Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
ANALISIS PEMBERDAYAAN KADER POSAYANDU DALAM PENANGGULANGAN STUNTING PADA BALITA DI RT 27 CENDANA KOTA SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan kader Posyandu dalam penanggulangan stunting pada balita di RT 27 Cendana, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda. Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius akibat kekurangan gizi kronis dan pola asuh yang kurang tepat. Kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, baik melalui pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), maupun sosialisasi kepada orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kader Posyandu, pihak puskesmas, orang tua balita, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan kader meliputi tahapan persiapan, penguatan kapasitas, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kader terbukti mampu berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh yang tepat. Dengan demikian, pemberdayaan kader Posyandu memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas
PELATIHAN DIGITAL MARKETING KARYAWAN SALON UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DI SALON JOIS TURANGGA
The beauty salon industry in Indonesia has grown rapidly, encouraging businesses to adapt to the digital era through modern marketing strategies. This study aims to analyze the effectiveness of digital marketing training in improving employees’ competencies and salon income. The research applied a Mixed Method with a Sequential Explanatory Design, combining quantitative pretest–posttest analysis with qualitative interviews and observations. Results show a significant improvement in employees’ abilities after the training. The average pretest score of 52 increased to 76 posttest, accompanied by a 30–50% increase in revenue and improved work efficiency. The SWOT analysis revealed that the main strength lies in enhanced digital skills, while challenges include limited technological infrastructure. Therefore, digital marketing training effectively improves human resource competencies and strengthens business competitiveness
PENGARUH PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATA SANGHYANG HEULEUT DESA RAJAMANDALA KULON
Penelitian ini mengkaji revitalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam mengoptimalkan mutu pembelajaran dan partisipasi masyarakat. PKBM berperan penting sebagai lembaga pendidikan non-formal yang menyediakan layanan pembelajaran fleksibel bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pendidikan formal. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, penggunaan metode konvensional, dan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian kualitatif ini dilakukan di PKBM Mekarsari Padalarang dengan melibatkan pengelola, tutor, dan warga belajar sebagai responden melalui observasi, wawancara, serta penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform digital seperti pembelajaran daring, aplikasi komunikasi, dan media interaktif meningkatkan efektivitas penyampaian materi, memperluas akses pendidikan, serta mendorong partisipasi masyarakat secara aktif. Revitalisasi PKBM melalui pemanfaatan teknologi informasi memperkuat peran lembaga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan dan literasi digital. Rekomendasi penelitian ini meliputi pelatihan kompetensi digital bagi tutor dan pengelola, penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai, serta dukungan kebijakan berkelanjutan dari pemerintah dan pemangku kepentingan
Pengembangan media card match untuk pembelajaran Aksara Sunda bagi siswa kelas V SD
Abstract
This study aims to develop an innovative learning medium in the form of card match for teaching Sundanese script within the local content curriculum of Sundanese Language. The novelty of this media lies in its specific focus on Sundanese script, making it more relevant to local learning needs compared to the general applications of paired cards, which are often used for broader subjects. The research employs a Design-Based Research (DBR) method, involving iterative stages of design, development, and evaluation of the product. The final product was tested in field trials, where student responses indicated an eligibility rate of 88%, suggesting the media’s high suitability as a learning aid. The findings show that a focused approach to Sundanese script enhances the relevance and effectiveness of local content learning, thereby enriching students' learning experience of cultural heritage. This study’s results are expected to contribute significantly to the preservation of Sundanese script and provide an engaging, effective alternative learning media for students.
Keyword: Sundanese Script, Card Match, Design-Based Research.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa kartu berpasangan (card match) untuk materi aksara sunda dalam Muatan Lokal Bahasa Sunda. Kebaharuan media ini terletak pada fokusnya yang spesifik pada aksara sunda, sehingga lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran lokal dibandingkan aplikasi kartu berpasangan yang biasanya diterapkan pada materi yang lebih umum. Metode penelitian yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR), yang melibatkan tahapan desain, pengembangan, dan evaluasi produk secara iteratif. Produk yang dihasilkan diuji melalui uji coba lapangan, di mana penilaian respons siswa menunjukkan persentase kelayakan sebesar 88%, yang mengindikasikan bahwa media ini sangat layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terfokus pada aksara sunda dapat meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran Muatan Lokal, sehingga dapat memperkaya pengalaman belajar siswa terhadap warisan budaya daerah. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi penting dalam upaya pelestarian aksara Sunda serta memberikan alternatif media pembelajaran yang menarik dan efektif bagi siswa.
Kata Kunci: Aksara Sunda, Card Match, Design-Based Research
Pengembangan LKPD berbasis etnomatematika motif batik pada materi bangun datar di Sekolah Dasar
Abstract
This research aims to develop teaching materials in the form of ethnomathematics-based LKPD on plane figures in elementary schools. Based on the results of the preliminary study, problems in mathematics learning were found, such as lack of interest from students and lack of creativity in using teaching materials. The solution to this problem is to develop LKPD based on batik motif ethnomathematics. The method used in this research is the EDR (Educational Design Research) development research method with three stages, namely analysis and exploration, design and evaluation and reflection. The data collection techniques used were interviews, observation, documentation, expert validation questionnaires, student response questionnaires, and teacher response questionnaires. The results of the validation show that the score obtained from didactic experts was 94.44%, was obtained in the very appropriate category, and from technical experts a score was obtained of 93.33% in the very appropriate category. Meanwhile, the results of student responses obtained an average score of 93% in the very practical category and the results of the teacher response questionnaire obtained an average score of 92% in the very practical category. Based on the research results, LKPD based on ethnomathematics of batik motifs is very feasible and very practical to use to make it easier for students to study flat shape material in elementary schools.
Keywords: Ethnomathematics, Elementary schools, LKPD
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa LKPD berbasis etnomatematika pada materi bangun datar di sekolah dasar. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diperoleh temuan permasalahan dalam pembelajaran matematika seperti kurangnya minat dari peserta didik dan kurangnya kreatifitas dalam penggunaan bahan ajar. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan LKPD berbasis etnomatematika motif batik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian pengembangan EDR (Educational Design Research) dengan tiga tahapan yakni analisis dan eksplorasi, desain dan serta evaluasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi, dokumentasi, angket validasi ahli, angket respon siswa, dan angket respon guru. Hasil dari validasi menunjukkan perolehan skor yang didapat dari ahli didaktik adalah sebesar dengan 94,44%, dan dari ahli teknis diperoleh skor sebesar 93,33% dengan kategori sangat layak. Sementara hasil dari respon siswa diperoleh skor rata-rata sebesar 93% dengan kategori sangat praktis dan hasil dari angket respon guru diperoleh skor rata-rata sebesar 92% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian, LKPD berbasis etnomatematika motif batik sangat layak dan sangat praktis digunakan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi bangun datar di sekolah dasar.
Kata Kunci: Etnomatematika, Sekolah Dasar, LKP
Pengaruh kreativitas siswa kelas VI SD 1 Mlati Lor melalui proyek batik ramah lingkungan berbasis pembelajaran STEAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran STEAM-Project melalui berkarya batik ramah lingkungan akan berpengaruh terhadap kreativitas siswa atau tidak. Model pembelajaran STEAM-Project merupakan model pembelajaran yang memadukan beberapa Pelajaran seperti, sains, technology, engineer, art dan mathematic (STEAM) dalam satu kegiatan pembelajaran. STEAM merupakan metode yang dikembangkan dari metode STEM-Project yang sebelumnya telah ada dan dipadukan dengan art(seni) untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan pre experimental design dengan desain one group pre-treatment and posttreatment design. Dalam penelitian ini jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik saturation sampling. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD 1 Mlati Lor Kudus yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan paired sample t test. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran STEAM-Project melalui berkarya batik ramah lingkungan terhadap kreativitas siswa SD 1 Mlati Lor dengan thitung > dari ttabel yaitu 20.034 > 1.697 dan Sig. (2 tailed) = 0,000 < 0,05. Besar pengaruhnya sebesar 0.6670 sehingga kategori efektivitasnya sedang
Pengaruh model pembelajaran problem based learning dengan bantuan media educaplay terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa Madrasah Ibtidaiyah
Kemampuan berpikir kritis matematis penting untuk membekali siswa menghadapi tuntutan abad 21. Namun, kenyataannya di sekolah dasar kemampuan ini masih rendah karena pembelajaran masih berpusat pada guru. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif Educaplay. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh PBL berbantuan Educaplay terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas V MI PGM Kota Cirebon pada materi bangun datar. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari kelas eksperimen dengan PBL berbantuan Educaplay dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen berupa tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest lebih tinggi, didukung hasil uji-t, serta observasi menunjukkan aktivitas guru dan siswa meningkat pada tiap pertemuan. Dengan demikian, PBL berbantuan Educaplay efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna di sekolah dasar
Power Point: Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini
Kemampuan yang penting untuk anak usia dini pada masa ini yaitu berpikir logis. Dari pengamatan awal peneliti memahami jika kemampuan berpikir logis sangatlah penting, maka dari itu penelitian akan meneliti kemampuan berpikir logis karena kemampuan berpikir logis akan mendukung perkembangan anak di masa depan agar bisa mengandalkan diri sendiri untuk menyelesaikan masalah yang akan di hadapi ke depannya. Dalam menstimulus kemampuan berpikir logis dibutuhkan media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan media pembelajaran berbasis komputer seperti power point interaktif. Pemilihan power point interaktif melalui tema yang membahas mengenai diri anak, seperti tema diriku; perasaanku; keluargaku; dengan begitu anak akan mengenal tentang dirinya. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis pada anak usia 4-5 tahun (K1-A) melalui media power point interaktif sedangkan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif, yang melibatkan proses analisis data yang mencakup reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan data. Subjek penelitian terdiri dari 13 anak yang termasuk dalam kelompok A (K1-A) di TKK Guntur BPK Penabur, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir logis pada anak-anak kelompok A (K1-A) ketika mereka menggunakan media pembelajaran power point interaktif. Dari total 13 subjek penelitian, tiga anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir logis, sementara sepuluh anak lainnya telah mencapai perkembangan yang sangat positif dalam kemampuan berpikir logis.
Logical thinking is a fundamental ability in early childhood development, as it supports children’s capacity to process information and solve problems independently. Initial observations indicated that logical thinking skills play a crucial role in supporting children’s future development; therefore, this study focuses on examining and enhancing logical thinking skills in early childhood. To stimulate logical thinking abilities, engaging learning media are required. One such medium is computer-based learning media, specifically interactive PowerPoint. The selection of interactive PowerPoint media was based on the use of themes closely related to children’s personal experiences, such as my feelings and my family, which help children develop self-understanding and logical reasoning. This study aims to improve the logical thinking skills of children aged 4–5 years (K1-A) through the use of interactive PowerPoint media. Data were collected through observation and documentation. A qualitative descriptive approach was employed, with data analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The research subjects consisted of 13 children in Group A (K1-A) at TKK Guntur BPK Penabur, Bandung City. The findings revealed a significant improvement in children’s logical thinking skills following the implementation of interactive PowerPoint learning media. Of the 13 participants, three children demonstrated a substantial increase in logical thinking abilities. In contrast, the remaining ten children showed very positive development in this area. These results indicate that interactive PowerPoint media effectively support the development of logical thinking skills in early childhood.Salah satu kemampuan yang penting dimiliki anak pada masa ini adalah kemampuan berpikir logis. Alasan peneliti memilih berpikir logis untuk diteliti karena kemampuan berpikir logis akan mendukung perkembangan anak di masa depan agar bisa mengandalkan diri sendiri untuk menyelesaikan masalah yang akan dihadapi ke depannya. Dalam menstimulus kemampuan berpikir logis dibutuhkan media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan media pembelajaran berbasis komputer seperti power point interaktif. Pemilihan power point interaktif melalui tema yang membahas mengenai diri anak, seperti tema diriku; perasaanku; keluargaku; dengan begitu anak akan mengenal tentang dirinya. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak kelompok A (K1-A) dengan media pembelajaran power point interaktif sedangkan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data menggunakan reduksi data, display data dan kesimpulan data. Subjek penelitian ini adalah 13 orang anak kelompok A (K1-A) di TKK Guntur BPK Penabur Kota Bandung dan hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir logis pada anak kelompok A (K1-A) dengan media pembelajaran power point interaktif dengan hasil akhir penelitian terhadap 13 orang subjek penelitian 3 orang anak kemampuan berpikir logis dan 10 orang anak kemampuan berpikir logis sudah berkembang sangat baik
Peningkatan Karakter Disiplin Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Salat Duha Berjamaah
Menanamkan nilai-nilai disiplin pada anak sejak dini sangat penting, karena hal ini akan membantu anak mengurangi ketergantungan terhadap orang lain. Dengan begitu terlihat dari sifat disiplin anak kelompok A di RA Ar-Rahmi yang belum matang sesuai harapan yang diinginkan menjadi landasan penelitian ini, dikarenakan anak belum mampu membentuk kebiasaan disiplin, terutama dalam kegiatan beribadah. Dengan melakukan pembiasaan salat duha berjamaah yang diterapkan untuk meningkatkan karakter disiplin anak, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter disiplin anak melalui pembiasaan salat duha berjamaah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara, dokumentasi dan observasi secara langsung. Penelitian ini dilakukan selama enam kali pertemuan, dengan jumlah anak sebanyak 10 orang anak yang terdiri dari lima anak laki-laki dan lima anak perempuan. Analisis data melalui reduksi data, display data, kemudian menarik kesimpulan. Pada pertemuan awal terlihat bahwasannya anak mulai berkembang, beda hal nya setelah dilakukannya pertemuan sebanyak enam kali pertemuan, hasilnya sangat baik dan menujukkan adanya peningkatan karakter disiplin sebanyak sembilan anak berkembang sangat baik dan satu anak berkembang sesuai harapan dengan indikator: 1) mentaati aturan salat; 2) Merapihkan Saf Salat; 3) Melakukan gerakan salat dari awal sampai akhir; dan yang ke 4) Merapihkan kembali alat salat.
Instilling discipline values in children from an early age is essential, as it helps children develop independence and reduce their dependence on others. However, observations at RA Ar-Rahmi revealed that the discipline of Group A children had not yet reached the expected level of maturity. This condition forms the basis of the present study, as children had not fully developed disciplined habits, particularly in worship activities. By implementing the habit of performing congregational Duha prayer, this study aims to improve children’s disciplined character. The research employed a qualitative descriptive method, with data collected through interviews, documentation, and direct observation. The study was conducted over six meetings and involved 10 children, consisting of five boys and five girls. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicated that at the initial meeting, children’s disciplined character was categorized as beginning to develop. After six meetings, the results showed a significant improvement, with nine children categorized as developing very well and one child developing as expected. The indicators of disciplined character included (1) obeying prayer rules, (2) arranging prayer rows neatly, (3) performing prayer movements from beginning to end, and (4) tidying up prayer equipment.Menanamkan nilai-nilai disiplin pada anak sejak dini sangat penting, karena hal ini akan membantu anak mengurangi ketergantungan terhadap orang lain. Dengan begitu terlihat dari sifat disiplin anak kelompok A di RA Ar-Rahmi yang belum matang sesuai harapan yang diinginkan menjadi landasan penelitian ini, dikarenakan anak belum mampu membentuk kebiasaan disiplin, terutama dalam kegiatan beribadah. Dengan melakukan pembiasaan salat duha berjamaah yang diterapkan untuk meningkatkan karakter disiplin anak, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter disiplin anak melalui pembiasaan salat duha berjamaah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara, dokumentasi dan observasi secara langsung. Penelitian ini dilakukan selama enam kali pertemuan, dengan jumlah anak sebanyak 10 orang anak yang terdiri dari lima anak laki-laki dan lima anak perempuan. Analisis data melalui reduksi data, display data, kemudian menarik kesimpulan. Pada pertemuan awal terlihat bahwasannya anak mulai berkembang, beda hal nya setelah dilakukannya pertemuan sebanyak enam kali pertemuan, hasilnya sangat baik dan menujukkan adanya peningkatan karakter disiplin sebanyak sembilan anak berkembang sangat baik dan satu anak berkembang sesuai harapan dengan indikator: 1) mentaati aturan salat; 2) Merapihkan Saf Salat; 3) Melakukan gerakan salat dari awal sampai akhir; dan yang ke 4) Merapihkan kembali alat salat
Development of Diagnostic Test for Learning Difficulties in Geometry Material on Junior High School Students
Geometry is one of the mathematics topics that often causes difficulties for junior high school students because it requires visual-spatial abilities and a structured understanding of concepts, leading to misconceptions and procedural errors that impact students' low learning achievement. This research aims to develop a diagnostic test to identify learning difficulties in seventh-grade students regarding geometry material. Researchers used the Research and Development method with the Tessmer model. This stage begins with the preliminary stage, which is conducted thru an analysis of materials and curriculum to design the initial 40 test items. At the self-evaluation stage, the questions are reviewed and refined before being validated. The expert review stage involved two validators, and the initial results showed that 35 questions were suitable and 5 needed revision. In the second stage, all questions were declared suitable. One-on-one testing with several students showed the questions were understandable without further revision, while small group testing with 60 students resulted in 18 questions being acceptable, 17 needing revision, and 5 being eliminated. The final results show 11 easy questions, 28 medium questions, and 1 difficult question, with a reliability coefficient of 0.826, which is considered very high. This diagnostic test is able to identify students' difficulties in understanding concepts, procedures, and misconceptions. Thus, the developed instrument is effective in mapping students' learning weaknesses and supporting more targeted lesson planning