Jurnal Global Islamika
Not a member yet
43 research outputs found
Sort by
Monotheism in Indonesian Religion : Between Pancasila and Governmental Rules
This research will explain the relationship between Pancasila and religion in Indonesia. The first precept in Pancasila regarding the divinity of the Almighty is often interpreted as saying that the state has the authority to regulate religious concepts in Indonesia. This study will explain about Pancasila as the basis of the state and interfaith life in Indonesia, as well as the relationship between Pancasila and religion in Indonesia. This study will also explain the concept of divinity among religions in Indonesia. The following problems will add insight and understanding of the monotheism contained in the first principle of Pancasila and the implications of Pancasila in religious life in Indonesia. This research applies descriptive and analytical methods. The concept of god in each religion described in this research is the concept of god in each religion that applies in Indonesia. This brief research will provide some analyses that can be developed in religious life in Indonesia in order to maintain inter-religious stability
Urgensi Syukur Bagi Pendidik Islam
Studi ini bertujuan untuk menganalisa seberapa penting & pengaruh Perilaku Syukur dalam diri Pendidik sendiri. Dengan menggunakan metode Penelitian Kualitatif dalam ruang lingkup studi kepustakaan (Library Search), penelitian ini telah memperlihatkan bahwa; 1) Hikmah Bersyukur bagi pendidik sangat penting dilakukan; 2) Kriteria Pendidik yang bersyukur sangat dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efisien; 3) Urgensi Syukur sendiri bagi Pendidik sangat berpengaruh bagi keberhasilan studi pembelajaran yang dilakukan, dengan memiliki Sifat Syukur maka tujuan pembelajaran akan semakin mudah tercapai, dikarenakan pendidik akan melihat ke dalam diri peserta didik sebagai mitra (teman), sehingga peserta didik akan merasa nyaman dengan kehadiran seorang pendidik tersebut. Studi ini penting untuk di kaji guna menambah sumber kajian sejarah Islam di Indonesia, khususnya kelangkaan tema tentang perkembangan kesultanan Islam di Indonesia
Urgensi Kasih Sayang untuk Guru Kepada Murid dalam Konteks Pendidikan Agama Islam
Kasih sayang merupakan nilai yang kuat dalam ajaran Islam dan memiliki kesan yang bermakna dalam hubungan guru dan murid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu dan menganalisis seberapa penting serta pengaruh sikap kasih sayang seorang guru dalam keberhasilan mengajar dan perkembangan belajar siswa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu studi literatur, penelitian ini menunjukan bahwa; 1) Kasih sayang menimbulkan hubungan yang kuat antara guru dan murid berdasarkan rasa saling menghormati, kepercayaan, dan rasa aman. 2) Kasih sayang Islam dalam pendidikan agama juga berperan dalam memotivasi murid untuk belajar dan mengamalkan ajaran agama dengan sungguh-sungguh. 3) Kasih sayang antara guru dan murid juga dapat berdampak positif pada aspek sosial dan emosional murid. Pendidikan agama Islam memiliki peran dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas individu Muslim. Dalam konteks ini, urgensi kasih sayang untuk guru menjadi sangat penting. Kasih sayang memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan hubungan yang saling menguntungkan antara guru dan murid. Sehingga guru dapat dengan mudah memberikan penajaran dan murid merasa dihargai, kemudian termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh
Respons Peserta Didik Terhadap Penggunaan Eco-Canvas sebagai Alternatif Penggunaan Kanvas Kain dalam Ekstrakurikuler Kaligrafi
Kaligrafi merupakan tulisan indah yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan dalam hal ini tulisan arab dalam kalam Allah, al Quran, agar tidak mengubah makna dari kalam-Nya. Pada umumnya, dalam seni kaligrafi digunakan kanvas sebagai medianya utamanya. Kanvas yang beredar di masyarakat pada umumnya terbuat dari kain seperti linen dan katun. Kanvas linen memerlukan proses yang rumit dan panjang sehingga memiliki harga tinggi. Kanvas dari katun banyak digunakan untuk pemula, memiliki harga yang lebih terjangkau, dan bertekstur lembut sehingga membuat kaligrafi menjadi lebih mudah. Salah satu alternatif penggunaan kanvas kain sebagai media dalam kaligrafi yaitu dengan menggunakan eco-canvas. Eco-canvas merupakan media selayaknya kanvas kain pada umumnya namun terbuat dari ampas tebu, jerami, dan kulit jagung sehingga lebih ramah lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler kaligrafi terdahap penggunaan eco-canvas sebagai media dalam kaligrafi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa eco-canvas merupakan media yang sangat baik untuk digunakan sebagai media alternatif dalam seni kaligrafi. Eco-canvas memiliki keunggulan bertekstur yang unik dan juga ramah lingkungan
Kajian Hadis-Hadis Berpolemik Melalui Kashaf Ibn Arabi
Dalam tulisan ini, penulis mengambil dua sampel dari jenis hadis tersebut. Pertama, hadis yang mengulas tentang ilmu yang tersembunyi. Kedua, hadis yang mengungkap tentang penciptaan Adam AS. dari segi bentuknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan alat penelitian berupa dukumentasi dan observasi. Dengan menggunakan alat tersebut penulis berhasil dengan kesimpulan sebagai berikut 1) Hadis penciptaan Adam. As dan hadis tentang ilmu yang tersembunyi sahih secara kashaf menurut Ibn ‘Arabi 2) Dhamir ha’ dalam hadis penciptaan Adam as. Kembali ke Allah. SWT. Dengan kembalinya dlamir ha’ kepada Allah, maka manusia yang diciptakan dengan s}urahilahi. Dengan maksud bahwa sifat-sifat Tuhan juga berada pada diri manusia. Seperti kekuasaan, manusia juga mempunyai kekuasaan untuk mengatur dan memelihara apa-apa yang ada dalam alam semesta. 3) lafal s}urah dalam pandangan Ibn Arabi tidak bisa diartikan sebagai bentuk dzat. Perumpamaannya seperti orang yang sedang bercermin. Seperti itulah keterkaitan antara Adam (Al-Insan Al-Kamil) dengan Tuhannya. 4) Menurutnya memang benar bila terdapat sebagian ilmu yang bersifat tersembunyi. Namun, pada hakikatnya ilmu tersebut tidak tersembunyi secara mutlak. Karena apabila hal itu terjadi, maka tidak akan ada ulama satu pun yang mengetahui tentang eksistensi ilmu tersebut dan perkara tersebut hanya Allah lah yang tahu
Urgensi Iffah Bagi Pendidik Islam
Studi ini bertujuan untuk menganalisa seberapa penting & pengaruh sifat ‘iffah dalam diri pendidik sendiri. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dalam ruang lingkup studi kepustakaan (library search), penelitian ini telah memperlihatkan bahwa; 1) Keutamaan bagi seorang pendidik; 2) Kriteria pendidik yang memiliki sifat ‘iffah sangat dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran yang religius dan penuh khidmat; 3) Urgensi ‘Iffah sendiri bagi pendidik sangat berpengaruh bagi keberhasilan studi pembelajaran yang dilakukan, dengan memiliki sifat ‘ maka tujuan pembelajaran akan semakin mudah tercapai, dikarenakan pendidik akan mempunyai kehormatan serta kewibawaan sehingga peserta didik menghormati serta menaati dengan kehadiran seorang pendidik tersebut. Studi ini penting untuk di kaji guna menambah sumber wawasan tentang akhlak seorang pendidik Islam, khususnya kelangkaan tema tentang urgensi ‘iffah bagi pendidik Islam di Indonesi
Teknologi dalam Islam: Studi Analisis Fenomena Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Perspektif Islam
Kehidupan senantiasa berubah, termasuk perkembangan teknologi yang kian maju, salah satunya hadirnya kecerdasan buatan (AI) yang banyak mendapat simpatik dari banyak kalangan khususnya di media sosial. Dalam merespons fenomena ini diperlukan studi khusus yang mengaitkan antara Islam dengan AI tersebut, hal ini perlu untuk memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat agar tahu dan paham serta kepada pengembang teknologi AI untuk tidak sembarangan dalam membuat sebuah produk yang dapat merusak tatanan kehidupan manusia jika norma-norma agama dilalaikan. Studi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dibantu dengan teknik analisa data yakni induksi dan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan menjadi solusi sekaligus masalah baru tergantung dari tujuan, nilai kegunaan dan prinsip yang digunakan. Kecerdasan buatan (AI) merupakan solusi bagi kehidupan dan kemajuan manusia jika berlandaskan pada maqashid syariah dan maslahah mursalah, bertujuan untuk memberikan kemaslahatan (maslahah) yang universal, serta bertujuan untuk memudahkan dan memaksimalkan seluruh aktivitas manusia; kemajuan yang ada. Jika demikian, maka Islam melegalkannya dan sesuai dengan visi dan misi Islam. Namun AI akan membawa dampak buruk (masalah baru) ketika norma dan etika agama diabaikan, tujuannya adalah kemajuan pribadi; perusahaan; individu dengan menzalimi orang lain (memutuskan pekerjaan) dengan alasan yang tidak logis, maka AI menjadi Tuhan manusia yang dianggap canggih, dapat membantu kebutuhannya
Menambah Keimanan dengan Cara Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulallah Saw di Mantiqoh Sayyidah Khodijatul Kubro
KKN merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di daerah tertentu atau lembaga pendidikan dilaksanakan secara kelompok terintegrasi antar jurusan, terkoordinasi ditingkat fakultas diutamakan kegiatan nonfisik di bidang pendidikan. KKN bertujuan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya berbagai Program KKN telah dilaksanakan. Kegiatan KKN telah dilakukan dimulai dengan observasi sekolah, perencanaan program, konsultasi program kepada pihak sekolah dan DPL dan pelaksanaan program yang dilaksanakan, program KKN selain sebagai wahana untuk pelatihan dan pembelajaran untuk mahasiswa juga menjadi usaha IAI DALWA untuk turut berkontribusi dalam mentransformasikan nilai-nilai kependidikan kepada sekolah tersebut. Harapannya bukan hanya kepada mahasiswa tetapi juga keberadaan mahasiswa KKN 2021-2022 diharapkan dapat membuat perubahan-perubahan sebagai upaya memajukan Pendidikan Indonesia. Program kerja di PP. Dalwa merupakan program yang lebih menekankan kepada tema Recovery Jiwa Yang Rapuh Karena Pandemi dengan Iman dan Taqwa Diantara programnya adalah program umum yaitu “Estafet Mufrodat dan Tadarus Al-Qur’an, program unggulan yaitu “Menamabah Keimanan dengan Cara Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulullah’’ dan juga program khusus yaitu kedisiplinan dan juga kebersihan
Mahzab-Mahzab Filsafat pendidikan : Mahzab-Mahzab Filsafat pendidikan
Di dalam filsafat pendidikan Islam, terdapat berbagai macam aliran ataupun mazhab-mazhab yang ada, salah satunya adalah dari mazhab rasionalisme hingga pada materialisme. Mazhab filsafat pendidikan Islam merupakan gabungan antara dua kata, yaitu mazhab dan filsafat. Mazhab ialah suatu hukum yang merujuk pada suatu sumber hukum yang ada maupun dijadikan sebagai rujukan dalam berideologi. Dan filsafat diambil dari kata Bahasa Yunani, yaitu kata philo yang artinya “cinta” dan Sophia yaitu kebijaksanaan. Jadi, filsafat ialah suatu ilmu yang mencintai akan kebijaksanaan atau yang dikenal sebagai ilmu kritis sebelum melahirkan berbagai pengetahuan yang ada. Filsafat juga dikenal sebagai Mother of Knowledge (Induk Pengetahuan). Filsafat juga melahirkan beberapa mazhab yang terkemuka hingga pada era millenial ini (Era Kontemporer), yaitu mazhab rasionalisme, yang merupakan suatu mazhab filsafat yang berfokus pada akal manusia semata untuk memperoleh pengetahuan. Empirisme merupakan suatu cabang filsafat yang hampir sama dengan rasio, akan tetapi yang membedakan disini adalah menggunakan experience atau pengalaman sebagai tolak ukur untuk mendapatkan pengetahuan. Begitu juga dengan mazhab-mazhab lainnya yang akan dibahas nanti
Progresivisme dalam Pendidikan di Indonesia Perspektif Indra Charismiadji
ABSTRAK
Studi ini bertujuan untuk menganalisa munculnya gagasan Islam Berkemajuan dan problematikanya. Dengan menggunakan metode studi pustaka. Penelitian ini didasarkan atas kajian kepustakaan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa; 1) Sebab kemunculan gagasan Islam Berkemajuan dari organisasi Muhammadiyah yang pertama kali lahir dari gerakan literasi berupa buku Islam Berkemajuan: Kyai Ahmad Dahlan dalam Catatan Pribadi Kyai Syuja’. Muhammadiyah sendiri telah berdiri sejak 18 November 1918 dan telah berkontribusi pada perkembangan Islam Indonesia, 2) Penegasan Gagasan Islam Berkemajuan ialah gagasan Islam yang secara resmi dideklarasikan Muhammadiyah sejak Muktamar di Yogyakarta pada tahun 2010. 3) Pembaharuan gagasan Islam Berkemajuan, antara lain: pemahaman ajaran Islam, menerjemahkan Al-Qur’an ke bahasa Melayu, mendirikan sekolah modern, mengelola lembaga sosial, dan menolong fakir-miskin, 4) Tantangan gagasan Islam Berkemajuan, diantaranya; menguatnya arus sekularisme-materialisme, munculnya radikal-ekstrem, dan kapitalisme global, 5) Tokoh yang memprakarsai yaitu KH Ahmad Dahlan, 6) Strategi yang digunakan yaitu dakwah pencerahan dan dakwah perbuatan nyata. Studi ini penting untuk menambah sumber kajian sejarah Islam di Indonesia khususnya kelangkaan tema tentang Munculnya Gagasan Islam di Indonesia.
Kata Kunci: Islam Berkemajuan, Muhammadiyah
ABSTRACT
This study aims to analyze the emergence of the idea of Advanced Islam and its problems. By using the literature study method. This research is based on a literature review. This research shows that; 1) Because of the emergence of the idea of Advanced Islam, namely from the organization Muhammadiyah which was first born from the literacy movement in the form of the book Islam Berkemajuan: Kyai Ahmad Dahlan in the Personal Notes of Kyai Syuja\u27. Muhammadiyah itself has been established since November 18, 1918 and has contributed to the development of Indonesian Islam 2) Affirmation of the Idea of Advanced Islam is an Islamic idea that has been officially declared Muhammadiyah since the Muktamar in Yogyakarta in 2010. 3) Renewal of the idea of Advanced Islam, including: understanding Islamic teachings, translating the Qur\u27an into Malay, establishing modern schools, managing social institutions, and helping the poor, 4) Challenges of the idea of Advanced Islam, including; the strengthening of the currents of secularism-materialism, the emergence of radical-extremes, and global capitalism, 5) The figure who initiated is KH Ahmad Dahlan, 6) The strategy used is the proselytizing of enlightenment and the proselytizing of real deeds. This study is important to add to the source of the study of Islamic history in Indonesia, especially the scarcity of themes about the Emergence of Islamic Ideas in Indonesia.
Keywords: Advanced Islam, Muhammadiya