RUMAH JURNAL IAIN PONOROGO
Not a member yet
3313 research outputs found
Sort by
Gamifikasi sebagai Strategi Efektif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan gamifikasi dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Di tengah kemajuan teknologi dan inovasi dalam metode pengajaran, gamifikasi menawarkan pendekatan yang menarik dan melibatkan siswa secara aktif sebagai solusi atas tantangan dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan elemen-elemen permainan seperti poin, level, tantangan, dan hadiah, gamifikasi diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mendorong partisipasi siswa secara lebih aktif dalam pembelajaran agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk mengeksplorasi pengaruh gamifikasi terhadap pemahaman materi PAI dan peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman konsep-konsep ajaran Islam, serta mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dalam pembelajaran. Dengan demikian, gamifikasi dapat dilihat sebagai strategi yang efektif untuk mengoptimalkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya di tengah perkembangan dunia digital saat ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan gamifikasi dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Di tengah kemajuan teknologi dan inovasi dalam metode pengajaran, gamifikasi menawarkan pendekatan yang menarik dan melibatkan siswa secara aktif sebagai solusi atas tantangan dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan elemen-elemen permainan seperti poin, level, tantangan, dan hadiah, gamifikasi diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mendorong partisipasi siswa secara lebih aktif dalam pembelajaran agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk mengeksplorasi pengaruh gamifikasi terhadap pemahaman materi PAI dan peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman konsep-konsep ajaran Islam, serta mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dalam pembelajaran. Dengan demikian, gamifikasi dapat dilihat sebagai strategi yang efektif untuk mengoptimalkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya di tengah perkembangan dunia digital saat ini
Pendidikan Luqman Hakim di SD Negeri Pacarpeluk: Implementasi Nilai-Nilai QS. Luqman Ayat 12-19 dalam Pembentukan Karakter Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai QS. Luqman Ayat 12-19 dalam pembentukan karakter siswa di SD Negeri Pacarpeluk. Nilai-nilai pendidikan Luqman Hakim yang diangkat meliputi akidah, syari’ah, dan akhlak yang bersumber dari nasihat Luqman Hakim dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat 12-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara pada proses pembelajaran di SD Negeri Pacarpeluk. Implementasi nilai-nilai QS. Luqman Ayat 12-19 dalam pembentukan karakter siswa di SD Negeri Pacarpeluk dilakukan dengan memberikan nasihat dan tauladan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ini efektif dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan sikap sopan santun pada siswa, sekaligus relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam di era modern. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi antara pendidik dan orangtua dalam pembentukan karakter siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai QS. Luqman Ayat 12-19 dalam Pembentukan Karakter Siswa di SD Negeri Pacarpeluk. Nilai-nilai pendidikan Luqman Hakim yang diangkat meliputi Aqidah, syari’ah, dan akhlak yang bersumber dari nasihat Luqman Hakim dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat 12-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara pada proses pembelajaran di SD Negeri Pacarpeluk. Implementasi nilai-nilai QS. Luqman Ayat 12-19 dalam Pembentukan Karakter Siswa di SD Negeri Pacarpeluk dilakukan dengan memberikan nasihat dan tauladan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ini efektif dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan sikap sopan santun pada siswa, sekaligus relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam di era modern. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi antara pendidik dan orangtua dalam pembentukan karakter siswa.
Kata kunci: Pendidikan Luqman Hakim; Nilai-nilai QS. Luqman Ayat 12-19; Pembentukan Karakter; SD Negeri Pacarpelu
The Role of Ikhlas in The BDI Model: Enhancing Green Agriculture Practices Among Rural Communities
Introduction: This study aims to examine the importance of ikhlas (sincerity) in the BDI (Belief, Desire, Intention) decision-making model for green agriculture development among rural people in Palakka District. Green agricultural techniques, including the use of organic practices, water-saving management, and biodiversity conservation, are significant in maintaining environmental health. Research Methods: An integrative approach with quantitative methods combined with an Islamic economic perspective was used in this study. Data were collected through a questionnaire survey completed by 152 respondents from rural communities with experience or potential in green agriculture. The data were then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) techniques. Results: The results show that ikhlas, desire, and belief significantly influence intention and decision to implement green agriculture, with intention acting as a mediator of this relationship. Conclusion: In conclusion, the study indicates that the addition of the value of ikhlas alongside belief and desire can increase the intention and decision of rural communities to implement green agriculture. The inference in practice is that policies that incorporate spiritual values within green agricultural development can encourage active community participation. Findings contribute to the formulation of policies for sustainable agriculture, with a focus on prioritizing spiritual values toward sustainable environment.Penelitian ini mengeksplorasi peran keikhlasan dalam model BDI (Belief, Desire, Intent) untuk mempromosikan pertanian hijau di kalangan masyarakat pedesaan di Kecamatan Palakka. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi pengaruh keyakinan, keinginan, ikhlas, dan niat pada keputusan untuk mengadopsi pertanian hijau dan untuk menyelidiki peran mediasi niat dalam hubungan ini. Studi ini menggunakan pendekatan integratif, menggabungkan metode kuantitatif dan ekonomi Islam. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner dari 152 responden yang berpotensi atau berpengalaman di bidang pertanian hijau. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan, keinginan, dan ikhlas secara signifikan mempengaruhi niat dan keputusan untuk mengadopsi pertanian hijau. Niat bertindak sebagai mediator yang kuat, dengan ketulusan, keyakinan, dan keinginan meningkatkan niat dan keputusan untuk merangkul praktik pertanian hijau
Revealing Cost Accounting Practices Based on Local Wisdom Values by Travelers: An Islamic Ethnomethodology Study
Introduction: This study explores cost accounting practices based on local wisdom values among travelers from Gorontalo who undertake pilgrimages to Mecca by bicycle. It highlights how financial management in this context is not merely technical but deeply intertwined with cultural and religious values, especially when resources are limited. Research Methods: The study adopts an Islamic paradigm and employs an Islamic ethnomethodology approach. It follows a qualitative method using five stages of analysis: charity, knowledge, faith, revelation-based information, and courtesy, enabling a holistic understanding of financial behavior. Results: The findings show that travelers plan their expenses simply, covering essentials such as food, equipment, and charitable donations. Their cost accounting practices reflect the concept of barakah (blessings), rooted in Islamic teachings and local wisdom. This is exemplified by the Gorontalo expression eya dila pito-pito’o, meaning “Allah does not close His eyes.” Conclusion: Cost accounting practices among these travelers go beyond financial calculations; they are embedded in faith, ethics, and culture. This study suggests that accounting can be viewed as a spiritual and moral practice that fosters trust, sustainability, and a sense of divine connection
Strategi Fundraising dalam Mengoptimalkan Jumlah Penerimaan Zakat pada LAZ Harapan Dhuafa di Kota Serang
This research aims to find out the zakat fundraising strategy in optimizing the amount of zakat revenue at LAZ Harapan Dhuafa in Serang City, Banten Province. Descriptive qualitative is the type of this research. Observation, interview, and documentation are part of the data collection methods of this research. Data analysis techniques that can support this research, namely data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The findings of this study, LAZ Harapan Dhuafa in implementing fundraising strategies are divided into two, namely direct and indirect. The direct fundraising strategy implemented by LAZ Harapan Dhuafa, namely retail fundraising, pick up zakat, marketing campaigns. While the indirect fundraising strategy implemented by LAZ Harapan Dhuafa, namely promotional activities on social media, websites, and bank transfers or E-Wallets and through the Kitabisa application. In addition, the supporting and inhibiting factors have been identified by researchers. It is necessary for LAZ administrators to continuously socialize and develop effective and efficient zakat fundraising strategies that support the development of the 5.0 revolution era, especially in promotional activities
The Quadriptych of Rizq, Ḥabs, Maʿāsh, and ʿUmrān: Insights from Hājar's Statement on Water Rights
This article explores the meanings underlying Hājar’s statement “you have no right to the water” of Zamzam, based on a philological reading of the original Arabic text mentioned in Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. In this respect, it is necessary to understand Hājar’s statement in the general context of the foundation of the Bayt (sacred house), its destruction following Noah's flood, the gushing of Zamzam water, and the rebuilding of the Bayt by Ibrāhīm and Ismāʿīl. From this exploration emerges a quadriptych composed of four key meanings: rizq (divine provision), ḥabs (what is intended for the benefit of everyone), maʿāsh (the world we live from), and ʿumrān (the world we live in). This perspective offers an opportunity to understand Hājar's perception of the interaction between humans and the living milieu beyond the contemporary conceptual language focused on individual ownership. Following her experience of the gushing forth of Zamzam, the human being appears as the steward of God on earth who does not own the goods that he uses. As such, he is supposed to make them bear fruit for his own benefit and that of the community, in harmony with the milieu. The ability to inhabit takes precedence over the ability to appropriate the resources. Focusing on the concept of individual ownership veils the deeper meaning of life that connects the world we live from with the world we live in. Hajar's message is to make choices in favor of life. Such meanings open new avenues for research to go beyond the conceptual frameworks established by Islamic economics and finance, the contemporary jurisprudence of financial transactions, and that of awqāf, embedded in a contract approach centered on individual ownership
Perubahan Pengaturan Masa Jabatan Hakim Konstitusi Dan Implikasinya Perspektif Pendekatan Sistem Jasser Auda
Abstract: The DPR has again initiated changes to the term of office of constitutional judges through the Fourth Amendment to the Constitutional Court Law (UU MK). Through the revised draft that has been circulated in the public, the provisions on the term of office that were originally set until retirement age (age 70) as stated in Article 87 letter b of the MK Law, are to be changed to a term of office of 5-10 years with an evaluation mechanism by the proposing institution. This revision has reaped controversy in society, especially among legal experts and academics. Therefore, researchers will discuss the changes from the perspective of the Jasser Auda system approach. This system approach is important to use, because changes regarding the rules on the term of office must be considered comprehensively and based on clear parameters and benefits and can have a positive influence on the independence of the judiciary. This type of research is normative legal research with a statutory regulatory approach. The research method used is library research. The results of the study indicate that changes to the regulation on the term of office of constitutional judges do not meet the features of the Jasser Auda system approach and will later have implications for weakening the independence of judges and abuse of authority. This condition also has an impact on reducing the credibility of the Constitutional Court and injuring the principles of the rule of law and democracy.
Keywords: Constitutional Judges; Term of Office; a System Approach of Jasser Auda
Abstrak: DPR kembali menginisiasi perubahan masa jabatan hakim konstitusi melalui Perubahan Keempat Undang-Undang Mahkamah Konstitusi (UU MK). Melalui draf revisi yang telah tersebar di publik, ketentuan masa jabatan yang semula ditetapkan hingga usia pensiun (usia 70 tahun) sebagaimana tertuang dalam Pasal 87 huruf b UU MK, hendak dirubah dengan masa jabatan selama 5-10 tahun dengan mekanisme evaluasi oleh lembaga pengusul. Revisi ini telah menuai kontriversi di masyarakat khususnya para pakar hukum dan akademisi. Oleh karenanya, peneliti akan membahas perubahan tersebut menurut perspektif pendekatan sistem Jasser Auda. Pendelatan sistem ini penting untuk dipakai, sebab perubahan mengenai aturan masa jabatan haruslah dilakukan pertimbangan secara menyeluruh dan didasarkan pada parameter dan manfaat yang jelas serta dapat membawa pengaruh positif terhadap independensi kekuasaan kehakiman. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Metode penelitian yang duganakan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pengaturan masa jabatan hakim konstitusi tidak memenuhi fitur-fitur pendekatan sistem Jasser Auda dan nantinya akan berimplikasi melemahkan independensi hakim dan penyalahgunaan wewenang. Kondisi tersebut juga membawa dampak bagi menurunnya kredibilitas Mahkamah Konstitusi dan tercederainya prinsip negara hukum dan demokrasi.
Kata Kunci: Hakim Konstitusi; Masa Jabatan; Pendekatan Sistem Jasser Aud
Aksentuasi Kedudukan Negara pada Hak Gugat Pemerintah atas Kerusakan Lingkungan: Tinjauan atas Public Trust Doctrine
Praktek hak gugat pemerintah atas pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan pada rezim UUPPLH, dalam implementasinya menjadi hambatan dalam upaya perlindungan lingkungan hidup. Permasalahan ketentuan hak gugat pemerintah pada pasal 90 UUPPLH yang di batasi dalam konsep kepemilikan publik saja menjadi kendala bagi pemerintah untuk melakukan penegakan hukum dan upaya perlindungan lingkungan atas semua kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di Indonesia. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mencari benang merah kembali bagaimana seharusnya kedudukan negara khususnya pada kewenangan pada hak gugat pemerintah atas kerusakan lingkungan pada kepemilikan privat. Berdasarkan hasil penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan, komparatif, historis dan konseptual dalam penelitian ini telah ditemukan bahwa konsep hak gugat pemerintah pada pasal 90 UUPPLH lebih mirip dengan konsep doktrin public trust pada negara common law. Namun dalam praktiknya konsep kerugian dalam implementasi doktrin public trust di beberapa negara seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Swiss memberikan hak kepada pemerintah untuk melakukan gugatan atas pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan tidak hanya pada sumber daya tak bertuan (unowned resources) tetapi juga pada sumber daya dalam hak milik (owned resources) yang didasarkan pada beberapa alasan seperti pada spesies tertentu, area yang dilindungi (protected area), kepentingan publik atau kepentingan khusus lainnya. Sehingga kedepannya pemaknaan tentang hak gugat pemerintah yang berlandaskan doktrin public trust tidak hanya didasarkan dari segi kepemilikan suatu sumber daya alam dan lingkungan hidup, tetap didasarkan pada kewajiban negara dalam melindungi lingkungan hidup untuk kepentingan publik.
 
Dinamika Dinamika konflik dan Sunni Syiah pada Era Dinasti Safawiyah: Dinamika konflik dan Sunni Syiah pada Era Dinasti Safawiyah
The Safavid Empire was founded when the Ottoman Empire reached its peak in Turkey. Geographically, the territory controlled by the Safavid Empire included most of modern Persia, areas in Iraq, the Caucasus, and parts of Central Asia. Safi al-Din founded the Safavid Order after replacing his teacher and father-in-law who died in 1301 AD. In 1508–1509 AD, Shah Ismail I succeeded in conquering Baghdad and most of the southwestern region of Persia. Shah Ismail I began to carry out large-scale attacks on Sunni Muslims and destroyed Sunni mosques and tombs. Since the reign of Sultan Salim I, the jihad movement has moved westward (Europe) to the eastern region which is known as the Islamic region where the Shia sect spread, namely the Iraq and Asia Minor Conflicts until the real conflict between the two dynasties.
Keywords: Conflict, Sunni, Shia, SafavidKekaisaran Safawi didirikan ketika Kekaisaran Ottoman mencapai puncaknya di Türkiye. Secara geografis, wilayah yang dikuasai Kerajaan Safawi meliputi sebagian besar Persia modern, wilayah di Irak, Kaukasus, dan sebagian Asia Tengah. Safi al-Din mendirikan Tarekat Safawiah setelah menggantikan guru dan mertuanya yang meninggal pada tahun 1301 Masehi. Pada tahun 1508–1509 M, Syah Ismail I berhasil menaklukkan Bagdad dan sebagian besar wilayah barat daya Persia. Syah Ismail I mulai memberikan penyrangan secara besar-besaran kepada umat Islam Sunni serta menghancurkan masjid dan makam Sunni. Sejak masa pemerintahan Sultan Salim I, gerakan jihad bergerak ke arah barat (Eropa) hingga ke wilayah timur yang notabene merupakan wilayah Islam tempat menyebarnya aliran Syiah yaitu Konflik Irak dan Asia Kecil hingga konflik nyata antara kedua dinasti tersebut.
Kata Kunci: Konflik, Sunni, Syiah, Safawiya
MERAJUT KEBERSAMAAN : METAMORFOSIS TRADISI REWANG DI KELURAHAN BERENG BENGKEL KALIMANTAN TENGAH
Rewang tradition of the Javanese people, Rewang is a tradition in Javanese society where various human resources such as time, energy, and other gifts are used to help and ease the burden of whoever hosts the party. The purpose of this study is to find out the mechanism of acculturation of the Rewang tradition carried out by the Javanese community in Bereng Bengkel District, Central Kalimantan. The type of research uses a sociological approach based on socio-culture as the basic reference for the research. The theory used in this study is Durkheim's theory of mechanical solidarity. The method used also uses a qualitative method using the Miles and Huberman model data processing techniques by collecting relevant data and then after the data is collected in a reduction and the data is presented descriptively. The last step of the data presented in the interpretation is then drawn. This study uses primary data sources from the people of Bereng Bengkel Village who carry out the Rrewang tradition. Meanwhile, the secondary data source of this research is sourced from books, journal articles, or references similar to those studied. The results of this study show that the Rewang tradition is closely related to ethnicity, religion and culture. As is the case, Javanese Hinduism and kaharingan Hinduism which are the beliefs of the previous people. Javanese Hindus are closely related to the Javanese, while Kaharingan Hindus are also closely related to the Dayaks.Tradisi Rewang masyarakat Jawa, Rewang adalah suatu tradisi di masyarakat Jawa di mana berbagai sumber daya manusia seperti waktu, tenaga, dan pemberian lainnya digunakan untuk membantu dan meringankan beban siapapun yang menjadi tuan rumah pesta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme akulturasi tradisi Rewang yang dilaksanakan oleh Masyarakat Jawa di Kecamatan Bereng Bengkel, Kalimantan Tengah. Jenis penelitian menggunakan pendekatan sosiologis yang berdasarkan sosial budaya sebagai acuan dasar penelitiannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori Durkheim mengenai solidaritas mekanik. Metode yang digunakan pun menggunakan metode kualitatif menggunakan teknik pengolahan data model Miles dan Huberman dengan mengumpulkan data yang relevan lalu setelah data terkumpul di reduksi dan data disajikan secara deskriptif. Langkah terakhir data yang disajikan di interpretasi lalu ditarik kesimpulannya. Penelitian ini menggunakan sumber data primer berasal dari masyarakat Kelurahan Bereng Bengkel yang melaksanakan tradisi Rrewang. Sementara, sumber data sekunder penelitian ini bersumber dari buku, artikel jurnal, atau referensi yang sejenis dengan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Rewang sangat berhubungan dengan kesukuan, agama dan budaya. Seperti halnya, Hindu kejawen dan Hindu kaharingan yang merupakan kepercayaan orang terdahulu. Hindu kejawen erat kaitannya dengan orang Jawa, sedangkan Hindu kaharingan erat juga dengan orang Dayak