Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
    6108 research outputs found

    PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENGATASI MASALAH SUSAH BANGUN PAGI PADA SISWA

    No full text
    The purpose of this study is to examine the implementation of group counseling for students and to describe the process of group counseling services in addressing students’ difficulties in waking up early. This study employed a qualitative method with a descriptive approach, and the data were collected through observations and interviews conducted with guidance and counseling teachers and tenth-grade students at SMA N 1 Koto Besar, Dharmasraya Regency. The results indicate that the implementation of group counseling was carried out through several stages, namely the formation stage, transition stage, activity stage, and termination stage. The Islamic integrative Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach was effective in helping students identify maladaptive thinking patterns and transform them into more positive and rational ones, as well as in fostering awareness to develop the habit of waking up early. These findings contribute to the development of guidance and counseling services in schools and strengthen the effectiveness of Islamic integrative CBT within the context of group counseling

    PENGARUH KONSEP DIRI DAN HARGA DIRI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 1 MALALAK

    No full text
    Students’ self-confidence is an important psychological aspect that supports their academic and social development. Internal factors such as self-concept and self-esteem play a significant role in shaping self-confidence and therefore need to be examined empirically. This study aimed to determine the effect of self-concept on students’ self-confidence, the effect of self-esteem on students’ self-confidence, and the simultaneous effect of self-concept and self-esteem on students’ self-confidence. This research employed a quantitative approach with an associative research design. The population consisted of all seventh- and eighth-grade students at SMP Negeri 1 Malalak, totaling 72 students, and total sampling was applied so that all population members were included as research samples. The research instruments were self-concept, self-esteem, and self-confidence scales developed by the researcher. Data were analyzed using simple linear regression and multiple linear regression. The results indicated that self-concept had a positive and significant effect on students’ self-confidence with a contribution of 35.8%. Self-esteem also showed a positive and significant effect on self-confidence with a contribution of 60.9%. Simultaneously, self-concept and self-esteem contributed 61.0% to students’ self-confidence. These findings highlight the importance of fostering self-concept and self-esteem to enhance students’ self-confidence

    The Role of Anagram Games and Motivation in Enhancing Vocabulary Mastery of Fourth-Grade Students at SDN 3 Gesikan Tulungagung

    No full text
    This research aims to know (1) the impact of anagram game on students’ vocabulary mastery, (2) the impact of learning motivation on students' vocabulary mastery, and (3) to know the impact of anagram game and students learning motivation towards fourth grade students’ vocabulary mastery at SDN 3 Gesikan. This study used a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consists of 26 students selected by purposive sampling. The instrument used a vocabulary test and a questionnaire for anagram and learning motivation. The result of the paired sample t-test showed that the anagram game has an impact on student vocabulary mastery; however, the regression analysis showed that learning motivation did not have an impact on students' vocabulary mastery, and the combination of anagram game and learning motivation did not have an impact on student vocabulary mastery.  But students gave positive responses to the learning process using an anagram game.  It can be concluded that an anagram game is an interactive medium that can improve vocabulary mastery among elementary students

    A Pragmatic Analysis of Conversational Implicature Types in U.S Presidential Candidates’ Debate

    No full text
     Language is a communication tools use in various context, including debate. In the presidential debates, candidates engage in verbal battles to showcase their leadership qualities, demonstrating their abilities to address challenging questions. Beyond the explicit context of their speeches, the implicit meanings conveyed through language hold significant power. This study aims to analyze the types of conversational implicature found in the first presidential debate between Kamala Harris and Donald Trump, based on Grice theory. The focus was on identifying and classifying the conversational implicatures such as generalized implicature, particularized implicature and scalar implicature. This study employed a qualitative descriptive approach. This study used the transcript of debate as the data source and were verified by reviewing the video recording to ensure accuracy. The result revealed a total of 95 conversational implicature, consisting of 39 generalized implicature, 50 particularized implicature, and 6 scalar implicature. This study shows that conversational implicature play a crucial role in political communication, enabling candidates to deliver indirect yet persuasive messages

    A Systematic Review of Teachers’ Perspectives on Using Chat GPT to Teach Speaking: Benefits and Challenges

    No full text
    In today’s digital era, the use of Artificial Intelligence (AI) tools, such as ChatGPT, has increasingly influenced English language education, particularly in teaching speaking. Therefore, it is important to understand how teachers perceive both the benefits and challenges of using ChatGPT in teaching speaking. This study employed a systematic literature review method by analyzing fifteen articles published between 2020 and 2025, collected from Google Scholar using the Publish or Perish software. The findings show that teachers view ChatGPT as a useful tool that provides immediate feedback, becomes a helpful assistant to support learning, and makes teaching more efficient. However, alongside these advantages, teachers also express concerns about academic integrity, the lack of real human interaction, and the tool’s limited support for authentic communication. The study presents practical solutions such as combining ChatGPT with real speaking practice, verifying AI-generated content, and using it as a supportive classroom tool rather than a replacement. Furthermore, it suggests future research to combine systematic review results with empirical studies and proposes some guiding questions needed to follow up on this study

    Analisis penggunaan video pembelajaran IPAS kelas V terhadap pemahaman siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa terhadap pembelajaran IPAS menggunakan video pembelajaran  di ruang lingkup siswa sekolah dasar kelas V.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi dan uji Paired Sample T Test. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran pada mata pelajaran IPAS mampu memberikan pemahaman siswa pada materi pelajaran yang diberikan. Hal ini dibuktikan dengan memberikan tes awal (pre-test) sebelum pembelajaran penggunaan video digunakan dan memberikan tes akhir (post-test) pada siswa setelah memebrikan pembelajaran menggunakan video pembelajaran. Dan didapati hasil yang signifikan dimana siswa dapat lebih memahami materi pembelajaran yang diberikan melalui video pembelajaran

    Analisis miskonsepsi siswa pada materi bunyi di kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Miskonsepsi merupakan pemahaman yang tidak tepat tentang suatu konse, salah dalam menggunakan nama konsep, salah dalam mengklasifikasikan contoh-contoh konsep, kebingungan terhadap konsep-konsep yang berbeda, ketidakcocokan dalam menghubungkan berbagai konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miksonsepsi siswa kepada materi bunyi di kelas V SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri Wangkelang III dengan jumlah siswa 26 dengan siswa laki-laki berjumlah 16 dan siswa perempuan berjumlah 10 Sebagai kelas yang akan digunakan untuk penelitian.. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data pada peneltian ini menggunakan 4 tahapan diantaranya: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Penyajian data, 4) Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini yaitu miskonsepsi yang terjadi pada peserta didik keseluruhan dari 10 soal yang mempunyai miskonsepsi paling rendah adalah pada soal nomor 1 yaitu tentang menyebutkan sifat-sifat bunyi yang dipresentasekan dengan 88, 46% atau dari 26 peserta didik yang menjawab benar ada 24 peserta didik. Kemudian miskonsepsi paling tinggi yakni pada soal nomor 5 yakni mengelompokkan bunyi keras dan pelan dengan 17 peserta didik mengalami miskonsepsi yang dipresentasikan sebesar 57,69%.

    Efektivitas pembelajaran berbasis outing class terhadap hasil kreativitas siswa dalam menggambar lingkungan sekitar pada mata pelajaran SBdP kelas 2 SD

    No full text
    Berdasarkan hasil studi pendahuluan, diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mengekspresikan ide, khususnya dalam menggambar masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa dalam menggambar melalui penerapan pembelajaran berbasis outing class. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain preexperimental. Jenis penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah siswa kelas 2 SD N 1 Padurenan, dengan teknik sampel jenuh yang melibatkan seluruh siswa sebanyak 26 orang. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji N-Gain. Hasil analisis uji N-Gain menunjukkan peningkatan dengan nilai rata-rata sebesar 0,66, yang berada dalam kategori sedang. Sementara itu, hasil N-Gain persen memperoleh rata-rata 66,37%, yang diinterpretasikan sebagai cukup efektif . Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran outing class efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam menggambar lingkungan sekitar pada mata pelajaran SBdP. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran outing class sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menggambar dilingkungan sekitar pada mata pelajaran SBdP di jenjang sekolah dasar

    Pengembangan E-LKPD berbasis articulate storyline pada pembelajaran Matematika kelas III SD

    No full text
    Penelitian ini mengembangkan produk E-LKPD berbasis Articulate Storyline pada peserta didik kelas III SD. Pengembangan produk dilakukan karena adanya masalah pada kelas III berupa hasil belajar yang kurang pada materi pengukuran. Penelitian menggunakan desain penelitian R&D model Borg and Gall sampai dengan langkah kedelapan, yaitu: penelitian pendahuluan, pengembangan desain produk awal, validasi, revisi desain produk awal, uji coba penggunaan, revisi desain produk, dan uji coba keefektifan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kevalidan melalui hasil validasi produk, analisis keefektifan dengan independent sample t-test dan uji keefektifan relatif, serta analisis kepraktisan melalui angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan: kevalidan produk adalah 93,33 dengan kategori sangat layak; terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan E-LKPD berbasis Articulate Storyline dengan yang menggunakan LKPD lainnya dengan nilai keefektifan relatif 57,06% yang dipengaruhi oleh produk pengembangan yang berarti 42,94% dipengaruhi oleh faktor lainnya; kepraktisan produk adalah 91,22 dengan kategori sangat praktis

    Analisis kesulitan membaca dongeng pada siswa kelas V di SDN 1 Siluman

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca dongeng pada siswa kelas V SDN 1 Siluman. Fokus penelitian mencakup aspek kelancaaran, intonasi, ekspresi serta faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kemampuan membaca dongeng siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes membaca dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian siswa mengalami kesulitan dalam membaca dongeng secara ekspresif, khususnya pada aspek kelancaran dan intonasi. Faktor internal seperti kurangnya motivasi dan kematangan emosional serta factor eksternal seperti lingkungan keluarga dan ssekolah turut berengaruh terhadap kesulitan tersebut.    Kata Kunci : Analisis, Kesulitan Membaca, Dongeng &nbsp

    4,363

    full texts

    6,108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇