Jurnal Global Islamika
Not a member yet
    43 research outputs found

    Teori Gerakan Ganda dalam Pendidikan Islam: Wawasan dan Aplikasinya dari Perspektif Progresif Fazlur Rahman

    Get PDF
    Fazlur Rahman adalah seorang cendekiawan dan filsuf Islam berpengaruh yang menekankan perlunya modernisasi pendidikan Islam. Inti dari idenya adalah konsep "gerakan ganda", yang melibatkan rekonsiliasi ajaran Islam tradisional dengan realitas modern dunia. Artikel ini mengeksplorasi perspektif progresif Rahman tentang pendidikan Islam, dengan fokus khusus pada ide-idenya terkait dengan teori gerakan ganda. Berangkat dari karya Rahman, artikel ini menyoroti potensi penerapan teori gerakan ganda dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia. Secara khusus, artikel ini membahas bagaimana teori tersebut dapat digunakan untuk merekonsiliasi ajaran Islam tradisional dengan realitas modern era digital, sekaligus mempromosikan pendekatan pendidikan Islam yang lebih progresif dan inklusif. Artikel ini juga mengkaji tantangan yang muncul dari penerapan teori gerakan ganda dalam konteks pendidikan Islam, termasuk kebutuhan untuk menyeimbangkan tradisi dan modernitas, dan kebutuhan untuk memastikan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan siswa secara cepat mengubah dunia. Pada akhirnya, artikel tersebut berpendapat bahwa visi Fazlur Rahman untuk gerakan ganda dalam pendidikan Islam memberikan kerangka yang berharga untuk mengatasi tantangan dan peluang era digital, dan menggarisbawahi pentingnya inovasi dan modernisasi yang berkelanjutan di bidang pendidikan Islam.  &nbsp

    The Development of the Islamic Sultanate in Indonesia

    Get PDF
    In Indonesia there are many theories about converting Islam to the archipelago. The phenomenon of complexity is an interesting phenomenon and causes a plurality of theories in which Islam does not originate from one region or country and is not only carried by one group and at the same time. Elements of interest, differences in evidence, ideology and religious subjectivity of historians also affect the plurality of theories of the entry of Islam into Indonesia.[1] The purpose of writing this journal is to find out the History of the Development of Islamic Sultanates in Indonesia. This article uses  a heuristic writing method in the form of collecting material / sources, source criticism in the form of internal-external criticism, interpretation, and writing in the form of historiography. The process of spreading Islam in  the countryuses a good way by adjusting the customs of the population without any coercion. According to Uka Tjandrasasmita, the process of Islamization in Indonesia is through trade, marriage, Sufism, education, art, and politics. After Islam entered Indonesia and the formation of Muslim villages in various regions or places. Then the establishment of regulations and organizations of power so that Islamic kingdoms were established in Indonesia.  With the process of Islamization of the kingdom, Islam emerged as a force in politics and culture so that its development was more effective and increasingly entered into the order of life in society.  

    Contemporary Indonesian Islamic Civilization in Supporting Peace in ASEAN

    Get PDF
    Islam came to countries in Southeast Asia, almost all of which were preceded by interactions between people in the archipelago and Arab traders, India, Bengal, China, Gujarat, Iran, Yemen and South Arabia. This study aims to analyze contemporary Indonesian Islamic Civilization in supporting peace in ASEAN. This study using library research produces research data that; 1). The teachings that the Prophet Muhammad SAW brought to mankind that have also reached us are Islam, which means safe, prosperous, peaceful and peaceful. 2). Indonesia\u27s role in helping peace in ASEAN includes initiating the birth of ASEAN, organizing the first ASEAN Summit, forming the initiator of the ASEAN security community, being a conflict mediator, representing ASEAN in world peace. 3). Challenges faced by Indonesia in realizing peace in ASEAN. Among them is the perception that Islam is a religious conflict and violence, related to Islamophobia. Which is where the fear of Islam is increasing, and also related to the social and economic conditions of Islamic society. 4). Indonesian Islamic figures who play a role in peace in ASEAN, including Minister of Foreign Affairs Ali Alatas, Vice President Yusuf Kalla, President KH. Abdurrahman Wahid, KH. Hasyim Muzadi, Prof. A. Syafi\u27i Ma\u27arif and Prof. Din Shamsuddin .5). Da\u27wah strategies in ASEAN include holding the Jakarta Informal Meeting (JIM) and hosting the ASEAN Islamic Conference. This study has implications for increasing literature on the history of Indonesian Islamic civilization in the world so that it can add to the body of knowledge in Indonesian history

    Nilai Religius dan Distansi Estetis Novel Daun Pun Berdzikir Karya Taufiqqurrahman Al Azizy

    Get PDF
    Karya sastra yang baik adalah karya sastra yang selalu memberikan kesan pembacanya untuk berbuat yang lebih baik atau yang sesuai dengan ajaran agama. Novel Daun pun Berdzikir karya Taufiqurrahman Al-Azizy merupakan sebuah novel religius yang sangat inspiratif yang akan menuntun pembaca menemukan cinta berlandaskan kecintaan kepada Sang Maha Kuasa, karena hanya berbekal cinta kepada-Nya, hidup akan bahagia. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penggambaran nilai religius aspek akidah, akhlak, dan ibadah serta mendeskripsikan penggambaran distansi estetis dari segi peristiwa yang ditampilkan. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menganalisis dan mendeskripsikan penggambaran nilai religius aspek akidah, akhlak, dan ibadah serta mendeskripsikan penggambaran distansi estetis dari segi peristiwa yang ditampilkan. Data dalam penelitian ini adalah aspek religius dan distansi estetis. Sumber data adalah keseluruhan isi novel Daun pun Berdzikir karya Taufiqurrahman Al-Azizy yang diterbitkan pada tahun 2010 dengan jumlah hal. 359 yang diterbitkan oleh Laksana Jogjakarta

    Rasionalisme Menurut Ar-Razi dan Aristoteles

    Get PDF
    Rasionalisme berpendapat bahwa pikiran harus terlibat aktif dalam pencarian pengetahuan (misalnya dengan berpikir, menalar atau mendeduksi). Akal  merupakan substansi sangat penting yang terdapat dalam diri manusia sebagai nur atau cahaya dalam hati. Pendapat ar-Razi dan Aristoteles cahaya yang dimaksud bersumber langsung dari Tuhan, agar memberikan kesadaran manusia dari kebodohan. Ar-Razi ialah seorang rasionalis murni, yang percaya bahwasannya pengetahuan didapat dengan cara berfikir, alat berfikir tersebut adalah petunjuk yang masuk akal atau logis. Sedangkan rasionalisme Aristoteles ialah sistematika berpikir yang pasti, absolut, serta tidak dapat ditentang. Di dalam aliran filsafat ilmu, rasionalisme ialah suatu ilmu yang berpandangan bahwasannya logika atau rasio (akal) adalah sumbernya pengetahuan Abstract Rationalism argues that the mind must be actively involved in the search for knowledge (eg by thinking, reasoning or deduction). Reason (ratio) is a very important substance contained in humans as light (nur) in the heart. This light, according to ar-Razi and Aristoteles, comes directly from God Almighty, as a messenger to awaken people from ignorance. Ar-razi is a pure rationalist, who believes that knowledge is obtained by thinking, thinking tools are logical rules or logical rules. Meanwhile, Aristoteles rationalism is systematic thinking that is certain, absolute, and cannot be challenged. In the philosophy of science, rationalism is a sciene which holds that logic or reason is the source of knowledg

    Kimia dalam Pandangan Islam: Upaya Mencari Titik Temu Antara Sains dan Agama

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa tentang Kimia dalam pandangan Islam sebagai upaya mencari titik temu antara sains dan agama. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan yang sumbernya dari berbagai dokumentasi baik buku, jurnal, media cetak atau online yang mendukung tema tersebut. Hasilnya adalah bahwa Kimia dalam Islam sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang kajiannya tidak bertentangan dengan Islam, bahkan Islam menjadi bahan dasar ilmu tersebut lahir, sehingga ada hubungan atara teori-teori Kimia dengan segala unsurnya terhadap nilai-nilai Islam. Kemudian, pembelajaran Kimia harus mengedukasi siswa untuk bisa bereksperimen dengan pendekatan Islam, agar bisa menggapai titik temu antara akal dan daya spiritual (hati), sehingga tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri. Dengan demikian, Kimia bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan yang ingin membuktikan kebenaran yang ada di dalam Al-Qur’an dan apa yang diciptakan oleh Allah, sehingga akan menguatkan keimanan seseorang tersebut. Abstract This study aims to describe and analyze Chemistry from an Islamic perspective as an effort to find common ground between science and religion. This research method uses a literature study whose sources come from various documentations, either books, journals, print or online media that support the theme. The result is that Chemistry in Islam as part of the science that studies it does not conflict with Islam, even Islam is the basic ingredient of the science being born, so that there is a relationship between chemical theories and all its elements to Islamic values. Then, Chemistry learning must educate students to be able to experiment with Islamic approaches, so that they can reach a meeting point between reason and spiritual power (heart), so they don\u27t seem to walk alone. Thus, Chemistry can be used as a science that wants to prove the truth that is in the Qur\u27an and what was created by Allah, so that it will strengthen one\u27s knowledge

    Jalan Sufistik Buya Hamka: Rekonstruksi Tasawuf Klasik Menuju Neosufisme

    Get PDF
    oai:ojs2.jurnal.globalaksarapers.com:article/8Artikel ini bertujuan untuk menganalisa gagasan dan konsep Buya Hamka tentang tasawuf, dan usahanya untuk merekonstruksi tasawuf klasik menuju tasawuf modern (neosufisme). Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan menganalisa berbagai sumber yang relevan. Hasil menyimpulkan bahwa gagasan sufistik Buya Hamka sangatlah moderat, ia menginginkan tasawuf sebagai ajaran yang tidak anti kepada duniawi, sosial dan manusia. Tasawuf harus menjadi ajaran yang seimbang dan mengarahkan manusia kepada Allah dan juga bersosial dengan baik. Sehingga, peranan sebagai “hamba” dan “khalifah” Allah akan berjalan seimbang. Praktik-praktik sufistik juga harus tetap memperhatikan koridor syariat, agar perjalanan spiritualnya bisa benar-benar sampai kepada Allah Swt. Abstract This article aims to analyze Buya Hamka\u27s ideas and concepts about Sufism, and his efforts to reconstruct classical Sufism into modern Sufism (neosufism). The method used is literature study by analyzing various relevant sources. The results conclude that Buya Hamka\u27s Sufistic ideas are very moderate, he wants Sufism as a teaching that is not anti-worldly, social, and human. Sufism must be a balanced teaching and direct humans to God and socialize well. Thus, the role as "servant" and "caliph" of Allah will run in balance. Sufistic practices must also pay attention to the corridors of the Shari\u27a, so that their spiritual journey can truly reach Allah

    Merdeka Belajar: Relevansi Tradisi Macapat Denganfeodalisme dalam Perkembangan Pendidikan Islam Indonesia Analisis Konstruktivisme Jean Piaget

    Get PDF
    Inti permasalahan pada penelitian adalah masih minimnya pertarungan-pertarungan argumentasi pada gelanggang diskusi dalam dunia pendidikan Islam guna meluaskan cakrawala berpikir, membuka wawasan, melahirkan ide-ide baru, dan solusi-solusi relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari titik sentral dari sebuah keterkaitan antara tradisi macapat dengan fenomena feodalisme yang masih marak ditemukan pada aktivitas-aktivitas pendidikan di Indonesia, dimana kebenaran seringkali disandarkan pada status seseorang, sehingga diperlukan sebuah upaya untuk menanggulanginya. Sebab ketika otoritas selalu mendahului verifikasi, maka akan berdampak pada penyempitan atau kecilnya peluang murid dalam merdeka berpendapat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis konsep. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kelas-kelas dalam puisi tradisional (macapat) yang kemudian melahirkan birokrasi sosial yang runyam dan banyak batasan. Pendapat rakyat pada penguasa dibatasi, sebagaimana pendapat anak terhadap orangtua atau pendapat murid kepada guru. Hal ini jelas bertentangan dengan esensi tujuan dari pendidikan sendiri untuk selalu memiliki porsi kebebasan dan kesempatan untuk berkembang secara ideal. Abstract The core of the problem in the research is the lack of argumentative battles in the discussion arena in the world of Islamic education in order to broaden the horizons of thinking, open horizons, generate new ideas, and relevant solutions. This study aims to find the central point of a link between the macapat tradition and the phenomenon of feudalism which is still rife in educational activities in Indonesia, where the truth is often based on one\u27s status, so an effort is needed to overcome it. Because when authority always precedes verification, it will have an impact on the narrowing or small opportunity for students to have freedom of opinion. The research method used is qualitative with a concept analysis approach. The results showed that there were classes in traditional poetry (macapat) which then gave birth to a complicated social bureaucracy and many limitations. The opinion of the people on the authorities is limited, as is the opinion of children against their parents or the opinion of students on teachers. This is clearly contrary to the essence of the purpose of education itself to always have a portion of freedom and opportunity to develop ideally

    Peningkatan Sistem Manajemen dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam di MTsN 11 Jombang

    Get PDF
    Pendidikan merupakan modal yang sangat penting bagi suatu bangsa untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kebutuhan pembangunan di segala bidang. Tujuan dan arah pembangunan itu sendiri yaitu untuk mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik dari yang sebelumnya dengan mengejar ketertinggalan di segala bidang. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang strategi peningkatan sistem manajemen dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Islam di MTsN 11 Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau hitungan lainnya. Berdasarkan kajian pada penelitian ini disimpulkan bahwa pengelolaan lembaga madrasah harus didorong upaya peningkatan kesadaran bagi yang terlibat dalam pengelolaan tersebut. Selain itu, kualifikasi tenaga guru dan kegiatan dengan fasilitas yang memadai juga wajib menjadi program prioritas. Agar secara perlahan namun pasti bakal mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam di madrasah

    Perangkat Pretest Membaca Al-Qur’an Menggunakan Kerangka “Just Fateha” Sebagai Strategi Penempatan Kelas Dengan Metode Bil Qolam

    Get PDF
    Belajar membaca Al-Qur’an secara histori memiliki model pembelajaran secara talaqqi. Yaitu seorang guru mentransferkan ilmunya secara langsung berhadap-hadapan dan siswa menirukan bacaan gurunya dengan cara musyafahah. Maksud dari konsep musyafahah sendiri adalah, bentuk pembelajarannya berpusat pada guru. Yaitu guru membaca kemudian siswa menirukan. Hal tersebut diulang-ulang hingga pada akhirnya terciptalah demonstrasi yang dilakukan oleh siswa untuk membaca materinya kembali sebagai evaluasi. Urgensi pretest dalam pembelajaran Al-Qur’an sangat menentukan kompetensi siswa dalam melangsungkan belajarnya. Salah satu alasannya adalah menentukan sistem penempatan kelas. Penelitian ini hendak mencoba mengembangkan perangkat penilaian pretest membaca Al-Qur’an sebagai strategi penempatan kelas siswa agar penguji dengan mudah menilai dan mengkategorikannya. Sedangkan perangkat pretest yang dikembangkan pada kesempatan ini menggunakan metode Bil Qolam. Perangkat penilaian diberi nama “Just Fateha”, sebab dengan hanya membaca Al-Fatihah saja, penguji mampu mendiagnosa kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sampai mana.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan perangkat pretest membaca al-Qur’an menggunakan kerangka “Just Fateha” sebagai strategi penempatan kelas dengan metode Bil Qolam telah berhasil dikembangkan dengan kategori baik. Abstract Learning to read the Qur\u27an historically has a talaqqi learning model. That is, a teacher transfers his knowledge directly face to face and students imitate the teacher\u27s reading by way of deliberation. The purpose of the concept of musyafahah itself is, the form of learning is teacher-centered. That is, the teacher reads and then the students imitate. This is repeated until in the end a demonstration is created by students to read the material again as an evaluation. The urgency of the pretest in learning the Qur\u27an greatly determines the competence of students in carrying out their learning. One reason is to determine the class placement system. This study tries to develop a pretest assessment tool for reading the Qur\u27an as a student class placement strategy so that examiners can easily assess and categorize them. While the pretest device developed on this occasion used the Bil Qolam method. The assessment tool is named "Just Fateha", because by just reading Al-Fatihah, the examiner is able to diagnose the student\u27s ability to read the Qur\u27an to what extent. This study uses research and development methods. Based on the research that has been done, the pretest device for reading the Qur\u27an using the "Just Fateha" framework as a class placement strategy with the Bil Qolam method has been successfully developed with a good category.

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Global Islamika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇