Diklinko Journals Publisher
Not a member yet
55 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Keefektifan Proses Belajar Mengajar Pada Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap keefektifan proses belajar mengajar pada pendidikan agama islam kelas VIII di MTSS Istiqomah Karang Sari. Pengambilan populasi yaitu seluruh siswa-siswi kelas VIII yang berjumlah 34 orang dan pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik Non probability sampling. teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi dan kuesioner (angket) dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan untuk memperjelas hasil yang lebih kompleks menggunakan analisis inferensial adapun tahap analisis datanya dengan menguji keabsahan data yaitu dengan menggunakan uji normalitas dan reliabilitas data, selanjutnya melakukan uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas dan selanjutnya dilakukan uji Hipotesis. Maka didapatkan Hasil akhir uji hipotesis dengan menggunakan uji t dari penelitian ini dengan taraf signifikansi 0,05, diperoleh hasil t hitung 9,927 > t tabel 2,032. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap keefektifan proses belajar mengajar pada pendidikan agama islam kelas VIII di MTSS Istiqomah Karang Sari
Upaya Peningkatan Efektivitas Proses Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keefektifan proses belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MIS Al-Ikhlas Pematangsiantar. Penelitian ini dilakukan dikelas IV-A dengan jumlah siswa 24 orang. Penelitiaan ini menggunakan Penlitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 Siklus melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi langsung dengan melakukan pengamatan saat kegiatan proses belajar berlangsung. Siklus I peneliti menggunakan metode berbasis kisah. Sesuai pengamatan yang dilakukan, metode kisah kurang cocok dalam proses belajar siswa yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sehingga didapatkan nilai siswa kurang dari 75 sebanyak 14 orang dengan presentasinya 58% sedangkan siswa dengan nilai 75 atau lebih sebanyak 10 orang dengan presentasinya 42%. Dengan hal itu maka peneliti melanjutkan pada siklus II yaitu dengan mengubah metode belajar dengan menggunakan metode berbasis Audio dan Video. Pada tahap ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dengan menggunakan metode ini siswa terlihat semakin fokus dalam proses pembelajaran, aktif dalam menjawab pertanyaan dan siswa terlihat tidak bosan saat guru menerangkan. Pada tahap ini siswa yang mendpatkan nilai 75 atau lebih yaitu sebanyak 21 orang dengan presentasinya 87,5% dan siswa yang mendapat nilai kurang dari 75 yaitu 3 orang yaitu 12,5%. Hal ini terlihat bahwa pada siklus I dan siklus II keefektifan proses belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam mengalami peningkatan
Pengaruh Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga Terhadap Sikap Beragama Siswa
This type of research was a survey research and was a descriptive qualitative research. The population in this study were all students and parents of students. The technique used was sampling technique in Porposive Sampling ie the sample is taken directly that is class I, II, III which amounted to 134 students and the sample on the students was devoted to the learning process of Islamic Religious Education so directly to teachers who teach Islamic Religious Education. Further data collected in the field is processed by quantitative descriptive analysis. From the research results prove that, the influence of religious education in the family of religious attitudes toward students in Madrasah Aliyah Darunnajah Botong Kec. Bungaya Kab, Gowa presence of personality competencies owned by teachers of Islamic Religion and family, students can learn effectively and conducive atmosphere, be kind to teachers of Islamic Education and parents, students are able to receive lessons well so that students can increase their knowledge especially in the subjects of Islamic Religious Education which affect the character and behavior of students in the family.
 
Hubungan Antara Minta Baca dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SD
The purpose of this study: (1) Knowing the relationship between reading interest and learning outcomes (2) Knowledge about the relationship between learning motivation and language learning outcomes (3) Knowledge about the relationship between reading interest and learning motivation and learning outcomes in Islamic Religious Education This type of research is retrospective and is correlative. Retrospective research is research that looks for relationships that are not manipulated by the researcher. The population of this study consisted of students from an elementary school in the city of Makassar with 100 students. data collection technology with a questionnaire. The research tool used was a Reading Interest Questionnaire and Learning Motivation Questionnaire with a Likert Rating Scale, alternative answers consisted of four choices, namely: I fully agree (SS; agree (S); disagree (TS); Strongly Disagree (STS). Data analysis techniques consist of descriptive analysis and inferential analysis showing search results (1) There is a significant relationship between interest in reading and studying Islamic Religious Education (2) There is a relationship between learning motivation and Indonesian learning outcomes (3) There is a significant relationship between reading and read Motivation to learn about Islamic Religious Education learning outcomes
Mengetahui Peran Komunikasi Intrapersonal Dalam Kesadaran Diri dan Pertumbuhan Pribadi
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dari komunikasi intrapersonal dalam kesadaran diri dan perkembangan pribad yang ada pada diri individu. Setiap orang dituntut untuk terus tumbuh dan berkembang dengan memiliki kesadaran diri yang baik. Salah satu cara bertahan di dunia dengan tenang adalah dengan terus mengikuti tuntutan sikap dan perilaku yang bernorma. Maka dalam hal itu kesadaran diri dan pertumbuhan pribadi menjadi bagian aspek yang penting. Dalam mencapai komunikasi yang baik dengan sekitar, indivdu perlu melakukan komunikasi intrapersonal yang baik terlebih dahulu. Komunikasi intrapersonal menjadi banyak pemicu antara bentuk komunikasi lainya, pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran
Tinjauan Sistem Pendidikan di Negara-Negara Amerika
Penelitian ini menjelaskan tentang sistem pendidikan di negara-negara Amerika terutama Amerika Serikat dan Amerika Latin untuk mengetahui bagaimana perbandingan sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Tujuan penelitian ini ingin menggambarkan bagaimana sistem pendidikan di negara Amerika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang berfokus pada penelitian pustakaan (library research), yang mana penelitian ini sumber data berupa buku-buku dan artiket yang dijadikan sumber utama berupa sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Amerika Latin untuk merujuk kepada karya-karya yang terpecaya dan relevan dengan kajian penelitian. Hasil dari penelitian ini, yaitu:(1) Sistem pendidikan di Amerika terkenal sebagai desentralisasi, yang artinya dalam masalah pendidikan diatur oleh wilayah negara Amerika masing-masing dengan tidak ada campur tangan dari presiden Amerika; (2) Tujuan dari sistem pendidikan di negara Amerika adalah untu mencapai kemajuan dalam segala bidang pendidikan; (3) Amerikan adalah sebuah negara yang demokrasi yang memberi kebebasan sepada semua pihak untuk memilih dan mengembangkan ilmunya, terus belajar dari pengalaman dan mengembangkan kemampuan terutama dalam bidang pendidikan agar tercapainya tujuan pendidikan
Sistem Pendidikan di Negara Eropa (Inggris, Prancis, Jerman dan Belanda)
Penelitian ini menjelaskan tentang sistem pendidikan di negara-negara eropa (Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pendidikan di Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini, yaitu: (1) Struktur dasar sistem pendidikan di Inggris, yaitu : pendidikan pra-primer usia 3-4 tahun, pendidikan primer usia 4-11 tahun. pendidikan sekunder usia 11-16 tahun, pendidikan lanjutan usia 16-18 tahun, dan pendidikan tinggi usia di atas 18 tahun; (2) Secara umum pendidikan di Prancis berlangsung secara sentralistik. Penyelenggaraan pendidikan terdiri dari jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Semua anak di Prancis dikenakan wajib belajar sampai dengan umur 16 tahun. Sekolah di Prancis dimulai dari tingkat TK sebagai tingkat pra-sekolah. Anak yang sudah berumur 2 tahun sudah boleh masuk TK, walaupun pada umumnya anak-anak masuk TK berumur 3-4 tahun; (3) Pendidikan di Jerman dipengaruhi oleh dua lembaga besar, yaitu negara dan agama (Gereja). Pendidikan di Jerman dimulai dari tahap prasekolah disebut Kindergarten (TK) dimulai dari umur 3-6 tahun. Pendidikan dasar pada usia 7-10 tahun. Di Jerman wajib belajar 13 tahun. Program wajib belajar di Jerman, di implementasikan dengan sangat terstruktur dan perencanaan yang matang; (4) Kewajiban belajar di Belanda ditetapkan dalam Undang-undang kewajiban belajar. Tahun 1900 kewajiban belajar itu 6 tahun lamanya, tetapi pada tahun 1928 jangka wajib belajar itu menjadi 7 tahun. Semenjak tahun 1950 lamanya wajib belajar itu ditingkatkan menjadi 8 tahun dan sejak tahun 1969 dijadikan 9 tahun yaitu sampai pada tingkat sekolah menengah
Sistem Pendidikan di Indonesia dan Upaya Membangun Pendidikan Nasional Yang Berkualitas Bersinegeri Dengan Nilai Keislaman dan Pengetahuan Sains Modern Serta Kemajuan Teknologi
Penelitian ini menjelaskan tentang Sistem pendidikan di Indonesia telah dirancang dengan cukup baik, dapat dilihat dari unsur, asas dan tujuan yang dirumuskan serta ditetapkan. semuanya sudah mengarah kepada kebaikan yang sangat diharapkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Namun, harapan bisa tidak terjadi karena fakta yang ada tidak sesuai dengan yang diharapkan, sebab pelaksanaan sistem pendidikan yang sudah dirancang dengan baik itu tidak dilaksanakan dengan maksimal. Kesemuanya hanya seperti perkataan saja, banyak ide tapi tidak banyak berbuat, maka ide tinggallah ide, hanya sebatas wacana saja. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional Dalam undang-undang secara tegas disebutkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 yang artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan pengaturan pendidikan dalam tataran praktis harus mengacu pada dua landasan tersebut. Memperbaiki pendidikan juga berarti harus memperbaiki sistem lain, seperti perekonomian dan kesejahteraan sosial seluruh warga Indonesia, PR besar ini harus diawali oleh kebijakan pada sistem dan dilaksanakan oleh seluruh warga sehingga dapat tercapai apa yang diinginkan, jika tidak maka akan sangat sulit untuk mencapai apa yang diinginkan karena hanya terus berpikir dan mementingkan kepentingan pribadi setiap pihak, sehingga apa yang seharusnya bisa dilakukan dengan mudah secara bersama dan memberi keuntungan hingga masa depan seluruh orang di Indonesia akan pupus begitu saja
Landasan Psikologi Kurikulum
This research discusses the psychological foundation, which is one of the principles in curriculum development, as it influences human behavior and how they learn. The psychological foundation in curriculum development plays a key role in designing educational curricula. In this context, the psychological foundation of the curriculum includes a deep understanding of students\u27 cognitive, emotional, and social development. Articulating learning objectives that align with the stages of psychological development can enhance educational effectiveness. The research method used is library research, a type of qualitative research involving the collection, analysis, processing, and presentation of books, journals, and texts related to the research theme as reference materials in the form of a literature report. The research findings on the psychological foundation of the curriculum reveal two concepts: 1) the psychological foundation of the curriculum includes Developmental Psychology, Learning Psychology, and Social Psychology. 2) The elements of the curriculum foundation encompass Student Development and Curriculum, Learning Psychology, and Curriculum Development
Sistem Pendidikan di Negara-negara ASEAN (Malaysia, Filipina, Singapura dan Brunei Darussalam)
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana guna merubah manusia menjadi lebih baik, artinya pendidikan menjadi faktor penentu dan indikator awal maju mundurnya suatu negara. Dari adanya proses pendidikan maka akan muncul manusia yang berakhlak dan bermoral, berkompeten serta berkualitas tinggi. Pendidikan menjadi komponen terpenting dalam kehidupan. Saat manusia mulai berinteraksi dengan kegiatan pendidikan, sejak itulah manusia berhasil mewujudkan berbagai macam perkembangan dan kemajuan dalam segala aspek kehidupannya. Berbagai upaya masing-masing pemerintahan negara untuk memperbaiki proses pendidikan yang ada, dimulai dari sarana dan prasana juga metode pendidikan yang diterapkan. Dengan demikian maka dapat dipahami bahwa, sistem pendidikan yang ideal adalah sistem yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk mencapai strata pendidikan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing anak