Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
Not a member yet
    387 research outputs found

    Penerapan metode latihan awalan sembilan langkah untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok atletik

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada peserta didik kelas XI MIPA-3 semester ganjil tahun ajaran 2019-2020 yang kemampuan peserta didiknya untuk materi pembelajaran penjasolkes sangat rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan kemampuan dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dalam cabang atletik pada mata pelajaran PJOK setelah diterapkan penerapan metode latihan awalan sembilan langkah menggunakan teori-teori yang ada dalam pelaksanaan pembelajaran biologi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIPA-3, sedangkan objek penelitian adalah kemampuan dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dalam cabang atletik pada mata pelajaran PJOK. Metode pengumpulan datanya adalah tes kemampuan dan hasil belajar peserta didik. Metode analisis datanya adalah deskriptif baik untuk data kualitatif maupun untuk data kuantitatif. Kriteria keberhasilan ditetapkan sesuai nilai KKM yang ditetapkan yaitu 67. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode latihan awalan sembilan langkah dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar peserta didik. Hal ini terbukti dari hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada awalnya mencapai nilai rata-rata 63, pada siklus I mencapai nilai rata-rata 69 dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata 76. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latihan awalan Sembilan langkah dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dalam cabang atletik pada peserta didik kelas XI MIPA-3 SMA Negeri I Abiansemal. This classroom action research was carried out on students of class XI MIPA-3 in the odd semester of the 2019-2020 academic year whose students' abilities for learning material for physical education and health education were very low. The purpose of writing this classroom action research is to find out how high the improvement in ability and learning outcomes of the squat style long jump in athletics in PJOK subjects is after the application of the nine-step prefix training method using existing theories in the implementation of biology learning. The research subjects were students of class XI MIPA-3, while the object of research was the ability and learning outcomes of the squat style long jump in athletics in PJOK subjects. The data collection method is a test of students' abilities and learning outcomes. The data analysis method is descriptive both for qualitative data and for quantitative data. The criteria for success are determined according to the KKM value that is set, namely 67. The results of this study indicate that the application of the nine-step prefix training method can improve students' abilities and learning outcomes. This is evident from the learning outcomes obtained by students initially reaching an average value of 63, in the first cycle it reached an average value of 69 and in the second cycle it reached an average value of 76. Nine steps can improve the ability and learning outcomes of long jump squat style in athletics for students in class XI MIPA-3 SMA Negeri I Abiansemal

    Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran seni budaya menggunakan model flipped classroom melalui aplikasi google classroom

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran model Flipped Classroom pada masa pandemi Covid-19. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 6 SMAN 1 Kamal berjumlah 34 siswa, objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar seni budaya materi Konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa. Metode pengumpulan data aktivitas siswa melalui dokumentasi dan observasi, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Strategi yang digunakan adalah pembelajaran Blended Learning dengan model Flipped Classroom melalui aplikasi Google Classroom. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu nilai rerata kelas minimal setara KKM=70, ketuntasan secara klasikal minimal 85%, dan aktivitas siswa minimal aktif. Hasil penelitian pada siklus I, nilai rerata kelas sebesar 69,29 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 72,97% dan aktivitas siswa aktif. Pada siklus II, nilai rerata kelas meningkat menjadi 88,43 dengan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 91,89% dan aktivitas siswa sangat aktif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Flipped Classroom melalui aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. This study aims to describe the increase in student activities and learning outcomes through learning the Flipped Classroom model during the Covid-19 pandemic. The subjects of this study were 34 students of class XI IPA 6 SMAN 1 Kamal. The object of this research is the activity and learning outcomes of art and culture material Concepts, elements, principles, materials, and techniques in creating fine arts. The method of collecting student activity data is through documentation and observation, while learning outcomes data are collected using learning outcomes tests. The research data analysis method used descriptive qualitative analysis. The strategy used is Blended Learning with the Flipped Classroom model through the Google Classroom application. The success criteria set in this study are the minimum grade point average of KKM = 70, classical completeness is at least 85%, and student activity is minimally active. The results of the research in the first cycle, the average value of the class was 69.29 with classical learning completeness 72.97% and active student activities. In the second cycle, the average value of the class increased to 88.43 with classical learning completeness reaching 91.89% and student activities were very active. Thus, it can be concluded that learning using the Flipped Classroom model through the Google Classroom application can improve student activities and learning outcomes

    Meningkatkan keterampilan bermain taktis sepak bola melalui pendekatan model pembelajaran permainan taktis

    Get PDF
    The purpose of this action research is to determine the extent to which the tactical game learning model approach can improve the ability to execute skills, make decisions, support, in soccer game situations. The research subjects were students of Class XII IPS 3, Academic Year 2017/2018 totaling 43 people. The object of research is tactical playing skills. Data on tactical playing skills were collected using observation instruments. Skills assessment is quantitative data from observations which are then converted into qualitative data. The research data were analyzed descriptively qualitatively. This action research is said to be successful if it meets the following criteria: (a) the minimum score for the implementation of the learning process with the criteria "Good", (b) the minimum score for the activities of students in the learning process with the criteria "Good"; (c) the minimum score for the response of students to the learning process with the criteria of "Good"; and (d) minimum score of 'Good' criteria for soccer process skills. The results showed that: (a) in cycle 1 the score was 56.74 with sufficient criteria; (b) in cycle 2 has increased with the acquisition value of 78.86 with good criteria. In conclusion, the tactical game learning model approach can improve tactical playing skills in soccer game situations. Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendekatan model pembelajaran permainan taktis dapat meningkatkan kemampuan keterampilan mengeksekusi, membuat keputusan, mendukung, dalam situasi permainan sepak bola. Subjek penelitian adalah peserta didik Kelas XII IPS 3, Tahun Pelajaran 2017/2018 berjumlah 43 orang. Objek penelitian adalah keterampilan bermain taktis. Data keterampilan bermain taktis dikumpulkan menggunakan instrumen observasi. Penilaian keterampilan merupakan data kuantitatif hasil observasi kemudian dikonversi menjadi data kualitatif. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian tindakan ini dikatakan berhasil apabila memenuhi kriteria: (a) skor minimal pelaksanaan proses pembelajaran kriteria “Baik”, (b) skor minimal aktivitas pesrta didik pada proses pembelajaran kriteria “Baik”; (c) skor minimal respon peserta didik pada proses pembelajaran kriteria “Baik”; dan (d) skor minimal keterampilan proses permainan sepak bola kriteria ‘Baik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) pada siklus 1 perolehan nilai 56,74 dengan kriteria cukup; (b) pada siklus 2 mengalami peningkatan dengan perolehan nilai 78,86 dengan kriteria baik. Kesimpulan, pendekatan model pembelajaran permainan taktis dapat meningkatkan keterampilan bermain taktis dalam situasi permainan sepak bola

    Interaksi edukatif guru kunjung sebagai strategi alternatif meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran masa pandemi COVID-19

    Get PDF
    The government policy through the Ministry of Education and Culture related to the pandemic period is the adjustment of learning during the Covid-19 Virus pandemic, where the learning process in schools that was initially carried out direct learning must be replaced with an online (online) and offline (offline) system. One of the things that must be in the mind of an educator in implementing this distance learning is to humanize the relationship. This best practice aims to describe the effectiveness of "ge-je" (Guru kunJung/teacher’s visit) educational interactions as an alternative strategy to increase learning motivation in implementing distance learning in order to humanize the relationship between teachers and students through providing learning motivation to conditions for students who have special obstacles such as limited funds to buy quotas, lack of understanding of the material, and those involved in economic activities at home. This research uses qualitative methods, and for concrete data collection the authors carry out several data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The subjects of this research were students of class IX-C at SMP Negeri 20 Malang. The result obtained is the importance of conducting an early diagnosis in the implementation of distance learning. Early diagnosis really needs to be done to get a information of student’s motivation and learning styles. In addition, the selection of the right approach, strategy and learning method, and the platform chosen must be adapted to the real situation of the area. In relatively safe areas, the implementation of the educational interaction strategy "ge-je" (Guru kunJung/teacher’s visit) is appropriate for students who have special obstacles such as limited funds to buy quotas, lack of understanding of the material, and those involved in economic activities at home. Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan masa pandemi adalah penyesuaian pembelajaran di masa pandemi Virus Covid-19, di mana proses pembelajaran di sekolah yang semula dilakukan secara tatap muka harus diganti dengan sistem daring maupun luring. Salah satu hal yang harus ada pada pemikiran seorang pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini adalah memanusiakan hubungan. Best practise ini bertujuan untuk memaparkan efektivitas interaksi edukatif “ge-je” (Guru kunJung) sebagai strategi alternatif meningkatkan motivasi belajar dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dalam rangka memanusiakan hubungan antara guru dan siswa melalui pemberian motivasi belajar pada kondisi pada siswa yang mempunyai hambatan khusus seperti keterbatasan dana untuk membeli kuota, pemahaman terhadap materi kurang, dan yang terlibat aktivitas ekonomi di rumah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan untuk pengumpulan data yang konkret penulis melaksanakan beberapa teknik pengumpulan data, yakni pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-C di SMP Negeri 20 Malang. Hasil yang diperoleh adalah pentingnya dilakukan diagnosa awal dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Diagnosa awal sangat perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran motivasi dan gaya belajar siswa. Selain itu pemilihan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang tepat, serta platform yang dipilih harus disesuaikan dengan situasi nyata daerah tersebut. Pada daerah yang relatif sudah aman, penerapan strategi interaksi edukatif “ge-je” (Guru kunJung) tepat dilakukan pada siswa yang mempunyai hambatan khusus seperti keterbatasan dana untuk membeli kuota, pemahaman terhadap materi kurang, dan yang terlibat aktivitas ekonomi di rumah

    Meta analisis: pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif

    Get PDF
    There are many studies to improve students' creative thinking skills through problem-based learning models, but no one has analyzed the results of the research that has been done. This study aims to determine the effect of problem-based learning models on students' creative thinking abilities. This study uses a meta-analysis method with a sample size of 14 journal articles. The results of the meta-analysis research show that the effect of the problem-based learning model on the ability to think creatively has ES (Effect Size) with high criteria and if you look for the average of all learning models, the average value of ES=1,26 (high effect). Banyak penelitian untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran berdasarkan masalah, tetapi belum ada yang menganalisis hasil penelitian yang sudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan jumlah sampel 14 artikel jurnal. Hasil penelitian meta analisis menunjukkan bahwa pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif memiliki ES (Effect Size) dengan kriteria tinggi dan bila dicari rata–rata dari semua model pembelajaran, nilai rata-rata ES=1,26 (efek tinggi)

    Model pembelajaran contextual teaching and learning untuk meningkatkan hasil belajar matematika

    Get PDF
    This classroom action research was carried out at SMA Negeri 6 Denpasar Class XII IPA3 in the odd semester of the 2018/2019 academic year on the subject of mathematics in Three Dimensions (Building Space) material, aims to improve learning achievement in Mathematics through the application of Contextual Teaching and Learning (CTL) models. The data from this research were collected by giving learning achievement tests. In analyzing the data obtained used descriptive analysis method. The data generated from this study consisted of initial data, data from cycle I and data from cycle II. From the preliminary data, it was obtained that the average new class reached a value of 71.89 and the learning completeness only reached 47.37%. This data is far below expectations considering the KKM for Mathematics in this school is 75.00. In the first cycle there has been an increase, namely the class average reached 74.39 and the percentage of completeness in learning reached 71.05%. In the second cycle the grade average acquisition has reached 86.87 and the percentage of completeness in learning has reached 97.37%. The data in Cycle II are as expected due to the use of a contextual learning model. The conclusions that can be conveyed by applying the contextual teaching and learning model can improve student learning achievement. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Denpasar Kelas XII IPA3 semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 pada mata pelajaran matematika pokok bahasan Dimensi Tiga (Bangun Ruang), bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Matematika melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Data hasil penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes prestasi belajar. Dalam menganalisis data yang diperoleh digunakan metode analisis deskriptif. Data yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri dari data awal, data siklus I dan data Siklus II. Dari data awal diperoleh rata-rata kelas baru mencapai nilai 71,89 dan ketuntasan belajarnya baru mencapai 47,37%. Data ini jauh di bawah harapan mengingat KKM mata pelajaran Matematika di sekolah ini adalah 75,00. Pada siklus I sudah terjadi peningkatan yaitu rata-rata kelasnya mencapai 74,39 dan persentase ketuntasan belajar mencapai 71,05%. Pada siklus II perolehan rata-rata kelas sudah mencapai 86,87 dan persentase ketuntasan belajarnya sudah mencapai 97,37%. Data pada Siklus II ini sudah sesuai harapan akibat penggunaan model pembelajaran yang sifatnya kontekstual. Kesimpulan yang dapat disampaikan dengan penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa

    Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan pencapaian kompetensi matematika dan ketuntasan belajar

    Get PDF
    In learning mathematics, many teachers complain about the low ability of students to apply mathematical concepts. Therefore, the teacher should create an atmosphere of cooperative learning in the classroom. This classroom action research aims to determine the increase in the achievement of competence and students' learning completeness after applying the cooperative learning method of the investigation group model (GI). The subject of this research is students of class XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Penebel for the 2019/2020 academic year. As the object of research is mathematical competence and student learning completeness. Student mathematics learning competency data were collected using learning achievement tests. Furthermore, the data collected in this study were analyzed descriptively. The criterion for the success of action research is determined based on the classical average value of learning achievement at least equivalent to the KKM score of 70 and the percentage of classical completeness in each cycle above or equal to 85%. The results showed that there was an increase in the achievement of students' mathematical competence, namely in the first cycle with an average value of 68.96 and in the second cycle it increased to 72.29. Meanwhile, the completeness of students in the first cycle was 62.50%, an increase in the second cycle was 87.50%. The conclusion from this research is that the type of investigative group cooperative learning model (GI) can improve student achievement. Dalam pembelajaran matematika banyak guru yang mengeluhkan rendahnya kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya menciptakan suasana belajar kooperatif dalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pencapaian kompetensi dan ketuntasan belajar peserta didik setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model group investigation (GI). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Penebel Tahun Pelajaran 2019/2020. Sebagai objek penelitian adalah kompetensi matematika dan ketuntasan belajar peserta didik. Data kompetensi belajar matematika peserta didik dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar. Selanjutnya data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian tindakan ditetapkan berdasarkan nilai rata-rata prestasi belajar secara klasikal minimal setara dengan nilai KKM sebesar 70 dan persentase ketuntasan secara klasikal pada masing-masing siklus di atas atau sama dengan 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pencapaian kompetensi matematika peserta didik yaitu pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 68,96 dan pada siklus II meningkat menjadi 72,29. Sedangkan ketuntasan peserta didik pada siklus I sebesar 62,50% meningkat pada siklus II mencapai 87,50%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik

    Optimalisasi penerapan model pembelajaran preskriptif untuk meningkatkan aktivitas belajar geografi siswa SMAN 2 Denpasar

    Get PDF
    This study aims to determine the increase in learning activities and geography learning achievement of students in class X IPS 1 semester 2 of the 2019/2020 academic year at SMA Negeri 2 Denpasar after applying the Prescriptive learning model. This type of research is PTK which consists of two cycles with the subject of 43 students in class X IPS 1 SMA Negeri 2 Denpasar in the 2019/2020 school year. Student data were obtained through observation sheets and achievement tests for learning outcomes which were analyzed using descriptive analysis. The application of the prescriptive learning model can increase students' geography learning activities. It can be seen from the achievement of the average score of student learning activities in the first cycle of 8.32, increasing to 11.72 in the second cycle. In addition, the application of the prescriptive learning model also improves students' learning achievement in geography as seen from the increase in the average score of student learning achievement in the first cycle of 62.56 to 72.09 in the second cycle, the increase in student absorption from 62.56% in the cycle. I became 72.09% in the second cycle and the classical learning completeness increased from 13.95% in the first cycle to 62.79% in the second cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar geografi siswa kelas X IPS 1 semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Negeri 2 Denpasar setelah diterapkan model pembelajaran Preskriptif. Jenis penelitian ini adalah PTK yang terdiri dari dua siklus dengan subjek siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 2 Denpasar pada tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 43 orang siswa. Data siswa diperoleh melalui lembar observasi dan tes prestasi hasil belajar yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Penerapan model pembelajaran preskriptif dapat meningkatkan aktivitas belajar geografi siswa dapat dilihat dari pencapaian skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 8,32 meningkat menjadi 11,72 pada siklus II. Selain itu dengan penerapan model pembelajaran preskriptif juga meningkatkan prestasi belajar geografi siswa dilihat dari peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar geografi siswa pada siklus I sebesar 62,56 menjadi 72,09 pada siklus II, peningkatan daya serap siswa dari 62,56% pada siklus I menjadi 72,09% pada siklus II dan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal 13,95 % pada siklus I menjadi 62,79% pada siklus II

    Representasi nilai-nilai perjuangan dalam puisi selendang frasa: analisis sosiologi sastra

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan representasi nilai perjuangan dan (2) mendeskripsikan relevansi dalam pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif artinya data yang diperoleh dianalisis dan diuraikan menggunakan kata. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kepustakaan atau dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) dari 5 puisi yang telah dianalisis, ditemukan nilai-nilai perjuangan yakni semangat pantang menyerah, kerja keras, hargai menghargai, dan persatuan, (2) penjabaran pemanfaatan penelitian ini jika dilihat pada panduan Kurikulum 2013 untuk tingkat SMA, kelas X, XI, dan XII, terdapat pada kelas XI/ semester 1 (satu) dalam kompetensi dasar “Menganalisis teks puisi, baik melalui lisan maupun tulisan” dengan materi pokok “Analisis bahasa teks puisi”. Pada analisis bahasa teks puisi, siswa kelas XI SMA dituntut untuk dapat menganalisis bahasa teks puisi yang meliputi pilihan diksi, struktur, makna, dan nilai atau citra yang merupakan fokus utama dalam penelitian ini. This study aims to (1) describe the representation of the value of struggle and (2) describe the relevance of learning literature in high school. The research method used is descriptive, meaning that the data obtained are analyzed and described using words. Data collection in this study was carried out by the method of literature or documentation. The results showed that (1) of the 5 poems that had been analyzed, the values ​​of struggle were found, namely the spirit of never giving up, hard work, respect, and unity, (2) the description of the use of this research when viewed in the 2013 Curriculum guide for high school level, class X, XI, and XII, are in class XI / semester 1 (one) in the basic competence "Analyzing poetry texts, both orally and in writing" with the main material "Analysis of poetry text language". In analyzing the language of poetry texts, students of class XI SMA are required to be able to analyze the language of poetry texts which includes the choice of diction, structure, meaning, and value or image which is the main focus in this study

    Upaya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP melalui supervisi akademik yang berkelanjutan di MA Darul Inabah

    Get PDF
    Penelitian tindakan ini bertujuan untuk: 1) membuktikan secara ilmiah apakah supervisi akademik berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP; 2) mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan supervisi akademik agar mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP; dan 3) mengukur peningkatan persentase kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP setelah supervisi akademik berkelanjutan kepada guru yang sudah menyusun silabus dan RPP di tahun sebelumnya dan pada guru yang belum menyusun silabus dan RPP. Subjek penelitian ini adalah guru-guru pada MA Darul Inabah Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan madrasah yang berlangsung selama 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan test dan observasi, serta dianalisis dengan metode deskriptif. Kriteria keberhasilan adalah apabila hasil penilaian kualitas silabus dan RPP adalah berturut-turut baik (71-85) dan sangat baik (86-100). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas silabus dan RPP mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan, supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP di MA Darul Inabah, baik secara kuantitas maupun kualitas. This action research aims to: 1) scientifically prove whether continuous academic supervision can improve teacher competence in preparing syllabus and lesson plans; 2) knowing the right steps in conducting academic supervision in order to be able to improve teacher competence in compiling the syllabus and lesson plans; and 3) measuring the percentage increase in teacher competence in compiling the syllabus and lesson plans after continuing academic supervision to teachers who have prepared syllabus and lesson plans in the previous year and to teachers who have not prepared syllabus and lesson plans. The subjects of this study were teachers at MA Darul Inabah for the academic year 2021/2022. This research was conducted using the madrasah action research method which lasted for 2 cycles. Data collection techniques using tests and observations, and analyzed by descriptive methods. The criteria for success is if the results of the assessment of the quality of the syllabus and lesson plans are good (71-85) and very good (86-100) respectively. The results showed that the quality of the syllabus and lesson plans increased from cycle I to cycle II. In conclusion, continuous academic supervision has been scientifically proven to improve teacher competence in compiling the syllabus and lesson plans at MA Darul Inabah, both in quantity and quality

    377

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇