STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
    373 research outputs found

    ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR EFEKTIVITAS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIRMINUM (PDAM)KOTA TERNATE

    No full text
    This study aims to determine how the financial performance of the Regional Water Company (PDAM) is assessed by using the cash flow statement and cash flow ratio. Data was collected by means of documentation and interview techniques. The objects in this study are balance data, income statements, cash flow statements, notes to financial statements, history and general overview of PDAM from 2014-2017. The research method uses descriptive analysis methods using cash flows from operating, investing, and financing activities as well as ratio analysis, namely Operating Cash Flow Ratio (AKO), Total Debt Ratio (TH), Cash Coverage Ratio to Current Debt (CKHL) and Ratio Capital Expenditure (PM). Based on the results of this study, the total cash flow of the company during the period 2014-2017 indicates that the company is in an illiquid condition when assessed in terms of its operational activities. With the ratio analysis that has been produced, it can be concluded that there is a decrease in cash flow, especially in operating activities every year and the company's ability to overcome its current liabilities has not been resolved. This shows that the Regional Drinking Water Company (PDAM) is in a bad position during the 2014-2017 period.Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan jumlah arus kas perusahaan selama periode 2014- 2017 menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi tidak likuid jika dinilai dari segi aktivitas operasionalnya. Dengan analisis rasio yang telah dihasilkan dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan arus kas khususnya pada aktivitas operasi setiap tahunnya dan kemampuan perusahaan dalam mengatasi kewajiban lancarnya masih belurn bisa teratasi. Hal ini menuajukkanPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  berada dalam posisi yang tidak baik selama periode 2014-2017

    Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Materi Statistik

    No full text
    Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan model spiral refleksi-diri yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah  siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 9 Tidore Kepulauan, dengan jumlah 16 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes . Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) siklus dimana terdapat dua kali pertemuan pada tiap siklusnya. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk keaktifan belajar siswa adalah 75,00 % peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses kegiatan pembelajaran dan keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar siswa adalah 75,00% dari jumlah seluruh siswa, mengacu pada nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 75.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 9 Tidore Kepulauan. Rata-rata keaktifan belajar siswa pada observasi awal hanya mencapai 27,41%. Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus I ratarata keaktifan belajar siswa mencapai 54,32% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,17%. Hasil belajar siwa pada observasi awal, dilihat dari ujian tengah semester siswa yang mencapai nilai KKM (75,00) hanya 31,25% dari jumlah seluruh siswa . Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus I hasil belajar siswa mencapai 43,75% dan pada siklus II meningkat menjadi 75,00%

    PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IX MTS. AL-MUNAUWARAH LOLEOJAYA TAHUN AJARAN 2021

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengaruh motivasi belajar  terhadap hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas IX Mts. Al-Munauwarah Loleojaya Tahun Ajaran 2021 Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan  cara mendeskripsikan motivasi siswa yang didapatkan melalui angket, kemudian  dibandingkan dengan hasil belajar yang diperoleh siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas IX MTs Al- Munauwara terhadap hasil belajar. Motivasi siswa terlihat dari jawaban angket sebanyak 69% siswa menyatakan  bahwa pelajaran bahasa Indonesia perlu untuk dipelajari, 74% mengatakan bahwa bahasa Indonesia penting untuk dikuasai, dan sebanyak 69% ingin  menguasai empat keterampilan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia

    The Application of the Cooperative Learning Model (Picture and Picture) to Improve the Students’ Reading Skill

    No full text
    The purpose of this study was to improve students' reading skills using picture and picture media. This research is a Classroom Action Research. The research was conducted in two cycles. The subjects of this study were 23 students in class IX SMP Kristen Idamgamlamo west Halmahera. The data collection techniques in this study were observation and test. While the data analysis techniques were used The results showed that: The use of picture and picture media can improve students' reading activities. The increase occurred in cycle I is 53,8%. Learning activities were not optimal. The implementation of cycle II is 88,4% causes activity and learning outcomes to be good and increase to a higher level so that it can support quality learning. The conclusion of this research is to improve reading ability by using picture and picture media in class IX SMP Kristen idamgamlamo  Halmahera Barat

    A Phytonymic phraseology and linguocultural features of paremiological units

    No full text
    The article comparatively examines phytonomic phraseology, forming a branch of onomastic phraseology of English and Azerbaijani languages. Internal classification of onomastic phraseology is provided for this purpose and the criteria for designation of phytonymic phraseology are determined. Such a system of markers embraces lexical units that are more or less connected with the plant world, as well as words denoting the species of plants. Phytonymic phraseologies were selected from relevant lexicographic sources and grouped on the basis of materials of Azerbaijani and English languages. The research shows that phytonymic phraseology forms an independent group in the onomastic phraseology of each language. The characteristics of the development of phytonomic phraseology by species and type names were studied and high frequency of some species’ names in phytonomic phraseology was found out. The article also addresses the issues over adequacy and equivalence of phytonomic phraseology of diferent-system languages. The study in this area indicates considerable role of phytonomic phraseology in the verbalization of national-cultural indicators. Direct connection of ethnocultural marker and the code with the onym used in the composition was clarified in phytonomic phraseology

    Meningkatkan Kamampuan Mengucapkan Bunyi Konsonan Bahasa Indonesia Menggunakan Permainan Lagu pada Anak Usia 3-4 Tahun PAUD Hininga Moi Desa Wooi Kec. Obi Timur

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kamampuan mengucapkan bunyi konsonan Bahasa Indonesia melalui permainan lagu pada anak usia 3-4 tahun PAUD Hininga Moi Desa Wooi Kec. Obi Timur. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di PAUD Hininga Moi Desa Wooi Kec. Obi Timur pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2020. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik observasi dan teknik tes.  Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil belajar kemampuan mengucapkan huruf konsonan menunjukkan bahwa kemampuan mengucapkan huruf konsonan anak pada prasiklus dapat dinyatakan masih berada di bawah nilai standar minimum yaitu di bawah 68,67 dengan tingkat kualifikasi mulai berkembang. Peningkatan nilai di atas standar minimum yang ditetapkan, yaitu setelah dilakukan tindakan pembelajaran mengucapkan huruf konsonan dengan menggunakan permainan lagu pada siklus I dan II. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa 1) Pembelajaran dengan menggunakan permainan lagu pada indikator bahwa anak mampu mengucapkan huruf konsonan yang benar dengan berdiri di hadapan teman-temannya di depan kelas dapat meningkatkan kemampuan anak usia 3-4 tahun PAUD Hininga Moi Desa Wooi Kec. Obi Timur. 2) Peningkatan kemampuan mengucapkan huruf konsonan anak usia 3-4 tahun PAUD Hininga Moi Desa Wooi Kec. Obi Timur dengan menggunakan permainan lagu terlihat pada rata-rata hasil kemampuan mengucapkan huruf konsonan sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 8,33% yaitu dari 68,67% menjadi 77%. Dan peningkatan sebesar 18,67% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 77% menjadi 95,67%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari  perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi berkembang sesuai harapan) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi berkembang sangat baik

    PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA MATA KULIAH MANAJEMEN PERBANKAN DI MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN AKADEMIK 2020/2021

    No full text
    ABSTRACT This study aims to determine the impact of the application of online learning on student learning motivation in banking management courses during the covid-19 pandemic. This type of research uses a descriptive qualitative approach..The data collection procedure was carried out by means of observation, interviews and documentation. Data analysis in this study was processed through three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The research shows that first; student learning motivation is not the same as when participating in learning that is carried out directly in the classroom. Students are more enthusiastic about participating in the learning that the lecturer conveys in the classroom compared to online learning carried out during the covid-19 pandemic through the google classroom and whatsapp applications. Second, the inhibiting factors are: students have difficulty understanding the subject matter delivered via video because they run out of quota when participating in learning delivered through the application.difficulty getting a stable network or signal when participating in learning, so that the learning obtained is less than optimal, while the supporting factors are: making it easier for lecturers to deliver material via smartphones, delivering material to be more interesting and not monotonous, making it easy for students to access other learning resources needed. Keywords: Learning motivation, online learning during the covid-19 pandemic.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan pembelajaran daring terhadap motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah manajemen perbankan selama pandemi covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini diolah melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunujukkan bahwa pertama, motivasi belajar mahasiswa tidak seperti pada saat mengikuti pembelajaran yang dilakukan secara langsung diruang kelas. mahasiswa lebih semangat mengikuti pembelajaran yang dosen sampaikan diruang kelas dibandingkan dengan pembelajaran daring yang dilakukan selama pandemi covid-19 melalui aplikasi google classroom dan whatsapp. Kedua, faktor-faktor penghambatnya yaitu: mahasiswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan melalui video karena mengalami kehabisan kuota disaat mengikuti pembelajaran yang disampaikan melalui aplikasi. Kesulitan mendapatkan jaringan atau sinyal yang stabil pada saat mengikuti pembelajaran, sehingga pembelajaan yang didapatkan menjadi kurang maksimal. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu: memberi kemudahan pada dosen dalam menyampaikan materi melalui smartphone, penyampaian materi menjadi lebih menarik dan tidak monoton, memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengakses sumber belajar lain yang dibutuhkan. Kata Kunci: Motivasi belajar, pembelajaran daring dan pandemi covid-19

    Perbedaan Hasil Belajar Fisika Dengan Menggunakan Media Komputer Berbasis Visual Dan Tanpa Menggunakan Media Komputer Berbasis Visual Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Sanana Kabupaten Kepulauan Sula

    No full text
     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika kelas X MA Negeri 1 Sanana Kabupaten Kepulauan Sula yang diajar dengan menggunakan media visual dan tanpa menggunakan media visual pada konsep Hukum Newton. Hasil dalam penelitian ini dengan menggunakan media komputer berbasis visual dan tanpa menggunakan media komputer berbasis visual diperoleh diperoleh thit =2,75 dan ttab =2,00 atau 2,75 > 2,00 pada taraf signifikan (α =0,05) dan Dk 70, hasil perhitungan data menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara menggunakan media pembelajaran barbasis visual dan tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis visual yaitu sebesar 509 atau 14,68 %.           Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika kelas X MA Negeri 1 Sanana Kabupaten Kepulauan Sula yang diajar dengan menggunakan media visual dan tanpa menggunakan media visual pada konsep Hukum Newton. Hasil dalam penelitian ini dengan menggunakan media komputer berbasis visual dan tanpa menggunakan media komputer berbasis visual diperoleh diperoleh thit =2,75 dan ttab =2,00 atau 2,75 > 2,00 pada taraf signifikan (α =0,05) dan Dk 70, hasil perhitungan data menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara menggunakan media pembelajaran barbasis visual dan tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis visual yaitu sebesar 509 atau 14,68 %.             &nbsp

    Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Pelajaran Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Halmahera Selatan

    No full text
    Model yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK), Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Halmahera Selatan yang berjumlah 20 siswa yang pre tes dan post tes tentang hasil belajar siswa dalam meningkatkanhasil belajar pada pelajaran matematika dengan model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilakukan dua siklus, pada siklus pertama sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar model kontekstual sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada siswa tentang prinsip-prinsip dan langkah-langkah pembelajaran kontekstual. Proses pembelajaran pada siklus kedua peneliti lebih intensif membimbing kelompok serta memberikan motivasi kepada kelompok agar lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran. Sehingga pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model kontekstual telah berjalan sesuai yang diharapkan karena aktifitas siswa dalam pembelajaran sudah mengarah kepembelajaran model kontekstual secara lebih baik dan semua kelompok telah memahami langkah-langkah pembelajaran kontekstual sehingga pelaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Berdasarkan hasil pre tes dan post tes dapat menunjukkan model pembelajaran kontekstual terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang sangat signifikan. Hasil belajar siswa pada pre tes hanya diperoleh 2 siswa atau 6,67 yang mendapat kualifikasi kurang dan 18 siswa atau 93,33 mendapat kualifikasi gagal serta tidak ada satupun siswa atau 0,0% mendapat kualifikasi memuaskan, baik atau cukup. Sedangkan pada post tes diperoleh 9 siswa atau 36,67% memperoleh kualifikasi memuaskan, 1 siswa atau 23,33% memperoleh kualifikasi baik, 7 siswa atau 30% yang memperoleh kualifikasi cukup, 3 siswa atau 10% memperoleh kualifikasi kurang dan tidak ada satupun yang mendapat kualifikasi gagal

    Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pada Operasi Hitung Bentuk Aljabar

    No full text
    Pendidikan pada hakikatnya digunakan untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena pendidikan berguna dalam membina dan mengembangkan kemampuan dasar manusia semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitasnya. Proses pendidikan dilaksanakan disekolah pada dasarnya adalah kegiatan belajar mengajar. Bertujuan agar siswa memiliki hasil yang terbaik sesuai kemampuannya. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal soal pada materi operasi bentuk aljabar. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruan siswa kelas VII SMP Negeri 8 Kota Ternate yang terdiri dari satu kelas dan Sampel berjumlah 6 orang siswa yamg mengikuti proses penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 6 dari 6 siswa (100%) belum bisa menyelesaikan soal operasi hitung bentuk aljabar secara maksimal, yakni tingkat penguasaann yang diperoleh siswa tersebut kurang dari 50%, . jadi, hasil penelitian dapat dikatakan bahwa siswa masi melakukan kesalahan kesalahan pada soal operasi bentuk aljabar. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa sesungguhnya sebagian besar siswa kelas VII SMP Negeri 8 Kota Ternate masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal soal pada materi operasi hitung bentuk aljabar

    0

    full texts

    373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇