STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SUB TEMA 5 PAHLAWANKU DI SDN 25 KOTA TERNATE
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode pembelajaran field trip pada Sub Tema 5 Pahlawanku dan bagaimana peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan mengunakan metode pembelajaran field trip pada Sub Tema 5 Pahlawanku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada Sub Tema 5 Pahlawanku yang diajarkan dengan mengunakan metode pembelajaran field trip dan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui metode pembelajaran field trip pada Sub Tema 5 Pahlawanku. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 25 Kota Ternate yang berjumlah 23 orang. Penelitian tindakan kelas ini terlaksana dalam 2 siklus. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode tes pada setiap siklus, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian pada pelajaran pada sub tema pahlawanku dengan metode pembelajaran diluar kelas (field trip) untuk meningkatkan pengetahuan dan hasil belajar siswa dengan sub tema pahlawanku pada siswa Kelas IV SD Negeri 25 Kota Ternate dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil belajar yang merupakan nilai komulatif siswa setelah pembelajaran tindakan siklus I pada pembelajaran IPS di Kelas IV Pada Pada sub tema pahlawanku pada SD Negeri 25 Kota Ternate diperoleh nilai rata-rata 76,82 dengan Ketuntasan sebesar 60,86%, dan berada pada tahap cukup. Terjadi peningkatan pembelajaran tindakan siklus 2 terjadi peningkatan diperoleh nilai rata-rata 82,60. Dari hasil belajar pada tindakan siklus 2 diperoleh data bahwa 18 orang siswa nilainya sudah berada di atas KKM dengan ketuntasan belajar sebesar 78,26% dan berada pada tingkatan bai
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA SISWA KELAS V SD INPRES SENGGA BARU KABUPATEN HALMAHERA SELATAN
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Adapun subyek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa 20 orang. Penelitian ini di laksanakan dalam dua siklus. Instrumen yang di gunakan adalah lembaran observasi yang berupa daftar cek (checklist) dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Pada siklus I terdiri atas 10 butir soal pilihan ganda (PG) dan siswa yang tuntas belajar pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya yaitu sebanyak 11 siswa dengan presentase 55% dari 20 siswa. Sedangkan pada siklus II terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda dan siswa yang tuntas belajar pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya yaitu sebayank 18 siswa dengan presentase 90% dari 20 sisw
The Effect of using Community Language Learning Method to Improve Students’ Speaking Ability
This research was conducted to know the effectiveness of using the community language learning method (CLLM) is to improve speaking ability. The significance of this research can improve students speaking ability in used community language learning methods to teach speaking. It can be proved from the t-test, and then based on the analysis data of result students worked value lower than 75.77 for level significance 78.85, so there are differences speaking achievement between experiment and control class. The students who are taught by using the community language learning method have a higher score than those are taught by using CLLM. The result of the data analysis proven than student’s score of speaking taught by using community language learning is better. It means that the use of community language learning method to teach speaking is quite effective
Bari Culture: An Integrated-Collaborative Learning Strategy of Writing Exposition Text
This article gives an explanation of the concept of integrative-collaborative culture of new cultures as a strategy in Indonesian Language Learning (PBI). The aim is to provide a perspective on the importance of innovation in learning. This article was written using a descriptive analytical approach. The strategy of writing an integrative-collaborative exposition text of the new culture is applied with syntax, namely 1) apperception, 2) conceptual explanation, 3) forming groups, 4) gathering information, 5) processing information, 6) communicating, and 7) reflection. Assessments are carried out through portfolios and observations, while gradations that can be assessed include attitudes, knowledge, and skills. In the process, the teacher must assist each group intensively
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK PADA KONSEP KALOR DI SMA ALHAIRAT WAYAUA KECAMATAN BACAN TIMUR SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Adakah pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas VIII SMA Alhairat Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan pada konsep kalor dan Seberapa besar model pembelajaran inkuiri dalam meningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMA Alhairat Kecamatan Bacan Timur Selatan pada konsep kalor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi experiment dengan desain Nonekuivalent control grup Design dengan jumlah sampel 20 peserta didik. Hasil penelitian dalam pengujian hipotesisi menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran inquiry berperan atau berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa sebesar 0,71. Hasil didapat dengan menggunakan analisis N-Gain sehingga hasil tersebut menggambarkan bahwa hasil belajar siswa berada pada kategori sedang
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-Soal Matematika Pokok Bahasan Logaritma Di Kelas X SMA Negeri 36 Halmahera Selatan
Permasalahan dalam penelitian ini adalah persentase kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan logaritma di kelas X SMA Negeri 36 Halmahera Selatan dan faktor apa saja untuk mengurangi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal logaritma.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan logaritma serta untuk mengetahui faktor-faktoryang mempengaruhi kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal logaritma.Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif Kualitatif, instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara, tes uraian yang terdiri dari 4 soal. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 36 Halmahera Selatan Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 30 siswa dan menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 13 siswa. Berdasarkan analisis terhadap jawaban tes tertulis dan analisisterhadap hasil wawancara dengan siswa mengenai kesulitan mereka dalammenyelesaikan soal-soal bentuk logaritma yang telah dijelaskan sebelumnya, makadapat diuraikan sebagai berikut: 1. Kesulitan pada subjek yang pertama (S1)Subjek 1 cenderung kurang memahami kurang telitidalam mengubah bilagan senilaisehinga terdapat kesalahan prosedur dan juga kurang paham operasi pembagian itu sendiri. Padahal untuk langkah mengerjakan matematika hal yang paling utamaadalah memahami konsep operasi, 2. Kesulitan pada subjek yang kedua (S2)Subjek 2 masih banyak kebingungan pada penerapan sifat-sifat logaritma yang adakarena alasan banyaknya sifat-sifat logaritma tersebut, 3.Kesulitan pada subjek yang ketiga (S3) Subjek 3 mengalami kesulitan dalam memahami konsep, dan operasi. Padahal kesalahan konsep, operasi merupakan kesalahan mendasar yang sangatfatal dikarenakan kesalahan ini dapat menimbulkan kesalahan lainnya
Vulgar Expressions among Youth in Duma Village (A Sociolinguistic Perspective)
This research was conducted with the aim of 1) Describing the form of vulgar language used by adolescents in Duma Village, West Galela District. 2) Knowing the context of the use of vulgar language which is often used by adolescents in Duma Village, West Galela District. This research uses descriptive qualitative research methods. Through this qualitative descriptive method, the researcher will describe the use of swear language by adolescents in Duma Village, West Galela District. The place of research used by researchers for research (observation) is in Duma Village, West Galela District. Researchers conducted research in Duma Village with the consideration that researchers are part of the Duma community so that it will facilitate researchers in the data collection process. The time needed in this research is 2 (two) months, starting from May to July 2020. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. To perform data analysis, researchers used qualitative techniques, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study prove that 1) the form of vulgar language (swearing) used by adolescents in Duma Village, West Galela Subdistrict, there are two forms, namely cursing which is used based on the form of word units used by Duma adolescents in smaller word units and cannot be broken down again. In addition, there are curses used by teenagers in the form of phrases in the form of units that do not exceed the limits of the elements of the grammatical function. 2) The context of using vulgar language (swearing) which is often used by adolescents in Duma Village, West Galela Subdistrict, is a form of emotional outburst when angry, teasing friends, joking, admiring, and insulting fellow teenagers. The context of the use of cursing by teenagers in Duma is both conscious (intentional) and unconscious (unintentional)
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKOLAH
Tulisan ini bertujuan untuk; 1) memberikan pengetahuan kepada pembaca terkait pengertian partisipasi; 2) memberikan pemahaman kepada pembaca terkait bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam sekolah. Apalagi sekolah saat ini dituntut untuk mandiri dalam mengelola kurikulum dan kebijakan. Dengan bersandar pada UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Tulisan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat kepada setiap pembac
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 3 HALMAHERA TIMUR PADA POKOK BAHASAN TEKANAN PADA ZAT CAIR
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik kelas XI IPA1 SMA Negeri 3 Halmahera Timur melalui model pembelajaran children learning in science (CLIS) . Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengamatan. Tes digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran children learning in science (CLIS). Sedangkan teknik analisis data dapat digunakan dengan menghitung persentase kemampuan atau ketuntasan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian diperoleh ketuntasan peserta didik pada siklus I mencapai 50% dan siklus II ketuntasan belajar mencapai 91,67%. Dari hasil penelitian siklus I ada sebagian besar peserta didik yang hasilnya belum mencapai indikator yang ditetapkan, sedangkan hasil tes pada siklus II menunjukkan ada peningkatan hasil belajar peserta didik yang signifika
PERENCANAAN SARANA DAN PRASARANA (SARPRAS) SEKOLAH
Perencanaan merupakan suatu proses kegiatan menggambarkan sebelumnya hal-hal yang akan dikerjakan dalam rangka untukmencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan diadakannya perencanaan sarana dan prasarana pendidikan, yaitu: a) untuk menghindari terjadinya, kesalahan dan kegagalan yang tidak diingikan; b) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya, salah rencana dan penentuan kebutuhan merupakan kekeliruan dalam menetapkan kebutuhan sarana dan prasarana yang kurang /tidak memandang kebutuhan kedepan,dan kurang cermat dalam menganalisis kebutuhan sesuai dengan dana yang tersedia dan tingkat kepentingannya