Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
    6108 research outputs found

    Peningkatan kemampuan berpikir kritis menggunakan model contextualkteaching andklearning (CTL) materi kalor dan perubahannya pada siswa kelas V sekolah dasar

    No full text
    This research aims to determine the increase in critical thinking skills by using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model of heat material and its changes in fifth grade elementary school students. The research subjects were 30 class V students at SDN Sirnagalih consisting of 11 female students and 19 male students. The quantitative data collection technique used was by providing pretest and posttest questions. The results of this research which has been carrid out can be concluded by using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model to improve critical thinking skills regarding heat material and its changes in fifth grade elementary school students who have an average score of 54,87 before carying treatment and have experienced an increase amounted to 77,35 after using treatment

    Analisis penerapan model porject based learning di sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS mengenai konsep budidaya tanaman

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasr, khususnya dalam konteks pembelajaran konsep budidaya tanaman. PjBL berbasis pembelajaran yang memfokuskan pada keterlibatan aktif siswa melalui proyek nyata yang menantang, yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di salah satu sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait. Hasil peelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL pada topik budidaya tanaman berhasil meningkatkan pemahaman konsep siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan kolaborasi. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran dan mampu mengaitkan teori dengan praktik melalui proyek yang siswa lakukan. Meskipun demikian, ditemukan beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumber daya, serta kebutuhan akan pelatihan lebih lanjut bagi guru dalam menerapkan PjBL secra efektif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa model PjBL efektif untuk pembelajaran IPAS, khususnya dalam topik budidaya tanaman, namun memerlukan dukungan yang memadai dari segi sumber daya dan pelatihan guru. Kata Kunci: Project Based Learninb,IPAS,Budidaya Tanaman

    Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis surat pribadi berbasis chromebook

    No full text
    Kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat guru sebagai tenaga pendidik dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi guna menunjang proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan kurikulum merdeka belajar yang mengharuskan para guru dan siswa untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas belajar. Salah penerapannya yaitu pembelajaran menggunakan media chromebook yang diterapkan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis surat pribadi berbasis chromebook. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Rejodadi 02 Cimanggu, Kabupaten Cilacap, yang berjumlah 24 siswa. Sedangkan Teknik pengambilan data yang digunakan berupa penyebaran angket melalui link google form yang kemudian dituangkan dalam bentuk grafik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis surat pribadi berbasis chromebook memberikan banyak dampak positif bagi siswa diantaranya yaitu menyenangkan, lebih menarik daripada menggunakan buku bacaan, serta dapat meningkatan motivasi belajar dalam diri siswa. Namun, masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam penggunaan media pembelajaran chromebook ini. Penyebabnya adalah masih adanya siswa yang kurang edukasi mengenai penggunaan teknologi. Hal ini menjadi tanggung jawab dari pihak sekolah agar nantinya media pembelajaran ini dapat diterapkan dengan baik dan bermanfaat

    Penerapan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas 4 sekolah dasar

    No full text
    Abstract Scientific process skills are crucial for students to develop scientific understanding (Suhartini & Hadi, 2015). However, the development of these skills among students in Indonesia appears to be underdeveloped. This issue arises because students seldom apply process skills in learning through practical activities, from observation to drawing conclusions. Therefore, the researcher believes that an approach is needed to help students enhance their scientific process skills, specifically the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. This study aims to describe the implementation of the Culturally Responsive Teaching approach to improve scientific process skills in the context of matter and its changes in a 4th-grade elementary class. This classroom action research was conducted in two cycles, integrating students' cultural contexts into learning activities to create a more relevant and meaningful learning experience. The subjects of this study were 28 students from class IV A SDN 065 Cihampelas, comprising 19 male students and 9 female students. The results of this study indicate that the implementation of CRT can enhance students' scientific process skills, achieving a completeness rate of 85%. Furthermore, the CRT approach also improved students' skills in observing, applying concepts, and interpreting data.   Keyword: Culturally Responsive Teaching, Science Process Skills.   Abstrak  Keterampilan proses sains merupakan hal yang penting bagi peserta didik untuk membentuk suatu pemahaman ilmiah (Suhartini & Hadi, 2015). Namun keterampilan proses sains siswa di Indonesia terlihat masih belum berkembang. Hal ini terjadi karena siswa masih jarang mengaplikasikan keterampilan proses dalam pembelajaran melalui kegiatan praktikum, mulai dari mengamati hingga menarik kesimpulan. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu suatu pendekatan untuk dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan proses sains mereka, yaitu pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan CRT untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada materi wujud zat dan perubahannya di kelas IV A Sekolah Dasar. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan mengintegrasikan konteks budaya siswa ke dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 065 Cihampelas dengan jumlah seluruh siswa sebanyak 28 orang terdiri dari 19 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan CRT dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan tingkat ketuntasan sebesar 85%. Selain itu pendekatan CRT juga meningkatkan keterampilan proses sains siswa, seperti kemampuan mengamati, menerapkan konsep, dan menginterpretasi.   Kata Kunci: Pendekatan Culturally Responsive Teaching, Keterampilan Proses Sain

    Kajian teoritis: manajemen pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dengan fokus pada pemahaman dan kesiapan sekolah, strategi manajemen pelaksanaan, serta kontribusi pembelajaran berbasis proyek dan diferensiasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang mengkaji berbagai literatur terkait pelaksanaan kurikulum tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh pemahaman mendalam tentang filosofi kurikulum, kesiapan sekolah dalam hal sumber daya manusia dan infrastruktur, serta kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan kolaboratif. Pembelajaran berbasis proyek dan diferensiasi terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal kesiapan guru dan keterbatasan sarana. Selain itu, evaluasi berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, serta pemanfaatan teknologi, dapat mempercepat perbaikan dan peningkatan kualitas implementasi kurikulum. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan sekolah terus memperkuat pelatihan guru, meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan proses evaluasi untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka

    Efektivitas model window shopping terhadap berpikir kreatif dan kolaborasi siswa kelas V SD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelaah efektivitas model pembelajaran Window Shopping dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan kolaboratif siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sekolah dasar yang ada di Kabupaten Purwakarta dan berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kreatif serta lembar observasi kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan berpikir kreatif siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 61,23 menjadi 88,40 dan hasil uji paired sample t-test sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata pada sebelum dan setelah diberikan pebelajaran. Nilai N-Gain sebesar 0,69 mengindikasikan adanya peningkatan pada kategori sedang. Secara spesifik setiap indikator berpikir kreatif mengalami peningkatan, indikator originality menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 0,31 poin. Di sisi lain, hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi siswa meningkat dari kategori sedang (59%) pada pertemuan pertama menjadi sangat baik (82%) pada pertemuan kedua, dengan peningkatan tertinggi pada indikator penghargaan terhadap kontribusi anggota kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa model Window Shopping secara signifikan mampu memfasilitasi pengembangan berpikir kreatif dan kolaboratif sebagai bagian dari kompetensi esensial pembelajaran abad ke-21. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shooping, Berpikir Kreatif, Kolaboras

    Upaya meningkatkan sikap kerjasama kelompok menggunakan model problem based learning (PBL) berbasis eksperimen materi bencana alam kelas V SDN Pahonjean 03: Cooperation, pbl

    No full text
    This study attempts to improve the attitude of group cooperation of students using the Problem Based Learning (PBL) model based on experiments on natural disaster material. The research was conducted at SD N Pahonjean 03. The object of this research was 26 fifth grade students, each consisting of 11 male students and 15 female students. Data collection in this study used tests and non-tests. The results of the study using the PBL model showed an increase in student cooperation through experimental-based learning activities. The results of the student cooperation questionnaire in cycle II showed an increase from 40% at the second meeting of cycle I to 83% at the fourth meeting of cycle II. This is included in the Very Good category, and exceeds the completion limit of the success indicator of 75%. Keywords: cooperation, PBL

    PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PESANTREN

    No full text
    Minimnya kajian tentang integrasi pendidikan islam dengan kearifan lokal di lembaga PAUD Pesantren, padahal praktik tersebut berpotensi dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan Islam berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di lingkungan pesantren serta menganalisis pengaruhnya terhadap pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi Pondok Pesantren Taman Bunga Pamekasan yang memiliki unit PAUD. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal diterapkan melalui pembelajaran formal di kelas, keterlibatan anak dalam kegiatan keagamaan pesantren, dan pembiasaan perilaku sehari-hari. Selain itu,  Tradisi pesantren seperti tahlilan, marhabanan, kenduri, gotong royong, dan penghormatan kepada guru menjadi media efektif untuk menanamkan nilai religius, sopan santun, kebersamaan, kemandirian, dan kepedulian sosial pada anak. Selanjutnya, Keteladanan guru dan pengasuh pesantren berperan penting dalam keberhasilan penerapan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Islam berbasis kearifan lokal di Pondok Pesantren Taman Bunga Pamekasan mampu membentuk akhlak mulia sekaligus memperkuat identitas budaya anak. Temuan ini, dapat menjadi alternatif strategis dalam pengembangan pendidikan karakter anak usia dini, khususnya di wilayah dengan tradisi islami lokal yang masih terjaga. There is a lack of studies on the integration of Islamic education with local wisdom in Islamic boarding school early childhood education institutions, even though this practice has the potential to shape children's character from an early age. This study aims to describe the application of local wisdom-based Islamic education in early childhood in Islamic boarding schools and analyze its influence on character building in children. The research used a descriptive qualitative approach at the Taman Bunga Pamekasan Islamic Boarding School, which has an early childhood education unit. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that Islamic education based on local wisdom was implemented through formal classroom learning, children's involvement in pesantren religious activities, and the habit of daily behavior. In addition, pesantren traditions such as tahlilan, marhabanan, kenduri, gotong royong, and respect for teachers are effective media for instilling religious values, manners, togetherness, independence, and social awareness in children. Furthermore, the exemplary behavior of teachers and pesantren caregivers plays an important role in the successful application of these values. This study concludes that the local wisdom-based Islamic education model at the Taman Bunga Islamic Boarding School in Pamekasan is capable of shaping noble character while strengthening identity.This study aims to describe the implementation of local wisdom-based Islamic education in early childhood in Islamic boarding schools and analyze its influence on character building in children. The study uses a descriptive qualitative approach and is conducted at the Taman Bunga Pamekasan Islamic boarding school, which has an early childhood education unit. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Islamic education based on local wisdom is implemented through formal classroom learning, children's involvement in pesantren religious activities, and the cultivation of daily behaviors. Pesantren traditions such as tahlilan, marhabanan, kenduri, gotong royong, and respect for teachers serve as effective means to instill religious values, etiquette, solidarity, independence, and social responsibility in children. The exemplary behavior of teachers and pesantren caregivers plays a crucial role in the successful implementation of these values. This study concludes that the Islamic education model based on local wisdom at the Taman Bunga Pamekasan Islamic boarding school not only shapes children with noble character and an understanding of religious teachings but also strengthens their cultural identity. This model can serve as a strategic alternative for the development of character education for young children, particularly in regions with a rich tradition of Islamic-local heritage that remains preserved

    Pemanfaatan Metode Storytelling Berbantuan Aplikasi Let’s Read untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Anak Usia Dini

    No full text
    Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern pembelajaran Bahasa Inggris ini sangat dibutuhkan dan diperkenalkan kepada anak sejak dini, oleh karena itu perlunya menstimulasi aspek perkembangan bahasa selain bahasa Ibu. Berdasarkan kenyataan dilapangan bahwa kemampuan berbahasa Inggris anak belum muncul seperti pengucapan kosa kata, pelafalan huruf abjad dan angka sehingga perlu adanya peningkatan keterampilan berbahasa Inggris.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa Inggris pada anak setelah diterapkan metode storytelling dengan aplikasi Let’s Read  pada anak kelompok B. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas mengacu pada model Kemmis & Taggart. Subjek penelitian yakni 13 anak yang terdiri dari 6 anak perempuan dan 7 anak laki-laki pada anak usia 5-6 tahun. Selama penelitian berlangsung teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni berupa wawancara, observasi, sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 80%. Adapun hasil penelitian pada observasi awal sebesar 31%, selanjutnya pada siklus I mengalami progress sebesar 49%, lalu pada siklus ke II menjadi 80%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan metode storytelling berbantuan aplikasi Let’s Read ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pada Kelompok B di RA Arafah.    Along with the rapid development of the modern era, English learning has become increasingly essential and is introduced to children from an early age. Therefore, it is necessary to stimulate language development beyond the mother tongue. Field observations show that children’s English skills have not yet developed, particularly in vocabulary, pronunciation, letter and number recognition, and overall early English proficiency. This indicates the need to improve children’s English language abilities. This study aims to determine the improvement in children's English language skills after implementing the storytelling method using the Let’s Read application in Group B. The research employed Classroom Action Research (CAR), referring to the Kemmis & Taggart model. The subjects consisted of 13 children, six girls and seven boys, aged 5–6 years. Data were collected through interviews and observations, while the data analysis technique used was descriptive quantitative analysis. The success indicator in this study was set at 80%. The findings showed that children's initial English ability was 31%, increased to 49% in Cycle I, and reached 80% in Cycle II. Based on these results, it can be concluded that the storytelling method assisted by the Let’s Read application effectively improves English language skills in Group B at RA Arafah

    ANALISIS RESPONS SISWA TERHADAP MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PUISI

    No full text
    Salah satui masalah dalam proseis peimbeilajaran adalah keimampuian beirpikir kritis siswa yang reindah, yang meindorong peineilitian ini. Siswa meinghadapi keisuilitan dalam meinuilis puiisi diseibabkan kareina siswa tidak teirlalui teirtarik uintuik meimpeilajarinya, seihingga proseis peimbeilajaran meinjadi kuirang eifeiktif. Tuijuian dari peineilitian ini uintuik meindeiskripsikan reispons siswa teirhadap peingguinaan modeil probleim baseid leiarning seibagai modeil dalam meiningkatkan keiteirampilan meinuilis puiisi. Peineilitian ini meingguinakan meitodei kuialitatif, deingan jeinis deiskriptif kuialitatif. Data dipeiroleih dari hasil angket respons siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII Mts Nur Fauzan yang jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik kuesioner. Hasil dari analisis yang digunakan memperoleh nilai rata-rata 84% dari hasil rata-rata terbukti bahwa model problem based learning efektif digunakan dalam pembelajaran

    4,363

    full texts

    6,108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇