STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Gelombang Bunyi Di SMA LPM Koititi
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA LPM Halmahera Selatan melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Yang dilaksakan dalam dua siklus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tempat penelitian dilakukan di SMA LPM KOITITI Halmahera selatan kelas XI Sealatan yang berjumlah 18 orang peserta didik. Sumber data berasal dari Guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran dan soal tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan menghitung ketuntasan belajar indifidu dan ketuntasan belajar klasikal.
Hasil aktivitas kegiatan guru pada siklus I kategori sangaat baik dengan prsesentase 50% dan kategori baik dengan presentase 50% dari ke 2 pengamat, pada siklus II Terdapat peningkatan aktivitas guru dengan kategori sangat baik dengan masing-masing presentase 50%. Sedangkan pada aktivitas belajar peserta didik pada siklus I kategori sangat baik 15% terdiri 3 peserta didik, kategori baik 40% terdiri dari 8 peserta didik, kategori cukup baik 25% terdiri dari 5 peserta didik, dan kurang baik 20% terdiri dari 4 peserta didik, pada siklus II terdapat penigkatan aktivitas belajar peserta didik dengan kategori sangat baik 75% terdiri dari 15 peserta didik, kategori baik 25% terdiri dari 5 peserta didik, kategori cukup baik dan kurang baik 0%. Sedangkan hasil analisis kualitatif berdasarkan tes hasil belajar Fisika diperoleh skor rata-rata pada pra-tindakan sebesar 44,44 dan mengalami peningkatan hasil belajar menjadi rata-rata55,39 pada siklus I, selanjutnya juga mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 73,06 pada siklus II. Hasil kualitatif menunjukan terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran berbasis masala
Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Konsep Faktorisasi Suku Aljabar Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 23 Halmahera Selatan
Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Konsep Faktorisasi Suku Aljabar Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 23 Halmahera Selatan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK), Dan Subjek pelaku dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 23 Halmahera Selatan yang berjumlah 20 siswa yang pre tes dan post tes tentang hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal faktorisasi suku aljabar dengan model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilakukan dua siklus, pada siklus pertama sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar model kontekstual sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada siswa tentang prinsip-prinsip dan langkah-langkah pembelajaran kontekstual. Hasil belajar siswa pada pre tes hanya diperoleh 2 siswa atau 6,67 yang mendapat kualifikasi kurang dan 18 siswa atau 93,33 mendapat kualifikasi gagal serta tidak ada satupun siswa atau 0,0% mendapat kualifikasi memuaskan, baik atau cukup. Sedangkan pada post tes diperoleh 9 siswa atau 36,67% memperoleh kualifikasi memuaskan, 1 siswa atau 23,33% memperoleh kualifikasi baik, 7 siswa atau 30% yang memperoleh kualifikasi cukup, 3 siswa atau 10% memperoleh kualifikasi kurang dan tidak ada satupun yang mendapat kualifikasi gagal
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI RANTAI MAKANANMELALUI METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS IV SD INPRES WOOI KECAMATAN OBI TIMUR KABUPATEN HALMAHERA SELATAN
Penelitian ini juga dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Inpres Wooi.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, dan pengukuran tes dan dokumentasi dalam pendekatan PTK. Dalam mengenalisis data penelitian, peneliti menggunakan Paparan data, pengelolaan data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini, bahwa nilai yang diperoleh siswa pada siklus I adalah bahwa dari 23 siswa yang mencapai nilai gagal sebanyak 4 siswa.Dan siswa yang memiliki nilai standar (kurang) sebanyak 19 siswa. Hal ini berarti kemampuan yang dimiliki siswa secara umum mencapai nilai standar minimum ke bawah dengan pencapaian nilai ketuntasan belajar siswa di kelas adalah 68,70%.Sedangkansiklus II, bahwa dari 23 siswa yang mencapai nilai yang baik sebanyak 13 siswa.Dan siswa yang memiliki nilai cukup sebanyak 7 siswa. Hal ini berarti kemampuan yang dimiliki siswa secara umum mencapai nilai standar yang baik dengan pencapaian nilai ketuntasan belajar siswa di kelas adalah 87,83%. Berdasarkan temuan peneliti dari hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan, ternyata pembelajaran IPA pada materi rantai makanan dengan menggunakan metode role playing perlu dapat perhatian dan dikembangkan, karena barpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan temuan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Melalui penggunaan metode role playing dalam pembelajaran IPA khususnya materi rantai makanan siswa kelas IV SD Inpres Wooi dapat mampu menumbuhkan aktivitas dan minat siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada hasil partisipasi aktivitas siswa selama pembelajaran yang menunjukan peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. (2) Pembelajaran IPA khususnya materi materi rantai makanan siswa kelas IV SD Inpres Wooi dengan menggunakan metode role playing dapat menunjukan hasil yang baik, hal ini terlihat dari nilai rata-rata perolehan tiap siklus. Dimana pada pra siklus nilai rata-ratanya 54,91 dalam kategori gagal yang meski demikian ketika siklus I juga dalam kategori tuntas tetapi beberapa siswa belum memiliki peningkatan prestasi belajar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dengan persentase sebesar 68,70. Namun, ketika pada siklus II prestasi belajar dalam mengikuti pembelajaran beruba pada sisi yang signifikan yaitu sebesar 87,83
An Analysis towards Teachers’ Perception on their Schools’ Conduciveness to English Language Learners’ Success at SMA Negeri 3 Kota Ternate
This study aims at the perception of English teachers on the influence of the conducive environment of the school on students' English learning achievement (SMA Negeri 3 Ternate City, Indonesia). By involving two English teachers at the school, researchers conducted interviews to obtain the required information. By using content analysis, researchers find a variety of very interesting information to pay attention to. In fact, the level of environmental conduciveness in the school also affects the level of achievement of English learning. The contributing factors are differences in students' linguistic backgrounds, lack of technology support, and low time allocation for English subjects. Researchers also found that differences in culture, race, and religion did not affect the conduciveness of the English learning environment at all so that these variables were not relevant to student learning outcomes
MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Motivasi belajar merupakan pendorong aktivitas dan inisiatif siswa yang mengarah pada ketekunan dan keberhasilan belajar siswa yang sedang dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kontekstual (Contekstual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaiaman penerapan sekaligus faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar pada siswa
PERILAKU ORGANISASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Organisasi behavior Bidang studi yang memberikan gambaran tentang teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin ilmu untuk mempelajari mengenai persepsi, nilai, dan kemampuan belajar individu, kinerja orang-orang dalam kelompok, dan juga menganalisis efek lingkungan eksternal organisasi, serta sumberdaya manusia, misi, dan strategi dari organisasi. Tujuan dari penulisan adalah untuk mengajak kepada pembaca agar mengetahui faktor-faktor yang menghambat peran kepala sekolah dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS
Pengaruh Penerapan Tugas Awal Tertulis Dalam Kegiatan Praktikum Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate
Kampus STKIP Kie Raha mempunyai fasilitas mendukung dalam kegiatan belajar mengajar, namun kegiatan praktikum belum efektif digunakan. Untuk memenuhi peningkatan mutu pendidikan diperlukan pengajaran yang efektif. Pendidik harus mampu menciptakan pembelajaran yang aktif. Dalam pembelajaran mahasiswa ikut dalam pembentukan konsep dan memotivasi belajar dalam melatih keterampilan kognitif,afektif dan psikimotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuo pengaruh penerapan tugas awal tertulis dalam kegiatan praktikum terhadap hasil belajar mahasiswa pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif eksperimental dengan desain Redomized Control Group Pretest Posttest Design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data dan analisis data. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok A,B,C, dan D yang ditentukan secara random dalam tiap kelompok. Setelah tes awal maka pada kelompok A dilakukan pengajaran dengan kegiatan praktikum fisika dasar I sedangkan kelompok B,C dan D dilakukan pengajaran dengan tugas awal tertulis sebelum kegiatan praktikum berlangsung. Pada akhir pembelajaran ketiga kelompok diberi posttest yang sama dan analisis data menggunakan uji kesamaan dua rata-rata terhadap kelompok eksperimen dan control adalah berturut-turut t=4,52, t-4,66,t=10,67, sedangkan nilai t table dengan taraf signifikan 0,05 adalah 2,00. Hal ini dapat dinyatakan bahwa tugas awal tertulis dalam kegiatan praktikum mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar mahasisw
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DPPK KEPUASAN MASYRAKAT KELURAHAN TOGOLOBE KECAMATAN PULAU HIRI KOTA TERNATE
Implementasi Kebijakan dana DPPK Kepuasan Masyrakat kelurahan Togolobe Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate. Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Implementasi kebijakan dana DPPK terhadap kepuasan masyarakat di Kelurahan Togolobe dan Mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi kebijakan dana DPPK terhadap kepuasan masyarakatdi Kelurahan Togolobe. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif (Descriptive Research) dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan untuk mendiskripsikan data yang terkumpul secara sistematis dan akurat, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga dengan menggunakan metode ini, penulis diharapkan dapat menggambarkan keadaan secara jelas mengenai implementasi kebijakan dana DPPK terhadap kepuasan masyarakat di Kelurahan Togolobe. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Alokasi Dana pembangunan prespektif Kelurahan di Kelurahan togolobe dapat dikategorikan baik. Hal ini dinilai dari pelaksanaan tiap tahapan implementasi yang sebagian besar sudah sesuai dengan peraturan yang terkait yakni Peraturan tentang PedomanUmum Pengelolaan Alokasi DPPK. ada beberapa faktor yang mempengaruhinya di antaranya, Faktor Komunikasi , Faktor Sumberdaya, Faktor Sikap, Faktor Struktur Birokrasi, Faktor Lingkungan serta Faktor Ukuran dan Tujuan Kebijakan
Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematka Pada Materi SPLDV Di Kelas VIII SMP Swasta Gane Raya
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Penerapan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) siswa kelas VIII SMP Swasta Gane Raya. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Recearch). Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas VIII dengan jumlah siswa 19 orang. Peneltian ini dilaksanakan dalam dua siklus Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, dan lembar observasi, untuk guru dan siswa. Setiap data yang dianalisis merupakan ssandingan antra data observasi aktivitas guru, maupun aktivitas siswa dengan hasil belajar disetiap siklus.
Data hasil belajar siswa dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik tes, sedangkan aktivitas belajar siswa diperoleh dengan teknik non tes, Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif, yaitu dengan melihat persentase ketuntasan belajar, sikulus I siswa yang tuntas hanya 5 siswa dari19 siswa dengan presentase 26,32% rata-rata nilai 62,74, sedangkan pada siklus II, sebanyak 17 siswa yang tuntas dari 19 siswa dengan presentase 89,47% rata-rata nilai 78,79. Dari data tersebut didukung juga dengan aktivitas guru dalam menerapkan Pembelajaran Problem Solving dan aktivitas siswa
PENERAPAN PENDEKATAN STIMULUS-RESPONS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PULAU MAKIAN
Belajar merupakan proses hubungan (koneksi) antar peristiwa atau unit menta dengan peristiwa atau unit fisikal yang membentuk proses stimulus-respons. Gejala dan peristiwa yang terjadi dalam lingkungan menjadi perangsang (stimulus) terhadap proses mental yang tidak dapat dilepakan kaitannya dari prose fisikal (respons) terhadap rangsangan tadi. Oleh sebab itu, penggunaan pendekatan stimulu-respons dalam meningkatkan keterampilan berbicara bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pulau Makian dalam pengajaran bahasa Indinesia perlu diarahkan agar peserta didik mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tertulis.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pulau Makian. Hal ini peneliti lakukan dengan pertimbangan bahwa peneliti merupakan anak daerah yang berdekatan dengan lokasi penelitian tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan angket, dalam pendekatan deskiptif kualitatif. Dalam mengenalisis data penelitian, peneliti menggunakan pendekatan berupa kualitati dan kuantitatif dengan menggunakan rumus uji persentase.
Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini, bahwa pendekatan Stimulus-respons dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pulau Makian mengalami sustu proses yang lazim. Dikatakan demikian, karena sejak awal penelitian, peneliti melalui dengan pra tindakan siswa kelas II SMP Negeri 1 Pulau Makian belum mampu untuk berbicara dengan baik, sesuatu dengan konteks. Namun, ketika peneliti melakukan tindakan berupa pemberian dorongan serta penguatan kepada siswa dapat mengalami peningkatan kemampuan berbicara siswa. Tetapi tindakan pertama melalui siklus I belum memenuhi tingkat ketuntasan belajar itu sendiri, akhirnya, dapat ditindaklanjuti pada siklus II dengan pencapaian ketuntasan belajar yang baik, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan hanya cukup pada siklus II.
Berdasarkan temuan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan Stimulus-Respon pada pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut berupa pemahaman konsep tentang situasi dan konteks saat berbicara secara klasikal, yaitu sebesar 3,28% yaitu dari pra tindakan sebesar 55,61% menjadi 60,78% pada siklus I. Dan peningkatan sebesar 13,9% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 60,78% menjadi 75,06%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari perbandingan pada pra tindakan ke siklus I (tingkat kualifikasi cukup) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi baik