RUMAH JURNAL IAIN PONOROGO
Not a member yet
3313 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI AI DALAM LAYANAN REFERENSI VIRTUAL PERPUSTAKAAN UPI: KESIAPAN DAN TANTANGAN
Libraries in the digital era are experiencing significant transformation in services, especially reference services. As one of the college libraries in Indonesia, the Library of the Indonesian Education University (UPI) faces the challenge of transforming its virtual reference services through the implementation of artificial intelligence (AI). The purpose of this study is to identify the potential developments and challenges faced in transforming virtual reference services through the implementation of AI. The method used in this study is descriptive qualitative. The results of the study show that the readiness of UPI Library human resources in terms of knowledge and skills is already relevant to their educational background, and staff have the motivation to learn further. Readiness of technological infrastructure still requires improvement, particularly in server capacity and internet speed. The readiness of policies and management support, including leadership commitment to technological transformation, is strong; however, specific policies regarding new technologies still need to be formulated. Overall readiness assessment shows excellent potential for adopting AI in virtual reference services.Perpustakaan di era digital mengalami transformasi yang signifikan dalam pelayanan, khususnya pada layanan referensi. Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai salah satu perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan untuk melakukan transformasi layanan referensi virtual yang dimilikinya melalui implementasi kecerdasan buatan (AI). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi potensi pengembangan dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam proses transformasi layanan referensi virtual melalui implementasi AI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, kesiapan sumber daya manusia Perpustakaan UPI dari segi pengetahuan dan keterampilan sudah relevan dengan latar belakang pendidikan, staf memiliki motivasi belajar lebih lanjut. Kesiapan pada infrastruktur teknologi masih memerlukan peningkatan pada kapasitas server dan kecepatan koneksi internet. Kesiapan dari kebijakan dan dukungan manajemen, dukungan pimpinan untuk transformasi teknologi baru sangat baik, kebijakan terkait teknologi baru masih perlu dirumuskan. Penilaian kesiapan secara keseluruhan, terdapat potensi besar untuk mengadopsi AI dalam layanan referensi virtual
Dampak Literasi Digital pada Perilaku Pencegahan Phishing: Literature Review
The advancement of technology has brought about ease and efficiency, but along with these benefits, a multitude of complexities and risks have also arisen, Among these complexities, threats to cyber security are of utmost concern. This paper zeros in on phishing as one of the most widespread forms of digital data theft. The aim of the paper is to explore the role of digital literacy in predicting phishing behavioral responses. The research methodologies employed in this study is systematised literature review (SLR) which incorporates the methodology of collecting, analysing and synthesising previous works in the field to develop research findings. This particular review focuses on 18 articles published between the years 2014 and 2024, the review indicates that digital literacy substantially influences individuals’ capacity to prevent phising incidents. The various ramifications of phishing include monetary losses, social and security ramifications, damage to privacy and media information as well as psychological harm to the affected individuals. Phishing cybercrimes has been the primary reason for the digital literacy outreach initiatives to help the public improve their skills and understand the importance of protecting their data. Efforts to strengthen prevention may include integrating digital literacy into education curricula, conducting continuous employee raining, and adopting AI-based detection systems. Strengthening digital literacy in the outreach programs is essential to reducing the risk of phishing cybercrimes.Perkembangan teknologi selain menawarkan kemudahan juga menghadirkan risiko dan tantangan. Ancaman keamanan siber adalah ancaman utama yang menjadi perhatian. Pada penelitian ini, memfokuskan pada kejahatan siber phishing yang merupakan kejahatan pencurian data yang kian marak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak literasi digital terhadap perilaku pencegahan phishing. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengorganisasi artikel dari penelitian sebelumnya, yang kemudian diolah menjadi kesimpulan penelitian. Dari 18 artikel yang relevan dengan rentang tahun 2014-2024, menunjukkan bahwa literasi digital punya peran dalam pencegahan serangan phishing. Dampak phishing yang ditemukan meliputi kerugian finansial, dampak sosial, dampak privasi keamanan, dampak media informasi, hingga kerusakan mental pada korban. Dari artikel, upaya penyuluhan literasi digital dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kejahatan siber, menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melindungi data pribadi. Upaya pencegahan ini dapat didukung melalui penambahan kurikulum literasi digital di bidang pendidikan, pelatihan rutin bagi karyawan, serta penggunaan AI untuk pencegahan phishing. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan literasi digital sebagai strategi pencegahan kejahatan siber phishing
GEN Z DAN MARRIAGE IS SCARY: TINJAUAN HUKUM ISLAM DI DESA CANGKRINGREMBANG DEMAK
The “Marriage is Scary” phenomenon currently emerging among Generation Z presents two major issues: fear of making the decision to marry and doubts regarding long-term commitment. The primary causes of this concern include negative personal experiences, social pressure, and uncertainty over economic conditions, which discourage young individuals from entering the stage of marriage. Additionally, low emotional intelligence exacerbates their ability to manage conflicts and stress associated with marital life. The impact of this phenomenon is reflected in the increasing delay of marriage, the weakening of family values, and the risk of psychological issues due to the inability to cope with relationship dynamics. From the perspective of Islamic law, marriage is a sacred contract that is not merely a social agreement but also an obligation that brings blessings and inner peace when carried out with full awareness and responsibility. Islam encourages young people to prepare themselves thoroughly, including enhancing their emotional intelligence, in order to build a harmonious marriage. This research employs a qualitative method, with primary data collected from 20 Generation Z informants who experienced the “marriage is scary” phenomenon and one religious figure. The findings of the study indicate that the majority of 14 informants (70%) perceive marriage as a frightening prospect, mainly due to past trauma, economic uncertainty, career prioritization, and difficulty in trusting a partner. However, a smaller group still views marriage as a long-term commitment, although it is not considered a primary life priority at the present time.Fenomena "Marriage is Scary" yang saat ini berkembang di kalangan generasi Z menimbulkan dua masalah utama, yaitu ketakutan dalam mengambil keputusan menikah dan keraguan terhadap komitmen jangka panjang. Sebab utama munculnya masalah ini adalah pengalaman pribadi negatif, tekanan sosial, dan ketidakpastian kondisi ekonomi yang membuat generasi muda enggan memasuki jenjang pernikahan. Selain itu, kecerdasan emosional yang rendah turut memperburuk kemampuan mereka dalam mengelola konflik dan stres yang terkait dengan pernikahan. Dampak dari fenomena ini adalah meningkatnya angka penundaan pernikahan, disintegrasi nilai kekeluargaan, serta risiko masalah psikologis akibat ketidakmampuan menghadapi dinamika hubungan. Dari tinjauan hukum Islam, pernikahan merupakan sebuah akad sakral yang bukan sekadar perjanjian sosial, melainkan juga kewajiban yang membawa keberkahan dan ketenangan jiwa jika dijalankan dengan kesadaran yang utuh serta rasa tanggung jawab yang tinggi, Islam menganjurkan para pemuda untuk mempersiapkan diri secara matang, termasuk dalam mengasah kecerdasan emosional agar dapat menjalani pernikahan dengan baik dan harmonis. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif, data primer berasal dari informan yang mengalami marriage is scary khusunya Gen Z berjumlah 20 orang dan satu tokoh agama. Hasil dari penilitian menunjukkan bahwa pandangan positif generasi Z terhadap pernikahan, yaitu sebagai komitmen yang penuh tantangan seumur hidup yang tidak mudah dan menjadikan sesuatu yang tidak harus dilakukan
Religiosity, Socio-Economics, and Entrepreneurial Spirit in the Global Muslim Community
Entrepreneurship is one of the key drivers of prosperity and economic growth in a country. However, in the 21st century, Muslim entrepreneurs appear to lag behind their non-Muslim counterparts. According to Forbes World’s Billionaires List (2021), of the 1,826 global billionaires, the majority are non-Muslim entrepreneurs, while Muslim entrepreneurs are represented only at ranks 191 and 288. This study uses data from the World Bank and the World Values Survey (2010–2021), analyzed through a quantitative approach using a logistic regression model. The results show that among the six indicators of religiosity, only three dimensions have a significant influence on entrepreneurial spirit. Regarding socio-economic conditions, only marital status and income level demonstrate a significant positive effect on entrepreneurship among Muslim communities. The study concludes that married Muslims with higher income levels, who are diligent in prayer and strongly believe in the importance of God and religion in life, tend to have greater enthusiasm and motivation to engage in entrepreneurship. These findings are expected to serve as valuable input for both government and private stakeholders in formulating policies aimed at fostering entrepreneurship within Muslim societies
Dari Dapur Ke Komunitas: Peran Kader Perempuan Dalam Membangun Ketahanan Gizi Anak Di Desa Lahan Kering Nusa Tenggara Timur
Malnutrition, particularly stunting, remains a major challenge in dryland regions such as East Nusa Tenggara (NTT). This area faces a range of constraints, including structural issues, limited access to nutritious food, a clean water crisis, restricted access to health services, and a lack of education and proper parenting practices—especially among women. This article analyzes the crucial role of women cadres, particularly those involved in Posyandu (Integrated Health Posts), Women Farmers Groups (KWT), and the Family Welfare Empowerment movement (PKK), as key agents of change in improving children's nutritional resilience, which in turn contributes to reducing stunting rates. This study employs a descriptive qualitative approach, using literature review as the primary data collection method. Data were gathered from journal articles, books, and research reports, which were then synthesized and presented narratively. The findings reveal that, despite the ecological limitations of dryland areas like NTT—characterized by short planting seasons, low rainfall, and limited water and food resources—village women cadres play a strategically significant dual role in improving child nutrition. Based on their dual function as managers of both the household "kitchen" and the village "community," these women transform local knowledge, dryland food resources, and nutrition education into sustainable daily practices. Their roles encompass nutrition and health education, local food-based dietary diversification, and advocacy at the village level. Empowering women cadres has proven to be an effective adaptive strategy to address nutritional vulnerabilities driven by the ecological challenges of dryland areas
ISLAMIC PUBLIC RELATIONS THROUGH CSR: PHILANTHROPIC PRACTICES AND ICSR FRAMEWORK IN ISLAMIC BANKS OF BANGLADESH
Corporate Social Responsibility (CSR) of Islamic banks has a significant impact on developing customer awareness and promoting Islamic banking products and services. Islamic banks of Bangladesh are highly motivated to practice Islamic CSR as Islam encourages to ensure welfare for everyone. This study got special attention on Philanthropic CSR. Two main objectives guided the study: to analyse the Philanthropic CSR activities of Islamic banks of Bangladesh, and to propose a framework of ICSR in the Islamic banking industry. A qualitative in-depth interview was conducted with sixteen informants, including eight Heads of public relations and eight members of the Shariah secretariat of eight full-fledged Islamic banks of Bangladesh. The informants were selected using the purposive sampling. The data were collected using a semi-structured interview questionnaire. Following the six stages of thematic analysis, the researchers analyzed the data. The results show that these banks emphasize ICSR activities, particularly, philanthropic CSR by Islamic, humanitarian, educational, and Ummah building services to develop and maintain a strong relationship with their internal and external publics. The study proposes a framework for ICSR. The application of the proposed ICSR framework can contribute to CSR and Islamic banking academia, industry, and Muslim Ummah.Abstrak: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) pada bank syariah memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran nasabah serta mempromosikan produk dan layanan perbankan syariah. Bank-bank syariah di Bangladesh sangat terdorong untuk menerapkan CSR Islami karena ajaran Islam menganjurkan terciptanya kesejahteraan bagi semua pihak. Penelitian ini memberikan perhatian khusus pada tanggung jawab sosial filantropis. Dua tujuan utama memandu penelitian ini: menganalisis kegiatan CSR filantropis pada bank-bank syariah di Bangladesh, dan mengusulkan sebuah kerangka kerja ICSR untuk industri perbankan syariah.
Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dilakukan terhadap enam belas informan, yang terdiri dari delapan Kepala hubungan masyarakat dan delapan anggota sekretariat Syariah dari delapan bank syariah penuh di Bangladesh. Para informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pedoman wawancara semi-terstruktur. Mengikuti enam tahap analisis tematik, para peneliti menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank-bank tersebut menekankan kegiatan ICSR, khususnya CSR filantropis melalui layanan keagamaan, kemanusiaan, pendidikan, dan pembinaan umat untuk mengembangkan serta mempertahankan hubungan yang kuat dengan publik internal dan eksternal mereka. Penelitian ini mengusulkan sebuah kerangka kerja ICSR. Penerapan kerangka kerja ICSR yang diusulkan dapat memberikan kontribusi bagi akademisi CSR dan perbankan syariah, industri, serta umat Muslim
Studi Kasus Bahasa Jawa Sebagai Sarana Literasi Budaya dan Kewargaan Anak Di TK PKK Gununggede 02
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembiasaan bahasa Jawa di TK PKK Gununggede 02 dapat berkontribusi dalam mengembangkan literasi budaya dan kewargaan pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Subjek dalam penelitian ini adalah 2 anak kelompok B (FM dan FP), 2 wali murid (IM dan RA), serta 2 guru kelas kelompok B (SA dan TU) di TK PKK Gununggede 02. Objek penelitian ini adalah penggunaan bahasa Jawa sebagai sarana literasi budaya dan kewargaan bagi anak usia dini di TK PKK Gununggede 02. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data menggunakan metode triangulasi data Milles and Huberman untuk reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Jawa sebagai sarana literasi budaya dan kewargaan dipengaruhi oleh lingkungan, metode pembelajaran, serta peran guru dan orang tua. Anak-anak lebih terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, sehingga bahasa Jawa perlu diajarkan melalui metode menyenangkan seperti tembang dolanan, permainan tradisional, dan percakapan sehari-hari. Anak yang aktif menggunakan bahasa Jawa menunjukkan keterampilan komunikasi yang lebih baik, memahami unggah-ungguh, serta memiliki sikap lebih santun dan menghormati orang lain. Selain di sekolah, dukungan orang tua dalam membiasakan anak berbahasa Jawa di rumah juga berperan penting dalam melestarikan bahasa dan budaya daera
Implementasi Pembelajaran Joyful Learning Berbasis Proyek Mystery Box Untuk Mengembangkan Literasi Sains Anak Usia 5–6 Tahun Di Tk Pkk Gununggede 02
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana metode tersebut dapat meningkatkan literasi sains anak usia 5-6 tahun, serta bagaimana guru dan lingkungan sekolah mendukung proses pembelajaran. Metode penelitian yang akan digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu 4 anak kelompok B (VE, NI, UL, dan AD), 1 guru kelas kelompok B (WU), dan Kepala sekolah (SA) TK PKK Gununggede 02. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data Milles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Joyfull Learning berbasis proyek Mystery Box membuat pembelajaran sains lebih interaktif dan meningkatkan rasa ingin tahu anak. Melalui berbagai eksperimen, mereka memahami konsep pencampuran warna, sifat magnet, dan kapilaritas. Metode ini juga melatih berpikir kritis, motorik halus, serta keterampilan sosial. Dengan bimbingan guru, anak menjadi lebih percaya diri dalam eksplorasi sains
Systematic Literature Review: Implementasi Media Pembelajaran Assemblr Edu untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
This research is based on the importance of using innovative technology-based learning media to improve student learning outcomes, especially in facing the educational challenges of the Society 5.0 era. This study examines the effectiveness of implementing Assemblr Edu media in enhancing student learning outcomes across various academic levels. The method used is a Systematic Literature Review (SLR), analyzing 10 Sinta-indexed national journal articles published between 2021 and 2024. The results indicate that using Assemblr Edu effectively improves student learning outcomes, evidenced by increased average scores, completion percentages, and statistical significance. Its 3D visualizations and interactive features help reduce cognitive load and enhance understanding of abstract concepts, particularly in science subjects. In conclusion, Assemblr Edu is a universal and effective medium for various educational levels. This research recommends integrating Assemblr Edu with other models or media for optimal results. It suggests a need for in-depth identification of technical and non-technical obstacles in its implementation. This study provides an empirical foundation for developing technology-based learning strategies and innovative teaching practices in Indonesia.
ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan hasil belajar siswa, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.0. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas penerapan media Assemblr Edu dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 10 artikel jurnal nasional terindeks Sinta yang terbit antara tahun 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Assemblr Edu efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata, persentase ketuntasan, dan signifikansi statistik. Visualisasi 3D dan fitur interaktifnya mampu mengurangi beban kognitif dan meningkatkan pemahaman konsep abstrak, khususnya dalam mata pelajaran IPA. Kesimpulannya, Assemblr Edu merupakan media yang universal dan efektif untuk berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Assemblr Edu dengan model atau media lain untuk hasil yang lebih optimal, serta perlunya identifikasi mendalam terhadap kendala teknis dan non-teknis dalam implementasinya. Kontribusi penelitian ini memberikan landasan empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis teknologi dan praktik pengajaran yang inovatif di Indonesia
Impact of CLIL on Scientific English and Problem-Solving Skills: A Quasi-Experimental Study in Moroccan Middle Schools
This study examines how CLIL (Content and Language Integrated Learning) can scaffold Moroccan school students to enhance their scientific English and problem-solving skills. This is important as it integrates language learning with subject mastery, a concept increasingly valued in academia and critical thinking development. The study employed a one-group pre-test and post-test design, with 25 middle school students participating in a science-oriented CLIL intervention. The results of a paired t-test revealed a significant improvement in scientific English proficiency and problem-solving ability following completion of the course. Compared to pre-test scores, post-test scores had increased considerably, concluding that the CLIL technique helped students acquire desirable academic skills (M difference = -5.640, SD = 3.303, SE = 0.661, t (24) = -8.539, p = 0.000), with a 95% confidence interval of [-7.003, -4.277]. This finding directly contributes to the ongoing efforts in Morocco to transform language and content instruction. It demonstrates that CLIL can significantly enhance learning outcomes, offering a pathway to improving the quality of teaching and learning in Moroccan schools