Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
Rhetoric Devices and Ideology: A Critical Discourse Analysis of Rashida Tlaib’s Speech on Palestine Issues
The Palestinian issue continues to be a central focus of global political and humanitarian discourse. In the United States, support for Palestine is often met with controversy, especially within discussions of foreign policy and civil rights. This study applies a descriptive qualitative approach, utilizing van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) and Aristotle’s rhetorical appeals pathos, logos, and ethos to investigate how Rashida Tlaib, the only Palestinian-American member of Congress, employs rhetoric and ideology in advocating for Palestinian rights. The data consist of three of her speeches retrieved from YouTube. The findings reveal that pathos (39.4%) is the most frequently employed rhetorical device, followed by logos (33.3%) and ethos (27.3%). Through tragic narratives and rhetorical questions, Tlaib evokes empathy and moral urgency; through data and logical reasoning, she critiques U.S. foreign policy; and through her personal identity and alignment with social justice movements, she reinforces credibility. Ideologically, her speeches emphasize humanitarian advocacy, anti-imperialism, global solidarity, and government accountability. This study underscores the power of rhetoric in reshaping public narratives and amplifying marginalized voices in the discourse on Palestine
DAMPAK TOXIC PARENTING TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL REMAJA DI RT 003 RW 005 DESA SUKAJAYA KECAMATAN BOJONGPICUNG KABUPATEN CIANJUR
Toxic parenting behavior is bad behavior carried out by parents which can hinder the emotional development of teenagers. Toxic Parenting occurs due to several factors. First, parents are not satisfied with the child's results. Both parents do not understand the science of parenting and the dangers of toxic parental behavior. This research uses qualitative methods with data collection using observation, documentation and interview methods. Meanwhile, data collection techniques are carried out using three methods, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that there is an impact of toxic parenting on the emotional development of teenagers in RT 03 Sukajaya Village, Bojongpicung District, Cianjur Regency including, (1) The pressure that children feel due to behavioral actions carried out by parents (2) The potential for self-injury is quite large, such as attempting suicide due to physical violence by parents. (3) Passion for learning decreases, because they are not given access to develop their potential (4) Become a stronger and more independent person
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DONGENG DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI LISAN ANAK USIA DINI DI PAUD AL-IKHLAS
Literasi lisan merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi perkembangan bahasa anak. Melalui dongeng, anak-anak tidak hanya mendengar berbagai kosakata baru tetapi juga belajar memahami struktur cerita, meningkatkan kemampuan mendengarkan, serta merangsang imajinasi dan kreativitas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Penerapan Metode Pembelajaran Dongeng Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Lisan Anak Usia Dini Di PAUD Al-Ikhlas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan dampak signifikan terhadap perkembangan kemampuan literasi lisan anak usia dini
TINGKAT PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MAHASISWA DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA SITUASI GAWAT DARURAT
Situasi gawat darurat adalah kondisi yang memerlukan respons cepat untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah kerusakan lebih lanjut. Pertolongan pertama menjadi langkah penting dalam memberikan bantuan sebelum korban mendapatkan penanganan medis profesional. Mahasiswa sering kali menjadi saksi atau penolong pertama dalam situasi darurat, sehingga penting untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pertama. Mengkaji tingkat pengetahuan dan kesiapan mahasiswa dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi gawat darurat berdasarkan tinjauan literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan literature review yang menganalisis 13 artikel yang relevan dari tahun 2020 hingga 2024. Artikel dipilih dengan metode screening dan analisis kritis. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan dasar yang baik, tetapi kesiapan mereka masih perlu ditingkatkan. Faktor determinan seperti pelatihan, kepercayaan diri, dan pengalaman praktik memainkan peran penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa. Tingkat pengetahuan mahasiswa yang baik tentang pertolongan pertama perlu didukung oleh pelatihan praktis yang terstruktur untuk meningkatkan kesiapan mereka menghadapi situasi gawat darurat. Oleh karena itu, perlunya institusi pendidikan untuk mengadakan program pelatihan pertolongan pertama secara rutin guna meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi situasi darurat. Langkah ini tidak hanya akan menyelamatkan nyawa, tetapi juga meminimalkan dampak cedera dalam berbagai insiden terkait kampus.
 
MANAJAMEN KONFLIK DALAM PENANGGULANGAN KENAKALAN SANTRI DI MADRASAH BOARDING SCHOOL SMK MUHAMMADIYAH 1 WATES
Penelitian ini membahas terkait Manajemen Konflik dalam Penanggulangan Kenakalan Santri di Madrasah Boarding School, SMK Muhammadiyah 1 Wates. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab dari kenakalan santri dan cara penanggulanginya pada lingkungan Madrasah Boarding School, SMK Muhammadiyah 1 Wates. Motode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dan teknik pengumpulan data yaitu secara observasi, wawancara dan dokumentasi, subjek penelitian yakni pengurus dan santri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik antar santri yang menimbulkan akan adanya kenakalan santri disebabkan beberapa faktor pemicu diantaranya perbedaan latar belakang yang dari setiap santri baik segi sosial atau ekonomi, perbedaan pendapat hingga menimbulkan perselisihan dan kurangnya sifat terbuka kepada pengurus atau ustadzah yang membuat santri memutuskan pendapat sendiri. Dalam strategi manajemen konflik yang efektif meliputi komunikasi yang terbuka, mediasi, serta adanya pendidikan karakter.Kata Kunci: Manajemen Konflik, Penanggulangan, Kenakalan Santri
ANALISIS KONFLIK HUBUNGAN MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGAN DAYAH(STUDI KASUS DAYAH MADINATUDDINIYAH JABAL NUR PALOH LADA)
Penelitian ini menganalisis konflik antara Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada dan masyarakat sekitarnya. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi jenis konflik, faktor penyebabnya, serta dampaknya pada lingkungan internal (santri dan pengelola) dan eksternal (masyarakat). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap alumni yang tinggal di dayah selama empat tahun. Temuan menunjukkan bahwa konflik muncul akibat kurangnya komunikasi, perbedaan budaya, dan kepentingan ekonomi. Dampak konflik terlihat pada ketidaknyamanan santri, penurunan kualitas pembelajaran, dan terganggunya hubungan masyarakat. Pemimpin dayah memainkan peran strategis melalui dialog terbuka, pendekatan bijaksana, dan langkah-langkah kolaboratif. Budaya akademik di dayah menjadi elemen penting dalam meredakan konflik serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat. Kesimpulannya, penyelesaian konflik yang efektif tidak hanya mendukung keberlanjutan dayah sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas sosial lingkungan sekitarny
Profil literasi bencana sekolah dasar di Kecamatan Pangandaran
Indonesia berada pada posisi yang bisa dikatakan tidak bisa terlepas dari bencana. Hal ini terjadi karena kita hidup berdampingan dengan alam yang tidak pernah bisa ditebak. Maka dari itu, perlu adanya literasi bencana yang ditanamkan sejak dini. Literasi kebencanaan ini bisa diterapkan pada jenjang Sekolah Dasar. Sebelum itu, perlu diketahui terlebih dahulu keadaan dan kondisi sekolah yang menjadi sasaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan profil literasi bencana Sekolah Dasar di Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi pada SD sasaran. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu SD Negeri 6 Pangandaran merupakan salah satu sekolah rawan bencana di Pangandaran yang berjarak hanya 100 m dari pantai. Bencana yang paling sering terjadi di sekolah adalah gempa bumi. Pendidikan tentang kebencanaan di SD Negeri 6 Pangandaran masih bersifat situasional dan belum diterapkan sepenuhnya. Sosialisasi tentang kebencanaan dari pihak pemerintah juga sudah ada. Namun tingkat literasi peserta didik belum bisa dikatakan baik karena peserta didik masih kebingungan dan masih sulit diarahkan saat terjadi bencana. Berdasarkan hal ini, perlu adanya solusi untuk meningkatkan literasi bencana peserta didik.
Kata Kunci: Bencana, Literasi bencana, Sekolah Dasar
Penggunaan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas V sekolah dasar
The This research is based on the low scientific literacy abilities of elementary school students in science learning. This is based on the results of interviews conducted with class V teachers before the research was conducted. The aim of this research is to determine the increase in students' scientific literacy using the Problem Based Learning learning model. This research was conducted using the Mix Method with The Sequential Explanatory Design. The instrument used is a test instrument for students' scientific literacy abilities. The subjects in this research were class V students in one of the elementary schools in West Bandung Regency, totaling 38 students. The research results show that there is an increase in students' scientific literacy skills using the Problem Based Learning model. This can be seen from the average N-Gain gain of 0.88 and being in the "High" category. Therefore, it can be concluded that the Problem Based Learning model is effective in increasing students' scientific literacy abilities
Pemanfaatan Bahan Alam sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Kegiatan Kolase
Early childhood creativity can be developed through education. Education is a right and necessity for early childhood; however, some children have not yet had the opportunity to develop their creative skills through collage techniques. This method can help children enrich their imagination and generate creative ideas when making collages. The purpose of this study was to analyze early childhood creativity using the collage method. The research method employed was Classroom Action Research (CAR), with observation used as data collection techniques. The subjects of this study were 17 children in Group B at KB Nur Wafa. Data were analyzed using both quantitative and qualitative descriptive methods. Based on the results, it can be concluded that collage activities using natural materials—such as leaves, flowers, and other organic items—provided children with opportunities to create various shapes and image variations, make their own art, and tell stories about their creations. The results also showed an increase in children's creativity: in the pre-cycle phase, 11.8% of children were categorized as “Developing as Expected” (BSH); in Cycle I, this increased to 23.5%, with 35.3% in the “Developing Very Well” category. In Cycle II, 58.8% of children were categorized as “Developing as Expected” and 23.5% as “Developing Very Well.”Kreativitas anak usia dini dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan adalah suatu kewajiban yang diberikan dan didapatkan bagi anak usia dini, walaupun sejumlah anak usia dini belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kreatif mereka melalui teknik kolase. Metode ini dapat membantu anak-anak memperkaya imajinasi dan ide-ide kreatif mereka dalam membuat kolase. Tujuan penelittian ini adalah untuk menganalisis kreativitas anak usia dini dengan menggunakan metode kolase. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Tindakan Kelas (PTK), dengan menggunakan observasi sebagai metode pengumpulan data. Subjek pada penelitian ini adalah 17 anak kelompok B di KB Nur Wafa pada kelompok B. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan kolase menggunakan bahan alam seperti daun, bunga, dan berbagai hasil alam lainnya telah memberikan kesempatan pada anak untuk menciptakan berbagai bentuk dan variasi gambaran, menciptakan karya sendiri, serta mengemukakan cerita tentang karyanya. Dari peningkatan kreativitas anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) pada kondisi pra siklus 11,8%, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 23,5% dan berkembang sangat baik 35,3%. Pada siklus II meningkat menjadi 58,8% dengan kriteria penilaian berkembang sesuai harapan dan 23,5% dengan kriteria penilaian berkembang sangat baik
Improving the Cooperation Attitude of Grade V Students Through the Application of Problem-Based Learning Model in Pancasila Education Subjects
Penelitian tidakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan sikap kerjasama siswa kelas V melalui penerapan model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Rancangan penelitian ini dengan cara memberikan dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, mengamatan atau tindakan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Sikap kerjasama peserta didik di kelas V di SDN Mangunsari 02 sebelum melaksanakan pembelajaran dengan model problem based learning (PBL) dalam pembelajaran pendidikan pancasila memiliki presentase sebesar 51% dengan kriteria “kurang”. (2) Setelah dilakukan siklus I, sikap kerjasama peserta didik kelas V dalam pembelajaran pendidikan pancasila di SDN Mangunsari 02 naik dengan presentase 73% dengan kriteria “cukup”. (3) setelah dilakukan siklus II sikap kerjasama peserta didik kelas V dalam pembelajaran pendidikan pancasila di SDN Mangunsari 02 naik dengan presentase 86% dengan kriteria “Baik”. Sehingga penilaian kelas dihentikan di siklus II karena telah mencapai indikator keberhasilan dengan presentase minimal 80% dengan kriteria “Baik”. Dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara nilai presentase sebelum tidakan dan setelah tindakan dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningatkan sikap kerjasama pada mata pelajaran pendidikan pancasila di kelas V SDN Mangunsari 02 Salatiga.This class action research aims to improve the cooperation attitude of fifth-grade students through the application of the problem-based learning (PBL) model in Pancasila education subjects. This research employs a class action approach and utilizes both qualitative and quantitative methods. The design of this study provides two cycles, and each cycle consists of several stages, namely planning, observation or action, and reflection. The results of this study indicate that (1) before implementing the problem-based learning (PBL) model in Pancasila education, the cooperation attitude of fifth-grade students at SDN Mangunsari 02 was measured at 51%, which falls under the “less” criteria. (2) After cycle I, grade V students at SDN Mangunsari 02 showed an increased cooperation attitude in learning Pancasila education, reaching a percentage of 73% with “sufficient” criteria. (3) After the second cycle, fifth-grade students at SDN Mangunsari 02 showed an increased cooperation attitude in learning Pancasila education, reaching 86% with the criteria “Good.” So that the class assessment was stopped in cycle II because it had reached the success indicator with a minimum percentage of 80% with “Good” criteria. It can be seen that there is a significant increase between the percentage value before action and after action, and it can be concluded that the problem-based learning (PBL) learning model can increase the attitude of cooperation in pan education subjects