Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Pendekatan konseling rational emotive behavioral therapy (REBT) dengan teknik dispute kognitif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII.F SMP Negeri 12 Denpasar
This study aims ro find out how to improve confidence of student's class VII of SMP negeri 12 denpasar using a approach method konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) with dispute/kognitif technique. This research was a act and guidence and conselling (PTBK). It was done for two time.This research was conducted at SMP N 12 denpasar the sample of this research took 40 participants.The data collection method was used is confidence Angket,data analysis technique was used are percentage analysis technique,where all the quistionnaire is answered have been collected,than tabulated those answers. The research result showed that percentage of confidence of student's class VII F was getting higher,average 35,21% is showed improvement skor.before sampling is been done from 40,5 become 58,33 after sampling have been done.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII.F SMP Negeri 12 Denpasar dengan menggunakan pendekatan konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dengan teknik Dispute kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dalam bimbingan dan konseling (PTBK) dengan pelaksanaan dua siklus, Penelitian ini dilakukan di SMPN 12 Denpasar. Sampel dalam penelitian sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data berupa angket percaya diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis persentase, di mana setelah semua jawaban terkumpul kemudian ditabulasikan jawaban tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase peningkatan skor kepercayaan diri siswa kelas VII F sebesar 35,21 % yang mana mengalami peningkatan skor sebelum dilakukan tindakan sebesar 40,5 menjadi 58,33 setelah dilakukan tindakan
Efektivitas penggunaan media gambar dalam upaya meningkatkan hasil belajar agama hindu
This classroom action research aims to determine the increase in learning outcomes of Hinduism through the use of image media. The subjects of this study were grade 1 students of SDN 3 Padangsambian, Denpasar city in the 2020/2021 school year. The object of research is the learning outcomes of Hinduism. Hindu religious learning outcomes data were collected using learning outcome tests. The collected data were analyzed descriptively qualitatively. The criteria for success are as follows: (1) the minimum average daily test score is KKM = 70, and (2) classical learning completeness is at least 85%. The results of preliminary observations made before the action showed that the mean value of Hinduism only reached 67.78 with classical completeness of 61.54%. After the classroom action research was carried out, in the first cycle the average value of the students' daily tests reached 71.84 with 80.77% classical completeness. In the first cycle classical completeness was still below 85% so the cycle was continued to cycle II. After taking the action, in cycle II, the mean score of Hinduism reached 76.19 with classical completeness reaching 88.46%. Thus, the use of image media can improve learning outcomes of Hinduism for grade I SDN 3 Padangsambian students in the 2020/2021 school year in two cycles.
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Agama Hindu melalui penggunaan media gambar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN 3 Padangsambian kota Denpasar tahun pelajaran 2020/2021. Objek penelitian adalah hasil belajar Agama Hindu. Data hasil belajar Agama Hindu dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan adalah sebagai berikut: (1) nilai rata-rata ulangan harian minimal sebesar KKM=70, dan (2) ketuntasan belajar klasikal minimal 85%. Hasil observasi awal yang dilakukan sebelum tindakan menunjukkan bahwa nilai rerata Agama Hindu hanya mencapai 67,78 dengan ketuntasan secara klasikal 61,54%. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas, pada siklus I nilai rata-rata ulangan harian siswa mencapai 71,84 dengan ketuntasan klasikal 80,77%. Pada siklus I ketuntasan secara klasikal masih di bawah 85% sehingga siklus dilanjutkan ke siklus II. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus II, nilai rerata Agama Hindu mencapai 76,19 dengan ketuntasan klasikal mencapai 88,46%. Dengan demikian, penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas I SDN 3 Padangsambian tahun pelajaran 2020/2021 dalam dua siklus
Implementasi model pembelajaran outdoor POCE untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring
This research is conducted based on the problems identified in class X Multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring namely the low student physics learning outcomes which include aspects of understanding and applying student concepts. The purpose of this study are to improve the understanding and application of concepts in physics learning through the implementation of the outdoor POCE in physics. The subjects of this study were 36 grade X Multimedia students of SMK Negeri 1 Tampaksiring in the second semester of 2019/2020 academic year. This research was conducted in two cycles. Cycle I consisted of three meetings and cycle II consisted of five meetings. Some data on understanding and applying concepts are collected by tests and assignments. Descriptive analysis results showed that an increase in outcomes aspects of understanding and application of students' physics concepts through the implementation of the outdoor POCE model.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang teridentifikasi di kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring yaitu rendahnya hasil belajar fisika siswa yang meliputi aspek pemahaman dan penerapan konsep siswa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep dalam pembelajaran fisika melalui implementasi model pembelajaran outdoor POCE dalam pembelajaran fisika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari tiga kali pertemuan dan siklus II terdiri dari lima kali pertemuan. Data pemahaman dan penerapan konsep dikumpulkan dengan tes dan penugasan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar aspek pemahaman dan penerapan konsep fisika siswa melalui implementasi model pembelajaran outdoor POCE dalam pembelajaran fisika
Penerapan layanan bimbingan klasikal berbasis tri hita karana dalam meningkatkan karakter siswa tahun pelajaran 2019/2020
This study aims to instill positive attitudes, traits and characters from the application of the universal Tri Hita Karana culture in the form of a tri hita karana-based classical guidance service that is tested on students this research is a type of action research that covers several aspects, namely the planning, implementation, observation / evaluation and reflection stages and using 2 cycles. The hypothesis proposed in this study: that by using the implementation of classical guidance services based on Tri Hita Karana can improve the character of students in the academic year 2019/2020.Research subjects in the classical guidance service based on Tri Hita karana were all students of class in the academic year 2019/2020. Based on the results of this study it can be concluded that the application of Tri Hita Karana-based classical guidance services can improve student character where there is a significant change that occurs an average increase of 27% in the first cycle while in the second cycle an average increase of 57.6%, then this it can be concluded that the application of Tri Hita Karana-based classical guidance services is considered to be effective in increasing the problem of students' character in the modern era.
Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan sikap, sifat dan karakter positif dari penerapan budaya Tri Hita Karana sejagat dalam bentuk layanan bimbingan klasikal berbasis Tri Hita Karana yang diujikan pada siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan yang meliputi beberapa penelitian. Aspek-aspek yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi serta menggunakan 2 siklus. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini bahwa dengan penerapan layanan bimbingan klasikal berbasis Tri Hita Karana dapat meningkatkan karakter siswa pada tahun ajaran 2019/2020. Subjek penelitian dalam layanan bimbingan klasikal Tri Hita karana adalah seluruh mahasiswa angkatan tahun ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan bimbingan klasikal berbasis Tri Hita Karana dapat meningkatkan karakter siswa di mana terdapat perubahan yang signifikan yaitu terjadi peningkatan rata-rata sebesar 27% pada siklus I sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata sebesar 57,6%, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan bimbingan klasikal berbasis Tri Hita Karana dinilai efektif dalam meningkatkan masalah karakter siswa di era modern
Penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada pembuatan strip komik untuk meningkatkan kemampuan menulis bahasa inggris
This class action research aims to improve students' writing skills through the application of PJBL model in comic strips project.The study was conducted in class X social 2 of SMA Negeri 2 Kuta in the second semester of the academic year 2019/2020 involving 36 students. This class action research consisted of 2 cycles with Expressions material. Student writing assessment data was collected from the writing assessment rubric while students' responses to the application of the PJBL model in the comic strips project were collected by questionnaire. The collected data was analyzed descriptively. This research is said to be successful if the student's average writing score is at least in good category, and the average value of student responses is in the positive category.The results showed (1) the average writing score of students in the first cycle was 77.36 with good category, whereas in the second cycle was 80.56 with good category, (2) the average value of responses Class X IPS 2 students of SMA Negeri 2 Kuta on the application of PJBL model in comic strips project amounted to 43.78 with positive category. These results indicate that the application of the PJBL model in comic strips project can improve students' English writing skills in class X social 2 SMA Negeri 2 Kuta in the academic year 2019/2020.
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui penerapan model PJBL pada pembuatan strip komik. Penelitian dilaksanakan di kelas X IPS 2 SMA Negeri 2 Kuta pada semester genap tahun ajaran 2019/2020 dengan melibatkan 36 orang siswa. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus dengan materi Expressions. Data penilaian menulis siswa dikumpulkan dari rubrik penilaian menulis sedangkan tanggapan siswa terhadap penerapan model PJBL pada strip komik dikumpulkan dengan angket. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika diperoleh skor rata-rata menulis siswa minimal berada pada kategori baik, dan nilai rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model PJBL pada proyek strip komik minimal berada pada kategori positif. Hasil penelitian menunjukkan (1) skor rata-rata menulis siswa pada siklus I sebesar 77,36 dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II diperoleh skor rata-rata menulis siswa sebesar 80,56 dengan kategori baik, (2) nilai rata-rata tanggapan siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 2 Kuta terhadap penerapan model PJBLproyekstrip komik sebesar 43,78 dengan kategori positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model PJBL pada proyek strip komik dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam pelajaran bahasa Inggris kelas X IPS 2 SMA Negeri 2 Kuta tahun ajaran 2019/2020
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar
This research is a classroom action research that aims to determine the effectiveness of the application of the Jigsaw cooperative learning model can improve student motivation and learning outcomes. The subjects of this study were students of class XI MIPA3 of SMA Negeri 1 Marga in semester 1 of the 2019/2020 academic year, totaling 39 people consisting of 18 male students and 21 female students. The object of research is motivation and learning outcomes of chemistry.Student motivation data were collected using a questionnaire, while learning outcomes data were collected using learning outcomes tests. The data collected was analyzed descriptively qualitatively. This action research is said to have succeeded if it met the following requirements: (1) minimal student motivation in the high category, (2) the average value of minimum daily tests of KKM = 68, and classical learning completeness of at least 85%. Before the study was conducted the students' motivation was very low, as seen from the assignments not being completed on time, some students arrived late, and in class many students were sleepy. The average value of the previous daily tests was 66.18 and from 39 students it turned out that only 27 people were complete so that classical completeness only reached 69.23%. After conducting classroom action research, inthe first cycle students 'motivation was quite high, the average value of the students daily tests was 69.03, and from 39 students only 32 people were completed so that classical completeness reached 82.05%. In the second cycle the results achieved were high student learning motivation, the average value of daily tests reached 72.68, and of 39 students it turned out that 35 people had reached completeness so that learning completeness classically reached 89.74%. Conclusion: the applicationof a jigsaw cooperative learning model can increase students' motivation and chemistry learning outcomes in two cycles.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatof tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA3 SMA Negeri 1 Marga semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 39 orang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar kimia. Data motivasi siswa dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptifkualitatif. Penelitian tindakan kelas ini dikatakan sudah berhasil bila memenuhi syarat-syarat: (1) motivasi siswa minimal tinggi, (2) nilai rata-rata ulangan harian minimal sebesar KKM=68, dan ketuntasan belajar klasikal minimal 85%. Sebelum dilakukan tindakan motivasi belajar siswa sangat rendah, terlihat dari tugas-tugas tidak diselesaikan tepat waktu, beberapa siswa datang terlambat, dan di kelas siswa banyak yang mengantuk. Nilai rata-rata ulangan harian sebelumnya adalah 66,18 dan dari 39 orang siswa ternyata hanya 27 orang dinyatakan tuntas sehingga ketuntasan klasikal hanya mencapai 69,23%. Setelah dilakukan penelitian tindakankelas, pada siklus I motivasi siswa tergolong cukup tinggi, nilai rata-rata ulangan harian siswa 69,03, dan dari 39 orang siswa hanya 32 orang yang dinyatakan tuntas sehingga ketuntasan klasikal baru mencapai 82,05%. Pada siklus II hasil yang dicapai adalah motivasi belajar siswa tinggi, nilai rata-rata ulangan harian mencapai 72,68, dan dari 39 orang siswa ternyata 35 orang sudah mencapai ketuntasan sehingga ketuntasan belajar secara klasikan mencapai 89,74%. Kesimpulan: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa dalam dua siklus
Penggunaan media daun kelor pada pelajaran sejarah kebudayaan islam terhadap hasil belajar di MTs Negeri 2 Lembata
Teachers are required to have skills in using learning methods and media, which are used as a tool to distribute material to students. The fact is that the learning patterns used by teachers today still use makeshift media, so students are less interested and bored with Islamic Cultural History lessons. Because they have to know the names of figures, years, and historical places that are difficult for students to remember. It takes teacher creativity in using learning media to arouse student learning motivation. Besides the consumption of Moringa Leaves, it is also used as a medium in the learning process in class, by utilizing the parts or fins of the bone Moringa Leaves to understand the learning material provided by the teacher. This study aims to determine the learning process using the Moringa Leaf media on student learning outcomes in Islamic Cultural History (SKI) lessons. This research is a classroom action research conducted in two cycles, each cycle carried out through the process of planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were 25 VII-C grade students. The research data were obtained using observation sheets and questionnaires. Furthermore this data is analyzed using the percentage formula. The results obtained are a). The teacher was ready to use the Moringa Leaf media in the first cycle with a percentage of 62.07% and the second cycle with a percentage of 84.08%. b). Student learning outcomes on the material of the preaching strategy of the Prophet Muhammad Shallahu a Alaihi Wassallam in Mecca in MTs Negeri 2 Lembata also increased, with a percentage of 72.86% in the first cycle, and 80.84% in the second cycle. The results of students' mastery learning also increased with a percentage of 67.47% in the first cycle and 82.46% in the second cycle. The use of Moringa Leaf media in the subjects of Islamic Cultural History can improve student learning outcomes in MTs Negeri 2 Lembata.
Guru wajib memiliki kecakapan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran, yang dijadikan sebagai alat untuk menyalurkan materi kepada peserta didik. Kenyataannya bahwa pola pembelajaran yang digunakan oleh guru saat ini masih menggunakan media seadanya, sehingga siswa kurang berminat dan bosan dengan pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Karena harus mengetahui nama-nama tokoh, tahun, dan tempat-tempat bersejarah yang sulit untuk diingat oleh peserta didik. Dibutuhkan kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Daun Kelor selain di konsumsi, juga digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran di kelas, dengan cara memanfaatkan bagian-bagian atau sirip-sirip tulang Daun Kelor tersebut untuk memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan media Daun Kelor terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus dilaksanakan melalui proses kegiatan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-C sebanyak 25 orang. Data hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar observasi dan angket. Selanjutnya data ini dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil yang diperoleh adalah a). Guru telah siap menggunakan media Daun Kelor pada siklus I dengan persentase 62,07% dan siklus II dengan persentase 84,08%. b). Hasil pembelajaran siswa pada materi strategi dakwah Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassallam di Mekah di MTs Negeri 2 Lembata juga meningkat, dengan persentase 72,86% pada siklus I, dan 80,84% pada siklus II. Hasil ketuntasan belajaran siswa juga meningkat dengan persentase 67,47% pada siklus I dan 82,46% siklus II. Penggunaan media Daun Kelor pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dapat meningkatkan hasil belajar siswa di MTs Negeri 2 Lembata