STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
    373 research outputs found

    The Communicative Language Teaching and Students’ Vocabulary Memorizing Improvement

    No full text
    CLT is one of the techniques used to improve students' ability to learn vocabulary. Apart from memorizing vocabulary, students are also expected to be able to use vocabulary to communicate with one another, both indoors and outdoors. The type of research used by researchers is library research. This study aims to determine the development of learning using the CLT technique on vocabulary which was carried out in previous years, from 2008 to 2019. The samples taken were five articles, namely two published journal articles, two regular articles that were unpublished and one thesis. as well as researchers using qualitative methods to analyze some of these articles. The type of data used by researchers is document data. Following the data and results analyzed by the researcher, it can be said that learning using the CLT technique on vocabulary is not effective if it only relies on vocabulary without combining all the skills (Listening, Reading, Writing and Speaking) that exist in language learning. Therefore, if teachers want CLT learning to Vocabulary to be effective, then all the skills in the language must be combined so that the achievement of the desired results can be realized

    Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Narasi dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis paragraf narasi dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate. Dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi didalam kelas. Tindakan penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. Tempat penelitian ini di SMP Negeri 13 Kota Ternate. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan bulan Mei sampai bulan Juli 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas  VII SMP Negeri 13 Kota Ternate yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 17 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Adapun teknik pengambilan data yaitu dengan observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi.  dalam melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual depat meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi siswa. Temuan membuktikan bahwa rata-rata hasil kemampuan menulis siswa sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 8,4% yaitu dari 67,4% menjadi 75,8%. Dan peningkatan sebesar 12,56% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 75,8% menjadi 88,4%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari  perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf narasi melalui pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate dilakukan dengan efektif, lancar dan tuntas yang terlihat dari keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran. 2) Pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa  kelas  VII SMP Negeri 13 Kota Ternate, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 8,4% yaitu dari 67,4% (prasiklus) menjadi 75,8% (siklus I). Dan peningkatan sebesar 12,56% yaitu dari sebesar 75,8% (siklus I) menjadi 88,4% (siklus II). Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari  perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik

    VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA PESISIR KOTA TERNATE (Suatu Studi Nilai Ekonomi Pesisir sebagai Moral Suation Dalam Usaha Menjaga dan Melestarikannya)

    No full text
    Ternate City is a coastal city, the existence of coastal resources needs to be well maintained for the survival of mankind. Management of coastal areas must be sustainable (sustainable development) and lead to renewable resources. The purpose of this study is as follows to determine the economic value of the coastal resources of Ternate City as one of the policy input factors in the economic valuation of coastal resources which has a very important role. The analytical method used in this study is the contingency valuation method. Based on the results of the study, The value of direct fishery benefits from coral reefs in Ternate City is Rp. 3,251,360,000./year, whereas. Thus the total direct benefit value of coral reefs in Ternate City is Rp. 3.251.360.000./year. The economic value of these coral reefs is still relatively small. This is because other potentials such as coastal tourism have not been utilizedKota Ternate merupakan Kota pesisir, keberadaan sumberdaya pesisir perlu terjaga dengan baik untuk kelansungan hidup umat manusia. Pengelolaan wilayah pesisir harus bersifat berkelanjutan (sustainable development) dan mengarah pada renewable resource. Adapun tujuan kajian ini sebagai berikut untuk mengetahui nilai ekonomi sumberdaya pesisir Kota Ternate sebagai salah satu faktor input kebijakan dalam  valuasi ekonomi sumberdaya pesisir yang memiliki peran yang sangat penting. Untuk metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode valuasi kontingensi. Berdasarkan pada hasil kajian, Nilai  manfaat langsung perikanan dari terumbu karang di Kota Ternate adalah sebesar Rp.3.251.360.000./tahun, sedangkan. Dengan demikian total nilai manfaat langsung terumbu karang di Kota Ternate adalah sebesar Rp. 3.251.360.000./tahun. Nilai ekonomi terumbu karang tersebut masih tergolong kecil. Hal tersebut karena belum dimanfaatkannya potensi-potensi lain seperti pariwisata pantai.&nbsp

    Peningkatan Hasil Belajar IPA Dengan Menerapkan Metode Problem Solving Pada Peserta Didk Kelas VIIA SMP Negeri 13 Tidore Kepulawan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA pada konsep kalor dengan menggunakan metode problem solving di kelas VIIA SMP Negeri 13 Tidore Kepulawan. Penelitian ini menggunakan  metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Clasroom Action Research. Model penelitian tindakan kelas ini merujuk pada model Kemmis & MC Taggart yang menguraikan bahwa tindakan yang digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis dari aspek perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 13 Tidore Kepulawan yang berjumlah 25 orang peserta didik laki-laki. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini dengan analisis deskriptif. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan sebelum diberikan pembelajaran dengan menggunakan metode problem solving. Sebelum diberi pembelajaran, hasil belajar peserta didik menunjukkan dari 25 orang peserta didik kelas VIIA, 18 orang peserta didik (72%) mendapatkan nilai dibawah 65, dan hanya 7 orang peserta didik (28%) yang mendapatkan nilai diatas 65.setelah pembelajaran dengan menggunakan metode problem solving dilaksanakan hasilnya meningkat menjadi 9 orang peserta didik (36%) yang mendapatkan nilai dibawah 65, dan 16 orang peserta didik (64%) mendapatkan nilai diatas 65. Secara keseluruhan rata-rata kelas mencapai 64,32 dan hasilnya kurang memuaskan. Pada siklus II hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode problem solving menunjukkan peningkatan. Setelah siklus II dilakukan hasilnya 25 orang peserta didik (100%) mendapatkan nilai diatas 65. Secara keseluruhan nilai rata-rata kelas yaitu 82,5

    Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Konsep Benda Padat Dan Benda Cair Siswa Kelas III SD Negeri 3 Halmahera Barat

    No full text
    Berangkat dari minimnya penggunaan model pembelajaran yang dimiliki SD Negeri 3 Halmahera Barat, dalam hal ini adalah model pembelajaran pada umumnya dan model pembelajaran TPS khususnya, maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa hal ini adalah salah satu penyebab penguasaan hasil belajar dibawah ketuntasan. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), guna mengetahui penerapan pembelajaran dengan menggunakan media gambar pada materi konsep benda padat dan benda cair, dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 3 Halmahera Barat. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa Hasil belajar siswa sebelum diberi pembelajaran dengan menggunakan model TPS menunjukan 20 siswa kelas III, 12 siswa mendaptkan nilai dibawah 60, dan 8 siswa mendapatkan nilai diatas 60. Secara keseluruhan rata-rata kelas 36,5 . Data hasil penelitian masih kurang memuaskan, pada siklus I hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran dengan menggunakan model TPS menunjukan dari 20 siswa kelas III, 8 siswa mendapatkan nilai dibawah 60, dan 12 siswa mendapatkan nilai diatas 60. Secara keseluruhan rata-rata kelas menjadi 57 data hasil penelitian pada siklus ini belum memuaskan, pada siklus II hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran dengan menggunakan model TPS menunjukan dari 20 siswa kelas III, 20 siswa mendapatkan nilai diatas 60. Secara keseluruhan rata-rata kelas menjadi 75

    Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Materi Operasi Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Devisions (STAD)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk Meningkatkan Kemampuan siswa melalui strategi pembelajaran kooperatif tipe student teams Achievement Devisions (STAD) pada siswa kelas VII MTs Darul Ulum Sasa. Penelitian ini merupakan penelitian PTK.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII dengan jumlah 26 siswa.Penelitaan ini dilaksanakan dalam dua siklus.Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan lembar observasi untuk guru.Data yang diperoleh dengan menggunakan soal tes untuk melihat hasil kemampuan siswa setelah pembelajaran. Pada siklus I terdiri dari 3 butir soal essay dengan jumlah skor 100, pada siklus II terdiri dari 3 soal essay dengan jumlah skor total 100 dan lembar observasi untuk melihat keaktifan guru dan siswa. Data kemampuan belajar siswa dalam penelitan ini di peroleh dengan menggunakan teknik tes, sedangkan aktivitas siswa diperoleh dengan teknik non tes. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif, yaitu dengan melihat prensentase ketuntasan belajar, klasikal setelah data dikumpulkan dan dianalisis, di peroleh pada tes awal

    Pembelajaran Kontekstual Menulis Wacana Bahasa Indonesia Siswa kelas II SMA Negeri 1 Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan

    No full text
    Proses menciptakan manusia yang berkualitas tentu tidak lepas dari dunia pendidikan. Karena, pendidikan merupakan salah satu wadah untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan mandiri. Sehubungan dengan itu pendidikan merupakan suatu proses kesemestaan pribadi manusia yang komperhensif, kontinyu menuju ke kedewasaan sikap, mental dan kompeten itelektual. Sejalan dengan itu Pendidikan nasional Indonesia bertujuan untuk (1). Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperolah pendidikan yang bermutu bagi seluruh rayat Indonesia, (2) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar, (3) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral, Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, karena memusatkan perhatian pada fenomena yang terjadi pada saat ini, dengan berusaha agar membuat deskripsi fonomena yang diselidiki dengan cara mengidentifikasi dan mengklasifikasi fakta atau karakteristik fonomena tersebut secara factual dan cermat. Deskripsi disini berarti melukiskan variable, tanpa menjelaskan hubungan variable yang satu dengan variable yang lainnya (Rahcmat dalam Hadjar, 1996;274). Tujuan utama penelitian deskriptif kualitatif  ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan Fonomena yang jelas dan akurat tentrang material atau fenomena yang sedang diselidiki. Deskripsi tersebut dapat dilakukan oleh penelitian ini dengan memilah-milah kejadian sehingga dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut (Carpenter, dalam Hadjar, 1996;274)..Berdasarkan hasil dan pembahasan, yang telah diuraikan dalam bab terdahulu, dalam penelitian ini penulis dapat menyampaikan kesimpulan sebagai berikut  : a. Siswa mengalami kesukaran menggunakan kata baku dalam kalimat, paragraf maupun wacana.  Kesukaran tersebut disebabkan adanya unsur interferensi kosakata tidak baku dari bahasa yang digunakan, b. Hambatan-hambatan yang bersifat kebahasaan di kalangan siswa dalam usaha memahami suatu wacana yang mereka miliki berupa keterbatasan kata baku yang mereka miliki, c. Akibat pemahaman siswa kelas II SMA Negeri 1 Gane Timur terhadap kata baku masih rendah, maka guru-guru mengalami kesulitan ketika mengajarkan materi tentang wacana, d. Minat bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan siswa kelas II SMA Negeri 1 Gane Timur kurang dihiraukan. Dengan demikian kebiasaan berbahasa dengan dialek local selalu mendominasi dalam komunikasi baik sesame teman maupun orang lain pada suasana formal maupun tidak forma

    Meningkatkan Kemampuan Menentukan Unsur-Unsur Kalimat Bahasa Indonesia Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Satu Atap Kabupaten Kepulauan Sula

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mendeskripsikan proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menentukan unsur-unsur kalimat Bahasa Indonesia melalui metode struktural analitik sintetik pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Satu Atap Kabupaten Kepulauan Sula. 2) Mendeskripsikan peningkatan menentukan unsur-unsur kalimat Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Satu Atap Kabupaten Kepulauan Sula melalui melalui metode struktural analitik sintetik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SMP Negeri 5 Satu Atap Kabupaten Kepulauan Sula pada bulan bulan April sampai bulan Juli 2020. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik tes dan teknik non tes.  Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil kemampuan menentukan unsur-unsur kalimat Bahasa Indonesia siswa dengan menggunakan metode struktural analitik sintetik mengalami peningkatan sebesar 20,19% yaitu dari 66,38% menjadi 86,56%. Hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar pada siklus I  skor rata-rata diperoleh siswa bahwa dari 16 siswa yang mengikuti tes terdapat 4 siswa yang mencapai nilai kurang, 5 siswa mencapai nilai cukup, 6 siswa mencapai nilai baik dan 1 siswa mencapai nilai 1, jika dipresentasekan berdasarkan ketuntasan belajar, siswa yang nilainya mencapai 43,75% , sedangkan yang tidak tuntas terdapat 56,25%, peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yaitu mencapai 20,19%. Berdasarkan hasil belajar pada siklus II ini, maka ketuntasan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Satu Atap Kabupaten Kepulauan Sula menggunakan metode struktural analitik sintetik untuk meningkatkan kemapuan menentukan unsur-unsur kalimat Bahasa Indonesia telah tercapai dengan ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yaitu 7

    INTERNALISASI MAKNA DOROBOLOLO DALAM PENDIDIKAN INFORMAL DI KELURAHAN TAKOME KECAMATAN TERNATE BARAT

    No full text
    Penilitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan makna atau nilai-nilai dorobololo dalam pembentukan karakter serta pola hidup masyarakat Kelurahan Takome Kecamatan Ternate Barat. sastra lisan, banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia salah satunya adalah masyarakat Ternate, berdasarkan gambaran umum permasalahan di atas, maka kita sama-sama dapat mengetahui bahwa sastra lisan yang sering digunakan oleh masyarakat ternate khususnya Kelurahan Takome Kecamatan Ternate Barat sampai saat ini adalah dorobololo. Penilitian ini merupakan penilitian kualitatf, dengan pendekatan deskriptif, sesuai dengan tujuan penilitian. Yang menjadi pokok pangkal dalam penilitian ini, yakni mengidentifikasi dan mendeskripsikan makna atau nilai dalam dorobololo. Kegiatan penilitian dilaksanakan di Kelurahan Takome Kecamatan Ternate Barat, waktu penelitian dilaksanakan selama dua bulan. Tehnik pengumpulan data dilapangan akan dilakukan dengan cara: 1. Obserfasi/pengamatan, 2. Dokumentasi, 3. Wawancara. Tehnik analisis data dalam penilitian ini, peneliti menggunakan tehnik analisis kualitatif yang merupakan salah satu prosedur penilitian yang menghasilkan data deskriptif

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GRUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 12 HALMAHERA SELATAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan Hasil belajar matematika siswa melalui model Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation. Penelitian dilaksanakan Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Halmahera Selatan Tahun Ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas, wawancara, dan tes. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan model Pembelajaran Kooperati tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Peningkatan hasil belajar matematika siswa terlihat dari persentase pada siklus I sebesar 62%, yaitu meliputi aktivitas visual 66%, aktivitas menulis 64%, aktivitas oral 60% aktivitas mental 56%, dan aktivitas emosional 70%. Pada siklus II meningkat menjadi 76% yang meliputi aktivitas visual 76,67%, aktivitas menulis  73,33%,  aktivitas oral 76,67%, aktivitas mental 73,33%, dan aktivitas emosional 80%

    0

    full texts

    373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇