged 5–6 years were found to require improvement. Therefore, appropriate learning methods or media are needed to support instructional activities and enhance children’s cognitive development. In this study, E-Siedas media were selected as a learning medium. This study aims to improve the cognitive abilities of early childhood learners through the use of E-Siedas media in Group B at Al-Asthoriyah Kindergarten. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method. The subjects consisted of five children from Group B. Data were collected through observation and documentation. Data analysis techniques included quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results indicated that the use of E-Siedas media effectively improved children’s cognitive abilities, as evidenced by significant improvements in each cycle. In the pre-cycle stage, children’s cognitive abilities were categorized as beginning to develop. In Cycle I, the abilities improved to Developing as Expected, and in Cycle II, they reached the Developing Very Well category. These findings demonstrate that E-Siedas media can effectively enhance the cognitive development of young children.Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting bagi anak usia dini terutama dalam mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh anak dengan pengetahuan yang baru, aspek perkembangan kognitif juga mempengaruhi beberapa aspek perkembangan lain. Seiring perkembangan teknologi di abad 21 ini sudah sewajarnya lingkungan pendidikan menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Begitu pula dalam lingkup pendidikan anak usia dini yang mana stimulasi aspek perkembangan anak perlu adanya inovasi, salah satunya melalui aplikasi pembelajaran interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat aplikasi Elektronik Sistem Edukasi Cerdas (E-Siedas) berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam aspek perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perkembangan kognitif pada anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aplikasi E-Siedas (Elektronik Sistem Edukasi Cerdas) berbasis teknologi informasi dan komunikasi dapat dijadikan sebagai media untuk mengoptimalisasi stimulus perkembangan kognitif pada anak usia dini

    Pemanfaatan Media Tangram Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Anak Usia Kelompok B

    No full text
    Salah satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh anak saat ini adalah kemampuan berbahasa Inggris. Alasan penelitian memilih untuk mengeksplorasi kemampuan bahasa Inggris ini adalah karena ini adalah kemampuan yang akan sangat berguna bagi masa depan anak, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi secara luas dan membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting bagi guru-guru untuk memiliki persepsi yang positif tentang pentingnya mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi guru terhadap pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini melalui teknik wawancara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan analisis data melibatkan transkripsi, identifikasi kata kunci, pembuatan kategori, pengelompokan kategori ke dalam subtema, pengembangan tema, dan penjabaran hasil analisis ke dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang guru TK di RA At-Taqwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat penting dalam konteks sekolah. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak sejak dini melalui pembiasaan, dan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang beragam untuk membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih menyenangkan dan mudah dimengerti bagi anak-anak usia dini. Pemanfaatan teknologi di sekolah juga dapat membantu guru dalam mengajar bahasa Inggris di RA At-Taqwa.   Creative thinking is one of the essential abilities that children need to develop; however, it must be appropriately stimulated to ensure optimal growth. This study was conducted in response to the limited creative thinking abilities observed among children. Therefore, the researchers utilized Tangram Media as a potential solution to address this issue. The purpose of this study was to improve the creative thinking abilities of Group B children at Kober Babussalam through the use of tangram learning media. This study employed Classroom Action Research (CAR). The research subjects were Group B children at Kober Babussalam. Data were collected through observation and documentation and analyzed using descriptive statistical techniques. The results indicated a gradual improvement across three research cycles, with two meetings conducted in each cycle. During the pre-cycle stage, many children had not yet demonstrated creative thinking development, with only 3.33% meeting the expected criteria. In Cycle I, the improvement reached 46.66%, which did not yet represent a significant increase. A substantial improvement was observed in Cycle II, where 76.66% of children achieved the criteria of very good development. These findings demonstrate that the use of tangram media is highly effective in improving the creative thinking skills of Group B children at Kober Babussalam

    RESPONS SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PUISI

    No full text
    Kurang bervariasinya model dan media yang digunakan dalam pembelajaran, menyebabkan kurang terampilnya siswa dalam menulis puisi. Siswa merasa sulit untuk menentukan tema dan menemukan ide dalam menulis puisi. Oleh karena itu, dilakukan upaya penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan berbantuan media sosial Tiktok dalam pembelajaran menulis teks puisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil respons siswa terhadap penggunaan media sosial TikTok dalam pembelajaran menulis teks puisi dengan menggunakan model Project Based Learning pada siswa SMK Kelas X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui hasil presentase rata-rata  dari data pernyataan positif memiliki hasil senilai 78% dan pernyataan negatif memiliki hasil senilai 50% dengan kriteria rata-rata keduanya adanya 64%. Maka dapat disimpulkan bahwa respon yang diberikan oleh siswa saat mengikuti pembelajaran menulis teks puisi menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media sosial TikTok adalah “Positif” dengan kriteria penilaian “Setuju” bahwa model dan media yang digunakan membantu siswa dalam menulis teks puisi. Selain itu, model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media sosial TikTok juga efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks puisi

    RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP PENGGUNAAN MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA FOTO PERISTIWA DALAM KEGIATAN MENULIS TEKS BERITA

    No full text
    Pada jenjang pendidikan keterampilan berbahasa dipelajari oleh seluruh peserta didik. Terdapat beberapa peserta didik kesulitan dalam meningkatkan potensi keterampilan menulis dirinya dan membutuhkan inovasi dalam kegiatan menulis. Salah satu cara mengatasinya dengan menggunakan strategi pembelajaran, yaitu menerapakan model PBL berbantuan media peristiwa. Model PBL berbantuan media foto peristiwa adalah sebuah metode memberikan sesuatu permasalahan yang dimodifikasi dengan bantuan media foto peristiwa sehingga peserta didik dapat mengamati objek secara langsung dan dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan pengaplikasian model PBL berbantuan media foto peristiwa pada kegiatan keterampilan menulis teks berita. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Objek yang terdapat pada penerlitian ini merupakan peserta didik SMP kelas VII. Intrumen yang digunakan dalam penelitian berupa angket. Hasil penelitian, sebaran angket yang dibagikan kepada 37 responden memperoleh rata- rata persentase 76,75% termasuk dalam kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa peserta didik memberikan respon yang sangat baik terhadap penggunaan model PBL berbantuan media foto peristiwa dalam kegiatan keterampilan menulis teks berita

    EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NEGOSIASI PADA SISWA KELAS X SMK KP PASIRJAMBU

    No full text
    Penelitian ini dilakukan karena pada era digital saat ini banyaknya siswa terlalu mengandalkan teknologi dalam menciptakan sesuatu sehingga keterampilan menulis yang dimiliki tidak berkembang. Mempelajari prinsip-prinsip linguistik, struktur, dan tanda baca sama pentingnya dengan kemampuan menulis siswa seperti memahami bentuk teks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil belajar siswa yang menulis teks negosiasi. Desain pretes-postes satu kelompok digunakan dalam metodologi eksperimen penelitian ini. Sebelum ujian, skor rata-rata adalah 72,94; setelah ujian, skor rata-rata naik menjadi 79,02. Analisis statistik mengungkapkan bahwa kinerja siswa telah meningkat secara signifikan, dengan thitung = 4,84 > ttabel = 2,09. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik Skrip Kooperatif dari Pembelajaran Kontekstual berhasil meningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatan skor menunjukkan seberapa baik pendekatan pembelajaran telah bekerja untuk meningkatkan kapasitas siswa kelas X TKJ A untuk menulis Teks Negosiasi

    Improving Mathematical Problem Solving Skills and Self-Confidence of Junior High School Students Using A Problem Based Learning

    No full text
    Problem solving ability is one of the skills that need to be developed in students. The background of this study is based on the results of preliminary observations which show that students' problem solving skills and self confidence are still low, one of which is caused by the use of conventional learning methods. This study aims to determine the effect of problem-based learning on improving students' mathematical problem solving ability and self-confidence, see the effectiveness of problem-based learning on students' mathematical problem solving ability and self-confidence and see students' responses to problem-based learning. This research used quasi-experimental method with Pretest-Posttest Control Group Design. The research subjects were VIII grade students of SMP Negeri 2 Saguling as many as 64 students, consisting of two classes, namely experimental and control. The research instrument was a description test to measure mathematical problem solving ability and a Likert scale to measure students' self-confidence. Data were analyzed using normality test, homogeneity, t-test, Mann-Whitney, and N-Gain calculation. The results showed that there was a significant difference between the experimental and control classes in improving mathematical problem solving skills seen from the average n-gain value of the experimental class in the high category while the control class was in the medium category. Problem based learning is very effective in improving mathematical problem solving skills seen from the percentage of student learning completeness and effective in increasing student self confidence. Students' response to problem-based learning was positive

    Is Learning Motivation Can Affect Students’ Problem-Solving Skills in Junior High School? A Correlation Study

    No full text
    Problem solving refers to the process of finding ways to overcome challenges in order to achieve specific goals. In mathematics learning, problem-solving skills must be instilled from an early stage so that students are trained to solve both mathematical problems and real-life challenges. According to Polya, the steps in problem solving include understanding the problem, devising a solution strategy, implementing the strategy, and evaluating the results. Learning motivation is an internal and external drive that encourages students to enjoy and engage enthusiastically in the learning process. This motivation helps students attain optimal academic performance, as strong motivation during learning is likely to produce better outcomes. In other words, individuals with strong motivation tend to achieve better academic results. The purpose of this study is to analyze the correlation between students' learning motivation and their mathematical problem-solving skills at the junior high school level. The participants in this study were 24 students from class VIII.I at SMP Krida Utama Padalarang. The research method used was correlational analysis. Data were collected using a learning motivation questionnaire consisting of 10 positive and 10 negative statements, along with a mathematical problem-solving test on flat-sided solid shapes comprising four essay questions. The results of the study indicate a significant and strong correlation between learning motivation and mathematical problem-solving skills among junior high school students. Regression analysis shows a positive relationship in which higher learning motivation leads to greater problem-solving skills. These research findings provide insights for teachers and researchers to recognize the importance of learning motivation as a key factor in enhancing students' problem-solving skills

    4,363

    full texts

    6,108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇