STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Bilangan Bulat
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berjudul penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament (tgt) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bilangan bulat(Suatu penelitian pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Halmahera TengahTahun ajaran 2022. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah metode pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Teknik pengmpulan data yang di gunakan adalah lembar observasi siswa dan hasil tes tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament (tgt) dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematika siswa kelas VII SMP tahun ajaran 2022 pada siklus I presentasi keaktifan siswa besebar 56% dan presentasi klasikal sebesar 50%, dan pada siklus II Mengalami peningkatan keaktifan sebesar 59% dengan ketuntasan klasikal sebesar 50% Hasil penelitian menunjukan bahwa medel pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Halmahera Tengah materi Bilangan Bulat 2022 pada siklus I nilai rata-rata yang di peroleh siswa masih kurang yaitu 46,2 Dengan ketentuan klasikal 47%, pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 79,85 Dengan ketentuan klasikal 80%
The Structure of Peer Feedback
This article aims to propose an overview of structured peer-feedback applications. Even though peer-feedback is no longer a new thing in the world of teaching writing, until now there are still many researchers who are interested in studying it and not a few teachers are still using it. Research that has been conducted to test the effectiveness of peer-feedback and student responses to peer-feedback activities still shows different results. One thing that needs to be considered important is that differences in the results of peer-feedback use and research may result from unstructured application of peer-feedback. Experts have indicated that peer-feedback can be applied flexibly. They imply that peer-feedback activity should not be restrained in a rigid system. However, research suggests that without careful preparation, peer-feedback activity is unlikely to produce satisfactory results. In order for peer-feedback activity to be prepared, special stages in implementing peer-feedback cannot be avoided. Meanwhile, we are faced with the fact that until now there is no system that regulates the peer-feedback structure. It is for this reason that this article was written. Using literature research, this article provides a peer-feedback structure worthy of attention
TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM PENINGKATAN MUTU SERTIFIKASI PROFESI GURU
Teachers are at the forefront of educating the nation's children through formal education, have social values for society, to become human beings with noble character in the field of science that is owned in accordance with the demands of today's education world. In Law Number 14 of 2005 article 8 concerning Teachers and Lecturers it is stated that teachers are required to have academic qualifications, competencies, educator certificates, physically and mentally healthy, and have the ability to realize national education goals. Each rule has a legal basis that binds every teacher to carry out his profession with the concept of education containing the values of national and state life based on Pancasila. Education must be a means to encourage the development of shared values and knowledge. But in the fact these values have not been used in formal education. This is seen as an inadequate approach to carrying out performance as a reliable professional educator. Teachers always emphasize the system of emphasis on students, it can be seen from the standard KKM scores which are still brought on average. Teachers who have certification have not shown their professionalism and are licensed as educated teachers. In the fact often occurs in schools is that teachers have not shown themselves in the teaching and learning process, because the factors that influence the emphasis on teachers are economic problems, lack of teacher discipline, inadequate infrastructure in schools, placement of teachers in the field of study. more than one person so that the teacher lacks teaching hours that should teach 24 hours a week.Guru adalah garda paling terdepan untuk mecerdaskan anak bangsa melalui jalur pendidikan formal mempunyai nilai sosial terhadap masyarakat, untuk menjadi manusia berakhlak mulia dalam bidang kelilmuan yang dimiliki sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan saat ini. Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 205, pasal 8 Tentang Guru dan Dosen, mengatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Setiap aturan memiliki dasar hukum yang mengikat setiap guru menjalankan perofesinya dengan konsep pendidikan yang terkandung nilai-nilai kehidupan bangsa dan negara perdasarkan pancasila. Pendidikan seharusnya dapat menjadi suatu sarana untuk mendorong berkembangnya nilai-nilai kebersamaan serta pengetahuan. Namun, faktanya nilai-nilai tersebut belum diperdayakan dalam pendidikan formal. Hal ini dilihat pendekatan belum memadai untuk melaksanakan kinerja sebagai pendidik profesional yang handal. Guru selalu menekankan pada sitem penekanan terhadap siswa, hal ini dilihat dari standar nilai KKM yang masih dibawa rata-rata. Guru yang memiliki sertifikasi belum menunjukan keprofesionalnya dan lesensi sebagai guru yang terdidik. Kenyataan sering terjadi di sekolah guru belum menampakan diri dalam proses belajara mengajar, karena faktor yang mempengaruhi penekanan terhadap guru berupa masaalah ekonomi, kurang disiplinnya guru, infastruktur di sekolah kurang begitu memadai, penempatan guru bidang studi lebih dari satu orang sehingga guru tersebut kekurangan jam mengajar seharusnya 24 jam mengajar dalam semingg
Perbedaan Hasil Belajar Fisika Melalui Metode Pembelajaran Inquiry Terbimbing Dan Eksperimen Pada Konsep Gerak , Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 4 Satap Wasile Selatan
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Satap Wasile Selatan dengan menggunakan metode inquiry terbimbing dan metode eksperimen pada konsep gerak. (2) Untuk mengetahui besarnya perbedaan hasil belajar peserta didik Kelas VIII SMP Negeri 4 Satap Wasile Selatan dengan mengunakan metode inquiry terbimbing dan metode eksperimen pada konsep gerak.
Sampel dalam penelitian ini adalah 54 peserta didik kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode Inquary – eksperimen, tipe pre-test-post-test control group design. Variabel dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran (inquary dan eksperimen) dan hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat perbedaan hasil belajar fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Satap Wasile Selatan yang menggunakan metode pembelajaran inquary dan metode pembelajaran eksperimen dan besarnya perbedaan hasil belajar fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Satap Wasile Selatan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah 27 atau 31,2%.
Berdasarkan hasil dalam penelitian ini dengan menggunakan motede pembelajaran inquary dan metode pembelajaran eksperimen terdapat thitung = 5,79 dan ttabel= 2,045 pada taraf nyata = 0,05 dan dk= 29 ini berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Investigasi Kelompok Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pada Materi Gaya Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Malifut
Penelitian ini merupakan penelitaian PTK dengan desain penelitian adalah desain pre-tes post- tes dengan beberapa kelompok. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal gaya dan percepatan dengan model pembelajaran investigasi kelompok.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Malifut.berjumlah 128 siswa dan yang menjadi sampel 43 siswa sebagian dari populasi. Pengumpulan data mengunakan teknik tes awal dan tes ahir untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam menyelesaikan soal gaya dan percepatan dengan model pembelajaran kooperatif investigasi kelompok.
Dari hasil penelitian diperoleh peningkatan hasil belajar siswa yaitu 0,64 yang di impelementasikan sedang. Dimana pada tes awal dan tes ahir meningkat secara klasikal dan individual dari rata-rata 44,41 menjadi 80,46. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan model kooperatif investigasi kelompok pada gaya dan percepatan dapat meningkatakan hasil belajar siswa
Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mendeskripsikan proses meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentatif menggunakan model Problem Based Learning. 2) Mengetahui hasil pembelajaran menulis paragraf argumentatif menggungakan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SMP Negeri 19 Halmahera Tengah pada bulan bulan April sampai bulan Juli 2020. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik tes dan teknik non tes. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 20,34% yaitu dari prasiklus sebesar 63,83 menjadi 84,17. Tindakan siklus I sebesar 84,17 menjadi 86,17 pada siklus II dengan total peningkatan sebesar 2%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pembelajaran menulis paragraf argumentasi melalui model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah dilakukan dengan efektif, lancar dan tuntas yang terlihat dari keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Mula-mula siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran semacam ini karena siswa baru pertama kalinya mengalami kegiatan pembelajaran dimaksud. Ketika perbaikan pembelajaran dilakukan siklus demi siklus, siswa terbiasa dengan kegiatan pembelajaran sehingga merasa berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran. Anggapan siswa pembelajaran semacam ini menyenangkan sehingga siswa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan dengan susana pembelajaran tersebut. 2) Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 20,34% yaitu dari prasiklus sebesar 63,83 menjadi 84,17. Tindakan siklus I sebesar 84,17 menjadi 86,17 pada siklus II dengan total peningkatan sebesar 2%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik
ANALISIS NILAI BUDAYA TARIAN LALAYON OLEH MASYARAKAT DESA SAGEA KEC. WEDA UTARA (Tinjauan Sosiologi Sastra)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang nilai budaya yang terkandung dalam Analisis Nilai Budaya pada Tarian Lalayon oleh Masyarakat Sagea Weda Utara. Sumber data ini berasal dari peneliti dan akan dihasilkan data primer. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka, observasi, partisipasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai budaya Sumber cerita rakyat, atau ungkapan-ungkapan serta syair-syair tradisional berasal dari orang-orang tua yang sebagian besar telah meninggal, belum tentu mereka mewariskannya kepada anak-cucu. Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa ada cerita yang versinya berbeda-beda dalam satu desa.namun perbedaan itu hanya model ceritanya akan tetapi maknanya sama dan dengan perbedaan itu memberikan satu nilai positif untuk tetap menjaga dan memelihara nilai-nilai budaya yang terkandung dalam syair-syair yang tersaji. Pada prinsipnya bahwa tarian lalayon dalam penelitian ini berdasarkan ingatan yang masih tertanam dan terus dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut dapat diketahui dengan berbagai macam penelitian, baik wawancara maupun data yang bersumber dari referensi yang terpercaya dan fakta. Kekokohan dan keutuhan tarian akan terus terjaga dengan mempertahankannya di setiap Regenerasi dalam kehidupan sehari-hari. Tarian tersebut sangat berdampak positif terhadap nilai-nilai budaya, sosial, bahkan lingkungan yang mencerminkan warisan para leluhur atau pendahulu di daerah setempat. Simpulan penelitian ini dapat memberikan ilmu pengetahuan dan informasi untuk tetap menjaga nilai budaya yang terkandung dalam tarian lalayon sebagai salah satu budaya di Maluku Utara dan Indonesia pada umumnya
PENGARUH FAKTOR INTERNAL, FAKTOR EKSTERNAL DAN MATAKULIAH KEWIRAUSAHAAN TERHADAP JIWA WIRAUSAHA (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Kie Raha Ternate)
This study aims to determine the influence of internal factors, external factors and entrepreneurship education courses on the entrepreneurial spirit of students in the economic education study program semesters IV, VI and VIII STKIP Kie Raha Ternate who have attended entrepreneurship education courses, of the 50 students who were made respondents and distributed questionnaires. Only 47 questionnaires were analyzed. The research method used is explanatory survey with analysis techniques using multiple regression and using validity, reliability and classical assumption tests.
The results showed that the Internal Factors and Entrepreneurship Education Subjects had no effect on the entrepreneurial spirit while the External Factors had a significant effect on the Entrepreneurial Spirit. Meanwhile, the F test shows that the variables of Internal Factors, External Factors and Entrepreneurial Education courses together have a significant effect on the entrepreneurial spirit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal, faktor eksternal dan matakuliah pendidikan kewirausahaan terhadap jiwa wirausaha mahasiswa program studi pendidikan ekonomi semester IV, VI dan VIII STKIP Kie Raha Ternate yang telah mengikuti matakuliah pendidikan kewirausahaan, dari 50 mahasiwa yang di jadikan responden dan dibagikan kuesioner hanya 47 kuesioner ynag dapat di analisis. Metode penelitian yang digunakan explanatory survey dengan teknik analisis menggunakan regresi berganda serta menggunakan uji validitas,reabilitas dan uji asumsi klasik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor Internal dan Matakuliah Pendidikan Kewirausahaan tidak berpengaruh terhadap jiwa wirausaha sementara Faktor Eksternal berpengaruh signifikan terhadap Jiwa Wirausaha. Sementara dalam pengujian uji F menunjukan bahwa Variabel Faktor Internal, Faktor Eksternal dan Matakuliah Pendidikan Wirausaha secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jiwa wirausah
Analisis Ekonomi Terhadap Aspek Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Halmahera Tengah
The economic structure of a region can be seen through the size of the role of each business field in the total GRDP. This indicator is important information to determine the category of business fields which are the main support for the economy in a region. Presentation of indicators of economic structure from time to time can show whether there is a change in the economic structure of a region. Important indicators to determine regional macroeconomic conditions are data and information on the growth of gross regional domestic product (GRDP), namely gross regional domestic product (based on current prices (ADHB) and gross domestic product at constant prices (ADHK). Meanwhile, to determine the growth rate economy is by looking at data on GDP growth at constant prices. The economic structure of Central Halmahera Regency still relies on the primary sector, namely the agricultural sector, government sector, then the trade sector, mining and mining sectors followed by the hotel and restaurant sector. The aggregate derivatives are presented in two versions of valuation, namely on the basis of current prices, referred to as current prices because all aggregates are valued using prices in the current year. u year in a particular area. Central Halmahera PDRB based on the current price in 2016 was recorded at 1,769,299.61 million rupiah. Central Halmahera GRDP at constant prices in 2016 amounted to 1,262,007.71 million rupiah. The economic growth of Central Halmahera Regency in 2016 was minus 11.25.Struktur ekonomi suatu wilayah dapat dilihat melalui besarnya peranan masing-masing lapangan usaha terhadap total PDRB. Indikator ini merupakan informasi penting untuk mengetahui kategori lapangan usaha yang merupakan penopang utama perekonomian di suatu wilayah. Penyajian indikator struktur ekonomi dari waktu ke waktu dapat menunjukkan ada tidaknya perubahan struktur perekomian di suatu wilayah. Indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian makro daerah adalah data dan informasi pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB), yaitu produk domestik regional bruto (atas dasar harga berlaku (ADHB) dan produk domestik bruto dasar harga konstan (ADHK). Sedangkan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi adalah dengan melihat data tentang pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan. Struktur perekonomian Kabupaten Halmahera Tengah masih bertumpu pada sektor primer yaitu sektor pertanian, sektor pemerintahan, kemudian sektor perdagangan, sektor pertambangan serta penggalian yang disusul oleh sektor hotel dan restoran. Produk Domestik Bruto maupun agregat turunannya disajikan dalam dua versi penilaian, yaitu atas dasar harga berlaku, disebut sebagai harga berlaku karena seluruh agregat dinilai dengan menggunakan harga pada tahun berjalan. Produk domestik regional bruto (PDRB) didefinisikan sebagai keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dalam waktu satu tahun di wilayah tertentu. PDRB Halmahera Tengah atas dasar harga berlaku pada tahun 2016 tercatat sebesar 1.769.299,61 juta rupiah. PDRB Halmahera Tengah atas dasar harga konstan pada tahun 2016 adalah sebesar 1.262.007,71 juta rupiah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Tengah pada tahun 2016 adalah minus 11,25
Pengaruh Pemanfatan Limbah Sagu (Metroxylon Sagu Rott) Dan Feses Sapi Untuk Dijadikan Pupuk Organik Padat Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassicajuncea L) Di Kelurahan Sasa Green House Biologi (STKIP) Kie Raha Ternate
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemanfaatan limbah sagu (Metroxilon sagu root) dan feses sapi untuk di jadikan pupuk organik padat terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea l).penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kali ulangan (A1= sebagai perlakuan kontrol tanah, A2= perlakuan tanah dan limbah sagu dengan konsentrasi 1:1 A3= perlakuan tanah dan feses sapi dengan konsentrasi 1:1 A4= perlakuan tanah, limbah sagu dan feses sapi dengan konsentrasi 1:1 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik padat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan tanaman sawi (Brassica Juncea l) dimana hasil uji Anava pada tinggi tanaman perlakuan feses sapi pengukuran menunjukan nilai signifikan 0,00< 0,05 atau p< 0,05 dan pada perlakuan tinggi tanaman tinggi tanaman limbah sagu dan feses sapi pengukuran menunjukan nilai signifikan 0,34< 0,05 atau p< 0,05 dan terdapat perbedaan lebar daun pada perlakuan feses Sapi diaman hasil uji anava menunjukan nilai yang signifikan 0,00 < 0,05 atau p <0,05 terhadap laju pertumbuhan tanaman sawi caysim (Brassica juncea l