STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS GEOGRAFI PADA MATERI SIKLUS HIDROLOGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 65 KABUPATEN HALMAHERA SELATAN
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar Geografi pada materi Siklus Hidrologi siswa kelas VII SMP Negeri 65 Kabupaten Halmahera Selatan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture. Peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Picture And Picture sesuai dengan standar KKM, hasil pada siklus I dengan nilai rata-rata 62,4 dan dari 100% siswa yang berada dikelas tersebut hanya 36% yang mencapai mencapai kriteria ketuntasan minimun (KKM) sementara 64% tidak mencapainya. Hasil pada siklus II mengalami peningkatan yaitu dengan nilai rata-rata 72 maka siswa yang telah mencapai kriteria ketuntasan minimum sebanyak 72% dari semua siswa yang berada di kelas tersebut dan 28% tidak mencapainya
KAJIAN TRANSPORTASI LAUT DI PELABUHAN LOKAL PULAU TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA
Transportasi merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan perpindahan baik pemindahan orang maupun barang dari suatu tempat ke tempat lain. Penelitian ini terdapat di Pulau Ternate yang bertujuan untuk mengetahui pelayanan transportasi laut di pelabuhan lokal dan mengetahui kualitas pelayanan transporatsi laut di pelabuhan lokal Pulau Ternate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, tujuannya agar dapat menggambarkan kualitas layanan transportasi laut dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Ternate yang menggunakan angkutan laut dengan melakukan wawancara dan pembagian kuesioner kepada para calon penumpang di beberapa pelabuhan dan mengetahui kinerja pelayanan rute. Berdasarkan hasil survey transportasi laut di pelabuhan lokal, dari ke enam pelabuhan tersebut, baik pelabuhan Bastiong sampai dengan pelabuhan sulamadaha diketahui terdapat transportasi dengan rute dan pelayanan yang berbeda – beda sesuai dengan kapasitas dan kelayakan masing – masing.Pelayanan pada transportasi lokal di setiap dermaga atau pelabuhan tersedia cukup banyak, baik dari pelabuhan/dermaga bastiong maupun dermaga sulamadaha sehingga dilakukan bergilir dalam mengangkut penumpang, tetapi kadang-kadang sering ditemuinya beberapa armada yang menyalahi aturan dimana terjadi pemuatan penumpang yang tidak sesuai kapasitas armada tersebut tanpa sepengetahuan petugas di wilayah operasi. kualitas pelayanan pada transporatasi lokal sangat terbatas baik dari tingkat keamanan maupun kenyamanan yang mana kelengkapan alat keselamatan tidak memadai, fasilitas yang ditemukan kurang mendukung khususnya speedboa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR KELAS IV SDN 113 KAB. HALMAHERA SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 113 Kab.Halmahera Selatan. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus meliputi: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian seluruh siswa kelas IV SD Negeri 113 Kab.Halmahera Selatan yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 7 perempuan 13 laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif. Kesimpulan bahwa melalui penggunaan media gambar dalam mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 113 Kab.Halmahera Selatan. Hal ini dapat dilihat pada tindakan siklus I, menunjukkan dari 20 siswa terdapat 13 siswa atau (72%) mendapatkan nilai 6, dan 7 siswa (28%) yang mendapat nilai 7. Dan pada tindakan siklus II mengalami peningkatan di mana asil evaluasi terdapat 2 siswa mendapatkan nilai 6,7 dan 18 mendapatkan nilai 7 dan secara keseluruhan rata-rata kelas mejadi 7,50 atau 80% siswa mencapai nilai bai
Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Pidato dengan Menggunakan Metode Resitasi pada Siswa Kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks pidato melalui metode resitasi pada siswa kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SMP Nurul Hasan Bajo pada bulan bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, tes dan penyebaran angket. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan membaca siswa sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 9,07% yaitu dari 49,70% menjadi 58,77%. Dan peningkatan sebesar 26,52% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 58,77% menjadi 85,29%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi cukup) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Aktivitas dan hasil belajar membaca teks pidato siswa kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo dalam materi pengajaran dengan menggunakan metode resitasi mengalami peningkatan. 2) Perolahan hasil melalui prasiklus rata-rata nilai adalah 49,70. Hasil siklus I dengan nilai rata-rata hasil evaluasi siswa adalah 59,77. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan siklus II mencapai 85,29%. Skor total nilai kemampuan membaca teks pidato tersebut diperoleh dari aspek (1) Kesiapan membaca, (2) Kejelasan suara, (3) Isi Pidato (4) Volume suara, (5) Posisi tubuh dan kontak pandang (6) Jeda (7) Waktu/durasi. Skor perolehan nilai rata-rata kelas yang telah diuraikan, dinyatakan telah memenuhi target ketuntasan dalam pembelajaran yaitu sudah melebihi angka 75%alifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik)
PENGARUH PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS -EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMK GLOBAL NUSANTARA HAL-SEL.
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of the use of the Role Playing Method on the learning outcomes of students in class X SMK Global Nusantar Hal-Sel. The research method used is Quasi Experimental Design and nonequivalent control group design research design. The population is 60 people, consisting of class XA 30 students and class XB 30 students. Based on the post-test data analysis using the t test, it was obtatined that t count was 2.0723> t tabel 2.0453. the shows that there is an influence of the role playing method on the social studies learing outcomes of students. The magnitude of the influence is calculated using the formula for the effect size of 041 with the medium category. So it can be concluded thet the role playing method has a moderate effect on the socional studies learning outcome of class X SMK Global Nusantara Halmahera Selatan studentsABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Metode Role Playing terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMK Global Nusantara Hal-Sel. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dan rancangan penelitian nonequivalent control group design.populasi berjumlah 60 orang, yang terdiri dari kelas XA 30 siswa dan kelas XB 30 siswa. Berdasarkan analisis data post-test menggunakan uji t di peroleh t hitung 2,0723 > t tabel 2,0453. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh metode role playing terdapat hasil belajar IPS peserta didik. Besar pengaruh tersebut dihitung menggunakan rumus effect size sebesar, 041 dengan katagori sedang. Maka dapat disimpulkan metode role playing memberikan pengaruh dengan katagori sedang terhadap hasil belajar IPS peserta didik kelas X SMK Global Nusantara Hal-sel
PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO DALAM PENDIDIKAN IPS
The results of the study show that portfolio-based learning in social studies is learning developed from constructivist learning theory which emphasizes more on student activities during the learning process. this lesson too able to bring out students' ability to work together, the ability to solve problems in groups, raise students' courage in ask, answer questions, and do the questions in front of the class. Basically the portfolio as a learning model is an effort made by the teacher so that students have the ability to express and express themselves as individuals or groups. This ability is obtained by students through learning experiences so that they have the ability to organize the information they find, make reports and write down what is on their minds, and then put it in full in their work / assignments. The portfolio learning model is always followed by a portfolio assessment model (portfolio evaluation).
In principle, portfolio assessment is carried out continuously with an emphasis on assessing the entire document of learning outcomes by taking into account the self-evaluation carried out by students. This assessment is intended to measure students' abilities in the learning process and evaluate teacher performance in relation to the success or failure of the implementation of the portfolio learning process.
Pembelajaran berbasis portofolio (Portofolio Based Learning) dalam IPS dapat menggambarkan keaktifan belajar siswa yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor sampai mengintegrasikan pada kecakapan hidup atau life skill, Sehingga dalam artikel ini akan dipaparkan bagaimana pembelajaran Berbasis portofolio dalam IPS untuk kegiatan belajar mengajar.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis portofolio dalam IPS adalah pembelajaran yang dikembangkan dari teori belajar konstruktivistik yang lebih menekankan pada aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran. Pembelajaran Ini Juga mampu memunculkan kemampuan siswa dalam bekerjasama, kemampuan menyelesaikan soal secara kelompok, memunculkan keberanian siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan mengerjakan soal di depan kelas. Pada dasarnya portofolio sebagai model pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan guru agar siswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu maupun kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh siswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam pekerjaannya / tugas – tugasnya. Model pembelajaran portofolio selalu diikuti dengan model penilaian portofolio (portfolio evaluation).
Pada prinsipnya penilaian portofolio dilakukan berkesinambungan dengan penekanan pada penilaian terhadap keseluruhan dokumen hasil pembelajaran dengan memperhatikan self evaluation yang dilakukan oleh peserta didik. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa dalam proses pembelajaran serta melakukan evaluasi terhadap kinerja guru dalam kaitannya dengan berhasil atau tidaknya pelakasanaan proses pembelajaran portofoli
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Learning Cell Dan Metode Pembelajaran Langsung Pada Konsep Bunyi Di MTs Babingkas Toniku
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengingkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran learning cell dan metode pembelajaran langsung pada konsep bunyi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif sedangkan desain penelitiannya adalah eksperimen tipe pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Babingkas toniku, dengan jumlah siswa adalah 65 siswa yang terdiri dari 3 kelas, yaitu, kelas VIIIA terdiri atas 22 siswa, kelas VIIIB terdiri atas 21 siswa dan kelas VIIIC terdiri 22 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas (43 siswa) yaitu kelas VIIIA yang terdiri atas 22 siswa, dan kelas VIIIB yang terdiri atas 21 siswa, yang diambil secara cluster sampling, dan kemudian kedua kelas tersebut ditentukan sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes hasil belajar. Tes dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran. Bentuk soal tes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk essay yang berjumlah 7 item dengan skor total 50. Analisis data dengan menggunakan statistik persamaan dua rata-rata (uji t).
Berdasarkan hasil perhitungan uji kesamaan dua rata-rata diperoleh thitung = 2,24 dan ttabel = 2,02. Dengan demikian H0 dan Ha diterima. Hal ini menunjukan terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran learning cell dan metode pembelajaran langsung pada konsep bunyi, dengan besar peningkatan 17,21%
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Matematika Smp Kota Tidore Kepulauan Melalui Pendekatan Humanistik
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran peningkatan kompetensi profesional guru matematika SMP di kota Tidore Kepuluan melalui pendekatan humanistik. Subyek dalam penelitian ini adalah guru matematika SMP kota Tidore Kepuluan yang berjumlah 20 orang. Analisis data dilakukan melalui hasil analisis observasi dan hasilnya digunakan untuk merefleksikan diri apakah guru telah mampu meningkatkan kompetensi profesionalnya. Hasil analisis ini akan digunakan untuk merencanakan tindakan pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata persentase guru yang menunjukkan peningkatan kompetensi profesional yang diharapkan, terlihat pada siklus I: (a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran diperoleh hasil 80,75%, (b) Proses Pembelajaran 81,00%, dan (c) pelaksanaan valuasi sebesar 84,14%. Siklus II terjadi peningkatan menjadi: (a) rencana pembelajaran sebesar 85,25%, (b) pelaksanaan proses pembelajaran sebesar 86,47%, dan (c) pelaksanaan penilaian sebesar 87,13% .Selain itu telah dirumuskan langkah-langkah hipotesis bahwa “jika penggunaan pendekatan humanistik maka kompetensi profesional guru dapat ditingkatkan” dapat diterim
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL GUIDED DISCOVERY DALAM MATERI KERJA SAMA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 133 HALMAHERA SELATAN
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori,eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain, IPS mempunyai hubungan sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), yang merupakan suatu cara yang digunakan oleh guru, kepala sekolah, konselor sekolah, atau pemangku pendidikan yang berada disekitar sekolah untuk melakukan perbaikan praktik-praktik disekolah, dengan memberikan suatu tindakan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah tersebut sebagaimana yang telah diuraikan pada bab IV, data skor hasil belajar siswa menunjukan bahwa hasil belajar siswa antara siklus mengalami peningkatan, yaitu skor rata-rata pra-siklus ( =62,4 atau 34,6 %), dan akhir siklus pertama ( =66 atau 53,8 %), dan akhir siklus kedua ( =76,2 atau 100 %),Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa presentasi hasil belajar keseluruhan siswa dari pra siklus ke siklus 1sebesar 19,2 % dan nilai rata-rata telah melebih standar KKM, maka pada akhir siklus II ini penelitian dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan nilai rata-rata yaitu 85,7 yang artinya telah melebihi batas minimum yang telah ditentukan peneliti dan kolaborator yaitu 65. Maka dapat disimpulkan bahwa terbukti hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 113 Halmahera Selata
PERAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI 12 HALMAHERA TENGAH
Supervision aims to guide and foster teachers to become professional teachers. With a professional teacher, the goal of improving student learning outcomes will be achieved. It is the principal's job as a supervisor to assist teachers in improving their teaching abilities.
This research is specifically to find out how the role of principal supervision in SMP Negeri 12 Halmahera Tengah is. This study uses a descriptive qualitative approach, collecting data using participant observation, interviews and documentation techniques.
The results show that 1). The role of the Principal of SMP Negeri 12 Halmahera Tengah is still low, this is because the Principal prioritizes other roles so that the role of supervision is neglected. 2). The lack of supervision by the principal has resulted in the low performance of teachers at SMP Negeri 12 Halmahera Tengah. 3) There needs to be local government attention in terms of encouraging school principals to carry out the principal's role optimally and comprehensively, especially the role of supervision. Because the role of supervision determines the quality of education in a school.
Supervisi bertujuan untuk membimbing dan membina guru agar menjadi guru yang profesional. Dengan adanya guru yang profesional maka tujuan perbaikan hasil belajar siswa akan tercapai. Hal ini merupakan tugas kepala sekolah sebagai supervisor untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mengajarnya.
Penelitian ini secara khusus untuk mengetahui bagaimana peran supervisi kepala sekolah Di SMP Negeri 12 Halmahera Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Deskritif, Pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1).Peranan Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Halmahera Tengah masih rendah, hal ini disebabkan karena Kepala Sekolah lebih memperioritaskan pada peranan-peranan yang lain sehingga peranan supervisi terabaikan. 2).Kurangnya supervisi yang dilakukan kepala sekolah mengakibatkan rendahnya kinerja guru di SMP Negeri 12 Halmahera Tengah. 3).Perlu ada perhatian pemerintah daerah dalam hal mendorong kepala sekolah dalam menjalankan peranan kepala sekolah secara maksimal dan komperhensif terutama peran supervisi. Karena peran supervisi menetukan kualitas pendidikan di sebuah sekola