Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
Not a member yet
    387 research outputs found

    Penerapan model hybrid learning dalam PTM terbatas untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

    Get PDF
    Tujuan dari penulisan best practice ini adalah 1) mendeskripsikan penerapan model hybrid learning dalam PTM terbatas, 2) menjelaskan hasil penerapan model hybrid learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Best practice ini merupakan pengalaman penulis sebagai Kepala Sekolah di SMP PGRI 2 Denpasar yang beralamat di Jalan Meduri nomor 45 Denpasar. Penerapan model hybrid learning dilaksanakan selama semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Adapun sumber datanya adalah siswa kelas VII yang berjumlah 290 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan model hybrid learning di SMP PGRI 2 Denpasar dilakukan melalui tahap persiapan meliputi tahap rapat koordinasi, sosialisasi, persiapan sarana-prasarana, penyesuaian kurikulum, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi; 2) penerapan model hybrid learning di SMP PGRI 2 Denpasar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar dengan perubahan rata-rata skor motivasi dan tes hasil belajar siswa. Adapun rekomendasi yang dapat penulis sampaikan adalah: 1) pembelajaran hybrid learning dapat digunakan sebagai alternatif model untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tatap muka terbatas; 2) guru perlu menjalin komunikasi dengan orang tua siswa, untuk mendampingi belajar dan mengantar jemput anak tepat waktu sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar. The purposes of writing this best practice are 1) to describe the application of the hybrid learning model in limited PTM, 2) to explain the results of the application of the hybrid learning model to increase motivation, and to improve learning outcomes.This best practice is the author's experience as a principal at SMP PGRI 2 Denpasar, which is located at Jalan Meduri nomor 45 Denpasar. The implementation of the hybrid learning model is carried out during the odd semester in academic year 2021/2022. The data sources are from grade VII, totaling students are 290 people. The data collected in this study is the motivation to learn and student learning outcomes. The data analysis technique is a qualitative descriptive analysis method. Based on the results and discussion, it was concluded that 1) the implementation of the hybrid learning model at SMP PGRI 2 Denpasar was carried out through the preparation stage including the coordination meeting stage, socialization, preparation of infrastructure, curriculum adjustment, online implementation stage, and face-to-face and the evaluation stage was carried out to measure the success of the hybrid learning program; 2) the application of the hybrid learning model at SMP PGRI 2 Denpasar can increase learning motivation and learning outcomes by changing the average score of student. The recommendations that the author can convey are: 1) hybrid learning can be used as an alternative in an effort to increase student motivation and learning outcomes in limited face-to-face learning; 2) teachers need to establish communication with students' parents, to accompany learning and pick up children on time so that the learning process can running fluently

    Meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran inovatif berbasis daring melalui KKG mini dengan tutor teman

    Get PDF
    This research aims to improve the ability of teachers in online based innovative learning. The subjects of this research were all teachers at SD Negeri 8 Mas, as many 8 people and 140 students, while the object of research was online based innovative learning. This research includes school action research conducted in the first semester of the 2020/2021 school year. Data was collected through observation and questionnaire techniques. The data analysis used is descriptive qualitative. The criteria for success in this research are that teachers are able to use various methods, use various media, utilize the environment as a learning resource, and students are actively involved in learning and fun learning. This research is declared successful if each indicator has been achieved by 80%. The results of the data analysis showed that after implementing the Mini KKG with peer tutors in the first cycle, namely 75% of teachers were able to use various online-based media; 75% of teachers were able to use the environment as a learning resource; 71,4% of students were actively involved in learning, and 78,6% learning fun. In cycle II, namely 100% of teachers were able to use various methods; 87,5% of teachers were able to use various online-based media; 87,5% of teachers were able to use the environment as a learning resource; 80,7% of students were actively involved in learning; 82, 1% learning fun. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran inovatif berbasis daring. Subjek penelitian ini adalah semua guru di SD Negeri 8 Mas yaitu sebanyak 8 orang dan 140 siswa, sedangkan objek penelitiannya pembelajaran inovatif berbasis daring. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan pada semester I tahunpelajaran 2020/2021. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah guru mampu menggunaka metode yang bervariasi, menggunakan berbagai media, memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran serta pembelajaran menyenangkan. Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila masing masing indikator telah tercapai sebesar 80%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan KKG Mini dengan tutor teman pada siklus I yaitu 75% guru mampumenggunakan berbagai media berbasis daring, 75% guru mampu menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar; 71,4% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, dan 78,6% pembelajaran menyenangkan. Pada siklus II yaitu 100% guru sudah mampu menggunakan metode bervariasi; 87,5% guru mampu menggunakan berbagai media berbasis daring; 87,5% guru mampu menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar 80,7% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran; 82,1% pembelajaran menyenangkan

    Meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan model contextual teaching and learning pada era new normal

    Get PDF
    The purpose of this study was to find out how to improve student learning outcomes in statistical data centering material in the new normal era with a learning model using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model. This research is a classroom action research (PTK) which is conducted in 2 cycles, each of which goes through 4 stages, namely, planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were students of class XII IPA at SMA Negeri 1 Pringgasela in the 2020/2021 school year. The object of research is the result of learning mathematics. This action research is said to be successful if the average value of mathematics learning outcomes is at least the KKM value = 70. Mathematics learning outcomes data were collected using test instruments. Data were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the mean value of pre-cycle learning outcomes was 63.78. After the action research was carried out, the class mean value in the first cycle increased to 68.63, while in the second cycle the class mean value had succeeded in achieving the success criteria of 72.36. Therefore, it can be concluded that the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model assisted by leaf media in the new normal era can improve student mathematics learning outcomes in class XII IPA 1 SMA Negeri 1 Pringgasela in the 2020/2021 school year. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada materi pemusatan data statistik di era new normal dengan model pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus yang masing-masing melalui 4 tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Pringgasela tahun ajaran 2020/2021. Objek penelitian dalah hasil belajar matematika. Penelitian tindakan ini dikatakan berhasil bila nilai rerata hasil belajar matematika minimal sebesar nilai KKM=70. Data hasil belajar matematika dikumpulkan menggunakan instrumen tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata hasil belajar prasiklus sebesar 63,78. Setelah dilakukan penelitian tindakan, nilai rerata kelas pada siklus I meningkat menjadi 68,63 sedangkan pada siklus II nilai rerata kelas telah berhasil mencapai kriteria keberhasilan sebesar 72,36. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dibantu media daun di era new normal dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Pringgasela tahun pelajaran 2020/2021

    Peningkatan prestasi belajar seni budaya melalui penerapan model pembelajaran problem based learning

    Get PDF
    The study was conducted in SMK Negeri 2 Singaraja in10 grade students of Hotel Accommodation that students' ability to cultural art material are fairly low. The purpose of the study for this class is to know what the Problem Based Learning, is able to increase achievement students' learning.  The data collected method is from achievement students' test. The analysis data method is descriptive both of qualitative and quantitative data. The result of the study is there has been changed of achievement for 10 grade students of Hotel Accommodation after the implementation of Problem Based Learning method.  It is evident from the result that achieve at first students' average is 68.07, next up in first Cycle increased to 75,26. From the first cycle of the second cycle average goes up to 84,32. The conclusions drawn from the study are the Problem Based Learning model able to increase student achievement in culture, art material in 10 grades of Accommodation Hotel in SMK Negeri 2 Singaraja in the second semester in year of lesson 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Singaraja dengan subjek peneliaian adalah siswa Kelas X Akomodasi Perhotelan-1 yang kemampuan siswanya untuk mata pelajaran seni budaya cukup rendah. Objek penelitian adalah prestasi belajar seni budaya. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar seni budaya. Instrumen pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif baik untuk data kualitatif maupun untuk data kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terjadi perubahan prestasi belajar siswa kelas X Akomodasi Perhotelan-1 setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada awalnya prestasi belajar siswa rata-rata 68,07 selanjutnya pada siklus I meningkat menjadi 75,26. Dari Siklus I ke Siklus II rata-rata naik menjadi 84,32. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar seni budaya siswa Kelas X Akomodasi Perhotealan-1 SMK Negeri 2 Singaraja Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019

    Meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia siswa melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek

    No full text
    This study applies a project-based learning model as an effort to improve students' Indonesian language skills in the observation report material. This classroom action research took place in two cycles. The research was conducted at SMA Negeri 1 Kabanjahe from September 2019 to November 2019. The research subjects were all students of class X MIPA-2 SMA Negeri 1 Kabanjahe in the 2019/2020 academic year, totaling 32 students. The object of research is Indonesian language skills. The results showed: 1) the students' Indonesian language skills on the material of the observation report increased in the first cycle, showing an average of 69, with classical learning completeness of 46.88% and in the second cycle showed an average of 89 with classical completeness of 90.63 % or an increase of 44%; 2) student learning activities increased in the first cycle including reading and writing 37%, working on worksheets 32%, asking fellow friends 21%, asking questions to the teacher 5%, and 5% irrelevant to teaching and learning activities. Meanwhile, according to observations in Cycle II, among others, reading and writing 32%, doing worksheets 35%, asking fellow friends 21%, asking questions to the teacher 9%, and 3% irrelevant to teaching and learning activities. Thus the application of the project-based learning model can improve Indonesian language skills and student learning activities in two cycles. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran berbasis proyek sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia siswa pada materi laporan hasil observasi. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kabanjahe bulan September 2019 sampai dengan bulan November 2019. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIPA-2 SMA Negeri 1 Kabanjahe tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian adalah keterampilan berbahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterampilan berbahasa Indonesia siswa pada materi laporan hasil observasi meningkat pada siklus I menunjukkan rata-rata 69, dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 46,88% dan pada siklus II menunjukkan rata-rata 89 dengan ketuntasan klasikal 90,63% atau terjadi peningkatan 44%; 2) aktivitas belajar siswa meningkat pada siklus I antara lain membaca dan menulis 37%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan menurut pengamatan pada Siklus II antara lain membaca dan menulis 32%, mengerjakan LKS 35%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 9%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 3%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia dan aktivitas belajar siswa dalam dua siklus

    Penerapan model pembelajaran quantum untuk meningkatkan prestasi belajar PKN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan (PKn) siswa kelas XII IPS 1 tahun pelajaran 2019/2020 setelah diterapkan model pembelajaran Quantum. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Penebel tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 27 orang. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Agustus sampai Desember 2020. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes dalam bentuk tes tulis. Data-data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kriteria keberhasilan apabila rata-rata prestasi belajar siswa () ≥ 70, daya Serap (DS) ≥ 70% dan ketuntasan Belajar klasikal (KB) ≥ 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Penebel,yaitu dari rata-rata hasil belajar sebelum penelitian 55 dan ketuntasan belajar 55%. Pada siklus 1 rata-rata hasil belajar siswa menjadi 62 dengan ketuntasan belajar 63%.Pada siklus 2 hasil rata–rata belajar siswa meningkat menjadi 72 dengan ketuntasan belajar 81%.Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kuantum dapat meningkatkan prestasi belajar PKn siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Penebel. This study aims to improve the learning achievement of civics education (PKn) students of class XII IPS 1 academic year 2019/2020 after applying the Quantum learning model. This type of research is classroom action research which consists of two cycles. Each cycle consists of stages of action planning, action implementation, observation and evaluation and reflection. The subjects of this study were 27 students of class XII IPS 1 SMA Negeri 1 Penebel for the 2019/2020 academic year. This research was conducted for 4 months from August to December 2020. Data on student learning outcomes were collected through tests in the form of written tests. The data collected were analyzed using descriptive analysis. The criteria for success if the average student learning achievement ( ) 70, Absorbency (DS) 70% and classical learning completeness (KB) 75%. The results showed that the application of the Quantum learning model can improve the Civics learning outcomes for students of class XII IPS 1 SMA Negeri 1 Penebel, namely from the average learning outcomes before the study was 55 and learning completeness was 55%. In cycle 1 the average student learning outcomes became 62 with 63% learning completeness. In cycle 2 the average student learning outcomes increased to 72 with 81% learning completeness. So it can be concluded that the quantum learning model can improve Civics learning achievement for students of class XII IPS 1 SMA Negeri 1 Penebel

    Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar memahami unsur intrinsik cerpen

    Get PDF
    This research is a classroom action research that aims to determine whether the Jigsaw cooperative learning model can improve student achievement. The research subjects were 35 students of SMA Negeri 1 Sukawati class XI MIPA2, odd semester academic year 2019/2020. The object of research is student achievement in the material of understanding the short story intrinsic elements. Collecting data in this study using learning achievement tests. While the data analysis used quantitative descriptive analysis. This research is said to be successful if the learning achievement classically reaches an average of at least 80 (equivalent to KKM). The results obtained from this study are the Jigsaw cooperative learning model can improve student achievement. This is evident from the results obtained in the first cycle an average learning achievement of 77.63, an increase of 6.45% from 72.69 in the initial activity value. In the second cycle the average learning achievement reached 82.71, an increase of 6.57% from the first cycle for learning achievement. The conclusion that can be obtained from this research is that the type of jigsaw cooperative learning model can improve student achievement in class XI MIPA2 SMA Negeri 1 Sukawati in Indonesian, especially in basic competence 7.2, namely explaining the intrinsic elements of short stories. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Sukawati kelas XI MIPA2 berjumlah 35 orang siswa, semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Objek penelitian adalah prestasi belajar siswa pada materi memahami unsur intrisik cerpen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes prestasi belajar. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila prestasi belajar secara klasikal mencapai rata-rata minimal 80 (setara dengan KKM). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada siklus I rata-rata prestasi belajar 77,63 meningkat 6,45% dari 72,69 pada nilai kegiatan awal. Pada siklus II rata-rata prestasi belajar mencapai 82,71 meningkat 6,57% dari siklus I untuk prestasi belajar. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI MIPA2 SMA Negeri 1 Sukawati pada bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar 7.2 yaitu menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen

    Upaya meningkatkan prestasi belajar PPKN melalui model pembelajaran kooperatif tipe students team achievement division (STAD)

    Get PDF
    This classroom action research aims to improve student achievement by applying the Students Achievement Division (STAD) type of cooperative learning model. The subjects of this study were 36 students of class XI MIPA6 SMA Negeri 1 Sukawati in the odd semester of the 2019/2020 academic year. While the object of research is the learning achievement of PPKn. The data collection methods used were observation and learning achievement tests, which were then analyzed using descriptive methods for both qualitative and quantitative data. The criteria for the success of action research are determined based on the average value of learning achievement classically at least equivalent to the KKM score of 75. The results showed the learning process by applying the STAD type cooperative learning model can improve student achievement. This is evident from the completeness of student learning in Cycle I amounted to 86.11% and an average of 73.61 increased in Cycle II completeness of 94.44% and an average of 78.47%. The conclusion from this research is that the type of STAD cooperative learning model can improve student achievement. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Students Achievement Division (STAD). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA6 SMA Negeri 1 Sukawati semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 36 orang. Sedangkan objek penelitian adalah prestasi belajar PPKn. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes prestasi belajar yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif baik untuk data kualitatif maupun untuk data kuantitatif. Kriteria keberhasilan penelitian tindakan ditetapkan berdasarkan nilai rata-rata prestasi belajar secara klasikal minimal setara dengan nilai KKM sebesar 75. Hasil penelitian menunjukan proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Ini terbukti dari ketuntasan belajar siswa pada Siklus I sebesar 86,11% dan rata rata 73,61 meningkat pada Siklus II ketuntasan sebesar 94,44% dan rata rata 78,47%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa

    Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa menggunakan metode blended learning melalui aplikasi google classroom

    Get PDF
    This study aims to improve motivation and learning outcomes of PJOK class XII MIPA 1 students of SMAN 1 South Kuta by applying the Blended Learning learning method through the Google Classroom application. This type of research is a classroom action research carried out in January to February 2021. The subjects of this study were 36 students of class XII MIPA 1 SMAN 1 Kuta Selatan, while the object of this research was motivation and learning outcomes of PJOK. The method of data collection was carried out by the method of documentation, observation, and test. The research data analysis method used descriptive qualitative analysis. Data regarding student learning motivation were obtained using questionnaires and data on student learning outcomes was obtained using written tests. The success criteria defined in this study were minimum 80% academic completeness and a minimum good student motivation. The results showed that learning through the Blended Learning method through the Google Classroom application can increase motivation and learning outcomes of PJOK students in class XII MIPA 1 SMAN 1 South Kuta with completeness of learning outcomes of 79.55% in cycle I, amounting to 97.73% in cycle II. Student motivation is pretty good in cycle I, in cycle II student motivation is in the very good category. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar PJOK siswa kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Kuta Selatan dengan menerapkan metode pembelajaran Blended Learning berbantuan aplikasi Google Classroom. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2021. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Kuta Selatan yang berjumlah 36 orang, sedangkan objek penelitian ini motivasi dan hasil belajar PJOK. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan tes. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data motivasi belajar siswa diperoleh menggunakan angket dan data hasil belajar siswa diperoleh menggunakan tes tertulis. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu ketuntasan secara k;asikal minimal 80% dan motivasi siswa minimal baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan melalui metode Blended Learning berbantuan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar PJOK siswa kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Kuta Selatan dengan ketuntasan hasil belajar sebesar 79,55 % pada siklus I, sebesar 97,73% pada siklus II dan peningkatan motivasi belajar siswa sebesar cukup baik pada siklus I, pada siklus II motivasi siswa dalam kategori baik sekali

    Perubahan model kebijakan pelayanan kepala sekolah di SMA Negeri 20 Medan di era COVID-19

    Get PDF
    The principal is someone who is at the forefront of efforts to educate the nation. The principal is the spearhead in the success or failure of an educational unit that he leads. Making the right policies and coordinating well with all schools, the learning and teaching process in the midst of the Covid-19 outbreak will run smoothly. With the existence of the right policy by the Principal, it is able to transmit the spirit of change to teachers, students and parents quickly and accurately. This research belongs to the type of descriptive research with a qualitative approach. The research objective is aimed at describing the change in principal services in the new normal era for SMA Negeri 20 Medan students. Data about the principal's service policies were collected using interviews and observations. The research subjects were the principal, vice principal, homeroom teacher, and students of SMA Negeri 20 Medan. The method of analysis in this article uses an effectual causal analysis model using a rational approach that is structured based on the results of a literature review related to the discussion in this article which is sourced from media news, laws and regulations, journals and books. The results showed that there were 5 types of changes in the principal's policies in the new normal era as follows: (1) the principal's policy to teachers to teach from home and students to learn from home, (2) the principal's policy to parents so that parents participate in online learning process, (3) principal service policies through homeroom teachers to students who do not have complete technological facilities, (4) principal service policies through school treasurers in payment of school committees and others, (5) principal service policies in the implementation of the exam. Kepala Sekolah merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Kepala sekolah merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin. Pengambilan Kebijakan yang tepat dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak sekolah, maka proses pembelajaran dan pengajaran di tengah wabah Covid-19 akan berjalan lancar. Dengan adanya Kebijakan yang tepat oleh Kepala Sekolah mampu menularkan semangat perubahan kepada guru, siswa dan orangtua secara cepat, dan akurat. Penelitian ini tergolong pada tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian adalah bertujuan untuk mendeskrisikan perubahan pelayanan kepala sekolah di era new normal kepada siswa SMA Negeri 20 Medan. Data tentang kebijakan pelayanan kepala sekolah dikumpulkan menggunakan wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, guru, dan siswa SMA Negeri 20 Medan. Metode analisis dalam artikel ini menggunakan model analisis kausal efektual menggunakan pendekatan rasional yang dirangkai berdasarkan hasil kajian pustaka (literature review) terkait pembahasan pembahasan dalam artikel ini yang bersumber dari berita media, peraturan perundang-undangan, jurnal dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis perubahan kebijakan kepala sekolah pada era new normal sebagai berikut: (1) kebijakan kepala sekolah kepada guru untuk mengajar dari rumah dan siswa untuk belajar dari rumah, (2) kebijakan kepala sekolah kepada orangtua agar orangtua ikut serta dalam proses pembelajaran daring, (3) kebijakan pelayanan kepala sekolah melalui wali kelas kepada siswa yang belum memiliki fasilitas teknologi yang lengkap, (4) kebijakan pelayanan kepala sekolah melalui bendahara sekolah dalam pembayaran komite sekolah dan lain lain, (5) kebijakan pelayanan kepala sekolah dalam pelaksanaan ujian

    377

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇