Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar biologi
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kuta Kelas X IPA 2 Semester I bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Biologi menggunakan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD). Data hasil penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes prestasi belajar Biologi. Dalam menganalisis data yang diperoleh digunakan metode analisis deskriptif. Data yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri dari data awal, data siklus I dan data Siklus II. Dari data awal diperoleh rata-rata kelas baru mencapai nilai 68,31 dan ketuntasan belajarnya baru mencapai 54%. Data ini jauh di bawah harapan mengingat KKM mata pelajaran Biologi di sekolah ini adalah 70, Pada siklus I sudah terjadi peningkatan dan persentase ketuntasan belajar mencapai 71%. Pada siklus II perolehan rata-rata kelas sudah mencapai 83,26 dan persentase ketuntasan belajarnya sudah mencapai 100%. Data pada Siklus II ini sudah sesuai harapan akibat penggunaan model pembelajaran yang sifatnya konstruktivis. Simpulan yang diperoleh adalah Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar Biologi Siswa Kelas X IPA 2 Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Kuta.
Classroom action research conducted at SMA Negeri 1 Kuta Class X IPA 2 Semester I aims to improve learning achievement in Biology subjects using the Student Team Achievement Division (STAD) Learning Model. The data from this research were collected by giving the Biology learning achievement test. In analyzing the data obtained, descriptive analysis method was used. The data generated from this study consisted of initial data, cycle I data and data from Cycle II. From the initial data, the average grade for the new class reached 68.31 and the learning completeness only reached 54%. This data is far below expectations considering that the KKM for Biology at this school is 70. In the first cycle there has been an increase and the percentage of learning completeness has reached 71%. In the second cycle, the average class acquisition has reached 83.26 and the percentage of learning completeness has reached 100. %. The data in Cycle II is in line with expectations due to the use of a constructivist learning model. The conclusion obtained is the Student Team Achievement Division (STAD) Learning Model can improve Biology learning achievement for Class X Science 2 Semester I Academic Year 2019/2020 SMA Negeri 1 Kuta
Penerapan model cooperative script untuk meningkatkan hasil belajar matematika
This study aims to describe the implementation of the Cooperative Script Learning Model to improve the mathematics learning outcomes of class X MIPA 1 students of SMA Negeri 1 Kedunggalar Ngawi in the 2016/2017 Academic Year. In this research, the problem statement is “how the implementation of Cooperative Script learning improves the learning outcomes of the Mathematics Absolute Value Equation of class X MIPA 1 students of SMA Negeri 1 Kedunggalar Ngawi?” The research conducted is a Classroom Action Research, where the teacher applies the learning model and the researcher makes observations based on the aspecs in the learning model. The respondents of this study were 26 students of class X MIPA 1 of SMA Negeri 1 Kedunggalar in the 2016/2017 Academic Year. Data were collected using tests. The researcher gave a test at the end of the lesson. The data were analyzed after obtaining data on student learning outcomes before and after using the action. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis. The indicators of success in this study are the improvement of students mathematics learning outcomes, with individual completeness ≥ 70 from the KKM determined by the school and classical completeness ≥ 75% of the total students who reach the KKM. The completeness analysis based on the scores acquired by students before the action obtained classical results with an average 50%. Meanwhile, after the action , the result was obtained as follows : Cycle I was 65.38% and Cycle II was 76.92%. Based on the results of the study, from the action analysis, it was concluded that the application of the Cooperative Script learning model can improve the learning outcomes of the absolute value equation of mathematics for class X MIPA1 SMA Negeri 1 Kedunggalar. This can be seen from the study completeness analysis of class X MIPA 1 students of SMA Negeri 1 Kedunggalar Ngawi after the action. Acording to the analysis result of the individual completeness of 26 students, it was found that 20 students had completed and 6 students had not, with average completeness of 73.65%.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Cooperative Script dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X MIPA 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 1 Kedunggalar Ngawi. Dalam penelitian ini rumusan masalahnya “Bagaimana Penerapan Pembelajaran Cooperative Script dapat Meningkatkan Hasil Belajar Persamaan Nilai Mutlak Matematika Siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedunggalar Ngawi?” Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu dimana guru yang menerapkan model pembelajaran dan peneliti yang melakukan observasi berdasarkan aspek yang terdapat dalam model pembelajaran yang digunakan. Siswa kelas X MIPA 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 1 Kedunggalar yang berjumlah 26 orang, dijadikan responden dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes. Peneliti memberikan tes di akhir pembelajaran. Setelah diperoleh data hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan tindakan, kemudian data dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar matematika siswa, dengan ketuntasan individual ≥ 70 dari KKM yang ditentukan sekolah dan ketuntasan klasikal ≥ 75% dari jumlah siswa yang mencapai KKM. Analisis ketuntasan berdasarkan skor yang diperoleh siswa sebelum tindakan, diperoleh hasil secara klasikal dengan rata-rata 50% sedangkan setelah tindakan diperoleh hasil sebagai berikut: Siklus I adalah 65.38% dan siklus II adalah 76.92%. Berdasarkan hasil penelitian, dari analisis tindakan, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar persamaan nilai mutlak matematika siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedunggalar. Hal ini dapat dilihat dari analisis ketuntasan belajar siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedunggalar setelah tindakan. Berdasarkan hasil analisis ketuntasan individual dari 26 siswa, diperoleh 20 siswa tuntas dan 6 siswa yang belum tuntas, dengan rata-rata ketuntasan adalah 73.65%
Upaya meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas xi SMAN 4 kota serang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
This study aims to determine the increase in students' cognitive abilities through jigsaw learning. This research is a classroom action research using two cycles. The subjects in this study were students of SMA Negeri 4 Kota Serang class XI MIPA in the odd semester of the 2018/2019 academic year. The object of research is students' cognitive abilities. Data on students' cognitive abilities were collected using a cognitive ability test instrument on the concept of plant tissue structure. Data were analyzed descriptively qualitatively. The results showed an increase in students' cognitive abilities before and after the action research. This action research is declared successful if it has achieved a cognitive average score at the minimum that is equivalent to the KKM value = 70. The results showed that the average value of students' cognitive abilities before the research action was 36.32, then increased to 48.23 after the first cycle, and increased again to 72.86 at the final session (cycle II). The conclusion of this study is that the application of the jigsaw learning model in learning is able to improve students' cognitive abilities on the concept of plant tissue structure.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa melalui pembelajaran jigsaw. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 4 Kota Serang kelas XI MIPA semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Objek penelitian adalah kemampuan kognitif siswa. Data kemampuan kognitif siswa dikumpulkan menggunakan instrumen tes kemampuan kognitif pada konsep struktur jaringan tumbuhan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif siswa sebelum dan sesudah penelitian tindakan. Penelitian tindakan ini dinyatakan berhasil bila telah mencapai nilai rata-rata kognitif secara klasikal minimal setara dengan nilai KKM=70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa sebelum tindakan penelitian sebesar 36,32, kemudian meningkat menjadi 48,23 setelah siklus I, dan meningkat lagi menjadi 72,86 pada sesi akhir (siklus II). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran jigsaw dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada konsep struktur jaringan tumbuhan
Penerapan satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di SMA Negeri 8 Mataram
This study aims to provide an overview of the implementation of disaster management in SMA Negeri 8 Mataram as an educational unit affected by the earthquake measuring 7.0 SR in 2018 and the national disaster Corona Virus Disease 19. This research applies a qualitative descriptive method with a case study method to provide an overview holistic and multiply in-depth understanding, especially about disaster management in other educational units, where students are categorized as vulnerable to disasters. Data collection techniques using interviews, observation and documentation by utilizing primary and secondary data sources. The data analysis technique used in this research is the interactive model analysis technique of Miles n Huberman. The results of this study indicate that disaster management at SMA Negeri 8 Mataram does not refer to disaster management references based on Law No. 24 of 2007 but adjusted based on the needs of the education unit carried out in several stages, including the formation of an alert team, independent assessment of the 3 pillars of a disaster-safe education unit and socialization as a publication of school readiness to face disasters.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan manajemen bencana di SMA Negeri 8 Mataram sebagai satuan pendidikan yang terdampak pada bencana gempa berkekuatan 7.0 SR di tahun 2018 dan bencana nasional Corona Virus Disease 19. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk memberikan gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman mendalam khususnya tentang manajemen bencana pada satuan pendidikan lainnya, di mana peserta didik masuk dalam kategori rentan terhadap bencana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dengan memanfaatkan sumber data primer dan sekunder. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen bencana di SMA Negeri 8 Mataram tidak mengacu pada rujukan manajemen bencana berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 namun disesuaikan berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan yang dilakukan dengan beberapa tahapan antara lain pembentukan tim siaga, penilaian mandiri terhadap 3 Pilar satuan pendidikan aman bencana serta sosialisasi sebagai publikasi terhadap kesiapan sekolah menghadapi bencana
Pengembangan tanaman obat organik solusi pemulihan ekonomi Bali di desa wisata Mas Ubud
The phenomenon of global, national, and regional communities has felt the economic downturn during the pandemic Covid-19. Mas Village, Ubud District, Gianyar Regency, as one of the villages in Bali that only relies on tourism as a source of income, so that a solution is immediately needed for economic recovery in the village. The topography and condition of the village of Mas Ubud, it is very potential to develop organic medicinal plants. However, the community does not have the knowledge for that, so it needs assistance from academics who are competent in their fields. From this background, 3 main problems can be formulated with regard to organic medicinal plants, namely: types of medicinal plants, procedures for development and processing, and implementation of the development of organic medicinal plants. This study aims to provide knowledge to the community, so that they can generate income from organic medicinal agriculture. The research steps were as follows: (1) the researcher made observations about the potential of land and the readiness of the community for the development of organic medicinal plants; (2) researchers are directly involved in providing education on land management procedures, types of plants grown, cultivation procedures, and processing of organic medicinal plants; (3) the researcher provides a workshop on the processing of organic medicinal plants in the form of health and beauty ingredients (Spa products). The results of the research were: 1) knowledge of the types of organic medicinal plants, sambiloto, and Spa ingredients; 2) knowledge of the development and processing of organic medicinal plants as health, beauty, fitness and art products; 3) implications in the form of developing a creative economy, preparing a tourist park as a source of knowledge for education, and preserving local wisdom of traditional Usada medicine. Research findings: continuous innovation towards strengthening the local economy based on organic herbs to create Balinese Wellnes Tourism Desa Mas Ubud.
Fenomena masyarakat global, nasional, dan daerah sangat merasakan keterpurukan ekonomi selama pandemi Covid-19. Desa Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, sebagai salah satu desa di Bali yang hanya mengandalkan pariwisata sebagai sumber penghasilan, sehingga segera dibutuhkan solusi untuk pemulihan ekonomi di Desa tersebut. Topografi dan kondisi wilayah Desa Mas Ubud, sangat potensial dikembangkan tanaman obat organik. Namun demikian masyarakatnya tidak memiliki pengetahuan untuk itu, maka perlu pendampingan para akademisi yang berkompeten di bidangnya. Dari latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan 3 permasalah utama berkenaan dengan tanaman obat organik, yaitu: jenis-jenis tanaman obat, tata cara pengembangan dan pengolahan, serta implementasi pengembangan tanaman obat organik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, sehingga mampu menghasilkan pendapatan dari pertanian obat organik. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) peneliti melakukan observasi tentang potensi lahan dan kesiapan masyarakat untuk pengembangan tanaman obat organik; (2) peneliti terlibat langsung memberikan edukasi tentang tatacara pengolahan lahan, jenis-jenis tanaman yang ditanam, tatacara budidaya, dan pengolahan tanaman obat organik; (3) peneliti memberikan workshop pengolahan tanaman obat organik berupa ramuan kesehatan dan kecantikan (produk Spa). Hasil penelitian berupa: 1) pengetahuan jenis-jenis tanaman obat organik temu-temuan, sambiloto, tanaman bahan Spa; 2) pengetahuan pengembangan dan pengolahan tanaman obat organik sebagai produk kesehatan, kecantikan, kebugaran, dan seni; 3) implikasi berupa pengembangan ekonomi kreatif, menyiapkan taman wisata sebagai sumber pengetahuan untuk edukasi, dan pelestarian kearifan lokal pengobatan tradisional usada. Temuan penelitian: inovasi secara berkelanjutan terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis herbal organik untuk mewujudkan Balinese Wellnes Tourism Desa Mas Ubud
Analisis pelaksanaan pendidikan jarak jauh pada pelajaran bahasa Inggris di Kalimantan Barat
Penelitian ini merupakan penelitian analitik terhadap penerapan Pendidikan Jarak Jauh dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan jarak jauh dalam pembelajaran bahasa Inggris di Kalimantan Barat, dengan ketentuan, (1) apa saja kesulitan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh? (2) platform online apa yang menurut guru bahasa Inggris paling cocok untuk diterapkan dalam pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh ini?; dan (3) platform online apa yang menurut guru bahasa Inggris dapat diterapkan dalam Blended Learning?. Metode penelitian deskriptif ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner online yang dilakukan dengan menggunakan platform google form untuk mengumpulkan data tentang pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh dalam pelajaran bahasa Inggris tahun 2020. Hasil kuesioner akan dijabarkan dalam bentuk data grafik tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform WhatsApp paling banyak digunakan dalam Pembelajaran Jarak Jauh ini. Kendala yang paling banyak dihadapi guru adalah sinyal internet yang tidak stabil, kurangnya fasilitas, kesulitan keuangan, dan kurangnya kesadaran dan disiplin siswa untuk mengikuti pembelajaran online ini. Media online yang dianggap dapat digunakan untuk blended learning adalah Google Form dan YouTube.
This research is an analytical study of the implementation of Distance Learning in English Language Learning in West Kalimantan. This study aims to analyze the implementation of distance education in English lessons in West Kalimantan, with the provisions, (1) what are the difficulties encountered by English teachers in implementing Distance Learning? (2) what online platform do English teachers think is the most suitable to be applied in the implementation of this Distance Education? and (3) what online platforms do English teachers think that can be applied in Blended Learning? The method of this descriptive research is qualitative. The data collection technique used in this study is an online questionnaire which is carried out using the google form platform to collect data about the implementation of Distance Education in English lessons in 2020. The results of the questionnaire will be described in the form of a data tabulation graph. The results showed that platform WhatsApp was the most widely used in this Distance Learning. The obstacles that most teachers had to deal with were an unstable internet signal, lack of facilities, financial difficulties, and lack of students ‘awareness and discipline to take part in this online learning. Online media that are considered to be used for blended learning are Google Form and YouTub
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar matematika
This research is a classroom action research which is conducted with the aim of improving student learning outcomes in mathematics through the application of the STAD type cooperative learning model. The subjects of the study were 20 students of class IXG SMP Negeri 1 Bebandem in the academic year 2019/2020, consisting of 12 male students and 8 female students, while the object of this study was the result of learning mathematics. The learning outcome data were collected by means of tests and then analyzed based on the learning achievement and learning mastery. The indicator of success in this study is that students achieve ≥ 72% learning achievement with learning mastery ≥ 85%. This research was conducted in two cycles and gave a very thrilling results. In cycle I, the learning achievement achieved by students is 76,50% with learning mastery 75,00% and in cycle II the learning achivement achieved by students is 80,50% with learning mastery 85,00%. From these results it can be seen that there is an increase in the learning achievement capacity of 4,00% and an increase in learning mastery by 10,00%. Based on the results obtained, it can be concluded that the application of the STAD type cooperative learning model can improve the mathematics learning outcomes of class IXG students of SMP Negeri 1 Bebandem in the academic year 2019/2020.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas IXG SMP Negeri 1 Bebandem Tahun Pelajaran 2019/2020 berjumlah 20 orang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan sedangkan objek dari penelitian ini adalah hasil belajar matematika. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes selanjutnya dianalisis berdasarkan daya serap dan ketuntasan belajar. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah daya serap siswa mencapai ≥ 72% dengan ketuntasan belajar ≥ 85%. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan memberikan hasil yang sangat menggembirakan. Pada siklus I daya serap yang dicapai siswa 76,50% dengan ketuntasan 75,00% dan pada siklus II daya serap yang dicapai siswa 80,50% dengan ketuntasan 85,00%. Dari hasil tersebut dapat diketahui ada peningkatan daya serap sebesar 4,00% dan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 10,00%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IXG SMP Negeri 1 Bebandem Tahun Pelajaran 2019/2020
Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament untuk meningkatkan hasil belajar seni musik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar seni budaya siswa kelas XI IPA 2 semester I tahun pelajaran 2020/2021 setelah menerapkan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dilengkapi handout pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPA 2 SMA Dharma Praja Denpasar, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar seni budaya siswa setelah melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dilengkapi handout pembelajaran yang efektif. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi, angket, dan dokumentasi untuk respon siswa dan tes hasil belajar untuk mendapatkan data hasil belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dilengkapi handout pembelajaran yang efektif. Kriteria keberhasilan ditetapkan jika rata-rata hasil belajar seni musik siswa minimal 70. Selain itu, daya serap siswa secara klasikal minimal 70% dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal minimal 85%. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa 78,97 dengan ketuntasan 75%, sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa sebesar 85,38 dengan ketuntasan 100%. Berasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dapat meningkatkan hasil belajar seni musik siswa.
This study aims to determine the increase in learning outcomes of art and culture students in class XI IPA 2 in the first semester of the 2020/2021 academic year after implementing team games tournament type cooperative learning equipped with learning handouts. The subjects in this study were students of Class XI IPA 2 SMA Dharma Praja Denpasar, while the object in this study was the result of learning the arts and culture of students after carrying out cooperative learning type teams games tournament equipped with effective learning handouts. The method of data collection used the instruments of observation sheets, questionnaires, and documentation for student responses and learning outcomes tests to obtain data on student learning outcomes. The data collected were analyzed descriptively quantitatively. In this study, the cooperative learning model of the teams games tournament type is applied, equipped with effective learning handouts. The criteria for success are determined if the average student learning achievement in music is at least 70. In addition, classical student absorption is at least 70% and classical student learning completeness is at least 85%. The results of the research in the first cycle showed that the average student learning outcomes were 78,97 with 75% completeness, while in the second cycle the average student learning outcomes was 85.38 with 100% completeness. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the team games tournament type of cooperative learning model can improve students' musical learning outcomes
Implementasi model direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar sprint
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar sprint melalui penerapan model direct instruction. Penelitian tindakan kelas ini yang dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitiannya adalah siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 1 Sukawati yang berjumlah 36 orang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan metode observasi dan tes prestasi. Setelah data yang diperlukan semuanya, maka tindak selanjutnya adalah menganalis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Kriteria keberhasilan nilai rerata minimal 80 dan ketuntasan secara klasikan minimal 85%. Hasil penelitian pada siklus I dengan nilai rerata 79 dan ketuntasan secara klasikal mencapai 80,55%. Hasil pada siklus II menunjukan peningkatan hasil belajar siswa dengan nilai rerata 83 dan ketuntasan secara klasikal 100%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar pengimplementasian model Direct Instrution dapat meningkat. Disarankan kepada guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk mengimplementasikan model ini karena terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar hasil belajar teknik dasar lari jarak pendek.
This study aims to improve activities and learning outcomes of basic techniques for sprinting through the application of the direct instruction model. This classroom action research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of the action plan, action implementation, observation / evaluation, and reflection stages. The subjects of the research were 36 students of Class X MIA 1 SMA Negeri 1 Sukawati. The method used to collect data is the method of observation and achievement tests. After all the required data, the next step is to analyze the data using descriptive statistical analysis. The criteria for success are the average score of at least 80 and classical completeness of at least 85%. The results of the research in the first cycle with an average value of 79 and classical completeness reached 80.55%. The results in the second cycle showed an increase in student learning outcomes with an average value of 83 and classical completeness of 100%. Based on the results of data analysis and the discussion above, it can be concluded that the activities and learning outcomes of implementing the Direct Instrution model can increase. It is recommended for Sports and Health Physical Education teachers to implement this model because it is proven to increase activity and learning outcomes of sprint basic technique learning
Penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan motivasi belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi pada penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) mata pelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPA1 semester I di SMA Negeri 1 Petang tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah kelas XI IPA1 semester I di SMA Negeri 1 Petang sebanyak 28 orang. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah motivasi belajar sejarah siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Kriteria keberhasilan dapat dicapai ketika skor rata-rata motivasi belajar masuk kategori tinggi dan minimal mencapai 85%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil simpulan bahwa: penerapan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan motivasi belajar sejarah pada siswa kelas XI IPA 1 semester I di SMA Negeri 1 Petang tahun pelajaran 2018/2019. Hal tersebut ditunjukkan dari rerata pada siklus I sebesar 140,179 dengan ketuntasan klasikal 78,57%. Sedangkan rerata pada siklus II sebesar 163,143 dengan ketuntasan klasikal 100%.
This study aims to determine the increase in the application of the Teams Games Tournament (TGT) learning model to increase motivation to learn history in class XI IPA1 semester I at SMA Negeri 1 Petang in the 2018/2019 academic year. This type of research is classroom action research (CAR) with the research subject being class XI IPA1 semester I at SMA Negeri 1 Petang as many as 28 people. While the object of this research is the students' motivation to learn history after the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning model. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis. The criteria for success can be achieved when the average score of learning motivation is in the high category and minimum of reaches 85%. Based on the research that has been done, it can be concluded that: the application of the TGT learning model can increase the motivation to learn history in class XI IPA 1 semester I at SMA Negeri 1 Petang in the 2018/2019 academic year. This is shown from the average in the first cycle of 140.179 with a classical completeness of 78.57%. While the average in the second cycle is 163.143 with 100% classical completeness