Jurnal Terbitan Global Aksara Pers
Not a member yet
    135 research outputs found

    Mengenal Berbagai Learning Managemen System (LMS) sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh di Madrasah Selama Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Semenjak awal tahun 2020 seluruh wilayah Indonesia terdampak Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV2. Pandemi Covid-19 telah mengganggu sistem pendidikan dan proses pembelajaran di Indonesia sehingga menyebabkan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di madrasah dilakukan berdasarkan konsep pembelajaran jarak jauh. Disisi lain, ternyata masih banyak guru yang belum mengetahui konsep pembelajaran jarak jauh dan berbagai sumber serta media pembelajaran digital untuk pembelajaran jarak jauh, terutama learning management system (LMS). Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk memaparkan konsep pembelajaran jarak jauh, sumber dan media pembelajaran, serta learning management system (LMS) sebagai media pembelajaran jarak jauh di madrasah selama pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini ialah studi kepustakaan. Berdasarkan kajian yang dibahas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. (1) Pendidikan jarak jauh (PJJ) atau disebut belajar dari rumah (BDR) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. (2) Sumber belajar adalah sesuatu yang dapat mengandung informasi untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri dapat pula merupakan sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan di dalam bahan pembelajaran yang akan diberikan. (3) Pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan secara langsung (synchronous learning) maupun secara tidak langsung (asynchronous learning), misalnya melalui LMS.  Beberapa jenis LMS yang bisa digunakan misalnya Elearning Madrasah, Rumah Belajar, Google Classroom, Microsoft Teams, Edmodo, dan Schoology

    Model Baru Lembaga Pendidikan Islam

    Get PDF
    Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan mulia tersebut diperlukan strategi dan inovasi yang mantap baik dari Lembaga Pendidikan, program Pendidikan maupun kurikulumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Lembaga Islam model baru yang ada di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa model baru lembaga pendidikan Islam di Indonesia di antaranya, Sekolah Islam terpadu, Muhammadiyah Boarding School, Pesantren sains, Pesantren modern. Di samping lembaga-lembaga model baru sebagaimana tersebut, tentunya masih ada lagi model baru lembaga pendidikan Islam, baik yang konsentrasi pada alam, informasi teknologi, maupun yang lain. Keberadaan lembaga pendidikan Islam model baru tersebut, diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan Islam sesuai dengan kekhasannya masing-masing

    Kimia dalam Pandangan Islam: Upaya Mencari Titik Temu Antara Sains dan Agama

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa tentang Kimia dalam pandangan Islam sebagai upaya mencari titik temu antara sains dan agama. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan yang sumbernya dari berbagai dokumentasi baik buku, jurnal, media cetak atau online yang mendukung tema tersebut. Hasilnya adalah bahwa Kimia dalam Islam sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang kajiannya tidak bertentangan dengan Islam, bahkan Islam menjadi bahan dasar ilmu tersebut lahir, sehingga ada hubungan atara teori-teori Kimia dengan segala unsurnya terhadap nilai-nilai Islam. Kemudian, pembelajaran Kimia harus mengedukasi siswa untuk bisa bereksperimen dengan pendekatan Islam, agar bisa menggapai titik temu antara akal dan daya spiritual (hati), sehingga tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri. Dengan demikian, Kimia bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan yang ingin membuktikan kebenaran yang ada di dalam Al-Qur’an dan apa yang diciptakan oleh Allah, sehingga akan menguatkan keimanan seseorang tersebut. Abstract This study aims to describe and analyze Chemistry from an Islamic perspective as an effort to find common ground between science and religion. This research method uses a literature study whose sources come from various documentations, either books, journals, print or online media that support the theme. The result is that Chemistry in Islam as part of the science that studies it does not conflict with Islam, even Islam is the basic ingredient of the science being born, so that there is a relationship between chemical theories and all its elements to Islamic values. Then, Chemistry learning must educate students to be able to experiment with Islamic approaches, so that they can reach a meeting point between reason and spiritual power (heart), so they don\u27t seem to walk alone. Thus, Chemistry can be used as a science that wants to prove the truth that is in the Qur\u27an and what was created by Allah, so that it will strengthen one\u27s knowledge

    Konsep Pembelajaran Berbasis Blended Learning dalam Mensinergikan Aspek Pembelajaran di Era Digital

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini berusaha menganalisis konsep pembelajaran berbasis blended learning sebagai upaya mengintegrasikan segala aspek pembelajaran secara komprehensif di era digital. Hasil yang diperoleh bahwa desain pembelajaran berbasis blended learning bisa memaksimalkan pembelajaran di era teknologi ini, dengan memaksimalkan sumber pembelajaran online secara maksimal sebagai penunjang dasar pembelajaran tatap muka. integrasi antara online dan offline bisa menjadi solusi dalam mengentaskan pembelajaran yang klasikal. Hawa pembaharuan dalam pembelajaran akan mendorong peserta didik lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Kata Kunci: Pembalajaran, Blended Learning, Sinergitas, Era Digital   Abstract: This study attempts to analyze the concept of blended learning-based learning as an effort to comprehensively integrate all aspects of learning in the digital era. The results obtained are that blended learning-based learning designs can maximize learning in this technological era, by maximizing online learning resources to the fullest as a basic support for face-to-face learning. integration between online and offline can be a solution in alleviating classical learning. The air of renewal in learning will encourage students to be more active and motivated in participating in the learning process. Keywords: Learning, Blended Learning, Synergy, Digital Ag

    Mendesain Pembelajaran Menarik dengan Strategi Cooperative Learning

    Get PDF
    Penelitian ini berusaha menganalisa dan menemukan sebuah model pembelajaran yang menarik sehingga suasana belajar mengajar menjadi efektif dan efisien. Strategi cooperative learning dipilih sebagai salah satu strategi yang bisa diterapkan di kelas untuk mengaktifkan peserta didik. Hasil kajian menyimpulkan bahwa strategi cooperative learning bisa mendesain proses pembelajaran lebih menarik, karena dalam kegiatan pembelajara tersebut terdapat timbal balik antar peserta didik satu dengan yang lain, dan peserta didik dengan guru. Timbal balik ini didasari oleh kerja kelompok antar peserta didik, sehingga mampu menciptakan keaktifan belajar dengan baik. Kerja kelompok sebagai ciri khas dari strategi cooperative learning mampu membentuk kerjasama tim yang solid dan saling bersinergi yang akhirnya bisa menyelesaikan tugas dan problem belajar yang dihadapi. Kemudian, guru bisa memberikan penguatan dan arahan selama proses belajar berlangsung, hal ini menjadikan kegiatan pembelajaran bisa menarik dan berdimensi dua arah

    Jalan Sufistik Buya Hamka: Rekonstruksi Tasawuf Klasik Menuju Neosufisme

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk menganalisa gagasan dan konsep Buya Hamka tentang tasawuf, dan usahanya untuk merekonstruksi tasawuf klasik menuju tasawuf modern (neosufisme). Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan menganalisa berbagai sumber yang relevan. Hasil menyimpulkan bahwa gagasan sufistik Buya Hamka sangatlah moderat, ia menginginkan tasawuf sebagai ajaran yang tidak anti kepada duniawi, sosial dan manusia. Tasawuf harus menjadi ajaran yang seimbang dan mengarahkan manusia kepada Allah dan juga bersosial dengan baik. Sehingga, peranan sebagai “hamba” dan “khalifah” Allah akan berjalan seimbang. Praktik-praktik sufistik juga harus tetap memperhatikan koridor syariat, agar perjalanan spiritualnya bisa benar-benar sampai kepada Allah Swt. Abstract This article aims to analyze Buya Hamka\u27s ideas and concepts about Sufism, and his efforts to reconstruct classical Sufism into modern Sufism (neosufism). The method used is literature study by analyzing various relevant sources. The results conclude that Buya Hamka\u27s Sufistic ideas are very moderate, he wants Sufism as a teaching that is not anti-worldly, social, and human. Sufism must be a balanced teaching and direct humans to God and socialize well. Thus, the role as "servant" and "caliph" of Allah will run in balance. Sufistic practices must also pay attention to the corridors of the Shari\u27a, so that their spiritual journey can truly reach Allah

    Merdeka Belajar: Relevansi Tradisi Macapat Denganfeodalisme dalam Perkembangan Pendidikan Islam Indonesia Analisis Konstruktivisme Jean Piaget

    Get PDF
    Inti permasalahan pada penelitian adalah masih minimnya pertarungan-pertarungan argumentasi pada gelanggang diskusi dalam dunia pendidikan Islam guna meluaskan cakrawala berpikir, membuka wawasan, melahirkan ide-ide baru, dan solusi-solusi relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari titik sentral dari sebuah keterkaitan antara tradisi macapat dengan fenomena feodalisme yang masih marak ditemukan pada aktivitas-aktivitas pendidikan di Indonesia, dimana kebenaran seringkali disandarkan pada status seseorang, sehingga diperlukan sebuah upaya untuk menanggulanginya. Sebab ketika otoritas selalu mendahului verifikasi, maka akan berdampak pada penyempitan atau kecilnya peluang murid dalam merdeka berpendapat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis konsep. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kelas-kelas dalam puisi tradisional (macapat) yang kemudian melahirkan birokrasi sosial yang runyam dan banyak batasan. Pendapat rakyat pada penguasa dibatasi, sebagaimana pendapat anak terhadap orangtua atau pendapat murid kepada guru. Hal ini jelas bertentangan dengan esensi tujuan dari pendidikan sendiri untuk selalu memiliki porsi kebebasan dan kesempatan untuk berkembang secara ideal. Abstract The core of the problem in the research is the lack of argumentative battles in the discussion arena in the world of Islamic education in order to broaden the horizons of thinking, open horizons, generate new ideas, and relevant solutions. This study aims to find the central point of a link between the macapat tradition and the phenomenon of feudalism which is still rife in educational activities in Indonesia, where the truth is often based on one\u27s status, so an effort is needed to overcome it. Because when authority always precedes verification, it will have an impact on the narrowing or small opportunity for students to have freedom of opinion. The research method used is qualitative with a concept analysis approach. The results showed that there were classes in traditional poetry (macapat) which then gave birth to a complicated social bureaucracy and many limitations. The opinion of the people on the authorities is limited, as is the opinion of children against their parents or the opinion of students on teachers. This is clearly contrary to the essence of the purpose of education itself to always have a portion of freedom and opportunity to develop ideally

    Konsep Pendidikan Demokrasi Perspektif Islam: Upaya Mendidik Generasi Menjadi Moderat dan Madani

    Get PDF
    Politik yang diusung oleh Islam Ahlu as-Sunnah wa al-Jamaah (Aswaja) berprinsip (1) at-tawasuth (moderat, tengah-tengah) atau tak ekstrem, tak anti konsep bernegara memilih asas teokrasi (ketuhanan), aristokrasi (kerajaan), demokrasi (kerakyatan), atau lainnya. Kata kuncinya memenuhi aspek syura (musyawarah), al-’adl (keadilan), al-musawah (kesetaraan derajat), dan al-hurriyyah (kebebasan) dengan menjaga 5 prinsip asas manusia (al-usul al-khamsah): menjaga jiwa (hifdzu an-nafs), agama (hifdzu ad-din), harta benda (hifdzu al-mal), identitas asal-usul/keturunan (hifdzu an-nasl), dan harga diri/kehormatan (hifdzu al-‘irdh), (2) at-tawazun; seimbang dalam penerapan kaidah, teks, rasio, dan realitas, (3) al-i’tidal (tegak lurus) atau tak mudah terprovokasi, dan (4) at-tasamuh (menjunjung tinggi sikap toleran). Realisasi prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan inti ajaran Islam dalam kehidupan, termasuk berpolitik. Bila terealisasi, tidak perlu memaksakan diri dalam bentuk simbolisasi ’berwarna’ kearab-araban atau kebarat-baratan. Negeri ini kaya dengan simbol, sehingga ragam simbol untuk diayomi negara yang merupakan esensi negara Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan itu anugerah Ilahi, kehendak Ilahi, sehingga saling menghormati di tengah perbedaan. Mengeratkan perbedaan untuk saling mengenal dan memahami sehingga saling menolong berbekal perilaku bijaksana. Hal ini menjadi titik tekan dari pendidikan demokrasi perspektif Islam

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Strategi Peer Lessons

    Get PDF
    Hal utama yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah pemilihan strategi yang tepat. Strategi pembelajaran yang tepat akan mampu menstimulasi potensi dalam diri siswa untuk muncul dan terlihat. Pada kasus di SMK Cendekia Muttaqin kabupaten Mojokerto adalah masih rendahnya hasil belajar matematika siswa terutama pada kelas X Multimedia. Peristiwa ini yang menjadikan guru sebagai pemimpin dalam pembelajaran harus berpikir dan mencari solusi yang efektif bagaimana hasil belajar siswa bisa meningkat. Oleh sebab itu, melalui strategi peer lessons yang akan diterapkan pada pembelajaran matematika di kelas X Multimedia diupayakan mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil pembahasan pada artikel ini, yakni permasalahan mengenai apakah terjadi peningkatan hasil belajar dengan penerapan strategi PEER LESSONS diperoleh kesimpulan yakni strategi PEER LESSONS yang diterapkan pada siswa kelas X Multimedia terlihat cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan peningkatan hasil belajar melalui nilai rata-rata ujian sebesar 20,24 poin

    Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dalam Bahasa Inggris Peserta Didik Kelas VII B MTsN 17 Jombang Melalui Model Pembelajaran Talking Stick

    Get PDF
    Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan pemikiran maupun perilaku yang lebih baik, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebelum dilakukan siklus penelitian (pra siklus), banyak ditemukan masalah berupa kesulitan peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Berdasarkan hasil tes kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris pada bab sebelumnya nilai rerata peserta didik yaitu sebesar 55 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 15 orang atau sebesar 47%. Salah satu model pembelajaran yang dicoba untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik adalah model pembelajaran Talking Stick. Model pembelajaran Talking Stick merupakan sebuah model belajar yang mana dalam pengaplikasiannya nanti peserta didik akan mempergunakan tongkat dalam kegiatannya. Hal yang pertama kali guru lakukan adalah mengambil tongkat dan memberikannya kepada peserta didik, setelah itu pendidik memberikan sebuah pertanyaan dan peserta didik yang memegang tongkat mesti menjawab pertanyaan dari gurunya tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Waktu yang digunakan untuk setiap siklus adalah 2 kali pertemuan dengan 2 kali pertemuan penyajian materi dan pada akhir pertemuan kedua diadakan evaluasi siklus. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kemampuan berbicara peserta didik melalui penerapan penerapan model pembelajaran Talking Stick di kelas VII B MTsN 17 Jombang dapat diketahui bahwa kemampuan berbicara Bahasa Inggris peserta didik pada Siklus II mendapatkan nilai rata-rata 80 atau sudah mencapai rata-rata diatas KKM dan dikategorikan cukup baik. Begitu juga ketuntasan klasikalnya sudah mencapai 84% dan diatas kriteria keberhasilan yang telah ditetapka

    129

    full texts

    135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Terbitan Global Aksara Pers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇