RUMAH JURNAL IAIN PONOROGO
Not a member yet
3313 research outputs found
Sort by
Transformative Fiqh and Health Technology: An Islamic Ethical Study of The Use of Artificial Intelligence in Medical Practice
This study aimed to analyze the use of Artificial Intelligence (AI) in medical practice through a transformative fiqh and Islamic ethics approach. Based on the rapid development of health technology, the role of AI in diagnosis, treatment, and medical decision-making continues to expand, raising issues related to patient privacy, professional responsibility, and the risk of algorithmic discrimination. Therefore, an ethical framework rooted in the fundamental values of Islamic law (maqashid syari’ah) within the context of transformative fiqh becomes necessary. This study uses a qualitative method with a normative-philosophical approach, supported by selected literature sources tested for accuracy and validity, and analyzed through concept identification, issue mapping, comparison with maqashid, and legal synthesis. The study finds that the use of AI is ethically acceptable when placed within the framework of mashlahah, accompanied by professional oversight, and regulated through justice-based policies. Transformative fiqh also highlights the need to balance technological benefits with potential risks, including protecting patient rights, ensuring fairness in service, and preserving spiritual values in treatment. Ultimately, AI in medical practice is viewed not only as a technological tool but also as a means to actualize the core values of Islamic law in contemporary contexts. This study contributes by offering a relevant Islamic ethical framework for the development of health technology in the digital era through a transformative fiqh approach
Integrative Model of Green Human Resource Management Based on Islamic Values in Realizing Sustainable Islamic Education
This study aims to construct an integrative model of Green Human Resource Management (GHRM) grounded in Islamic spirituality within the context of sustainable Islamic education institutions. Employing a qualitative library research approach, the study systematically reviewed eight reputable international journal articles and relevant classical Islamic literature. The data were analyzed using content analysis and integration mapping to explore the relationship between green human resource management dimensions (green leadership, recruitment, training, knowledge sharing, and creativity) and Islamic spiritual values such as amanah (trust), ihsan (excellence), ta'awun (collaboration), ' ilm (knowledge), and tajdid (renewal). The findings reveal the development of an Islamic green human resource management Ecosystem, a conceptual model oriented toward Maslahah al-'Ammah (universal benefit) through three pillars of sustainability: environmental, social, and spiritual. This model extends Social Exchange Theory and the Resource-Based View by incorporating a dimension of faith-driven sustainability. The study concludes that human resource management in Islamic education should transcend administrative efficiency by embedding spiritual ethics and the moral responsibility of humans as khalifah (stewards of the earth).Green Human Resource Management, Islamic values, educational sustainability, Islamic human resource management; Nilai Islam; Pendidikan Islam; Keberlanjutan Pendidikan, Manajemen Sumber Daya Manusia Islam
The Implementation of Maqāṣid Al-Syarīʻah by Mediator Judges in Divorce Mediation at the Watampone Religious Court Class 1A
This research aims to analyze the application of the principles of maqāṣid al-syarīʻah by mediator judges in the mediation process of divorce cases at the Class 1A Watampone Religious Court. The principles that make the application of the five basic maqāṣid al-syarīʻah (ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, ḥifẓ al-nasl, and ḥifẓ al-māl) internalized in the mediation strategy and approach by the mediator judge to maintain the integrity of the household and prevent divorce. This research uses a qualitative approach with a field study design. Data was collected through interviews, observation and documentation, then analyzed using Miles and Huberman's interactive model. The results of the study indicate that although mediation has great potential in reducing divorce rates, its effectiveness is highly dependent on the competence of the mediator judge and the emotional readiness of the parties. The principle of maqāṣid al-syarīʻah is used by the mediator judge as a value-oriented mediation approach from the beginning of the mediation process until the divorce trial process becomes a reflection to avoid harm, promote peace and consider the socio-spiritual impact on children. However, the effectiveness of conflict resolution still requires institutional support and ongoing training for mediators. Therefore, this study recommends strengthening the capacity of mediator judges through contextual and solution-based maqāṣid training to create a more beneficial and long-term oriented mediation approach
Penggunaan Media Pop Up Book Dalam Menanamkan Pendidikan Moral Anak Usia Dini
: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait penggunaan media pembelajaran Pop Up Book dalam menanamkan pendidikan moral pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Sumber data sekunder digunakan untuk mendeskripsikan terkait penerapan media pembelajaran Pop Up Book dalam menanamkan pendidikan moral pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa analisis isi dengan melakukan pengecekan ulang terhadap pustaka yang telah dikutip. Hasil dari penelitian ini adalah media Pop Up Book banyak diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah serta media yang memiliki banyak manfaat serta keleb ihan dibandingkan dengan media pembelajaran lain sehingga media Pop Up Book digemari oleh para pendidik dalam pelaksanaan proses pembelajaran sebab media Pop Up Book dapat meningkatkan motivasi, minat serta hasil belajar peserta didik
KONSISTENSI PEMBIASAAN IBADAH SEBAGAI SOLUSI DEGRADASI SPIRITUAL REMAJA PADA SISWA SMK BAKTI PURWOKERTO
Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Sebagai generasi penerus bangsa remaja akan melanjutkan cita-cita bangsa. Kerena harapan dan masa depan bangsa merupakan tanggung jawab remaja, maka masyarakat sanagat mendambakan sosok remaja yang mampu mengembangkan potensi dirinya dan tugas perkembangannya. Oleh karena itu, remaja yang memiliki perilaku yang baik, disiplin dan juga bertanggung jawab merupakan hal penting yang perlu dimiliki oleh para remaja. Dengan memiliki konsistesi beribadah, maka remaja dapat belajar dari hal yang mendasar dari beribadah itu sendiri, seperti bagaimana cara menjaga konsitensinya ? bagaimana remaja dapat mengamalkannya di kehidupan sehari-harinya? Itu merupakan hal yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, disini peneliti ingin mengetahui konsistensi remaja dalam beribadah, perkembangan remaja, dan juuga solusi untuk mengatasi perilaku negative remaja.
Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk menembuhkan konsistensi dalam beribadah, membiasakan siswa SMK Bakti Purwokerto beribadah sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan bukan hanya itu saja, dengan menumbuhkan konsistensi beribadah para siswa dapat memiliki kepribadian yang lebih baik dan juga menumbuhkan karakter yang disiplin terhadap ibadah.
Metode penelitan yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif. Penelitian kualitatif adalah sebuah studi yang meneliti suatu kualitas hubungan, aktivitas, situasi, atau berbagai macam material. Maknanya, penelitian kualitatif lebih memfokuskan pada deskripsi holistic yang dapat menjelaskan dengan lebih detail mengenai kegiatan sedang berlangsung daripada melakukan perbandingan efek perlakuan tertentu atau menjelaskan tentang sikap atau perilaku seseorang. Sumber data yang diperoleh peneliti adalah dengan melakukan wawancara dan juga mengamati secara langsung, bukan hanya mewawancarai siswanya saja melainkan juga guru yang mengajar di sekolah terkhusus guru PAI yang lebih berperan aktif dalam kegiatan beribadah para siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi secara langsung.
Hasil penelitian bahwa Degradasi spiritual yang ada di SMK Bakti berupa jarang beribadah, lebih memilih bermain disbanding beribadah, dan cenderung mengikuti pergaulan yang kurang baik. Dari beberapa Degradasi spiritual yang ada di SMK Bakti, dapat diatasi dengan adanya solusi yang telah di terapkan di SMK bakti yaitu seperti : solat duha berjmaah setiap pagi dan diwajibkan untuk seluruh siswa kecuali yang berbeda agama dengan yang sedang mengalami haid, Jumat imtaq yang dilakukan setiap satu bulan sekali guna menumbuhkan tingkat spiritual pada siswa, dan tadarus bersama.
Kata Kunci : Ibadah, Degradasi, Spiritual, Remaja
 
POTENSI INTEGRASI ZAKAT DAN WAQAF BERBASIS DIGITAL UNTUK PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMANT GOALS (SDGS) DALAM PRESPEKTIF MAQASHID SYARIAH
This study examines the potential of digital-based zakat and waqf integration as a strategic instrument to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) through the Maqashid Sharia approach. Using descriptive qualitative methods and literature studies, this study explores how digitalization can improve efficiency, transparency, and inclusiveness in zakat and waqf management. The analysis shows that digital zakat and waqf integration aligns with the five main objectives of Maqashid Sharia, namely the protection of religion, life, intellect, descendants, and property. Digital transformation is a catalyst for increasing public participation and equitable distribution of benefits, as well as addressing sustainable development challenges such as poverty, social inequality, and access to education. However, the implementation of this integration still faces challenges, including low digital literacy, a lack of innovation in social financial products, and limitations in regulations and reporting systems. Therefore, synergy between Islamic financial institutions, the government, and stakeholders is needed to build an adaptive, accountable, and sustainable zakat and waqf governance system to strengthen Islam's contribution to global development
REVITALISASI PENGAJIAN REMAJA DESA WONOMULYO, MALANG SEBAGAI RUANG MODERASI DAN KEHARMONISAN SOSIAL
Pengajian rutin merupakan tradisi keagamaan yang berperan penting dalam menjaga identitas religius sekaligus memperkuat keharmonisan sosial masyarakat. Namun, partisipasi generasi muda yang menurun serta tantangan modernisasi mendorong perlunya penguatan fungsi pengajian melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah mendeskripsikan bentuk dan pelaksanaan pengajian rutin di Dusun Wates, menganalisis implikasinya terhadap kehidupan sosial-keagamaan, serta menegaskan kontribusinya dalam membangun solidaritas sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan diskusi bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengajian rutin tidak hanya memperkuat dimensi spiritual masyarakat, tetapi juga meningkatkan solidaritas sosial melalui tradisi kas bersama, konsumsi bergilir, serta keterlibatan aktif laki-laki, perempuan, dan mahasiswa KKN. Kehadiran mahasiswa turut memfasilitasi regenerasi dengan menarik minat remaja untuk berpartisipasi lebih aktif. Dengan demikian, pengajian rutin di Dusun Wates terbukti efektif sebagai sarana penguatan ukhuwah, gotong royong, dan keharmonisan sosial masyarakat desa
Suara Dari Perantauan: Narasi Digital Pekerja Migran Perempuan Ntt Dan Jejaring Dukungan Daring
Penelitian ini mengkaji bagaimana pekerja migran perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun narasi digital dan jejaring dukungan daring melalui platform Facebook dan Instagram. Berangkat dari pendekatan kajian literatur yang diperkaya dengan wawancara daring terhadap delapan pekerja migran perempuan di Hong Kong, Malaysia, dan Singapura, artikel ini menyoroti bagaimana ruang digital menjadi arena artikulasi identitas, pengalaman, dan resistensi terhadap struktur ketimpangan gender dan ekonomi global. Analisis menggunakan teori kritis (Habermas, Horkheimer) dan poststruktural (Foucault, Butler, Derrida) menunjukkan bahwa praktik komunikasi digital para pekerja migran perempuan tidak sekadar ekspresi pribadi, tetapi juga bentuk produksi pengetahuan dan perlawanan simbolik terhadap relasi kekuasaan patriarkal, negara, dan kapitalisme migrasi. Narasi digital mereka menghadirkan “ruang kesadaran” baru di mana solidaritas, trauma, dan pengalaman ketertindasan diartikulasikan secara kolektif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya membaca media sosial sebagai arena politik emansipasi, bukan hanya medium hiburan atau curahan emosi personal
Implementasi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Dalam Mengembangkan Kemampuan Perlindungan Diri
Pendidikan seks pada anak usia dini merupakan upaya preventif dalam membentuk pemahaman anak terhadap tubuh, privasi, dan perlindungan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan seks di RA 'Aisyiyah Ronowijayan Siman Ponorogo serta menganalisis efektivitasnya dalam mengembangkan kemampuan perlindungan diri anak. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain, bercerita, demonstrasi, dan bernyanyi efektif dalam menyampaikan materi pendidikan seks secara menyenangkan dan kontekstual. Materi yang disampaikan meliputi sentuhan boleh dan tidak boleh, menutup aurat, serta toilet training. Temuan ini menunjukkan bahwa dengan metode yang tepat dan suasana belajar yang kondusif, anak usia dini mampu menginternalisasi konsep perlindungan diri secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan kurikulum PAUD yang mengintegrasikan aspek perlindungan anak melalui pendidikan seks yang sesuai dengan perkembangan anak
Evaluasi Kebijakan Sanksi Terhadap Pemetikan Bunga Edelweis Di Gunung Lawu Dalam Kerangka Hukum Nasional
Abstract:
The Edelweiss is a rare flora whose sustainability status is threatened, so the government has designated it as a protected plant species through Law Number 32 of 2024 concerning Conservation of Natural Resources and Ecosystems and through the Attachment to the Regulation of the Minister of Environment and Forestry Number P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. This study examines two main focuses, namely: (1) a legal analysis of the practice of picking edelweiss on the slopes of Mount Lawu based on the perspective of National Law; and (2) the application of sanctions against perpetrators of these violations in the National legal system. The study used a qualitative method with a field comparative approach. The results of the study indicate that the act of picking edelweiss without a permit is prohibited and has a clear legal basis. The management of the Mount Lawu conservation area has implemented an effective enforcement mechanism, including social sanctions that can have a deterrent effect on violators. The imposition of sanctions that prioritize humanitarian values, education, and moral awareness is considered more appropriate. This study emphasizes the importance of balanced law enforcement between positive norms, environmental ethics, and sharia values.
Keywords: Policy; Prohibition on Picking Edelweiss; National Law
Abstrak: Bunga edelweis merupakan flora langka yang status kelestariannya terancam, sehingga pemerintah menetapkannya sebagai jenis tumbuhan yang dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem serta melalui Lampiran Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Penelitian ini mengkaji dua fokus utama, yaitu: (1) analisis yuridis terhadap praktik pemetikan edelweis di lereng Gunung Lawu berdasarkan perspektif Hukum Nasional; dan (2) penerapan sanksi terhadap pelaku pelanggaran tersebut dalam sistem hukum Nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tindakan memetik edelweis tanpa izin merupakan perbuatan terlarang dan telah memiliki dasar hukum yang jelas. Pengelola kawasan konservasi Gunung Lawu telah menerapkan mekanisme penindakan yang efektif, termasuk sanksi sosial yang mampu menimbulkan efek jera bagi pelanggar. pemberian sanksi yang mengutamakan nilai kemanusiaan, edukasi, dan kesadaran moral dinilai lebih sesuai. Penelitian ini menegaskan pentingnya penegakan hukum yang seimbang antara norma positif, etika lingkungan, dan nilai-nilai syariat.
Kata Kunci: Kebijakan; Larangan Memetik Edelweis; Hukum Nasional