Jurnal Terbitan Global Aksara Pers
Not a member yet
135 research outputs found
Sort by
PROBLEMATIKA PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGANI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SMPN 2 WARU
Pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk generasi yang beretika, moral, dan religius. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), peran guru sangat penting untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter melalui pengajaran dan keteladanan. Namun, dalam menjalankannya, guru PAI sering menghadapi banyak masalah. Artikel ini membahas masalah yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani pendidikan karakter siswa di SMPN 2 Waru, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Beberapa problematika yang ditemukan meliputi kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah, di mana sinergi antara guru PAI dan elemen sekolah lainnya masih belum optimal. pengaruh negatif teknologi dan globalisasi, dapat menjadi pemicu berkurangnya nilai-nilai karakter luhur dan budi pekerti yang baik, serta variasi latar belakang siswa yang memengaruhi pemahaman dan penerapan nilai-nilai karakter. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang diusulkan adalah kolaborasi antara seluruh pihak sekolah dalam mendukung program pendidikan karakter, pengembangan metode pembelajaran interaktif yang relevan dengan perkembangan zaman, serta pelibatan orang tua dalam proses pendidikan karakter siswa. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas peran guru PAI membangun karakter siswa di SMPN 2 Waru
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMP ISLAM INSAN KAMIL WONOAYU SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di SMP Islam Insan Kamil Wonoayu. Kompetensi profesional guru merupakan aspek penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui berbagai strategi seperti pelaksanaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) internal, pemberian kesempatan mengikuti pelatihan atau workshop, serta penguatan supervisi dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, kepala sekolah juga menciptakan iklim kerja yang kondusif dan memfasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi dan sumber belajar. Upaya ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalitas guru
Desain Pembelajaran PAI Berbasis Deep Learning: Membangun Pengalaman Belajar Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan spiritualitas peserta didik namun, praktik pembelajaran yang masih dominan berfokus pada hafalan dan pemahaman permukaan (surface learning) membuat siswa kurang mampu menghayati serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual desain pembelajaran PAI berbasis deep learning sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu dengan menelaah berbagai sumber literatur terkait teori deep learning dan praktik pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning menekankan pada pengalaman belajar yang utuh, mencakup tiga tahapan utama: memahami ajaran Islam secara mendalam, mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta merefleksi proses pembelajaran untuk menilai sejauh mana pemahaman dan penerapan yang telah dilakukan. Strategi yang mendukung pendekatan ini mencakup diskusi reflektif, studi kasus, pembelajaran kolaboratif dan Problem Based Learning (PBL). Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membangun pemahaman bermakna dan internalisasi nilai yang mendalam pada peserta didik
Peran Orang Tua Dalam Penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Pada Siswa Madrasah Tsanawiyah di Karanganyar
The Ministry of Basic and Secondary Education introduced the Seven Habits of Outstanding Indonesian Children as a strategic effort to shape a generation that is not only academically intelligent but also of strong character. These habits include waking up early, performing religious duties, exercising, eating healthy, being enthusiastic about learning, engaging in community activities, and resting on time. This study aims to analyze the role of parents in supporting the implementation of these habits, particularly among students at MTs Miftahul Ulum Karanganyar, as well as their impact on learning quality and children\u27s character development. This research employs a qualitative method with a descriptive approach through observation, interviews, and case studies. The results indicate that collaboration between schools and parents is crucial in instilling these positive habits. Parents act as role models by providing concrete examples, such as waking up early, preparing nutritious meals, and encouraging time discipline. Additionally, effective communication between parents and children helps address challenges in adopting these habits. The study concludes that cultivating the seven positive habits not only enhances discipline and time management but also fosters resilient and high-achieving character in children. Active parental involvement and a flexible approach are key to the program\u27s success. These findings are expected to serve as a reference for educators and parents in efforts to build an outstanding future generation of Indonesia. Keywords: Education, Character, Habits, Children
Ahmad Dahlan dan Pergerakan Muhammadiyah: Idea-idea Pembaharuan dalam Konteks Kebudayaan dan Sejarah
Kertas ini mengkaji pengaruh Kiyai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) dalam gerakan pembaharuan Islam di Indonesia dan pengaruh yang dicetuskannya dalam pergerakan dan pemikiran moden. Ini digerakkan dalam konteks pembaharuan dan pemurnian agama yang dibawa oleh persyarikatan Islam Muhammadiyah, yang dibentuknya pada 18 November 1912. Objektif kajian ialah menyingkap falsafah dan khittah perjuangan yang dilakarkan dalam harakat pembaharuan yang dirintisnya sebagai pelopor kesedaran dan kebangkitan moden. Metode kajian bersifat deskriptif-historis berasaskan tinjauan kualitatif dengan pendekatan saintifik dan empirik. Temuan kajian mendapati pengaruh dan dampak dari pemikiran Ahmad Dahlan terhadap aspirasi Islam moden yang digerakkan oleh Muhammadiyah dalam jaringan aktivis dan mubalighnya yang meluas. Ia memberi kesan terhadap pengembangan aliran dan kesedaran rasional yang timbul dari tradisi mazhab dan perspektifnya yang puritan. Nilai ijtihad dan pemikiran ini dikembangkan dalam harakat pemurniannya dalam rangka mengembangkan visi kosmopolitan Muhammadiyah bagi meningkatkan jaringan dakwah salaf dan kekuatan organisasinya yang merupakan antara gerakan Islam terbesar dan paling tersusun di dunia
PEMAKNAAN DAN PENAFSIRAN UNSUR KIAS DALAM KALIMAT PADA CERITA PENDEK: TINJAUAN HERMENEUTIKA
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena penggunaan diksi unsur kias dalam kalimat cerpen dan penyampaian pesan cerita secara implisit. Unsur kias dianalis dengan tinjauan hermeneutika. Rumusan masalah ini ialah bagaimana pemaknaan dan penafsiran unsur kias dalam kalimat pada cerpen Kompas.Id yang dianalisis dengan tinjauan hermeneutika? Penyediaan data penelitian ini menggunakan metode baca dan teknik catat. Wujud data penelitian ini ialah kalimat yang mengandung unsur kias. Sumber data penelitian ini iala cerpen “Binar yang Memudar dari Matanya”, “Lelaki Harum Lahang”, dan “Matinya Serai dan Ruku-Ruku Ibu”. Ketiga cerpen ini ialah cerpen terbitan Kompas.Id edisi bulan Oktober 2022. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan referensial dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga belas makna unsur kias yang menggunakan diksi realitas alam (Natural Symbol), lima belas makna unsur kias yang menggunakan diksi khusus (Private Symbol), dan satu makna unsur kias yang menggunakan diksi umum (Blank Symbol). Adapun penafsiran unsur kias dalam kalimat pada cerpen dengan tinjauan hermeneutika ditemukan potret sosial, seperti masalah korupsi yang ada di pemerintah daerah, stereotipe seorang sarjana harus bekerja di kantor pemerintah atau perusahaan tertentu, dan gambaran masa penjajahan yang merugikan suatu bangsa
Syiar Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah: Perpaduan Antara Tradisi, Seni, dan Warisan Budaya
Perkembangan dan Nilai-nilai dakwah dalam Tapak Suci Muhammadiyah sebagai sarana beladiri yang juga berfungsi sebagai media dakwah yang efektif. Dengan identitasnya sebagai ortom Muhammadiyah, Tapak Suci telah mengalami pertumbuhan pesat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan kehadiran di 22 negara dan sekitar 3 juta anggota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara pelatih Universitas Ahmad Dahlan untuk menggali Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam beladiri Tapak Suci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tapak Suci tidak hanya melatih fisik anggotanya, tetapi juga mengintegrasikan Nilai-nilai spiritual dan moral dalam setiap aktivitasnya. Melalui komunikasi verbal dan Non-verbal, anggota diajak untuk mengamalkan ajaran Islam dalam konteks budaya nusantara. Artikel ini menekankan pentingya inovasi dalam dakwah melalui akulturasi budaya antara Nilai-nilai agama dengan pencak silat untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas
Sosialisasi Penggunaan Website Monitoring Kesehatan Balita pada Kader Posyandu di Desa Japan, Mojokerto
Permasalahan stunting pada balita masih menjadi isu serius di Indonesia yang memerlukan pemantauan kesehatan secara akurat dan berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan platform “Connect Pediatrics”, yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan aplikasi berbasis website. Platform ini menggunakan timbangan digital berbasis IoT dengan sensor laser untuk mengukur tinggi badan, sensor berat badan, dan mikrokontroler ESP32. Data yang dihasilkan dikirimkan secara real-time ke cloud, diolah, dan ditampilkan dalam aplikasi untuk memudahkan kader Posyandu dalam memantau status gizi balita. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan penggunaan platform kepada 11 kader Posyandu di Desa Japan, Mojokerto, pada 1 September 2024. Pelatihan mencakup penjelasan teoritis tentang alat dan aplikasi, serta sesi praktik penggunaan platform menggunakan perangkat kader. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kader Posyandu dapat mengoperasikan platform dengan baik, meskipun ditemukan kendala teknis kecil yang berhasil diatasi selama kegiatan. Penerimaan positif dari para kader menunjukkan bahwa “Connect Pediatrics” mampu meningkatkan efisiensi waktu, akurasi pengukuran, dan kemudahan dalam menghasilkan laporan status gizi balita. Dengan implementasi teknologi ini, diharapkan Posyandu dapat mendukung program pemerintah seperti E-PPGBM untuk mencegah stunting secara efektif. Ke depannya, pengembangan lanjutan seperti panduan berbentuk video dan pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan platform ini dapat digunakan secara optimal
Peran Mahasiswa dalam Mencegah Paham Intoleransi dan Radikalisme di Kabupaten Sambas
Radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman serius bagi persatuan bangsa, khususnya di daerah perbatasan seperti Kabupaten Sambas. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam mencegah penyebaran paham ini melalui pendekatan edukatif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan melalui dialog panel yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas pada Rabu, 16 April 2025, di Gedung Kuliah Terpadu II, Ruang Audio Visual. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa dan anggota organisasi mahasiswa mengenai bahaya intoleransi dan radikalisme serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap upaya pencegahan intoleransi dan radikalisme serta komitmen untuk menjadi agen perdamaian di lingkungannya dibuktikan dengan pembacaan deklarasi pencegahan intoleransi dan radikalisme di akhir sesi diskusi panel
KLASIFIKASI EMOSI DALAM LIRIK LAGU DETIK, MENIT, JAM KARYA FEBY PUTRI
Karya seni memiliki nilai yang tak ternilai, dan lagu adalah salah satu bentuk seni yang memberikan manfaat besar bagi para penikmatnya di era modern ini. Perkembangan variasi lagu telah melaju pesat, dan di awalnya, lagu seringkali dipakai semata-mata untuk kesenangan dan hiburan. Namun, seiring berjalannya waktu, lagu-lagu ini menjadi semakin beragam, dengan setiap lirik mengekspresikan beragam jenis emosi. Melalui lagu, penulis dapat menyampaikan perasaan dan situasi mereka kepada pendengar. Analisis emosi dalam lirik lagu "detik, menit, jam" memberi kesempatan bagi pendengar untuk lebih mendalami makna emosional yang ingin disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang berfokus pada pengungkapan makna, deskripsi, klarifikasi, dan penempatan data dalam konteks yang relevan. Hasil klasifikasi emosi menunjukkan bahwa lagu "detik, menit, jam" menggambarkan tentang kebangkitan dan keteguhan dalam menghadapi kritik negatif dari lingkungan sekitar. Fokus utama dalam lirik-lirik modern adalah emosi, di mana lirik harus mampu mengekspresikan perasaan dengan cara yang autentik dan menyentuh jiwa pendengar. Oleh karena itu, pemilihan kata-kata yang tepat menjadi sangat krusial agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens