STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
    373 research outputs found

    UPAYA PENGURUS KOPERASI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) BOBATO DI KOTA TERNATE

    No full text
    The aim of this research is to determine the strategy of cooperative administrators in improving the welfare of Bobato cooperative members. This research is a type of qualitative research. Research data was obtained through observation, interviews and documentation. The research subjects were 20 cooperative members and administrators of the Bobato cooperative. Meanwhile, the data analysis technique uses qualitative descriptive data analysis techniques. The data analyzed through percentage analysis via surveys on research subjects was strengthened by the results of analysis from in-depth interviews and KSP Bobato documents. The research results show that the cooperative management strategy is to provide the best service to members, make it easier for members to fulfill their needs, such as providing loans to cooperative members at low interest rates, providing regular counseling, training and education for members, and continuing members' studies. cooperatives at undergraduate and graduate levels. Meanwhile, the distribution of remaining business profits received by each member experiences an increasing trend every year. So that every member of the cooperative can feel the value of the economic benefits received by each member of the Babato Savings and Loans Cooperative which is positive for the membersTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pengurus koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi bobato. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian  adalah anggota koperasi sekaligus pengurus koperasi bobato yang berjumlah 20 orang. Sementara itu, teknik analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Data yang danalisis lewat analisis persentase lewat survey pada subjek penelitian diperkuat dengan hasil analisis dari wawancara mendalam dan dokumen KSP Bobato. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengurus koperasi yakni dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk anggota, memberi kemudahan terhadap anggota dalam memenuhi kebutuhannya seperti memberikan pinjaman terhadap anggota koperasi memberikan dengan bunga yang kecil,  memberikan penyuluhan, pelatihan, pendidikan secara rutin untuk anggota, dan melanjutkan studi anggota koperasi pada jenjang S1 maupun S2. Sedangkan untuk pembagian sisa hasil usaha yang diterima masing-masing anggota mengalami tren peningkatan setiap tahun. Sehingga setiap anggota koperasi dapat merasakan nilai manfaat ekonomi yang diterima masing-masing anggota Koperasi Simpan Pinjam Babato bernilai positif bagi anggot

    Estimasi Tingkat Kesukaran Butir Antara Item Response Theory Dan Rasch Model

    No full text
    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk menyajikan hasil analisis butir soal satu parameter logistik (1-PL) menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan Item Respons Thoery dan Rasch model. Analisis pendekatan model IRT menggunakan bantuan software BILOG_MG dan Model Rasch menggunakan bantuan software Winsteps. Analaisis satu parameter yang dimaksud adalah tingkat kesukaran butir soal. Subjek dalam penelitian penelititan ini adalah peserta didik yang mengikuti ujian akhir mata pelajaran matematika kelas XII. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 29 peserta. Pengumpulan data menggunakan pendekatan  dokumentasi. Data diperoleh melalui google form yang berisi lembar jawaban dan kunci jawaban. Hasil penelitian mmenunjukan bahwa terdapat angka tingkat kesukaran butir soal pada model IRT lebih besar dari angka tingkat kesukaran butir  pada model rasch. Sebanyak 35 butir soal yang dianalisis memiliki selisih yang berbeda. Selisih yang paling kecil terdapat pada butir soal nomor 3 sebesar 0,01. Indeks kesukaran pada model IRT sebesar 1,27 dan indeks kesukaran pada model Rasch sebesar 1,26. Selisih terbesar terdapat pada butir soal nomor 12 sebesar 1,25. Indeks kesukaran pada model IRT sebesar -0,29 dan indeks kesukaran pada model Rasch sebesar -1,54. Angka tingkat kesukaran butir soal semakin kecil maka selisih tingkat kesukaran IRT dan Rasch makin besar. Sebaliknya, Angka tingkat kesukaran butir soal semakin besar maka selisih tingkat kesukaran IRT dan Rasch makin kecil. Meskipun begitu, IRT dan Rasch memiliki kesamaanapabila butir soal diurutkan mulai dari angka terkecil hingga angka yang terbesar. Kedua model tersebut memiliki urutan soal yang sama yaitu terkecil mulai dari butir soal nomor 12 dan yang terbesar yaitu butir soal nomor 3

    Presepsi Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Terhadap Perkuliahan Luring Pasca Pandemi Covid-19 Di Universitas Pendidikan Indonesia

    No full text
    Virus Corona (Covid-19) berlangsung selama 3 tahun (2019-2022) kebijakan physical distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 yang berdampak pada pola pembatasan aktivitas manusia dalam berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu pada bidang Pendidikan. Perkuliahan Luring menggantikan perkuliahan daring yang menimbulkan peralihan/adaptasi. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Jurusan Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Pasca Pandemi Covid-19 dan mengetahui landasan untuk perbaikan yang diperlukan pada penyelenggaraan perkuliahan dan pendidikan pada bidang keolahragaan. Metode yang digunakan yaitu kualitatif berbentuk quisioner, kemudian sample yang digunakan adalah mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Keolahragaan UPI. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasca pandemi covid-19 perkuliahan luring sangat diperlukan oleh mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Keolahragaan untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, dengan demikian perlu nya perubahan pergerakan metode pembelajaran seperti perubahan dalam model pembelajaran yang dilakukan oleh dosen, seperti Pengembangan Konten Interaktif, Dosen Pelatihan, Pemanfaatan Platform Pembelajaran Online, dan Penelitian dan Pengembangan

    Improving Students’ Speaking Skill through Think Pair Share Strategy

    No full text
    This research was conducted with the aim of testing the effectiveness of the Think-Pair-Share strategy (one of the strategies in the Cooperative Learning Model) in improving students' speaking skills. This study was designed as classroom action research conducted in the English Education study program at STKIP Kie Raha Ternate. 13 out of 26 students participated in the study to take tests and interviews. The researcher also observed the teaching and learning process in the classroom to get details of the learning activities. The data collected by the researcher was then interpreted using a speaking rubric that was validated by the expert. Based on data analysis, the researcher found that the students' speaking ability experienced a significant increase after going through several speaking learning activities using the Think Pair Share strategy. The reasons behind students' difficulties in speaking are also discussed

    Language Disorders in Students with Mild Mental Retardation in SLB/Sekolah Luar Biasa (School for Disabled Children)

    No full text
    ABSTRACT The purpose of this case study is to discuss the differences in language disorders between two female mild mental retardation students. Observation data and semi-structured interviews were analyzed thematically to see differences in language disorders between two female students who have the same mild mental retardation. This research conducted with three participants, one teacher and two is female students who have mild mental retardation. The finding of this study showed that there are some differences between two mild mental retardation students’ language disorders and there are several themes that showed, namely: (1) the Kind of language disorders in two female mild mental retardation students; (2) The using of language in two female mild mental retardation students; (3) Socialization and the development of language in two female mild mental retardation students; (4) The cause of language disorders in two female mild mental retardation students. The result of this study indicates that we should have to give extra energy to analyzing students with mental retardation because they are not similar. They have some differences, in skill and also in their problems (language disorders). It means that even though participants have the same mental retardation, it is not guaranteed that they have the same language disorders. This study suggests to the next researchers could gain data from some students who have several levels of mental retardation. Keywords: Language disorders; Mild mental retardation; Language Acquisition

    The Language Attitude of Senior High School Students Towards English Language

    No full text
    English is one of the most important languages for students to learn since it is the most spoken language in the world and has long become the global lingua franca. Hence, this study is aiming to find out the attitude of students, particularly senior high school students towards English language. This study applied the combination the two methods, quantitative one in analyzing the data, and qualitative method in providing the results of the research. Meaning, the data observed were in the form of circular diagrams, and the provided results were in the form of words collection. The data were obtained from a prepared questionnaire concerning student’s language attitude towards English language.  The subjects of the questionnaire were the students of X-5 and X-7 graders of SMA Negeri 1 Kabanjahe for the academic year of 2022 with a total number of fifty students. The result showed that the dominant attitude reflected by the students is positive attitude. Keywords: language attitude, English language, senior high schoo

    KAJIAN GEJOLAK PT. INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK (IWIP) DALAM MEMAKNAI EKSTERNALITAS PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

    No full text
    Permasalahan ekonomi, sosial, lingkungan dan ekologi timbul karena adanya interaksi antara aktifitas pertambangan dan eksistensi sumberdaya alam. Semakin besar jumlah dan intensitas eksploitasi sumberdaya alam itu, dampaknya terhadap degradasi ekonomi, sosial, lingkungan dan ekologi dan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan (environmental degradation) juga cenderung meningkat. Dampak atau efek samping (side effects/externalities) tersebut mencakup ruang dan waktu. Selain itu, dampak lingkungan tidak hanya berdampak lokal, regional, dan global, tetapi juga berdampak jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang terhadap lingkungan. Adapun permasalahan dalam kajian ini sebagai berikut ini: Pertambangan dalam perspektif eksternalitas. Adapun tujuan kajian ini sebagai berikut:  Untuk mengkaji pertambangan dalam perspektif eksternalitas. Perhatian terhadap masalah pertambangan terkait eksternalitas masih belum banyak dilakukan. Perumusan kebijakan dan pelaksanaannya masih perlu dikembangkan dan disempurnakan lebih lanjut. Oleh karena itu, perlu dukungan berbagai unsur dalam masyarakat agar industri pertambangan harus berwawasan lingkungan itu bisa diwujudkan. Peranan dan kehendak politik pemerintah merupakan kunci utama keberhasilannya, selain dukungan dan peran serta lembaga lain seperti pelaku ekonomi khususnya produsen di bidang industri maupun pertanian, lembaga swadaya masyarakat, media massa, yang secara bersama-sama dengan dukungan dan partisipasi masyarakat

    Penggunaan Strategi Belajar Mengajar Dalam Pembelajaran Biologi

    No full text
    Strategi belajar mengajar merupakan cara-cara atau teknik yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam menerima materi yang disampaikan. Penggunaan strategi dalam pembelajaran sangatlah penting untuk diimplementasikan kerna dengan strategi, pembelajaran yang dilakukan akan tidak akan terlihat pasif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan strategi belajar mengajar dalam pembelajaran. Metode yang digunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan caramengkaji referensi sumber pustaka. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan penggunaan strategi yang tepat dalam pemeblajaran biologi akan mempermudah siswa menerima dan memahami materi yang disampaikan serta pembelajaran akan efesien dan efektif

    Penerapan Model Pembelajaran Probing–Promting Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas ⅤII SMP Negeri 19 Tidore Kepulauan

    No full text
           This study amis to improve the learning outcomes of in class VII SMP Negeri 19 Tidore through the Probing-Promting learning Model. The reseaech mothod used is quentitatif wher the research was conducted at SMP Negeri 19 Tidore Kepulauan class VII, whice totaled 24 studens. Data sources were from teacher and students. Reseaech data colletion techniques were carried out using observation sheet implementasi learning models and test question were analyzed descripitively quentitatif.      Based on the researlts of research in class VII SMP Negeri 19 Tidore Kepulauan which was carried out with the results by students in cycle l showed thet there had been on increase using the Probing-Promting learning model on temperature and heat material the result was 50%. whereas in cycle II the learning outcoimes of students using the probing-promting learning model showed an incrase of 90% with an average volue of 80%

    Gebe Language usage in Central Halmahera

    No full text
    This study aims to study the pattern of use of the Gebe language on Gebe Island, Central Halmahera, North Maluku. Gebe Island is a multi-ethnic island located in Central Halmahera, which was originally an island with a single ethnicity, namely the Gebe ethnicity itself. Over time, social, economic and cultural dynamics have brought about rapid changes in the linguistic life of the Gebe native people. The establishment of a nickel mine on the island in 1978 has invited immigrants from various linguistic backgrounds to come to the island. Designed as a descriptive qualitative study, we identified at least seven domains of language use where the local Gebe language experienced a rapid decline. The causative factors include mobility, inter-ethnic marriage, and minimal effort to transfer this language from the older generation to the younger generation as an effort to preserve the language. Our study has come to a conclusion that the Gebe local language currently requires attention from both its speakers and the government

    0

    full texts

    373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇