Jurnal Global Islamika
Not a member yet
43 research outputs found
Sort by
Revitalisasi Epistemologi Ilmu Kalam sebagai Landasan Membangun Kerukunan Intern Umat Islam Melalui Pendekatan Teofilosofis
Ilmu Kalam, disiplin teologi Islam yang berfokus pada pemahaman doktrin-doktrin keagamaan melalui rasionalisasi, menghadapi tantangan dalam merespons dinamika sosial, politik, dan budaya kontemporer. Di tengah polarisasi mazhab teologi, konflik sektarian, dan ekstremisme, revitalisasi epistemologi Ilmu Kalam menjadi penting untuk membangun kerukunan internal umat Islam. Artikel ini menawarkan pendekatan teofilosofis—kombinasi antara teologi (iman dan wahyu) dengan filsafat (akal dan logika)—sebagai kerangka epistemologis baru. Ilmu Kalam dapat menjadi alat rekonsiliasi antar kelompok Muslim, baik secara teologis maupun sosial. Maka pokok masalah dalam artikel ini adalah menggiatkan dan mengembangkan ilmu kalam menggunakan pendekatan teofilosofis untuk kerukunan umat intern Islam, yang menekankan integrasi dimensi teologis dan filosofis dalam upaya membangun dialog konstruktif antarmazhab sehingga perbedaan pemahaman keagamaan dapat dikelola secara harmonis demi terciptanya persatuan dan solidaritas di kalangan umat Muslim. Studi ini menggunakan pendekatan literatur kritis. Hasilnya menunjukkan bahwa revitalisasi epistemologi Kalam berpotensi menciptakan narasi teologis inklusif yang mendorong toleransi dan harmoni
Nasib Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Usulan Undang-Undang Kebebasan Beragama
Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas tentang nasib kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Undang-Undang kebebasan beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelusuran kritis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan seperti jurnal ilmiah, buku akademik, laporan penelitian, serta dokumen-dokumen pendukung lainnya. Hasil dan pembahasan meliputi kurikulum pendidikan di Indonesia, kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta usulan Undang-Undang kebebasan beragama. Peneliti menarik kesimpulan bahwa jika Undang-Undang kebebasan beragama ini disahkan maka akan sangat berdampak bagi kurikulum pendidikan di Indonesia khususnya kurikulum Pendidikan Agama Islam
Peran Syaikh Khotib Al-Minangkabawi dalam Menyebarkan Islam di Tanah Padang
Penelitian ini membahas peran strategis Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dalam penyebaran dan pembaruan Islam di Minangkabau pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Di tengah kompleksitas struktur sosial Minangkabau yang berbasis matrilineal dan kental dengan adat istiadat, dakwah Islam mengalami tantangan yang tidak ringan. Melalui kajian historis dan kualitatif, artikel ini mengurai kontribusi Syekh Ahmad Khatib sebagai ulama transnasional yang tidak hanya mengajar di Masjidil Haram, tetapi juga menjadi penggerak transformasi pemikiran Islam di Nusantara, khususnya di tanah kelahirannya, Padang. Biografi dan kiprah intelektual beliau menunjukkan komitmen terhadap pemurnian ajaran Islam, penolakan terhadap praktik tarekat yang tidak berbasis syariat, serta pentingnya rasionalitas dan ijtihad dalam beragama
Ahmad Dahlan dan Pergerakan Muhammadiyah: Idea-idea Pembaharuan dalam Konteks Kebudayaan dan Sejarah
Kertas ini mengkaji pengaruh Kiyai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) dalam gerakan pembaharuan Islam di Indonesia dan pengaruh yang dicetuskannya dalam pergerakan dan pemikiran moden. Ini digerakkan dalam konteks pembaharuan dan pemurnian agama yang dibawa oleh persyarikatan Islam Muhammadiyah, yang dibentuknya pada 18 November 1912. Objektif kajian ialah menyingkap falsafah dan khittah perjuangan yang dilakarkan dalam harakat pembaharuan yang dirintisnya sebagai pelopor kesedaran dan kebangkitan moden. Metode kajian bersifat deskriptif-historis berasaskan tinjauan kualitatif dengan pendekatan saintifik dan empirik. Temuan kajian mendapati pengaruh dan dampak dari pemikiran Ahmad Dahlan terhadap aspirasi Islam moden yang digerakkan oleh Muhammadiyah dalam jaringan aktivis dan mubalighnya yang meluas. Ia memberi kesan terhadap pengembangan aliran dan kesedaran rasional yang timbul dari tradisi mazhab dan perspektifnya yang puritan. Nilai ijtihad dan pemikiran ini dikembangkan dalam harakat pemurniannya dalam rangka mengembangkan visi kosmopolitan Muhammadiyah bagi meningkatkan jaringan dakwah salaf dan kekuatan organisasinya yang merupakan antara gerakan Islam terbesar dan paling tersusun di dunia
Syiar Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah: Perpaduan Antara Tradisi, Seni, dan Warisan Budaya
Perkembangan dan Nilai-nilai dakwah dalam Tapak Suci Muhammadiyah sebagai sarana beladiri yang juga berfungsi sebagai media dakwah yang efektif. Dengan identitasnya sebagai ortom Muhammadiyah, Tapak Suci telah mengalami pertumbuhan pesat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan kehadiran di 22 negara dan sekitar 3 juta anggota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara pelatih Universitas Ahmad Dahlan untuk menggali Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam beladiri Tapak Suci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tapak Suci tidak hanya melatih fisik anggotanya, tetapi juga mengintegrasikan Nilai-nilai spiritual dan moral dalam setiap aktivitasnya. Melalui komunikasi verbal dan Non-verbal, anggota diajak untuk mengamalkan ajaran Islam dalam konteks budaya nusantara. Artikel ini menekankan pentingya inovasi dalam dakwah melalui akulturasi budaya antara Nilai-nilai agama dengan pencak silat untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas
Urgensi Menuntut Ilmu (Persfektif Hadis)
Tujuan penulisan ini adalah membahas hadis tentang kewajiban menuntut ilmu. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi. Hasil dan pembahasan penelitian ini meliputi pandangan umum tentang kewajiban menuntut ilmu, hadis tentang kewajiban menuntut ilmu, dan bagaimana etika menuntut ilmu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hadis tentang kewajiban menuntut ilmu menjelaskan bahwa menuntut ilmu adalah salah satu bagian terpenting bagi kehidupan manusia, tanpa adanya ilmumanusia tidak akan bisa berkembang. Menuntut ilmu jugadianggap sebagai titik tolak dalam menumbuhkan kesadarandalam bersikap. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan. KetikaAllah telah menurunkan perintah yang mewajibkan atas suatu hal, maka kita harus menaatinya
Nasionalisme dan Agama: Merajut Bingkai Kebangsaan berbasis Spiritual
Masalah kebangsaan dan agama menjadi tema yang terus menerus layak untuk dikaji. Nasionalisme dan agama tidak bisa dipertentangan atau dipermasalahkan antar keduanya, karena keduanya saling bersinergi. Tujuan penelitian ini ialah mencari model rasa cinta pada tanah air dengan berlandaskan pada agama sehingga memunculkan semangat yang integratif yakni fisik dan ruhani. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, teknik pengumpulan data dari studi dokumentasi tiga data base (Google Scholar, ERIC dan DOAJ), teknik analisa data menggunakan induksi dan interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa model berbangsa berbasis spiritual digunakan untuk memberikan rasa semangat cinta tanah air dengan landasan spiritual yang kuat. Sikap berbangsa berbasis spiritual memiliki lima indikator yaitu moderat, persatuan, bijak, iklusif-humanis dan plural-toleran. Kelima indikator tersebut sebagai dasar untuk mengimplementasikan berbangsa berbasis spiritual. Mencintai bangsa, menjaga dan memajukannya tidak bisa dilepaskan dari unsur-unsur spiritual agama. Spiritual agama sebagai benteng untuk membina perilaku dan pribadi yang berkarakter. Mencintai negara dengan kemuliaan karakter dapat menjadi semangat dalam memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan bangsa. Kemaslahatan manusia secara universal juga menjadi tujuan utama dari model berbangsa berbasis spiritual ini. Sikap keagamaan yang kuat melahirkan kepekaan sosial yang tinggi untuk mendukung solidaritas, empati dan saling mengasihi antar sesama. Artinya, kebangsaan berbasis spiritual bukan semata-mata hanya mencintai negara saja tetapi seluruh yang ada di negara itu termasuk penduduk (masyarakat) dan kemajemukan yang ada
Peran Orang Tua Dalam Penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Pada Siswa Madrasah Tsanawiyah di Karanganyar
The Ministry of Basic and Secondary Education introduced the Seven Habits of Outstanding Indonesian Children as a strategic effort to shape a generation that is not only academically intelligent but also of strong character. These habits include waking up early, performing religious duties, exercising, eating healthy, being enthusiastic about learning, engaging in community activities, and resting on time. This study aims to analyze the role of parents in supporting the implementation of these habits, particularly among students at MTs Miftahul Ulum Karanganyar, as well as their impact on learning quality and children\u27s character development. This research employs a qualitative method with a descriptive approach through observation, interviews, and case studies. The results indicate that collaboration between schools and parents is crucial in instilling these positive habits. Parents act as role models by providing concrete examples, such as waking up early, preparing nutritious meals, and encouraging time discipline. Additionally, effective communication between parents and children helps address challenges in adopting these habits. The study concludes that cultivating the seven positive habits not only enhances discipline and time management but also fosters resilient and high-achieving character in children. Active parental involvement and a flexible approach are key to the program\u27s success. These findings are expected to serve as a reference for educators and parents in efforts to build an outstanding future generation of Indonesia. Keywords: Education, Character, Habits, Children
Pemikiran Filosofis Tokoh Dakwah Nyai Hj. Ainur Rohmah
Artikel ini membahas pemikiran filosofis dan strategi dakwah dari seorang tokoh ulama wanita, Nyai Hj. Ainur Rohmah, yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dakwah di kalangan wanita, khususnya di Surabaya dan sekitarnya. Meskipun mengusung gaya klasik tradisional, Nyai Hj. Ainur Rohmah mampu menjembatani generasi berbeda, dari ibu-ibu majelis taklim hingga mahasiswi generasi milenial. Melalui pendekatan dakwah bil hikmah, mauizhah hasanah, dan bil hal, ia berhasil membentuk strategi dakwah yang tidak hanya mengedepankan ceramah lisan, tetapi juga keteladanan dalam perbuatan nyata. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendekatan filosofis yang diterapkan dalam dakwah Nyai Hj. Ainur Rohmah mengandalkan prinsip-prinsip kasih sayang, kebarokahan, serta kepemimpinan yang kuat dan pengaruh karismatik dalam membimbing komunitasnya menuju nilai-nilai keagamaan yang lebih baik
Syiar Budaya Islam Kemenag: Perpaduan Antara Tradisi, Seni dan Kearifan Warisan Budaya
Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni, tradisi dan budaya. Tidak heran apabila masuknya agama di Indonesia melibatkan proses akulturasi dengan praktik budaya lokal. Era modern dan global telah banyak mengubah perilaku masyarakat serta generasi penerus bangsa dan dalam hal ini Penais Kemenag merefleksikan kembali tentang pribumisasi Islam pada zaman dahulu yang tidak lepas dengan kebudayaan lokal di Nusantara agar kesadaran masyarakat serta generasi penerus akan kecintaan terhadap kebudayaan yang kaya ini dan tetap lestari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis kajian media dan pustaka dengan pengambilan data dari media sosial Instagram yang disitu terdapat akun Syiar Budaya Islam dari Kemenag (kementerian agama) serta kajian pustaka yang diambil dari sumber buku, jurnal dan web. Jenis sumber data primer dan sekunder. Data primer diambil dari mengkaji, menganalisis konten-konten yang terdapat pada akun Instagram Kemenag (Syiar Budaya Islam) dan data sekunder diambil dari sumber pendukung yang relevan dengan topik penelitian