Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
6108 research outputs found
Sort by
Pre-Service English Teachers’ Perceptions on AI Integration-Assisted Teaching Preparation: Opportunities and Challenges
The combination of Artificial Intelligence (AI) in education offers great opportunities for prospective teachers, but their understanding of using AI in teaching preparation still needs to be explored. This study presents the perception, opportunities and challenges for English prospective teachers used AI. Based on a qualitative case study data were gathered from five persons by semi-structured interviews. The findings suggest that participants believe that AI is useful for efficiently and innovatively creating educational materials. With AI to the rescue, we also have a chance to make learning adaptive and collaborative. But there are also obstacles like reliance, technicalities and institutional non-training. These results reveal the significance of techno-literacy and systemic support in teacher education management for the successful integration of AI and also to ensure its sustainability
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MEKAR JAYA MOJOREJO KABUPATEN BLITAR
UMKM Mekar Jaya adalah industri rumahan yang bergerak dalam produksi makanan ringan berupa stik dan keripik, memanfaatkan bahan baku lokal seperti daun kelor, daun luntas, dan seledri. Proses berdirinya UMKM Mekar Jaya didasari oleh kelemahan perekonomian rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Penelitian ini menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat melalui 3 aspek. Aspek pertama yaitu pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan, pengetahuan, dan motivasi yang diperlukan untuk mengelola bisnis dan meningkatkan kemampuan manajerial pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara efektif. Aspek kedua pengembangan kelembagaan yang berfokus pada pemasaran, permodalan dan kelembagaan. Proses pemasaran yang dilakukan merupakan strategi untuk meningkatkan keuntungan dan menjalin hubungan dalam kehidupan sosial. Terakhir, aspek pengembangan jaringan dan kemitraan, yang melibatkan kerja sama antara dua pihak dengan hak dan tanggung jawab yang setara dan saling menguntungkan. Kemitraan antar pelaku usaha didasarkan pada kebutuhan bersama, saling ketergantungan, dan saling menguntungkan. Kesimpulan penelitian ini adalah dalam UMKM Mekar Jaya Mojorejo telah dilaksanakan pemberdayaan masyarakat guna melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan serta mengembangkan usaha lokal pada Desa Mojorejo
EDUREADER: INOVASI DIGITAL READING UNTUK PEMBELAJARAN ORANG DEWASA DENGAN LOW VISION DI PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANDRAGOGIS MENUJU PEMBELAJARAN AKSESIBEL
An andragogical approach is essential to address the unique characteristics of pembelajar dewasa with visual impairments. This study aimed to develop and evaluate of the EduReader application as a digital reading innovation incorporating andragogical principles for students with low vision in the higher education Universitas Bengkulu. The research employed a single case study design with a qualitative approach enriched by quantitative data. Research participants included one low vision student in the fifth semester and two course instructors. Data were collected through intensive observation, in-depth interviews, comprehension assessments, self-assessment instruments, and usage log analytics over a 16-week implementation period. The andragogical approach was operationalized through self-directed learning principles, experiential learning, and problem-centered approaches integrated within the application features. Results demonstrated significant transformation in the subject's learning autonomy. Self-directed learning readiness scores increased from 67 to 89 (scale 100), with the highest gains in self-management (46.6%) and self-control (48.4%) dimensions. Learning autonomy improved from 52 to 94/100, while comprehension of leadership materials increased by 45% based on portfolio assessment. Usage analytics revealed high consistency with an average daily usage of 2.3 hours and a 94% completion rate. Personalization features including adaptive reading speed, customizable interface, and voice preferences effectively supported andragogical principles by providing pembelajar with complete control. The study concludes that EduReader is effective as a digital reading innovation supporting andragogical learning for pembelajar dewasa with low vision. The technology-facilitated self-directed learning approach successfully generated fundamental transformation from external dependency toward authentic learning autonom
POLA ASUH ORANG TUA DAN PENGARUHNYA TEHADAP KEPRIBADIAN REMAJA DI KAMPUNG KIARA TENGAH DESA MANDALAWANGI
Penelitian ini betujuan untuk menganalisis efektivitas pola asuh orang tua terhadap kepribadian remaja di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi. Latar belakang studi ini didasari oleh pengaruh pola asuh orang tua terhadap kepribadian remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian melibatkan 40 perwakilan orang tua yang memiliki anak usia remaja. Data kuantitatif diolah menggunakan statistika (SPSS), kemudian diikuti analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kepribadian remaja di lokasi penelitian. Ditemukan korelasi positif yang tinggi sebesar (0,957). Meskipun demikian, penelitian ini menghadapi hambatan seperti orang tua yang kurang empati, orang tua yang mengatur tanpa memberikan penjelasan, serta remaja yang sulit untuk mengungkapkan pendapat. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pola asuh yang sehat dan positif, terhadap kepribadian remaja
Efektivitas media pembelajaran ekopedia berbasis Canva terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Bayuning
Penelitian ini mengkaji efektivitas media pembelajaran Ekopedia berbasis Canva dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Bayuning pada materi rantai makanan di mata pelajaran IPAS. Dengan metode kuantitatif dan desain one group pretest-posttest pada 28 siswa, data diperoleh melalui tes pilihan ganda yang sudah divalidasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 56,07 menjadi 79,64, dengan skor N-Gain 56,60 (kategori sedang). Uji statistik paired sample t-test memberikan nilai signifikansi < 0,05, menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulannya, media ini efektif meningkatkan hasil belajar dan layak dijadikan alternatif pembelajaran digital di sekolah dasar
Program peningkatan kreativitas siswa melalui proyek kerajinan tangan dalam aktivitas P5 Kurikulum Merdeka
Kreativitas siswa merupakan aspek penting dalam pendidikan yang dapat membantu beradaptasi dengan perubahan zaman dan dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Program Peningkatan kreativitas siswa melalui proyek kerajinan tangan dalam aktivitas P5 Kurikulum Merdeka di SDN 2 Sakerta Timur. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa peran guru sebagai fasilitator dan motivator memiliki peranan penting dalam membimbing siswa, memberikan contoh, serta membangun suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Siswa menunjukkan minat tinggi, semangat, dan kemampuan berkreasi sescara mandiri. Dukungan lingkungan sekolah, keterlibatan guru, serta pemanfaatan barang bekas mendorong pengembangan kreativitas siswa. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan sarana prasarana, tingkat kesulitan proyek. Kegiatan kerajinan tangan dalam P5 terbukti efektif meningkatkan kreativitas siswa bila didukung oleh perencanaan, pendampingan, dan lingkungan yang kondusif.
Kata Kunci: kreativitas, P5, kerajinan tanga
Pada PENINGKATAN KEMAMPUAN SELF AWARENESS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN PERILAKU HIPERAKTIF MENGGUNAKAN PERMAINAN KARTU “FEELSA CARD” DENGAN METODE SINGLE SUBJECT RESEARCH : Analisis peningkatan Self-awareness pada anak usia 6 tahun dengan perilaku hiperaktif
Pada era ini masih ditemui rendahnya kemampuan self-awareness pada anak. Self-awareness merupakan kemampuan untuk mengenali dan memahami diri sendiri. Penelitian dengan variabel terikat ini dilakukan karena kasus ini jarang ditemui sehingga menarik untuk dibahas, terlebih lagi fokus penelitian mengenai self-awareness pada anak hiperaktif. Kemampuan self-awareness adalah kemampuan yang penting untuk dimiliki anak usia dini, selain itu alasan peneliti memilih Feelsa Card sebagai variabel bebas karena permainan dengan jenis flash card adalah permainan yang biasanya cukup diminati anak dan membuat lebih fokus saat permainan dilakukan. Permainan ini melibatkan pendamping dan satu anak supaya lebih fokus terhadap satu anak sesuai dengan metode penelitian yang digunakan sehingga peneliti memilih variabel ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan self-awareness pada anak hiperaktif usia 6 tahun menggunakan permainan Feelsa Card. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan ceklist. Data kemudian dianalisis dengan model A-B-A yang umumnya digunakan pada metode Single Subject Research (SSR). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan self-awareness dari fase baseline 1 dengan mean level 49.3 naik pada fase intervensi menjadi 64.2 dan naik pada fase ketiga 83.3, yang menunjukkan peningkatan kemampuan self-awareness pada fase pertama sampai ketiga naik sebesar 71%. Disimpulkan bahwa Feelsa Card sebagai permainan, efektif dalam membantu peningkatkan kemampuan self-awareness pada anak.
Children still exhibit low levels of self-awareness in the current era. Self-awareness refers to the ability to recognize and understand oneself. This study was conducted because research focusing on self-awareness, particularly in hyperactive children, remains limited, making the topic important and relevant to explore. Self-awareness is a crucial ability that should be developed in early childhood. The researchers selected the Feelsa Card as the independent variable because flashcard-based games are generally engaging for children and can help increase their focus during activities. This game involves one child accompanied by an adult, allowing for more individualized attention in accordance with the research method used. Therefore, the Feelsa Card was considered an appropriate medium for this study. This study aimed to improve self-awareness in hyperactive children aged six years through the use of the Feelsa Card game. Data were collected using observation and checklist techniques and were analyzed using the A–B–A design, which is commonly applied in Single Subject Research (SSR). The results showed an increase in self-awareness from a mean level of 49.3 during the first baseline phase to 64.2 in the intervention phase and 83.3 in the second baseline phase, indicating a 71% improvement from the first to the final phase. These findings suggest that the Feelsa Card game is effective in enhancing self-awareness in children.Pada masa sekarang masih banyak ditemui kurangnya kemampuan self-awareness pada anak. Kemampuan self-awareness merupakan sebuah kemampuan untuk mengenali dan memahami diri sendiri. Kesadaran diri bisa dilihat saat anak dapat mengenali apa yang dirasakan untuk membantu dirinya mengambil keputusan, memahami apa yang dirasakan, sehingga mampu menilai dirinya sendiri sesuai kemampuannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kemampuan self-awareness khususnya pada anak dengan perilaku hiperaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan single subject research dengan subjek penelitian 1 anak berusia 6 tahun di kelompok B. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan pengisian ceklist. Data kemudian dianalisis dengan model A-B-A yang biasa digunakan pada metode single subject research, dengan tahap menghitung Panjang kondisi, estimasi kecenderungan data, stabilitas kecenderungan, jejak data, tingkat stabilitas, perubahan level atau rentang. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan feelsa card dapat membantu stimulasi dalam peningkatkan kemampuan self-awareness pada anak dengan perilaku hiperaktif. Peningkatan berupa anak yang bisa mengontrol emosi dengan baik, mengenali kekurangan dan kelebihannya serta menerima intruksi dengan baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan self-awareness penting untuk anak khususnya dengan kondisi tertentu dengan pendekatan menggunakan permainan yang interaktif seperti bermain flash card
Penggunaan Metode Gerak Dan Lagu Untuk Meningkatkan Kemam-puan Mengenal Angka Pada Anak Kelompok B
This research is motivated by the fact that the ability to recognize the numbers of group B children in Kober Bina Bangsa has not been achieved. Researchers used movement and song methods to solve the problem of recognizing numbers in group B children at the institution. The aim of this research is to determine the increase in the number recognition ability of group B children in Kober Bina Bangsa by using movement and song methods. The research method used is classroom action research (PTK). Classroom action research is research used by teachers in their own classes through self-reflection with the aim of improving their performance as teachers so that children's learning outcomes improve. The subjects of this research were eight children from group B in Kober Bina Bangsa, consisting of three girls and five boys. The data collection technique in this research is observation. Data analysis used qualitative analysis. The steps in this research are planning, acting, observing and reflecting. The conclusion of this research is that, at the pre-cycle stage, children's ability to recognize numbers had not yet reached the very well developed (BSB) category, whereas after the actions in cycle 1 and cycle 2, children's ability to recognize numbers increased and 7 children reached the very well developed (BSB) category.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan mengenal angka anak kelompok B di Kober Bina Bangsa belum tercapai. Peneliti menggunakan metode gerak dan lagu untuk menyelesaikan permasalahan mengenal angka pada anak kelompok B dilembaga tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal angka anak kelompok B di Kober Bina Bangsa dengan menggunakan metode gerak dan lagu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang digunakan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja sebagai guru sehingga hasil belajar anak meningkat. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B di Kober Bina Bangsa yang berjumlah delapan orang, terdiri dari tiga orang anak perempuan dan lima orang anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi. Analisis data yang digunakan analisis kualitatif. Langkah-langkah dalam penelitian ini yakni planning, acting, observing dan reflecting. kesimpulan penelitian ini yakni, pada tahap prasiklus kemampuan anak dalam mengenal angka belum mencapai kategori berkembang sangat baik (BSB) sedangkan setelah diadakan tindakan siklus 1 dan siklus 2 kemampuan anak dalam mengenal angka meningkat dan 7 anak mencapai kategori berkembang sangat baik ( BSB)
The Development of Appsheet-Assisted Three Finger Diagnostic Test Instrument for Identifying Miscellaneos Algebra Concept
Misconceptions are common among students when solving mathematics problems and, if left unaddressed, may hinder their ability to understand the material. This study seeks to design and develop diagnostic test instruments—comprising questions and questionnaires—on algebra topics using the Appsheet application. The objectives are to assess the development process, feasibility, and effectiveness of the instruments, as well as to identify challenges faced during implementation. The research employed a Design Research approach with a development studies type, consisting of two stages: preliminary design and formative evaluation. The instruments underwent a one-to-one trial with three students, a small-group trial with six students, and a field test involving 33 eighth-grade students at SMP Negeri 1 Margaasih. Expert validation rated the instruments as “feasible.” Data were gathered through documentation, tests, and interviews. The instruments included 10 three-tier multiple-choice questions, a closed-ended questionnaire with 13 items, and interviews with both teachers and students. Analysis revealed that 3.9% of students understood the concepts, 8.2% exhibited positive misconceptions, 8.4% negative misconceptions, 22.1% general misconceptions, while 57.3% showed no conceptual understanding. These findings demonstrate that the instruments effectively identified algebraic misconceptions. Challenges encountered included limited school facilities for mobile device usage and occasional errors in the application when accessed simultaneously by many users, indicating the need for updates. Nevertheless, the Appsheet-assisted three-tier diagnostic test provides a feasible and promising tool for detecting misconceptions in junior high school algebra learnin
- PENERAPAN TEKNIK MIND MAPPING DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 29 SAMARINDA
This study aims to enchance student’s career planning skills through the implementantion of the mind mapping technique in classical guidance services for grade VIII D student’s at SMP Negeri 29 Samarinda. The research employed the Guidance and Counseling Action Research (PTBK) approach, conductes in two cycles consisting of planning, action, observation and reflection phases. The participants were 26 student’s selelcted based on the student needs analysis (AKPD), in which the career planning aspect was identified as the highest priority. Data were collected using a career planning scale and interviews, and analyzed descriptively through both quantitative and qualitative methods. The findings indicated an improvement in the average score 103,07 in the first cycle to 153 in the second cycle, categorized as high. Therefore, it can be concluded that the application of the mind mapping technique within classical guidance services is effective in improving student’s career planning abilities