STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 11 Kota Ternate Dengan Mengunakan Metode Pembelajran Eksperimen Dan Metode Pembelajaran Demonstrasi Pada Konsep Tekanan Zat Padat
Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11 Kota Ternate dengan mengunakan metode pembelajaran eksperimen dan metode pembelajaran demonstrasi pada konsep tekanan zat padat. (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11Kota Ternate dengan mengunakan metode pembelajran eksperimen dan metode pembelajran demonstrasi pada konsep tekanan zat padat.
Sampel dalam penelitian ini adalah 30 peserta didik kelas VIII. Penelitian ini mengunakan metode kuasi-eksperimen, tipe pre-test-post-test control group design. Variabel dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran (eksperimen dan demonstrasi) dan hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: terdapat perbedaan hasil belajar fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11 Kota Ternate yang mengunakan metode pembelajaran eksperimen dan metode pembelajaran demonstrasi dan besarnya perbedaan hasil belajar fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11 Kota Ternate pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah 15,8 atau 19,2 %
Bedasarkan hasil dalam penelitian ini dengan mengunakan metode pembelajaran eksperimen dan metode pembelajaran demonstrasi terdapat thitung = 5,79 dan ttabel = 2,045 pada taraf nyata α= 0,05 dan Dk= 29 ini berarti terdapat pebedaan hasil belajar yang sangat signifikan
Penerapan Model Pembelajaran Pakem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SD Negeri 162 Kabupaten Halmahera Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran PAKEM dalam meningkatkan hasil belajar IPA Pokok Bahasan Makan dan Kesehatan siswa di SD Negeri 162 Kabupaten Halmahera Selatan ; (2) untuk mengetahui proses belajar melalui model pembelajaran PAKEM guna mengembangkan dan meningkatkan aktivitas hasil belajar siswa di SD Negeri 162 Kabupaten Halmahera Selatan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, yanbg dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus memiliki langkah-langkah pelaksanaan seperti, perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi (pengamatan), evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV pada SD 162 Kabupaten Halmahera Selatan yang berjumlah 30 orang siswa.
Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara, seperti melalui observasi, tes tertulis, wawancara, dengan mengunakan dan diskusi dengan teman sejawat. Data tersebut setelah dikumpulkan, dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan tekhnik presentase.
Kesimpulan Hasil penelitian ini yaitu; pada siklus pertama dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan hasil rata-rata aktivitas siswa 59.31 % dan pada pertemuaan kedua mengalami peningkatan yaitu 71.33 %. Hasil penelitian untuk siklus kedua hasil rata-rata aktivitas siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran adalah 76.7% sementara yang menjawab pertanyaan dengan benar mencapai 80 % dan kinerja siswa dalam kelompok diskusi dan menyelesaikan tugas tepat waktu yang ditetapkan mencapai 66.6 %. Sementara itu hasil pelaksanaan siklus ketiga menunjukan tingkat partisipasi aktif siswa mencapai hasil rata-rata 82.6 %, yang aktif bertanya mencapai hasil 73.33%, yang mengajukan pertanyaan saat berlangsungnya diskusi mencapai 70 %, serta siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar mencapai 86.6 % dan kinerja siswa didalam kelompok belajar menyelesaikan tugas sesuai waktu mencapai hasil 100 %
Analisis Nilai-Nilai Moral pada Lagu Daerah “Tidore Ma Barakati”
Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai moral yang terdapat pada lagu daerah Tidore Ma Barakati. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan penelitian tersebut didasarkan pada jenis data penelitian dan teknik analisis yang bersifat deskriptis kualitatif. Hasil analisis nilai-nilai moral pada lagu tidore ma barakati adalah 1) tanggung jawab, 2) jujur, 3) peduli, 4) cinta kepada Allah, 5) pantang menyerah, 6) kasih sayan
PENGARUH KEBERADAAN MINI MARKET TERHADAP KIOS-KIOS KECIL DI KELURAHAN SASA KECAMATAN TERNATE SELATAN
Aktivitas perdagangan atau jual beli dilakukan di pasar. Pasar tradisional adalah pasar dengan ciri utama terdapat tawar-menawar harga dalam proses jual beli, sedangkan pasar modern merupakan pasar yang dikelola dengan manajemen modern, umumnya terdapat di kawasan perkotaan, sebagai penyedia barang dan jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik kepada konsumen (umumnya anggota masyarakat kelas menengah ke atas).Perilaku konsumen (consumer behavior) merupakan perilaku yang ditunjukkan dalam mencari, membeli, menggunakan, menilai dan menentukan produk serta jasa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen meliputi budaya, sosial, dan kepribadian, dalam memutuskan untuk pembelian. Sampel konsumen pada penelitian ini dengan menggunakan metode Accidental sampling. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, interview dan kuesioner. Hasil dari angket perilaku konsumen dan pendapatan kios-kios kecil berdasarkan indikatornya yakni budaya, sosial, pribadi dan prilaku konsumen terdapat pengaruh dengan ttabel =1,860. Uji reliabilitas reliabel karena r11>0,60. Analisis koefisien korelasi dihasilkan rxy =0,774 lebih besar dari rtabel =0,632 hipotesis alternatif (Ha) diterima. Koefisien korelasi dan determinan dihasilkan (rxy)=0,774 disimpulkan bahwa prilaku konsumen berpengaruh terhadap pendapatan kios-kios kecil. Taraf signifikansi 5% dan dk (n-2) diperoleh ttabel sebesar 1,895 juga berpengaruh.Dari hipotesis yang dirumuskan didapatkan hasil ternyata ada pengaruh keberadaan Minimarket terhadap Kios-kios kecil di Kelurahan Sasa
The 3-2-1 Reading Comprehension Strategy: Students’ Reading Comprehension Development and Students’ Perception
The 3-2-1 reading comprehension strategy is a new strategy and the study on the strategy is still rare at least in 2019. This strategy presents in the right time when the teacher needs to apply new strategy in the reading classroom. This research was conducted as an attempt to improve the students’ reading comprehension. Designed as a non-observation classroom action research, this research involved 36 students in a junior high school. There were two tests administered in the classroom, the pre-intervention and the post-intervention test. The intervention is conducted by doing three sessions of reading comprehension practice with the 3-2-1 strategy. The comparison of means between the tests by using paired sample t-test showed that there is a significant difference between the means where the post-intervention test mean is significantly higher than the pre-intervention test mean. This implies that the 3-2-1 reading comprehension strategy can be a good consideration for reading teachers. The students mentioned that this strategy has positive impacts on their reading practice and result. However, it is also captured that this strategy is only suitable for reading short text. This opens opportunity to the next researchers to conduct research on the use of 3-2-1 reading comprehension strategy on reading longer text
Relationship between Students’ Learning Interests with their Language Learning Achievement
This research was conducted because of problems regarding learning interest and Indonesian learning achievement. This study aims to determine the relationship between learning interest and student learning achievement in the 2015 Indonesian Language and Literature education study program STKIP Kie Raha Ternate. This research was conducted at the Indonesian Language Study Program STKIP Kie Raha Ternate. The implementation time is 3 months. The population of this study were all 2015 Indonesian language and literature students and the sample used in this study was 35 students. The instrument used to obtain data in this study was a questionnaire and documentation in the form of a student achievement index (IP). The data obtained were analyzed using correlation test. After analyzing using the correlation test it turns out that there is a significant relationship between learning interest with the learning achievement of students of the Indonesian Language and Literature education study program year of 2015 STKIP Kie Raha Ternate and the magnitude of the relationship of learning interest with the learning achievement of students of the Indonesian Language and Literature education study program year 2015 STKIP Kie Raha Ternate is (0.021) 2 or 4.41%
Linguistic Politeness in Public Virtual Communication
Linguistic politeness has become an interesting discussion among linguists. Many thoughts and concepts have been constructed in order to explain the phenomenon of linguistic politeness. In fact, there are controversies among these concepts or models. However, currently available models of linguistic politeness tend to focus on direct (face-to-face) communication. What about public virtual communication? This article aims to discuss linguistic politeness in public virtual communication where important elements in the models of linguistic politeness that exist today can be tested. By trawling the comments of several videos on YouTube, we found that positive politeness is the polarity of politeness that is mostly used. Meanwhile, negative politeness is still outnumbered even with the bald strategy. Using descriptive analysis, we express the opinion that positive politeness is no longer a communication strategy in public virtual communication but a norm. Linguistic politeness is only really identified in negative politeness because even though they don't know each other and therefore social distance cannot be measured, they still use negative politeness to maintain their self-esteem and the people they communicate with. In this regard, it is very clear that linguistic courtesy in public virtual communication is a "face-saving" act, especially negative politeness
KAJIAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN POTENSI EKONOMI WILAYAH (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PARIWISATA KOTA TERNATE)
Kota Ternate merupakan Kota pesisir, pengembangan sector pariwista merupakan sector yang diunggulkan. Sementara dalam pengelolaan masih belum baik karena belum ditunjang dengan sarana dan prasarana yang sesuai dengan peraturan dan standar dalam pengembangan pariwisata sehingga belum dapat memajukan perekonomian masyarakat. Adapun tujuan kajian ini sebagai berikut mengkaji pengembangan pembangunan pariwisata Kota Ternate untuk meningkatkan potensi ekonomi wilayah sudah memenuhi unsur kepariwisataan, Mengkaji fasilitas pariwisata dalam pengembangan pariwisata Kota Ternate. Untuk metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Dalam metode analisis yang di gunakaan dalam penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif Kualitatif dan Analisis Pengembangan Fasilitas Sarana dan Prasarana, Analisi Daya Tarik Wisata. Berdasarkan pada hasil kajian, pada tabel rekapitulasi hasil penilaian pengunjung pada ketersediaan sarana dikategorikan tingi dengan nilai 80,00%, untuk prasarana dikategorikan sedang dengan nilai 72,22%, dan untuk penunjang lainnya dikategorikan sedang dengan nilai 66,67%. Tentunya perlu adanya peningkatan pada setiap sarana, dan prasarana suntuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pada daya tarik wisata sudah layak dikembangkan pada setiap objek wisata bahari
PENGARUH FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NUSANTARA TAURO
Kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa secara umum dapat dilihat dari mutu pendidikan bangsa tersebut. Rendahnya mutu pendidikan dapat dilihat dari beberapa indikator salah satunya dapat dilihat dari posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yaitu melalui pendidikan yang berkualitas sehingga kualitas pendidikan selalu ditingkatkan dan diprioritaskan. Prestasi belajar siswa di sekolah yang rendah tidak bisa dibiarkan begitu saja karena berkaitan dengan kualitas SDM yang pada akhirnya akan menentukan arah pembangunan suatu bangsa, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa perlu diperhatikan salah satunya adalah fasilitas belajar. Fasilitas belajar merupakan salah satu faktor eksternal yang mendukung hasil belajar siswa disekolah. Maka dari itu, keberadaan fasilitas belajar tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam masalah belajar.
Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif kuantitatif terhadap siswa di SMA Nusantara Tauro. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara serta nilai ulangan semester. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana.
Kesimpulan penelitian adalah: 1). Fasilitas belajar berada pada kategori tinggi dan prestasi belajar pada kategori cukup baik. 2). Tidak ada pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini menunjukan bahwa fasilitas belajar tidak menentukan prestasi belajar siswa pada SMA Nusantara Tauro
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GALLERY OF LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA MATERI PASAR PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 7 KOTA TERNATE
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar IPS materi pasarsiswa kelas VII SMP Negeri 7 Kota Ternate. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kota Ternate yang berjumlah 28 orang yang terdiri 12 siswa laki- laki dan 16 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas adalah dengan cara observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan statistik deskriptif dengan mencarinilai rata-rata dan prosentase dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran gallery of learning.Dari analisis data tentang hasil belajar siswa melalui evaluasi pembelajaran pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas yaitu 15,35%, dan yang tidak tuntas sebanyak 44,48%, sedangkan pada siklus siklus I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 30,17%, yang tidak tuntas berkurang menjadi 32,26%.
Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas mencapai 80% dari jumlah siswa, dan yang tidak tuntas hanya 20 % siswa saja. Nilai rata-rata siswa pada pra siklus yaitu 59, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 62, pada siklus II nilai rata-rata juga meningkat yaitu mencapai 75.Meningkatnya hasil belajar dari siklus I ke siklus II disebabkan karena pembelajaran menggunakan model pembelajaran gallery of learning dapat memperjelas, merangsang siswa untuk dapat belajar lebih aktif melalui kelompok dan menambah pengertian siswa. Selain itu setiap individu siswa memiliki rasa kebersamaan dalam kelompoknya sehingga tugas yang sulit untuk dikerjakan akan menjadi lebih mudah. Selain itu hubungan kooperatifantara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.