Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
    6108 research outputs found

    PENGARUH POLA KOMUNIKASI INTERAKSIONAL DAN KETELADANAN ORANGTUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA

    Get PDF
    This study reseacrh the influence of family interactional communication patterns and parental role modeling on children’s character development in the rural village of Tanjuang Bungo, West Sumatra. The research addresses the increasing concern about moral crises among adolescents in rural areas, where family dynamics play a critical role in shaping moral behavior. The study aimed to explore whether open communication and positive parental examples could mitigate these crises and promote stronger character development. A cross-sectional survey was conducted with 42 families, using structured questionnaires to measure communication patterns, parental role modeling, and children's character traits. Correlational and multiple regression analyses were employed to examine the relationships between these variables. The results indicated that both interactional communication and parental role modeling significantly contributed to children’s moral development. Open, two-way communication was strongly associated with better moral outcomes, and children who viewed their parents as positive role models demonstrated greater empathy, responsibility, and ethical behavior. These factors explained 48% of the variance in character development, highlighting the critical influence of family dynamics. The findings suggest that strengthening family communication and role modeling can improve character education in rural areas. This study contributes to the literature on family-based moral development and suggests further research in diverse rural context

    Model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) terhadap kemampuan membaca intensif siswa sekolah dasar

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca intensif siswa sekolah dasar karena metode pembejaran masih konvensional oleh pendidik sehingga tidak ada aktifitas siswa aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa sekolah dasar melalui Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Adapun definisi dari membaca intensif adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan secara cermat dan teliti terhadap teks yang dibaca, membaca intensif dapat diterapkan dalam upaya mencari informasi yang bersifat detail. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara teoritis artikel-artikel terkait membaca intensif di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur terhadap lima artikel yang publish di Jurnal Nasional. Hasil kajian ini terdapat peningkatan dengan rata-rata persentase siklus I yaitu 65% dan siklus II yaitu 91%. Sehingga dapat di simpulkan bahwa kemampuan membaca intensif menggunakan Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) sangat cocok untuk di terapkan kepada siswa sekolah dasar karena mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 26%

    Pembelajaran daring materi daur ulang pada siswa kelas VI SDN 009 Cikadut Bandung dengan menggunakan metode project based learning (PjBL)

    Get PDF
    This study aims to examine the learning of recycled materials in grade VI students with a contextual method using the online-based Project Based Learning (PjBL) method. The research method used is descriptive qualitative. The subjects in this study were students of class VI SDN 009 Cikadut Bandung City with a total of 28 students. The instruments used are teacher and student observation sheets, test questions, and teacher and student interview questionnaires. The results showed that there was an increase in the quality of learning when the PjBL method was applied. This is indicated by the average value of understanding the science class of 81.07 which is classified in the good category, the highest score of students is 100 and the lowest value is 60. Student learning mastery shows 86.0% of students getting scores above the minimum completeness criteria and 14.0% still gets a score below the minimum completeness criteria valu

    Penggunaan Permainan Jam Pintar dalam Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini

    No full text
    Hal yang melatar belakangi adanya anak yang belum mampu membilang dan menyebutkannya angka, terlihat ketika guru mengangkat tujuh jarinya sebagian anak menyebut itu lima, enam, dan sembilan. Beberapa anak juga belum mengetahui simbol. Saat guru memperlihatkan angka 6 dan 9, anak belum bisa membedakan angkanya. Salah satu upaya guru dalam mengembangkan kemampuan berhitung  dengan menggunakan media jam pintar yang dapat menstimulus anak melakukan aktivitas belajar, mengembangkan imajinasinya, memudahkan mengenal dan tahu simbol (angka, gambar, isyarat). Cara menggunakan jam pintar yaitu dengan angka digerakkan ke gambar yang cocok, secara langsung anak mengetahui simbol angka terutama dapat mengembangkan kecakapan berhitung. Adapun maksud dan tujuan riset ini yaitu mengembangkan kemampuan berhitung anak kelompok A dengan permainan jam pintar. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, adapun subjek penelitian kelompok A sebanyak 10 anak. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan model Miles and Huberman melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan melalui metode jam pintar anak mampu mengenal waktu, menyebutkan dan mengurutkan angka 1-12, memahami banyak-sedikit, membedakan angka 6 dan 9. The background of children who are not yet able to count and mention numbers can be seen when the teacher raises seven fingers; some children call it five, six, and nine. Some children also do not know the symbols. When the teacher shows the numbers 6 and 9, the children cannot distinguish the numbers. One of the teacher's efforts in developing numeracy skills is using smartwatch media that can stimulate children to do learning activities, develop their imagination, and make it easier to recognize and know symbols (numbers, pictures, gestures). How to use a smartwatch is by moving the numbers to the matching picture; children directly know the number symbols, especially if they can develop numeracy skills. The intent and purpose of this research are to develop the numeracy skills of group A children with smartwatch games. This research uses a qualitative descriptive method, while the research subjects for group A are 10 children. Data was collected through observation and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusions. Research results show that through the smartwatch method, children are able to recognize time, name, and order numbers 1-12, understand more and less, and differentiate between numbers 6 and 9.Berhitung permulaan merupakan hal dasar atau awal tentang aspek kognitif yang masuk ke dalam ilmu matematika sederhana. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan sebagian anak belum mampu membilang dan menyebutkan dengan benar, terlihat pada saat guru mengangkat tujuh jarinya kemudian meminta anak untuk menghitung, sebagian anak ada yang menyebut lima, enam, sembilan. Anak belum mampu mengenal lambang bilangan terlihat pada saat guru memperlihatkan angka di papan tulis beberapa anak belum bisa membedakan angka 6 dan 9. Upaya untuk mengembangkan kemampuan berhitung salah satunya adalah menggunakan media jam pintar yang dapat merangsang anak melakukan kegiatan, mengembangkan imajinasinya, memudahkan pemahaman akan mengenal simbol (angka, gambar, isyarat). Cara menggunakan jam pintar dengan menggerakkan angka ke gambar yang sesuai, secara tidak langsung anak belajar mengenal angka sekaligus berhitung sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berhitung anak kelompok A melalui permainan jam pintar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman melalui 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan melalui metode jam pintar anak mampu mengenal waktu, menyebutkan dan mengurutkan angka 1-12, memahami banyak-sedikit benda, membedakan angka 6 dan 9

    Buku Cerita Digital Interaktif sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Literasi Baca-Tulis Anak Usia Dini

    No full text
    Kemampuan membaca dan menulis merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup anak. Namun, ada anak-anak yang sebagian besar masih menghadapi kesulitan membaca serta menulis,  seperti anak belum bisa mengungkapkan bahasa serta belum bisa membaca dan menulis namanya dengan lengkap. Dengan karakteristik anak yang suka melihat buku yang bergambar, buku cerita digital bisa menjadi solusi untuk meningkatkan literasi baca-tulis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media buku cerita digital bagi anak usia dini dapat meningkatkan literasi baca-tulis anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan analisis data deskriptif persentase. Penelitian ini menggunakan subjek berupa enam anak laki laki dan dua anak perempuan kelas B di RA Al-Majidiyyah. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil dan analisis data diperoleh bahwa buku cerita digital interaktif ini dapat meningkatkan literasi baca-tulis anak usia dini dengan indikaror (1) Anak mampu menulis namanya sendiri dengan lengkap 54,5%; (2) Anak mampu membaca namanya sendiri denga lengkap 72,46% ; (3) Anak mampu mengelompokkan gambar berdasarkan huruf awalan sama 85,6%. Reading and writing are some of the most important skills for a child's survival. However, there are children who mostly still face difficulties in reading and writing, such as children who cannot express language and cannot read and write their names completely. With the characteristics of children who like to see picture books, digital storybooks can be a solution to improve children's reading and writing literacy. This study aims to determine whether the use of digital storybook media for early childhood can improve children's reading and writing literacy. This study uses a quantitative descriptive method using data collection techniques in the form of observation and descriptive percentage data analysis. This study used subjects in the form of six boys and two girls in class B at RA Al-Majidiyyah. The results of this study, based on the results and data analysis obtained, indicate that this interactive digital storybook can improve early childhood reading and writing literacy with indicators. (1) Children can write their names completely 54.5%; (2) Children can read their names completely 72.46%; (3) Children can group images based on the same initial letters 85.6%.Kemampuan membaca dan menulis merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup anak. Namun, sebagian besar anak-anak masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, seperti anak belum bisa membaca dan menulis namanya dengan lengkap, dan belum bisa menungkapkan bahasa. Dengan karakteristik anak yang suka melihat buku yang bergambar, buku cerita digital bisa menjadi solusi untuk meningkatkan literasi baca-tulis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan literasi baca-tulis anak usia dini melalui buku cerita digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan analisis data deskriptif persentase. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 anak laki laki dan 2 anak perempuan kelas B di RA Al Majidiyyah. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil dan analisis data diperoleh bahwa buku cerita digital interaktif ini dapat meningkatkan literasi baca-tulis anak usia dini dengan indikaror (1) Anak mampu menulis namanya sendiri dengan lengkap 54,5%; (2) Anak mampu membaca namanya sendiri denga lengkap 72,46% ; (3) Anak mampu mengelompokkan gambar berdasarkan huruf awalan sama 85,6%

    Pengaruh Kegiatan Public Speaking Terhadap Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan public speaking terhadap kemampuan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Cabang Maccini Baji. Penelitiannya menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design. Populasi penelitian berjumlah 20 anak usia 5-6 tahun, dengan Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel terdiri dari 10 orang sampel anak di kelas eksperimen dan 10 orang kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, dan analis statistik non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan public speaking menggunakan cara bermain peran (role play) dan show and tell, meningkatkan kemampuan berbicara anak. Pengaruhnya signifikan di kelas eksperimen yakni Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.004. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan public speaking berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Cabang Maccini Baji.   Kemampuan berbicara merupakan keterampilan yang penting untuk dikuasai oleh setiap anak. Namun, masih banyak anak yang belum dapat berbicara dengan baik. Oleh karena itu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi pembelajaran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan public speaking terhadap peningkatan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK ABA Boronguntia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental. Populasi penelitian terdiri dari 20 anak usia 5-6 tahun, dengan teknik sampling jenuh, sehingga sampel yang digunakan adalah 10 anak pada kelas eksperimen dan 10 anak pada kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan public speaking yang dilakukan dengan metode bermain peran (role play) dan show and tell berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara anak. Hal ini terbukti dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.004 pada kelas eksperimen. Speaking ability is an important skill to be mastered by every child. However, there are still many children who cannot speak well. Therefore, Early Childhood Education (PAUD) has a very important role in facilitating children's learning. This study aims to determine the effect of public speaking activities on improving the speaking ability of children aged 5-6 years at ABA Boronguntia Kindergarten. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental research design. The study population consisted of 20 children aged 5-6 years, with a saturated sampling technique. Hence, the samples used were 10 children in the experimental class and 10 children in the control class. Data collection techniques were carried out through observation, testing, and documentation. The data obtained were analyzed using descriptive and non-parametric statistical analysis. The results of the study showed that public speaking activities carried out using the role-play and show-and-tell methods had a significant effect on improving children's speaking ability. This is evidenced by the Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.004 value in the experimental class

    Pengembangan Aspek Sosial Anak Usia Dini Perspektif Maria Montessori Dalam Buku The Absorbent Mind

    No full text
    Maria Montessori's thoughts on early childhood education have had a tremendous impact on educators and observers of early childhood development. Maria Montessori developed many theories from various experiences she had while running Casa Dei Bambini, or the children's house, at that time. One of the theories she put forward from her experience was the theory of children's social development. The purpose of this study is to examine the results of Maria Montessori's thoughts related to aspects of social development that she has put forward in her book entitled The Absorbent Mind. This research is library research. The data source in this study is a book by Maria Montessori entitled The Absorbent Mind. The data collection technique used by the researcher in this study is documentation in the form of previous literature, both research and theory. The data analysis technique used is content analysis, where the researcher will reveal the contents of a book that describes the situation of the researcher and his community at the time the book was written. The results of this study show that the aspects of social development developed by Maria Montessori, as stated in her book The Absorbent Mind, are respect, patience, friendship and mutual affection, independence, mutual respect, helping each other, and a sense of togetherness.Pemikiran Maria Montessori dalam bidang pendidikan anak usia dini memberikan dampak yang luar biasa bagi pendidik dan pemerhati tumbuh kembang anak usia dini. Maria Montessori mengembangkan banyak teori dari berbagai pengalaman yang dialaminya selama menjalankan Casa Dei Bambini atau rumah anak saat itu, salah satu teori yang ia kemukakan dari pengalamanya tersebut yakni teori perkembangan sosial anak. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengkaji hasil pemikiran Maria Montessori terkait aspek perkembangan sosial yang telah ia kemukakan. Penelitian ini merupakan penelitin Pustaka ataupun library research. Sumber data dalam penelitian ini yakni buku karya Maria Montessori yang berjudul The Absorbent Mind Pikiran Yang Mudah Menyerap. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yakni dokumentasi berupa literatur terdahulu, baik penelitian ataupun teori. Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni analisis isi (content analisys) yang dimana peneliti akan mengungkapkan isi sebuah buku yang menggambarkan situasi peneliti dan masyarakatnya pada waktu buku itu ditulis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasanya aspek perkembangan sosial yang dikembangkan oleh Maria Montessori sebagaimana tertuang dalam bukunya The Absorbent Mind adalah menghargai, kesabaran, persahabatan dan saling menyayangi, mandiri dan saling menghargai, tolong menolong, dan rasa kebersamaan

    Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada Anak Usia Dini melalui Permainan Media Boneka Tangan

    No full text
    Language development in early childhood refers to the ability to listen, acquire vocabulary, communicate, and understand the use of symbols. However, some teachers still struggle to tell stories effectively. Therefore, teachers use hand puppets as engaging tools to enhance children's receptive language skills. This study aimed to examine the development of receptive language skills in children aged 5–6 years through the use of hand puppet media, employing a qualitative descriptive method. The subjects of this study were 10 children, consisting of seven girls and three boys. Data were collected through interviews and observations. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed a significant improvement in the children's receptive language skills, with no children remaining in the not-yet-developed category after participating in hand puppet activities. The learning process in Group B revealed that children demonstrated the ability to listen attentively, as seen in their correct responses to teacher questions and their ability to follow instructions, achieving a developing very well assessment.Pengembangan bahasa untuk anak usia dini ialah anak mampu mendengar, memiliki perbendaharaan kata, komunikasi serta simbol-simbol yang melambangkannya. Masih adanya  guru masih kurang mahir dalam proses penyampaian cerita dengan baik, untuk itu boneka tangan digunakan dengan semenarik mungkin  supaya anak bisa meningkatkan bahasa reseptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kemampuan bahasa reseptif melalui penggunaan media boneka tangan pada anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan metode deskriptif  kualitatif. Subjek  dalam penelitian ini berjumlah 10 anak terdiri dari tujuh anak perempuan dan tiga anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan hasil wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan model miles dan huberman yaitu reduksi data, penyajiam dam penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak pada usia 5-6 tahun meningkat, tidak ada lagi anak yang belum berkembang melalui kegiatan bermain boneka tangan. Dari hasil pembelajaran peningkatan keterampilan bahasa reseptif dengan bermain tangan pada kelompok B, diperoleh hasil bahwa anak mengetahui cara mendengarkan perkataan orang lain terlihat saat anak mampu menjawab pertanyaan guru dengan benar serta anak melakukan kegiatan sesuai perintah dengan penilaian berkembang sangat baik

    Pengembangan media pop-up book pada materi bangun ruang untuk siswa kelas V sekolah dasar

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang tersedianya media pada pembelajaran matematika yang dapat menunjang siswa untuk memahami materi. Sehingga, peneliti bermaksud untuk mengembangkan pop-up book pada materi bangun ruang untuk siswa kelas V sebagai media yang dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan siswa dalam memahami materi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan antara lain analysis, design, development, implementation dan evaluation. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan angket. Berdasarkan hasil validasi, media pop-up book mendapatkan penilaian sebesar 84% dari ahli materi dengan kategori “sangat layak” dan 93% dari ahli media dengan kategori “sangat layak”. Adapun saat implementasi mendapatkan persentase dari respon siswa uji coba tahap satu  sebesar 92,94% dengan kategori “sangat praktis” dan dari respon siswa uji coba tahap dua  mendapatkan persentase sebesar 94,46% dengan kategori “sangat praktis”. Berdasarkan hasil tersebut, media pop-up book bangun ruang sangat layak dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran  di sekolah dasar

    Analisis kesulitan menulis huruf tegak bersambung pada siswa kelas II SDN 2 Kiarajangkung Kecamatan Sukahening

    Get PDF
    Abstract: This research aims to describe the difficulties in writing cursive letters and to determine the factors that cause difficulties in writing cursive letters. The method practiced in research is a descriptive method with a qualitative approach. In this research, the techniques used by researchers to obtain and collect data are through observation, interviews, assignments and documentation. In this research, researchers used source triangulation techniques. The data analysis method used in this research is data reduction, data display. The research results showed that of the 4 students, namely DH, ANM, SH, and YDF, the difficulties that had been identified, there were 2 difficulties that were most often found, namely difficulty distinguishing continuous vertical letters and difficulty following the correct line flow. The difficulty factors faced by students in writing cursive letters are internal factors and external factors. It can be concluded that the difficulty is more dominant due to internal factors, namely correct body position when writing. Meanwhile, external factors include: bright lights, chatting while studying, and disturbing friends. Keywords:  writing, continuous upright letters, factor   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan dalam menulis huruf tegak bersambung dan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan dalam menulis huruf tegak bersambung. Metode yang dipraktikan dalan penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh dan mengumpulkannya yaitu melalui obervasi, wawancara, penugasan, dan dokumentasi.  Dalam penelitian ini penenliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Metode Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Reduksi Data, Display Data. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari ke 4 siswa yaitu DH, ANM, SH, dan YDF kesulitan yang telah diindetifikasi, ada 2 kesulitan yang paling banyak ditemukan yaitu kesulitan membedakan huruf tegak bersambung dan kesulitan mengikuti alur garis yang tepat. Adapun faktor kesulitan yang dihadapi siswa dalam menulis huruf tegak bersambung yaitu terdapat faktor internal dan faktor eksternal. Dapat disimpulkan kesulitan yang lebih dominan pada faktor internal yaitu pada psosisi tubuh yang benar pada saat menulis. Sedangkan faktor eksternal yaitu meliputi: cahaya terang, mengobrol saat belajar, dan menggangu teman. Kata Kunci : Menulis,  Huruf Tegak Bersambung, Fakto

    4,363

    full texts

    6,108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇