Jurnal Terbitan Global Aksara Pers
Not a member yet
135 research outputs found
Sort by
ANALISIS SEMIOTIKA: PENANDA DAN PETANDA PADA LIRIK LAGU REALITAS KONSUMERISME KARYA GRUP BAND SUKATANI PUNK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna dan kritik sosial dalam lagu "Realitas Konsumerisme" karya grup band Sukatani Punk. Dengan perpaduan antara lirik yang kritis dan gaya musik yang energik, menawarkan perspektif menarik terhadap isu-isu sosial. Lagu tersebut mengangkat isu-isu yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat pedesaan serta fenomena sosial yang tengah berlangsung, terutama dalam konteks budaya konsumtif yang berkembang di kalangan generasi muda. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini menganalisis hubungan antara petanda (konsep) dan penanda (bentuk) dalam lirik lagu untuk mengungkap pesan sosial yang disampaikan. Hasil penelitian diharapkan mampu menunjukkan bagaimana elemen-elemen dalam lirik lagu mencerminkan realitas konsumerisme dan relevansinya sebagai kritik terhadap kondisi sosial saat ini
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DI PERKOTAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lembaga pendidikan islam sebagai solusi pencegahan kenalan remaja di perkotaan. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis berupa studi kasus. Peneliti mencari solusi dari masalah atau peristiwa yang terjadi dengan memahami bagaimana permasalahan tersebut bisa terjadi dengan mengumpulkan banyak informosi kemudian dikaji. Kenakalan remaja yang dikenal dengan istilah juvenile delinquent merupakan perbuatan atau perilaku negatif yang berlawanan dengan hukum dan aturan masyarakat. Perbuatan tersebut akan diberikan sanksi jika diketahui oleh petugas hukum. Bentuk kenakalan remaja yang ada di daerah perkotaan, salah satunya di kota surabaya, misalnya tawuran, pencurian, gengster, balapan liar, bolos dan narkoba. Dengan hal ini, lembaga pendidikan islam memiliki solusi untuk menanggulangi masalah tersebut, karena lembaga pendidikan islam adalah tempat yang memiliki peran untuk mengubah tingkah laku individu menjadi lebih baik. Solusi lembaga pendidikan islam untuk mengatasi terjadinya kenakalan remaja, diantaranya; memberikan pengajaran bukan dari aspek pengetahuan dan keterampilan saja, melainkan juga melalui agama, budi pekerti dan etika, menguatkan mental remaja agar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi, memperbaiki hubungan dan keadaan sosialnya dan tempat yang bisa menimbulkan terjadinya kenakalan remaja, dan lain sebagainya
Membangun Sikap Spiritual Peserta Didik melalui Pembelajaran Sains dalam Al Quran Surat Yasin
Integrasi antara sains dan agama memiliki potensi besar untuk memperkaya sikap spiritual peserta didik. Sikap spiritual merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Sikap ini mencakup kepatuhan pada ajaran agama, keteguhan iman, kepedulian terhadap sesama, dan ketaatan kepada nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sikap Spiritual peserta didik melalui pembelajaran sains dalam Al Quran Surat Yasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa persentase sikap spiritual peserta didik yaitu 94,6% atau dalam kategori sangat baik dan disimpulkan bahwa pembelajaran sains yang dilakukan melalui pendekatan Al Quran Surat Yasin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap spiritual peserta didik. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran ini cenderung menunjukkan Sikap Spiritual yang baik. Mereka menjadi lebih terhubung secara spiritual dan lebih mendalam dalam penghayatan ajaran agama Islam
Pendidikan Keterampilan (Vokasi) di Taman Pendidikan Al-Qur’an
Penelitian ini bertujuan meneliti pendidikan vokasi di lembaga pendidikan al-Qur’an dengan pendekatan kualitatif deskriptif metode pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan tentang keadaan guru, santri, kegiatan proses belajar mengajar, kebijakan kepala sekolah dalam mengelola sekolah. wawancara dengan guru pendamping lomba, memeriksa dokumentasi sekolah. Melakukan pengolahan secara triangulasi menganalisis data-data mencocokkan data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian di lembaga pendidikan al-Qur’an al-Akbar membekali santri dengan pendidikan vokasi. Keterampilan keagamaan seperti membaca al-Qur’an, adzan menghafal beberapa ayat tertentu. Hal ini terlihat dengan kemampuan santri setiap pelaksanaan munaqosyah (ujian) santri. peserta munaqosyah yang berasal dari al-Akbar selalu memperoleh peringkat 10 besar terbaik dengan urutan peringkat satu sampai lima selama tiga tahun terakhir (2022-2024) untuk ujian membaca al-Qur’an, menghafal ayat-ayat pilihan beberapa kali meraih juara dalam berbagai lomba MTQ Tingkat kota Balikpapan dan tingkat sekolah menengah. Pendidikan keterampilan yang pertama di TPQ al-Qur’an menjadi modal dasar untuk terus dikembangkan di sekolah lanjutan maupun dilembaga pendidikan non formal agar anak terampil dalam menerapkan ilmu-ilmu agama (membaca, menulis, Qur’an) menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari dan bekal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai guru Qur’an, imam, muadzin. Pendidikan keterampilan dibidang agama terutama di lembaga pendidikan al-Qur’an untuk terus dikembangkan mengingat lembaga pendidikan non formal ini memiliki peran strategis karena anak di usia 5 tahun sampai 10 tahun masih labil kekuatan menyerap pengalaman belajar dari luar dirinya dengan melihat, mendengar masih sangat kuat
Penguatan dan pembinaan keagamaan melalui Program Tadarusan Al-Qur\u27an dan Kajian Keagamaan di Masjid Nurul Huda Kec. Sape Kab. Bima
Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah untuk penguatan dan pembinaan keagamaan melalui program Tadarusan Al-Qur’an dan kajian keagamaan di masjid Nurul Huda Kec. Sape Kab. Bima Program Tadarusan Al-Qur’an, yang melibatkan pembacaan dan pemahaman mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, serta kajian keagamaan yang diselenggarakan di Masjid Nurul Huda Parangina, memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dikalangan jamaah. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan pembinaan langsung pada jamaah masjid mulai setelah shalat Magrib sampai shalat Isya. Adapun hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Tadarusan Al-Qur’an secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an, memperdalam pemahaman tentang kandungan ayat-ayat Al-Qur’an, serta memperkuat ikatan sosial antarjamaah. Selain itu, kajian keagamaan yang dilakukan di masjid menyediakan platform untuk diskusi dan pembelajaran mendalam tentang berbagai aspek ajaran Islam, termasuk fikih, akidah, dan sejarah Islam. Kedua program ini juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai moral dan etika, serta memotivasi jamaah untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
IMPLEMENTASI PAKET BANTUAN SOSIAL DALAM UPAYA PENINGKATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT
Bantuan sosial adalah pemberian bantuan berupa uang/barang dari pemerintah daerah kepada individu, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terus menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial. Kegiatan Implementasi Paket Bantuan Sosial dalam Upaya Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat dilakasanakan melalui kegiatan pemberian paket bantuan sosial yang dilakukan dengan penukaran kupon dan memberikan pengetahuan atau edukasi pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga.Kegiatan dilakukan dengan kolaborasi dengan Forum Wartawan Ekonomi beserta Mitra. Paket bantuan sosial yang akan diberikan dengan melakukan pembagian kupon sejumlah 450 paket dengan harga tepus kupon sebesar Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah), dan penyampaian materi untuk memberikan edukasi pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga beserta pembagian brosur materi tentang pentingnya mengetahui pengelolaan keuangan rumah tangga yang mana harus mengetahui perbedaan dan contoh-contoh tentang kebutuhan vs keinginan serta bagaimana mengalokasi pendapatan. Rekomendasi yang diberikan kiranya semakin banyak kegiatan-kegiatan sosial dilakukan selain untuk membangun branding juga merupakan bagian dari berbagi kepada sesama dan wujud pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan seperti ini bisa lebih dibuat besar dengan melibatkan mahasiswa maupun alumni dari STIE Pancasetia
INDUSTRIALISASI KESENIAN JARANAN SEBAGAI PRODUK KEARIFAN LOKAL INDONESIA
Kesenian saat ini tampak semakin memudar dan terpinggirkan. Meskipun kesenian sering diadakan, tanpa adanya banyak kesempatan atau dukungan, serta semangat dari kelompok kesenian ini, maka lambat laun akan memudar. Fenomena ini terjadi pada berbagai jenis kesenian di seluruh Indonesia. Hingga kini, kesenian dianggap mampu menyesuaikan perkembangan zaman. Menghadapi kenyataan tersebut, kesenian harus banyak berbenah agar tidak terjebak dan tunduk pada arus globalisasi. Di era teknologi informasi, seniman jaranan menghadapi tantangan dan peluang dalam hal regenerasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi karena ekspektasi masyarakat yang semakin modern. Penelitian ini merupakan suatu Upaya untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media, khususnya kesenian jaranan di Desa Kedamean Gresik. Melalui penelitian ini yang bertujuan tidak hanya mengembangkan minat para tim kesenian saja, tetapi juga untuk menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Metode yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif kualitatif dengan menguraikan dan menggambarkan aspek yang diteliti. Data yang dikumpulkan dapat berupa naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumentasi pribadi, catatan atau memo. Hasil dan pembahasan yang didapat untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media serta menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media sosial sebagai bentuk kreasi dan ekspresi meskipun pada penelitian ini masih perlu dikembangkan serta ditingkatkan lagi dan diharapkan untuk kedepannya mampu dan ditingkatkan lagi dalam mengembangkan kesenian jaranan yang ada di desa Kedamean Gresik
MENELAAH WACANA KURIKULUM DEEP LEARNING: URGENSI DAN PERANANNYA DALAM MENYIAPKAN GENERASI EMAS INDONESIA
Kurikulum menjadi sebuah hal yang penting dalam pendidikan, sehingga harus menyesuaikan dengan kondisi zaman agar lulusan nantinya mampu menjawab dan memenuhi kebutuhan zaman yang ada. Namun, sisi lain pendidikan juga punya problem mulai dari sumber daya guru, sarana prasarana yang belum merata padahal secara kebijakan sistem sama dari pusat. Tujuan artikel ini ialah menelaah apakah tepat wacana perubahan atau pergantian kurikulum dari merdeka belajar (kurikulum merdeka) ke kurikulum Deep Learning, yang hasil akhirnya ialah memberikan rekomendasi apakah tepat atau tidak wacana tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dokumentasi (buku, artikel), teknik analisa data menggunakan induksi dan intepretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana perubahan kurikulum Deep Learning sebagai pengganti kurikulum merdeka tidaklah menjadi hal yang krusial atau skala prioritas. Mengingat, secara konsep, prinsip, tujuan dan paradigma pembelajaran sama tidak jauh beda, sehingga urgensi dan peranannya tidak jauh beda yang kurikulum sebelumnya yang memang mengusung pembelajaran sesuai minat, keterampilan, kontekstual, berbasis masalah, proyek dan berparadigma konstruktivistik. Kementerian pendidikan Nasional harusnya fokus pada masalah nyata yang ada di pendidikan Indonesia yakni terkait pemerataan pembangunan pendidikan Nasional yang hingga saat ini terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antara swasta-negeri, perkotaan-pedesaan, belum lagi masih adanya daerah tertinggal, pelosok, pegunungan yang secara akses jalan, layanan internet juga masih lemah
Masuknya dan Peradaban Yang Ditinggalkan: Islam Lokal dan Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1)proses masuknya Islam ke Indonesia 2) peradaban apa saja yang ditinggalkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka dan analisis data dengan menggunakan teknik analisis isi atau content analysis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini 1) Islam masuk ke Indonesia dengan berbagai cara dan menurut pendapat yang paling kuat , Islam masuk ke Indonesia dengan tiga jalur. Jalur yang pertama adalah melalui Arab, dan yang kedua melalui Persia dan India. Sedangkan motif dari masuknya ke Indonesia adalah dengan perdagangan, perkawinan baik perkawinan dengan putri raja atau dengan putri seorang tokoh yang berpengaruh di wilayah yang di singgahi. 2) Peradaban yang ditinggalkan di Indonesia berupa fisik, metafisik. Salah satu yang sangat dan masih ada dan berlaku adalah corak bangunan masjid yang masih berdiri sampai sekarang. Sebagai contoh, masjid pertama Demak. Dimana arsitektur bangunan masjid tersebut menggunakan perpaduan antara Arab dan Indonesia yang notabenenya beragama Hindu Budha sebelumnya. Masuknya Islam ke Eropa melalui futuhat atau pembebasan yang dimulai dari Spanyol atau Bizantium. adapun peradaban Islam yang masih tetap di pertahankan meskipun Islam sudah tidak lagi berkuasa di Andalusia yaitu salah satunya orang Kristen suka mengenakan jubah dan para wanita menutupi auratnya seperti wanita muslim pada umumnya, dan tidak memakan makanan yang di haramkan oleh ajaran Islam
Syiar Budaya Islam Kemenag: Perpaduan Antara Tradisi, Seni dan Kearifan Warisan Budaya
Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni, tradisi dan budaya. Tidak heran apabila masuknya agama di Indonesia melibatkan proses akulturasi dengan praktik budaya lokal. Era modern dan global telah banyak mengubah perilaku masyarakat serta generasi penerus bangsa dan dalam hal ini Penais Kemenag merefleksikan kembali tentang pribumisasi Islam pada zaman dahulu yang tidak lepas dengan kebudayaan lokal di Nusantara agar kesadaran masyarakat serta generasi penerus akan kecintaan terhadap kebudayaan yang kaya ini dan tetap lestari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis kajian media dan pustaka dengan pengambilan data dari media sosial Instagram yang disitu terdapat akun Syiar Budaya Islam dari Kemenag (kementerian agama) serta kajian pustaka yang diambil dari sumber buku, jurnal dan web. Jenis sumber data primer dan sekunder. Data primer diambil dari mengkaji, menganalisis konten-konten yang terdapat pada akun Instagram Kemenag (Syiar Budaya Islam) dan data sekunder diambil dari sumber pendukung yang relevan dengan topik penelitian