Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
The Effectiveness of the Hangman Game on Vocabulary Mastery of Fourth-Grade Students at SDN 3 Padamara, East Lombok
This study aims to investigate the effectiveness of using the Hangman Game as a pedagogical tool to enhance vocabulary mastery among fourth-grade students at SDN 3 Padamara, East Lombok. The research employed a pre-experimental one-group pretest-posttest design, involving 32 students as participants. Data were collected through a 20-item multiple-choice vocabulary test administered before and after the treatment. The treatment consisted of two learning sessions using the Hangman Game as the instructional method. The results revealed a significant increase in students’ vocabulary scores from a mean of 49.69 (pretest) to 69.19 (posttest), with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), indicating strong statistical significance. These findings suggest that the Hangman Game is effective in improving vocabulary acquisition, engagement, and motivation in English learning. The study concludes that game-based learning strategies such as Hangman can serve as accessible and enjoyable alternatives to traditional methods, particularly in under-resourced primary school settings
The Effect of Guessing Game on Students’ Vocabulary Acquisition at FLC Selong
Vocabulary is an important component in language acquisition, but many beginner students still have difficulty in remembering and using vocabulary in real contexts. Therefore, The objective of the current research is to evaluate how effective the Guessing Game at the Foreign Language Center (FLC) Selong helps students expand their vocabulary in English. This study utilized a quantitative approach with a single group pre-test and post-test design. 20 Level 1 learners that were purposefully chosen made up the research sample. The instrument used was vocabulary tests. According to the findings, students' pre-test average score was 66.50, yet their post-test average score rose to 77.00. The results of the paired sample t-test revealed a significant difference between the pre-test and post-test, with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 <0.05. Thus, it can be concluded that the use of Guessing Game was significantly effective in improving students' mastery of English vocabulary. In addition, students showed a positive response to the game-based learning activities as it was considered fun, lowered anxiety, and increased their confidence in using vocabulary
English Students’ Difficulties and Strategies in Comprehending Journal Articles
This research explores the difficulties and the strategies faced by second-year students of the English Study Program at FKIP Universitas Riau in comprehending English journal articles. A descriptive quantitative approach was employed in this study, utilizing a sample of 77 fourth-semester students chosen through cluster random sampling. Data was collected through a questionnaire using a four-point Likert scale, designed to measure two variables: students' difficulties and strategies in comprehending journal articles. The results indicate that the main difficulties experienced by students include inability to use effective reading strategies, limited academic vocabulary, and lack of familiarity with the journal article format. Meanwhile, the strategy most used by students is Problem-Solving Strategies (PROB), followed by Global Reading Strategies (GLOB), and Support Strategies (SUP). These findings highlight that improving students’ mastery of academic vocabulary, familiarity with journal structures, and strategic reading skills is essential to enhancing their comprehension of academic texts.
Exploring Similarities Between AI-Generated Writing and Students’ Writing in Producing Descriptive Text at Hamzanwadi University
This study explores the similarities between descriptive texts written by second-semester English education students at Hamzanwadi University and a text generated by ChatGPT in response to the same writing prompt. Using a qualitative descriptive method, seven student texts selected from fifteen submissions and one AI-generated text were analyzed with the IELTS Writing Band Descriptors, focusing on Task Response, Coherence and Cohesion, Lexical Resource, and Grammatical Range and Accuracy. The findings indicate that both texts shared similarities in addressing the task, maintaining coherence, using descriptive vocabulary, and applying varied sentence structures, although the AI-generated text demonstrated greater lexical variety and fewer grammatical errors. These results suggest that AI-generated writing can serve as a supplementary model for students in developing descriptive writing skills, while teacher guidance remains crucial to ensure critical and effective use of AI tools
PROSES PEMBELAJARAN PAKET A BERBASIS seTARA DARING DI SPNF SKB KOTA SAMARINDA
Penelitian ini berjudul Proses Pembelajaran Paket A Berbasis seTARA Daring di SPNF SKB Kota Samarinda. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya memahami penerapan pembelajaran daring dalam program kesetaraan, khususnya Paket A yang setara dengan SD, karena pembelajaran berbasis teknologi menjadi kebutuhan di era digital dan juga sebagai adaptasi pasca pandemi Covid-19. SPNF SKB Kota Samarinda menjadi salah satu lembaga pendidikan nonformal yang mengimplementasikan pembelajaran dengan memanfaatkan platform seTARA Daring. Penelitian ini berfokus pada bagaimana proses pembelajaran Paket A dilaksanakan, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilannya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Paket A berbasis seTARA Daring di SPNF SKB Kota Samarinda dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan maupun kendala dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala SPNF, tutor, dan warga belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang digunakan mengacu pada Kurikulum Kesetaraan Direktorat PMPK dengan penyesuaian terhadap karakteristik warga belajar. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan perangkat ajar dan jadwal yang fleksibel. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan platform seTARA Daring, serta didukung media tambahan seperti WhatsApp, Zoom, dan Google Meet. Evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif dengan asesmen autentik. Faktor pendukung antara lain kompetensi tutor, motivasi warga belajar, serta dukungan lembaga. Adapun faktor penghambat yang utama adalah keterbatasan sarana teknologi dan akses internet yang belum merata. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran Paket A berbasis seTARA Daring di SPNF SKB Kota Samarinda cukup efektif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan kesetaraan. Namun, diperlukan peningkatan sarana teknologi, kualitas jaringan, dan dukungan teknis agar pelaksanaannya semakin optimal dan berkelanjutan
Kolaborasi Shadow Teacher dan Guru Kelas dalam Mewujudkan Lingkungan Inklusi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Lingkungan sekolah inklusi pada Pendidikan anak usia dini merupakan praktik Pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Penyelenggaraan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus akan berjalan dengan lancar dengan adanya dukungan yang diperoleh anak terutama dengan adanya kolaborasi antara guru kelas dan shadow teacher yang mendampingi kegiatan belajar di lingkungan sekolah inklusi. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian yang berkaitan dengan kolaborasi shadow teacher dan gusu kelas yang mendukung pembelajaran di sekolah inklusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa jauh kolaborasi shadow teacher dan guru kelas dalam mewujudkan lingkungan inklusi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah Lembaga Inklusi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini yang memiliki shadow teacher di Kota Serang. Teknik pengumpulan data yag digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh dilakukan proses analisis data melalui triangulasi data. Hasil dari penelitian ini kolaborasi guru dan shadow teacher dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang kondusif, menyenangkan dan secara holistic mengembangkan perkembangan anak. Selain itu dalam pelaksanaannya guru dan shadow teacher melakukan kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang berkesinambungan. Melalui komunikasi yang menghargai pendapat dan terbuka dapat mencapai tujuan pembelajaran bersama.
An inclusive school environment in early childhood education is an educational practice that facilitates for children with special needs. The implementation of learning for children with special needs will run smoothly with the support obtained by children, especially with the collaboration between classroom teachers and shadow teachers who assist learning activities in an inclusive school environment. Therefore, the researcher conducted research related to the collaboration between shadow teachers and classroom teachers that supports learning in inclusive schools. The purpose of this study is to see the extent to which the collaboration between shadow teachers and classroom teachers in realizing an inclusive environment in Early Childhood Education Institutions. This study uses a descriptive qualitative research method, and the subject of this study is Inclusive Institutions at the Early Childhood Education level that have shadow teachers in Serang City. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data obtained was analyzed through data triangulation. The results of this study show that the collaboration between teachers and shadow teachers can create conducive and enjoyable teaching and learning activities and holistically develop children's development. In addition, teachers and shadow teachers carry out continuous learning planning, implementation, and evaluation activities. Through respectful and open communication, they can achieve learning goals together.Lingkungan sekolah inklusi pada Pendidikan anak usia dini merupakan praktik Pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Penyelenggaraan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus akan berjalan dengan lancar dengan adanya dukungan yang diperoleh anak terutama dengan adanya kolaborasi antara guru kelas dan shadow teacher yang mendampingi kegiatan belajar di lingkungan sekolah inklusi. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian yang berkaitan dengan kolaborasi shadow teacher dan gusu kelas yang mendukung pembelajaran di sekolah inklusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa jauh kolaborasi shadow teacher dan guru kelas dalam mewujudkan lingkungan inklusi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah Lembaga Inklusi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini yang memiliki shadow teacher di Kota Serang. Teknik pengumpulan data yag digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh dilakukan proses analisis data melalui triangulasi data. Hasil dari penelitian ini kolaborasi guru dan shadow teacher dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang kondusif, menyenangkan dan secara holistic mengembangkan perkembangan anak. Selain itu dalam pelaksanaannya guru dan shadow teacher melakukan kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang berkesinambungan. Melalui komunikasi yang menghargai pendapat dan terbuka dapat mencapai tujuan pembelajaran bersama.
 
Pembelajaran materi operasi hitung bilangan pecahan pada siswa kelas VII MTs dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan video
The purpose of this research is to examine the scenarios and implementations of the responses of teachers and students, the difficulties faced by students in solving mathematical problem-solving tests, and the constraints experienced by teachers in learning using a video-assisted scientific approach. The research employs a qualitative descriptive method with both test and non-test instruments. The subjects of the research were 20 seventh-grade students from a Madrasah in Bandung Regency. The results indicated that the teacher's response was positive. The average pretest score of students was 34.5, which improved to an average posttest score of 73.5. Students responded positively, categorizing the learning outcomes as enjoyable, with an average questionnaire result of 3.51. Based on these results, it can be concluded that students understood the material. The difficulties faced by students are a small number of students who did not understand the concepts of questions related to operations with fractional numbers, leading to answers that did not correspond to what was requested in the questions. The constraints faced by teachers included the need for more time to teach and the necessity to sometimes replay videos so that students could thoroughly understand the material presented
Pemanfaatan aplikasi berbasis android "Belajar Bahasa Jawa" untuk meningkatkan literasi Bahasa Jawa Siswa SDN Bulang I Kabupaten Probolinggo
Bahasa Jawa, khususnya ragam krama, merupakan bagian penting dari identitas budaya Jawa. Namun, hasil survei awal terhadap siswa kelas III SDN Bulang 1 Kabupaten Probolinggo menunjukkan bahwa penguasaan Bahasa Jawa masih rendah, dengan 87,5% siswa belum mencapai capaian pembelajaran yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan pola belajar generasi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Bahasa Jawa melalui pemanfaatan aplikasi Android interaktif "Belajar Bahasa Jawa". Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan guru dan siswa, pendampingan penggunaan aplikasi, serta evaluasi capaian belajar. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman kosakata, penggunaan bahasa krama, dan aksara Jawa. Selain itu, siswa merasa lebih termotivasi karena pembelajaran berlangsung secara interaktif dan menyenangkan. Program ini membuktikan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana efektif dalam pelestarian bahasa daerah sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis budaya di sekolah dasar
Pelatihan penulisan bahan ajar bagi guru Bahasa Indonesia MTs se-Kabupaten Kebumen Jawa Tengah
Peran guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan merancang bahan ajar yang ideal, progresif, dan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Namun, hasil observasi memperlihatkan bahwa banyak guru Bahasa Indonesia di MTs se-Kabupaten Kebumen masih mengalami hambatan dalam menulis bahan ajar yang ideal. Sebagai upaya menjawab permasalah tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disusun dalam bentuk pelatihan penulisan bahan ajar berbasis teks bagi guru MGMP Bahasa Indonesia Kebumen. Pelatihan ini menerapkan pendekatan andragogi dengan model workshop partisipatif yang mencakup tiga tahapan, yaitu pemberian materi konseptual, praktik penulisan bahan ajar secara terbimbing, serta pendampingan dan refleksi melalui diskusi daring. Materi pelatihan meliputi prinsip dan tujuan pengembangan bahan ajar, karakteristik bahan ajar cetak dan digital, serta komponen kelayakan bahan ajar. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan angket kepuasan terhadap kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 26% peserta mengatakan setuju dan 73% peserta sangat setuju bahwa pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menulis bahan ajar. Peserta juga menghasilkan produk berupa modul ajar berbasis teks yang selaras dengan capaian pembelajaran di kelas masing-masing. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan bahan ajar serta menumbuhkan semangat profesionalisme pendidik
DAMPAK HUBUNGAN SOSIAL PESERTA DIDIK YANG MENJADI KORBAN TINDAKAN BULLYING VERBAL DI SMP NEGERI 29 SAMARINDA
This study was initiated in response to a problem identified at SMP Negeri 29 Samarinda, East Kalimantan, where several students who were victims of verbal bullying experienced difficulties in establishing social relationships with their classmates. At this developmental stage, students should ideally be able to interact with peers to build meaningful relationships that may benefit them in the future. The purpose of this research is to explore the social impact experienced by students who are victims of verbal bullying. The study uses a qualitative descriptive approach. The primary informants consist of three female students, aged 14 years, from grades 9A, 9B, and 9C. Data collection was conducted through interviews involving the Guidance and Counseling teacher, homeroom teachers, class representatives, and the students themselves, along with observation and documentation. The data analysis technique employed an interactive model consisting of four stages: data reduction, data condensation, data display, and conclusion drawing. The research findings contained four themes, namely communication, peer social relations, social isolation, and cooperation.
Keywords: Verbal Bullying, Social Relationship