Paedagogia: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
158 research outputs found
Sort by
COMMUNICATION COMPETENCY FOR TEACHERS OF YAKUT SPECIAL SCHOOL PURWOKERTO: POTENTIAL AND CHALLENGES
The language skills of teachers in special schools (Sekolah Luar Biasa/SLB) possess specific characteristics and must be continuously improved. Language habituation for special students is a reflection of their daily communication skills. The teacher's need for classroom management for special students becomes a new challenge because teachers are expected to optimize the use of language in the classroom to enhance students' communication skills directly. Based on the background of the problem, it is essential to conduct a clinical pedagogical analysis for teachers in dealing with problems that occur in the classroom, especially in language learning and communication for special students at SLB B Yakut Purwokerto. In order to answer the formulation of the problem, this study employed a qualitative approach to answer the clinical-pedagogical analysis conducted. The analytical instruments include (1) analysis of vocal abilities such as tone, articulation, pronunciation, application of intonation in learning; (2) analysis of self-expression abilities such as mimics and gestures in learning; and (3) the attitude and mentality of communication in learning. Based on the results of the learning analysis, it shows that the teacher's language skills still need to be improved. On a scale of 100, the results of the analysis of four language skills in SLB teacher learning comprise of communication skills which are 8.2, and class management 7.8. The development of communication and interaction-based learning media acquired 7.0 by implementing learning media technology to initiate creative ideas from teachers of SLB B Yakut Purwokerto, which later can be a good atmosphere for other schools. Teachers improve pedagogic knowledge and competence in optimizing learning situations through quality and fun interactive learning. All teachers realize the urgency of mastering speaking skills: emphasizing essential points, intonation, clear articulation; hence, special students can understand the material quickly in enhancing students' abilities
STUDENT’S READINESS TO CARRY OUT FACE-TO-FACE LEARNING AT KENDARI VOCATIONAL HIGH SCHOOL
The slowing spread of Covid-19 infections has brought positive changes in the education sector. The issue of implementing limited face to face learning begins to excite students in gaining knowledge. Online learning effects for approximately two years was relatively difficult to keep students away from themselves. This study time to determine how the level of student learning readiness in facing offline learning. This was quantitative research with a survey type. The population were State vocatoonal high school 2 Kendari students, totaling 558 students. The sample was drawn randomly with a magnitude estimated using the Slovin formula at a significance of 5% so that the total sample size was 233 students. Data were collected by learning readiness scale. Data were analyzed descriptively and comparative statistics. The results showed that the learning readiness of State vocatoonal high school Negeri 2 Kendari students was in the high category and female students had a higher level of learning readiness than male students
QUALITY MANAGEMENT OF LEARNING AS AN EFFORT TO INCREASE SCHOOL ACCREDITATION VALUE DURING THE PANDEMIC
This research was inspired by the phenomenon of the COVID-19 pandemic and the continuity of learning in remote schools, which was related to an increase in school accreditation. This type of research is qualitative and uses a naturalistic approach. This multi-site research examines two schools, SMPN 3 Satap Banawa Tengah and SMPN 11 Satap Palolo. The focus of this research is to find out the practice of quality management of education in both schools to answer the research questions as: 1) management of the learning process during a pandemic; 2) correlation of learning process management with school accreditation. Research data was collected using structured interviews, observation, and documentation. The data was analyzed using data reduction, presentation, and triangulation. This study found that quality management of the learning process was consistently carried out at the school during the pandemic. Both schools have implemented limited semi-online learning. Limited semi-online learning has similarities with other online learning but also has differences in implementation aspects. The second finding, every step taken by the principal in managing the learning process, refers to the accreditation guidelines that the ministry of education and culture has set. The analysis is carried out by critiquing each question item in the accreditation guidelines and is adjusted to the steps taken by the school. In practice, it's hard for schools to meet some of the accreditation requirements. However, in terms of the formal parts of the learning process, every step schools have taken has met the criteria set by the ministry of education
Pesantren Virtual: Dinamisasi atau Disrupsi Pesantren?
The industrial revolution that penetrated the world of education forced Islamic boarding schools (Pesantren), as part of education, to mutate in new form to find the ideal format as an adaptive step to keep up to date. Pesantren which have a cultural base of traditional society make various efforts to make acculturation with technology. The efforts of these pesantren can be seen from the number of pesantren websites, which provide information about pesantren and religious programs online. On the other hand, virtual pesantren have also emerged, which do not have a real pesantren institutional base in the community, using online media as an operational base. Some of these virtual Islamic boarding schools have strong buildings in cyberspace, with a wider reach than Islamic boarding schools. Its flexible and open nature makes virtual pesantren have their own community in cyberspace. Furthermore, problems arise when virtual Islamic boarding schools intersect with conventional Pesantren in cyberspace. This research is a library research that uses printed and online media as data sources. This study aims to find differences in the characteristics of virtual pesantren, and their relationship with the dynamics of pesantren in the era 4.0. From the content analysis conducted at several virtual pesantren, it was found that some of them used the same name as real pesantren, thus creating ambiguity of virtual pesantre
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE PADA MATERI JENIS PEKERJAAN DAN KEGIATAN EKONOMI DI KELAS IV SD KATOLIK TEBUK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa kelas IV SD Katolik Tebuk yang kurang memuaskan dimana hanya 18 orang mencapai nilai KKM 75. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran guru hanya memberikan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, demonstasi dan penguasaan saja sehingga tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mencari, serta menemukan konsep yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan siswa yang diamati oleh guru pamong, (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model Scramble di kelas IV SD Katolik Tebuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan dalam dua siklus pelaksanaan tindakan. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen tes tertulis dan pedoman observasi. Data-data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Scramble dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil pengamatan yang diperoleh pada tiap siklusnya. Pada siklus I , presentase ketuntasan aktivitas guru mencapai 80,76%, presentase ketuntasan aktivitas siswa 67,85% dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 88,18%. Data pada siklus II, presentase ketuntasan aktivitas guru mencapai 95,19%, presentase ketuntasan aktivitas siswa mencapai 87,5%, dan presentase ketuntasan hasil belajar Siswa mencapai 92,72%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe scramble yang dilaksanakan dalam pembelajaran IPS meteri jenis-jenis pekerjaan dan kegiatan ekonomi dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas IV SD Katolik Tebuk
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI MASA COVID-19
Pendidikan yang semula dengan metode tatap muka di lembaga pendidikan, kini diubah menjadi pembelajaran daring/online dan dilaksanakan dari rumah masing-masing untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus COVID-19 ini. Kebijakan tersebut berlaku bagi semua jenjang pendidikan baik dari tingkat PAUD hingga tingkat perguruan tinggi. Hal tersebut menimbulkan banyak problematika khususnya pelaksanaan pembelajaran bagi anak usia dini. Pembelajaran dengan menggunakan sistem daring ataupun sistem online ini masih mengalami banyak problematika dalam penerapannya, karena anak tidak dapat belajar sendiri tanpa pendampingan dari orang tua. Dalam mendorong kualitas pembelajaran pada Anak Usia Dini perlu kerjasama dan dukungan orang tua. Orang tua menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam keberlangsungan pendidikan anak usia dini di masa covid-19. Pengasuhan positif, penyediaan lingkungan belajar yang memadai, dan sumber belajar yang relevan akan sangat membantu anak usia dini dalam menjalani masa transisi menuju era new normal. Oleh karena itu, komunikasi antara guru dan orang tua harus berjalan dengan baik. Kebijakan pemerintah tentang belajar dari rumah tidak serta merta membuat guru melepaskan tugasnya dalam memberikan pendidikan kepada anak usia dini. Justru hal tersebut menuntut guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh dan tetap menilai perkembangan anak berdasarkan laporan kegiatan dari para orang tua
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI
Model pembelajaran mempengaruhi motivasi dan hasil belajar Biologi siswa sekolah menengah atas. Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa pembelajaran Biologi di kelas X-1 SMA Negeri 7 Malang memiliki beberapa ciri, yaitu (1) motivasi belajar siswa cenderung kurang, (2) dalam menyelesaikan suatu tugas, siswa dengan karakteristik yang sama cenderung mengelompok sehingga terbentuk kelompok homogen yang tidak seimbang di kelas, dan (3) metode ceramah yang diterapkan oleh guru tidak menarik minat siswa sehingga mempengaruhi hasil belajarnya. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan dirancang dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran kooperatif model GI dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Motivasi belajar siswa meningkat sebesar 31,48% yaitu dari 46,15% dengan kategori cukup pada siklus I menjadi 77,63% dengan kategori baik pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, terlihat dari nilai rata-rata siswa sebesar 81,94% pada siklus I menjadi 89,18% pada siklus II dan siswa yang tuntas belajar juga mengalami peningkatan dari 79,49% pada siklus I menjadi 97,44 % pada siklus II. Hasil angket juga menunjukkan bahwa siswa menyukai dan lebih termotivasi untuk belajar Biologi setelah mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model GI
PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS WEBSITE ELEARNING MADRASAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X IPA MAN 2 KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pembelajaran Online berbasis Website Elearning Madrasah Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X IPA MAN 2 Kota Palu Tahun Ajaran 2020/2021. Serta untuk mengetahui apa saja kendala dan hambatan yang dirasakan guru maupun siswa saat melakukan kegiatan belajar mengajar online selama masa pandemic covid-19 ini. Responden adalah siswa kelas X IPA1 MAN 2 Kota Palu karena mereka telah memiliki fasilitas internet, komputer dan gadget. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji data menggunakan spss 25. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh siswa dan juga dilakukan wawancara oleh guru sebagai data pendukung. Uji yang dilakukan yaitu validitas, reabilitas, dan uji R square untuk mencari seberapa besar pengaruh pembelajaran online berbasis website elearning madrasah terhadap hasil belajar fisika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online berbasis website elearning madrasah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa sebanyak 85,7%. Dari hasil pengujian spss bahwa nilai sig.(2-tailed) setiap variabel X dan variabel Y adalah < 0,005. Dilihat dari nilai rhitung dan rtabel didapat hasil bahwa nilai rhitung > rtabel. Nilai rtabel 0,3291 diperoleh dari nilai N 36-2=34. Angka 34 mempunyai nilai r tabel 0,3291. Hasil uji reliabilitas dapat diketahui bahwa secara keseluruhan variabel X dan Y memiliki nilai cronbach’s alpha > 0,06. Pembelajaran online berbasis website elearning madrasah mampu menjadi penolong dunia pendidikan khususnya di madrasah pada masa pandemi Covid 19 ini. Menurut penuturan wali kelas juga hasil belajar siswa cenderung stabil dan tidak mengalami penurunan walaupun pembelajaran dilakukan dengan online
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENURUNAN DISIPLIN SISWA SELAMA PEMBELAJARAN ONLINE AKIBAT PANDEMI COVID-19
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terdapatnya banyak siswa yang mengalami penurunan kedisiplinan selama pembelajaran online, baik itu dalam mengikuti pembelajaran online, dalam hal mengumpulkan tugas, maupun dalam hal lainnya. Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penurunan disiplin siswa atau peserta didik selama pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penurunan disiplin siswa selama pembelajaran online akibat pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian penulis dapatkan melalui artikel dan juga buku yang memiliki relevansi dengan artikel ini. Untuk mendukung data kepustakaan atau literatur tersebut, data juga didapatkan dengan melakukan wawancara. Berdasarkan data yang telah diperoleh dalam penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penurunan disiplin siswa selama pembelajaran online akibat pandemi Covid-19, yaitu (1) menurunnya motivasi belajar siswa, (2) sarana dan prasarana yang kurang memadai, (3) minimnya waktu luang orang tua, dan (4) penggunaan gawai yang berlebihan
EMPATHY DAN DESIGN THINKING DALAM INOVASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPTIF
Abstract
the phenomenon of the current disruptive era makes technology develop fast paced. The rapid progress must be matched with the ability of human resources as the executor of the organization. This study aimed to find out the management innovation in Islamic education institution that nowadays becomes a serious concern to face the global competition. The abilities of empathy and design thinking are the skills that need to be had by headmasters in facing the disruptive era. Innovation in Islamic education management is essential to do considering that the success of education goals is seen from how to manage an organization. This study is the result of literary research sourced from indexed scientific journals, books, and news on the internet. The procedures used included three phases, namely organize, synthesize, and identify. The result of content analysis showed the concept of design thinking as the process to obtain problem solving which is relevant to the education field namely the formulation of new policy and analysis towards a problem by collecting analyses so that it is helpful to obtain right and effective decision making.
Abstrak
Fenomena era disruptif saat ini menjadikan teknologi berkembang serba cepat. pesatnya kemajuan harus diimbangi dengan kemampuan SDM sebagai pelaksana organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali inovasi manajemen di lembaga pendidikan Islam yang saat ini menjadi perhatian serius untuk menghadapi persaingan global. Kemampuan empati dan design thinking adalah skill yang harus miliki oleh kepala sekolah dalam menghadapi era disruptif. Inovasi dalam manajemen pendidikan Islam penting dilakukan mengingat keberhasilan tujuan pendidikan dilihat dari cara mengelola organisasi. Penelitian ini merupakan hasil riset kepustakaan dengan referensi jurnal ilmiah terindeks, buku dan berita di internet. Prosedur yang digunakan meliputi 3 tahap, yaitu organize, synthesize dan identify. Hasil analisis isi menunjukkan konsep design thinking sebagai proses menghasilkan problem solving relevan dalam dunia pendidikan khususnya perumusan kebijakan baru dan analisis terhadap suatu permasalahan dengan mengumpulkan analisa-analisa sehingga membantu dalam upaya pengambilan keputusan yang tepat dan efektif