Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
PERAN TUTOR DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR PAKET C DI PKBM ASYIFA KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR
Abstract
Non-formal education, particularly the Paket C program, plays a strategic role in providing learning opportunities for individuals who are unable to pursue formal education. However, low learning motivation among learners remains a major challenge that affects the continuity of the learning process. This study aims to analyze the role of tutors in fostering learning motivation for Paket C learners at PKBM Asyifa. The research employed a qualitative method with a descriptive approach, through observation, interviews, and documentation involving the PKBM administrator, tutors, and learners as the research subjects. The findings show that tutors play an important role as facilitators, motivators, and mentors in enhancing learning motivation through varied learning strategies, personal approaches, and the provision of encouragement and rewards. In conclusion, the role of tutors is proven to be significant in addressing the issue of low learning motivation, thereby increasing learners’ activeness and engagement in the non-formal education process. The implications of this study emphasize that strengthening tutor capacity is essential to improving the quality of education in PKBM.
Keywords: Tutor Role, Learning Motivation, PKBM.
Abstrak
Pendidikan nonformal, khususnya program Paket C, memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal. Namun, rendahnya motivasi belajar warga belajar masih menjadi tantangan utama yang berdampak pada keberlangsungan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar warga belajar Paket C di PKBM Asyifa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola PKBM, tutor, serta warga belajar sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor berperan penting sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam meningkatkan motivasi belajar melalui strategi pembelajaran variatif, pendekatan personal, serta pemberian dorongan dan penghargaan. Kesimpulannya, peran tutor terbukti signifikan dalam mengatasi permasalahan motivasi belajar, sehingga mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan warga belajar dalam proses pendidikan nonformal. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tutor sangat esensial guna memperkuat kualitas pendidikan di PKBM.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN SOSIAL REMAJA PUTUS SEKOLAH DI PUSAT PELAYANAN SOSIAL GRIYA BINA REMAJA LEMBANG-KABUPATEN BANDUNG BARAT
Remaja putus sekolah merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami pengangguran dan masalah sosial. Di Kabupaten Bandung Barat, Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja (PPSGBR) Lembang menyelenggarakan program pemberdayaan berbasis pelatihan keterampilan, bimbingan mental, dan pendampingan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket skala Likert pada 30 peserta, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan 6 pekerja sosial dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dinilai sangat efektif pada empat dimensi: perolehan keterampilan, kemandirian, bimbingan sosial, dan kepuasan layanan. Faktor pendukung keberhasilan program mencakup program yang terstruktur dan metode pembelajaran partisipatif. Hambatan utama yang dihadapi adalah fasilitas yang terbatas, durasi program yang dinilai singkat, dan motivasi peserta yang fluktuatif. Program ini terbukti secara signifikan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan peserta. Rekomendasi perbaikan program meliputi perpanjangan durasi pelatihan, peningkatan fasilitas, dan penambahan pendampingan pasca-program
Analisis penggunaan media aplikasi pembelajaran STEM dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi gaya di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aplikasi pembelajaran berbasis STEM yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SD mengenai konsep gaya. Aplikasi ini mengintegrasikan simulasi interaktif, eksperimen virtual, video pembelajaran, dan panduan bagi guru untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan aplikatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, observasi respons siswa, dan penilaian dari ahli materi serta media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap berbagai konsep gaya, seperti gravitasi, gaya gesek, dan gaya dorong. Guru melaporkan peningkatan keterlibatan dan rasa percaya diri siswa, dengan 85% siswa merasa lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan terkait topik tersebut. Namun, beberapa tantangan terkait keterbatasan akses internet di beberapa daerah ditemukan. Evaluator ahli memberikan penilaian positif terhadap aplikasi ini, terutama terkait kesesuaian dengan kurikulum, kemudahan penggunaan, dan relevansinya dengan pembelajaran STEM. Secara keseluruhan, aplikasi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendidikan STEM di tingkat dasar, dengan pengembangan lebih lanjut yang diperlukan untuk mengatasi masalah aksesibilitas
Analisis kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi perkalian desimal kelas V SDN Cihandeuleum
Understanding mathematical concepts is not only demonstrated through computational skills, but also through the ability to solve word problems that require students to comprehend the context, translate information, and select the appropriate mathematical operations. However, in reality, many fifth-grade elementary school students struggle to solve word problems, particularly those involving decimal multiplication. These difficulties include understanding the problem, performing calculations, and arriving at systematic solutions. Based on this phenomenon, this study aims to analyze the types and factors that contribute to students’ difficulties in solving word problems related to decimal multiplication.This research employs a qualitative descriptive method involving nine fifth-grade students at SDN Cihandeuleum as subjects. Data were collected through word problem tests, observation, documentation, and in-depth interviews with students experiencing difficulties. The findings of this study are expected to provide a concrete picture of where students face difficulties and serve as a foundation for developing more targeted instructional strategies.
Keywords: learning difficulties, word problems, decimal multiplication, elementary students, error analysi
Transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial di era Kurikulum Nasional
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang mengintegrasikan kearifan lokal serta nilai-nilai psikososial dalam pembelajarannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, mengidentifikasi potensi integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial, serta mengembangkan model bahan ajar berbasis kearifan lokal yang relevan dengan karakteristik peserta didik pada era Kurikulum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV–V di lima sekolah dasar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih dominan berpusat pada teks dan belum optimal menanamkan nilai-nilai psikososial serta budaya lokal. Bahan ajar hasil pengembangan yang mengintegrasikan nilai empati, tanggung jawab, dan gotong royong dengan konten budaya lokal terbukti meningkatkan keterlibatan emosional siswa dan efektivitas pembelajaran. Rata-rata hasil uji coba menunjukkan peningkatan 24% pada aspek keterampilan literasi dan 31% pada indikator nilai-nilai psikososial siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal secara lebih luas untuk mendukung profil pelajar Pancasila di sekolah dasar
Buku Cerita Bergambar: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Minat Baca Anak Usia Dini
Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan membaca pada anak kelompok B di Kober Sabililhuda. Melalui media tersebut diharapkan dapat mengetahui dan terjadi peningkatan kemampuan minat baca anak, karena hal tersebut manjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Sebanyak 15 anak kelompok B yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data memakai analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam delapan kali pertemuan melalui media tersebut terbukti anak kelompok B dapat mengulang kembali jawaban dari guru dan teman, mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan gambar yang ditunjukkan oleh guru, mampu menjawab secara tepat sesuai dengan pertanyaan guru. Hal ini terlihat hasilnya dari 15 anak yang diteliti, delapan anak menunjukkan berkembang sangat baik kemudian yang berkembang sesuai harapan yaitu empat anak, hanya tiga anak saja pada pertemuan kedelapan yang masih membutuhkan bimbingan dari guru, yang berarti guru dinilai sudah melakukan kegiatan seperti yang peneliti inginkan.
This research was conducted in response to the low reading ability observed among Group B children at Kober Sabililhuda. The study aimed to identify and improve children’s reading interest through the use of appropriate learning media. A qualitative descriptive approach was employed, with 15 Group B children participating as research subjects. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data were then analyzed using qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings from eight learning sessions revealed that Group B children were able to repeat responses from teachers and peers, answer questions based on images presented by the teacher, and respond accurately to the teacher’s questions. Furthermore, the results showed that out of the 15 children observed, eight demonstrated very good development, four developed according to expectations, and three still required guidance from the teacher during the eighth session. These findings indicate that the learning activities were implemented effectively and aligned with the objectives of the study.Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan membaca pada anak kelompok B di Kober Sabililhuda. Melalui media buku cerita bergambar diharapkan dapat mengetahui dan terjadi peningkatan kemampuan minat baca anak, karena hal tersebut manjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Sebanyak 15 anak kelompok B yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam delapan kali pertemuan melalui media buku cerita bergambar terbukti anak kelompok B dapat mengulang kembali jawaban dari guru dan teman, mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan gambar yang ditunjukkan oleh guru, mampu menjawab secara tepat sesuai dengan pertanyaan guru. Hal ini terlihat hasilnya dari 15 anak yang diteliti, 8 anak menunjukkan berkembang sangat baik (BSB) kemudian yang berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu 4 anak, hanya 3 anak saja pada pertemuan kedelapan yang masih membutuhkan bimbingan dari guru, yang berarti guru dinilai sudah melakukan kegiatan seperti yang peneliti inginkan
The Development of Android Based Instructional Media to Improve Mathematical Understanding on Pythagorean Theorem
Mathematical understanding is an essential goal of mathematics learning, particularly for abstract topics such as the Pythagorean Theorem, which require strong conceptual comprehension. However, mathematics instruction at the junior high school level is still largely dominated by conventional methods with limited use of interactive learning media, causing students to experience difficulties in understanding concepts. This study aims to develop an interactive Android-based learning multimedia, Pytha-Go, for the Pythagorean Theorem material for eighth-grade students at SMP Negeri 13 Tibawa. This research employed a Research and Development (R&D) approach using a modified 4D development model consisting of three stages: Define, Design, and Develop. The Define stage identified learning problems and student needs through observations and interviews. The Design stage focused on designing the structure, learning content, and interface of the multimedia. The Develop stage involved media production, expert validation, readability testing, and limited trials. Data were collected using media and material expert validation questionnaires, media readability test instruments, teacher observation sheets, and student response questionnaires. The results showed that the average scores from media and material expert validation were 3.23 and 3.17, categorized as very valid and valid. The media readability test obtained an average score of 3.34, indicating that the multimedia is feasible. Teacher observation and student response scores were 3.35 and 3.58, respectively, categorized as very practical. Based on these findings, it can be concluded that the Pytha-Go Android-based learning multimedia is feasible and practical for supporting the learning of the Pythagorean Theorem for eighth-grade students
Pengaruh Wordwall sebagai Media Pembelajaran Berbasis TIK terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia Dini
Berdasarkan permasalahan terkait penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu yang belum optimal, di mana masih terdapat anak yang mengalami kesulitan dalam mengenal, menyebutkan dan memahami makna kata. Hal tersebut dapat disebabkan karena penggunaan metode dan media yang kurang efektif. Maka dibutuhkan solusi alternatif yaitu media wordwall. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design untuk mengkaji pengaruh media wordwall terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu. Sebanyak 20 anak dipilih sebagai sampel peneltian melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, serta dokumentasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan diuji menggunakan wilcoxon signed rank. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,005 (<0,05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa wordwall memberikan pengaruh terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu.Berdasarkan permasalahan terkait penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam mengenal, menyebutkan dan memahami makna kata. Permasalahan tersebut disebabkan oleh penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan solusi alternatif berupa media wordwall sebagai inovasi pembelajaran interaktif yang menarik bagi anak usia dini. Penelitian ini menerapkan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design untuk mengkaji pengaruh media wordwall terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu. Sebanyak 20 anak dipilih sebagai sampel peneltian melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan diuji menggunakan wilcoxon signed rank. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,005 (<0,05) yang mengindikasikan bahwa wordwall memberikan pengaruh terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu.
Based on the problem of suboptimal English vocabulary mastery among 5-6-year-old children at TK Wahyu, as evidenced by children who still struggle to recognize, name, and understand word meanings, this issue stems from ineffective teaching methods and media. Therefore, this study proposes highly interactive and fun Wordwall media as an alternative solution in the form of engaging learning media for early childhood. The research employs a quasi-experimental approach with a nonequivalent control group design to examine the effect of Wordwall media on English vocabulary mastery in 5-6-year-old children at TK Wahyu. A sample of 20 children was selected using purposive sampling. Data were collected through observation and tests, then analyzed using descriptive statistics and tested with the Wilcoxon signed-rank test. The analysis results show a significance value of 0.005 (<0.05), indicating that Wordwall media has a significant effect on overall English vocabulary mastery among 5-6-year-old children at TK Wahyu
The impact of problem based learning with google sites on mathematics learning outcomes
Mathematics learning outcomes remain an important concern in the learning process. However, in practice, many students still face difficulties, especially with the Pythagorean Theorem. These difficulties are generally related to a lack of conceptual understanding, inaccuracy in applying formulas, and difficulties in simplifying root forms. This study aims to examine the effect of Google Sites-assisted Problem-Based Learning (PBL) on learning outcomes for the Pythagorean Theorem. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was used in this study, involving eighth-grade students at SMPN 3 Cikalong Wetan in the 2023/2024 academic year. One class was selected using saturated sampling. Data were collected through tests on learning outcomes of the Pythagorean theorem and questionnaires on students' interest in learning. The data were processed using a paired sample t-test, while the questionnaire data were analyzed based on descriptive statistics. The analysis results showed a significance value of 0.001, so that in a one-tailed test of 0.0005 (< 0.05) with a t-value of –19.426. These results indicate a significant effect on students' mathematics learning outcomes after the application of this learning model. In addition, students' learning interest was in the good category. The findings of this study indicate that the application of Google Sites-assisted Problem Based Learning (PBL) has a positive effect on improving learning outcomes in the Pythagorean theorem material
Pendampingan pembuatan modul ajar berbasis deep learning untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru di Sekolah Dasar Megeri Sukaperna I
Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis kompetensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SDN Sukaperna I melalui pendampingan intensif dalam pembuatan Modul Ajar berbasis Deep Learning. Metode yang digunakan adalah In-House Training dan Co-creation Modul Ajar selama empat minggu, melibatkan 20 guru mitra. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan Technological Pedagogical Content Knowledge yang terintegrasi dengan Deep Learning, serta kuesioner untuk mengukur kepuasan peserta. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan secara statistik (p < 0.001). Rata-rata skor Normalized Gain (N Gain) mencapai 0.76, yang berdasarkan kriteria Hake berada dalam kategori Tinggi, menunjukkan efektivitas program yang sangat baik. Secara kualitatif, tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan pendampingan mencapai rata-rata 4.77 dari 5 (kategori Sangat Tinggi). Keberhasilan ini membuktikan bahwa metode pendampingan intensif berbasis praktik langsung mampu mentransformasi pengetahuan teknologi abstrak (Deep Learning/Artificial Intelligence) menjadi keterampilan pedagogis konkret, mendukung guru dalam merancang Modul Ajar Kurikulum Merdeka yang inovatif dan efektif