STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
Survei Kemampuan Servis Bawah Dalam Permainan Bolavoli Pada Mahasiswa Putra Pendidikan Olahraga Angkatan 2018 STKIP Kie Raha Kota Ternate
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Servis Bawah dalam Permainan Bolavoli pada Mahasiswa Putra Pendidikan Olahraga Angkatan 2018 STKIP Kie Raha Kota Ternate. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif dan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah Seluruh putra Pendidikan Olahraga Angkatan 2018 STKIP Kie Raha Ternate. Adapun sampel dalam penilitian ini berjumlah 15 Mahasiswa dengan menggunakan teknik randem sampling. Instrumen yang digunakan adalah pengukuran kemampuan servis bawah. Teknik analisis data menggunakan sistem analisis survei. Hasil penilitian tentang servis bawah menunjukan bahwa: kategori Sangat Baik sebesar 8 Mahasiswa (53%), Baik sebesar 3 Mahasiswa (20%), Cukup sebesar 2 Mahasiswa (13%), kurang sebesar 1 Mahasiswa (7%), dan sangat kurang sebesar 1 Mahasiswa (7%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan servis bawah bolavoli pada mahasiswa putra pendidikan olahraga angkatan 2018 STKIP Kie Raha Ternate adalah berkategori Sangat Baik
Pengembangan Media Video Pembelajaran Biologi Pada Materi Ekosistem Darat Untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate
Era revolusi 4.0 merupakan era dimana hampir semua dikendalikan oleh teknologi termasuk dalam dunia Pendidikan. Dampak dari era revolusi indutri 4.0 dalam dunia Pendidikan adalah terbukti semakin banyak media pembelajaran berbasis teknologi yang memudahkan pengajar menyampaikan materi bahkan tidak harus dengan tatap muka. Media pembelajaran merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang dapat membantu guru dalam memperkaya wawasan siswa, dengan berbagai jenis media pembelajaran oleh guru maka dapat menjadi bahan dalam memberikan ilmu pengetahuan pada siswa.Peluang penerapan media animasi pada proses pembelajaran dirasa lebih interaktif karena media tersebut akan menampilkan gambar yang dapat bergerak dan menimbulkan suara yang menjelaskan gambar tersebut. Sehingga pembelajran denga media animasi tidak hanya terfokus pada satu indra namun, akan melibatkan indra penhlihatan dan indra pendengaran secara bersamaan, semakin banya indra yang berperan dalam pembelajaran maka peserta didik semakin mudah mengingat da memahami materi. Dari penelitian di atas hasil dari validitas dan kelayakan media pembelajaran yang telah dinilai oleh tiga ahli dan uji cobah produk kecil pada mahasiswa maka dapat disimpulkam bahwa media telah dibuat, menunjukan nilai rata-rata akhir produk 4,055 ( sangat baik ) dan dinyatakan telah layak untuk digunakan pada tahap selanjutnya yaitu untuk paparkan di tempat penelitian (sekolah
Pengaruh Model Pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) Terhadap Penguasaan Konsep Siswa Kelas VIII MTs- Al-Farabi Wasilei Selatan Kabupaten Halmahera Timur
Model pembelajaran Alam Sekitar (JAS) merupakan model pembelajaran yang membantu siswa mengenali alam dan lingkungannya dengan menggunakan alam sekitar sekolah atau lingkungan tempat tinggal siswa.sebagai bahan pembelajaran untuk siswa dapat memahami dengan benar materi yang dipelajari sehingga kebermaknaan materi ajar dapat di aplikasikan siswa di kehidupan nyata. Pembelajaran JAS merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan lahan di sekitar sekolah atau sumber belajar lain di luar sekolah sehingga memungkinkan siswa belajar secara langsung terhadap fenomena alam berdasarkan pengamatannya. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh peserta didik kelas VIII MTs. Alfarabi Wasilei Selatan Kabupaten Halmahera Timur dengan jumlah sebanyak 42 siswa yang terdiri dari 2 kelas. Asumsi dalam penelitian ini menggunakan asumsi RAL dimana seluruh perlakuan awal dianggap sama tidak ada yang berbeda sehingga hasil yang diperoleh mutlak karena adanya pengaruh dari perlakuan.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh model Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap penguasaan konsep siswa di Mts. Alfarabi wasilei Selatan Kabupaten Halmahera Timur dimana berdasarkan hasil uji anava posstest diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,040 ˂ 0,05 atau sig ˂ 0,05
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) UNTUK Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate
Pendidikan dipercaya sebagai suatu usaha yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan siswa agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya.Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai kebehasilan dalam perkembangan siswa. Dari pendapat di atas menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, salah satu model yang sangat cocok dengan karakter siswa khususnya siswa kelas VII yaitu model PBL hal ini karena siswa pada tahap ini masih dalam tahap operasional kongrit dimana siswa belum bisa memberikan penalaran yang luas terhadap materi Biologi. Berdasarkan hasil observasi awal melalui pengamatan di kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate pada materi biologi siswa cenderung pasif. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa yang cenderung hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate masih rendah yakni masih ada beberapa siswa yang nilainya dibawahnilai KKM (KKM: 70). Kondisi ini menunjukanbahwa proses pembelajaran cenderung berlangsung satu arah.Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), guna mengetahui Pembelajaran PBLuntuk Meningkatkan hasil belajarsiswa Kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate.Berdasarkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran PBLdapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate. Rerata klasikal persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada siklus I skor rerata klasikalnya sebesar 58,5 hasil belajar ini belum memusakan, pada siklus II rerata klasikal menjadi 75,5
Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Fermentasi Ikan Asin Cakalang (Katsuwonus pelamis)
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap fermentasi ikan asin cakalang (Katsuwonus prelamis) di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini merupakan penelitian experiment Non Alamiah menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial dengan menggunakan enam perlakuan dan satu kontrol menghasilkan empat kali ulangan. Populasi pada penelitian ini adal 20 ikan cakalang segar. Tehnik pengumpulan data dengan cara pengamatan terhadap waktu fermentasi. Setelah itu dilakukan analisis satu arah (One Way to anova) pada taraf signifikan p<0,05 kemudian diuji lanjut dengan uji kepastian menggunakan uji Least Deferent Significan (LSD) dengan soft ware SPSS versi 16.0 for windows.Hasil analisis anova menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi garam pada lima perlakuan dan satu kontrol hasilnnya sangat berbeda nyata. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,000 atau p<0.05
Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dengan Kemampuan Renang Gaya Dada 50 Meter Mahasiswa Angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate
Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui sejauh mana Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dengan Kemampuan Renang Gaya Dada 50 Meter Pada Mahasiswa Semester II Program Studi Pendidikan Olahraga . Metode yang di gunakan dalam peneltian ini adalah metode Deskriptif Korelasional, yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Fokus dalam penelitian ini untuk mengetahui hubuangan antara variabel bebas yaitu: X Kekuatan otot tungkai dengan variabel terikat Y kemampuan renang gaya dada 50 meter Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Angkatan 2017 STKIP Kie raha Ternate Yang berjumlah 22 Mahasiswa. Hasil perhitungan data tes dari kedua variabel yakni kekuatan otot tungkai dan kemampuan renang gaya dada 50 meter dapat diperoleh r-hitung sebesar 2,57. Kemudian hasil dikonsultasikan dengan r-tabel pada taraf signifikan α = 0,05 dan α = 0,01 dk = n – 1 = 21 yaitu sebesar 0,433 dan 0,549 dengan demikian r-hitung = 2,57 > r-tabel = 0,433 dan 0,549 sehingga dapat di simpulkan bahwa hipotesis penelitian atau alternatif H1 dapat diterima pada hopotesis nol H0 di tolak, artinya koefisien korelasi X dan Y signifikan
Konversi Lahan Sawah menjadi lahan Permukiman di Dusun SP II Desa Cemara Jaya Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dampak konversi lahan sawah menjadi lahan permukiman. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan metode penelitian secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan diketahui bahwa sebanyak 29 responden atau 69,04% yang tidak menyetujui terjadinya konversi lahan dan yang menyetujui sebanyak 13 responden atau 30,95% untuk dijadikan lahan permukiman. Adanya konversi lahan maka akan berdampak terhadap lingkungan, tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Selain itu konversi lahan pertanian juga akan menyebabkan keterbatasan sumberdaya alam dan pertumbuhan ekonomi yang ada di Dusun SP II Desa Cemara Jaya Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timu
Peran Etika Dan Profesi Kependidikan Dalam Membangun Nilai–Nilai Karakter Mahasiswa
Penelitian ini di latar belakangi oleh karakter-karakter mahasiswa yang harus dibangun untuk menyiapkan mereka menjadi Mahasiswa yang berakhlak baik dan sesuai dengan tuntutan zaman dalam pendidikan. Dalam hal ini upaya untuk dilakukan untuk membangun karakter mahasiswa dengan cara menempatkan perkuliahan Etika dan Profesi Kependidikan sebagai tempat untuk memberikan pendidikan karakter bagi mahasiswa. Mahasiswa yang professional bukan hanya untuk mengandalkan materi semata, namun kualitas karakter, perilaku dan menjunjung tinggi nilai – nilai etik profesi pendidikan dan untuk mampu mengimpelmentasikany
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pecahan Siswa Kelas VII SMP Islam 2 Kota Ternate
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatakan Hasil Belajar Matematika pada materi pecahan Siswa SMP Islam 2 Kota Ternate Kelas VII, merupakan jdul dari penelitian ini. Masalah poko dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika materi pecahan di SMP Islam 2 Kota Ternate pada siswa kelas VII. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Islam 2 Kota Ternate dengan jumlah 18 siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 9 siswi perempuan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu menggunakan tes yang terdiri dari tes awal, tes siklus I dan tes siklus I, dan barengi dengan observasi yang di lakukan kepada guru dan kepada siswa. Setalah melaksanakan penelitian peneliti melakukan analisis data, dari hasil analisis data tersebut diperoleh bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Islam 2 Koat Ternate Kelas VII. Dengan data pencapaian sebagai berikut, pada siklus I prosentase keaktifan belajar sebesar 68,3% dan prosentase ketuntasan klasikal sebesar 50%, dan sikluus II mmengalami peningkatan keaktifan sebesar 90% dengan ketuntasan klasikal sebesar 88%.Melalui model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII pada materi operasi perkalian pecahan semester ganjil tahun pelajaran 2021. Pada siklus I ini nilai rata-rata yang diperoleh siswa masih 55,5 dengan ketuntasan kalsikal 50%, pada siklus II nilai rata-rata lebih meningkat menjadi 82,7 dengan ketuntasan klasikal sebesar 88%
Soft Skills Communication and Cognitive Development of First-Year Purposive Communication Students
The importance of a student's soft skills communication in language learning, particularly in their cognitive development, cannot be overstated. These skills, in turn, provide the groundwork for the development of other characteristics related to students' personal and career development. The descriptive correlational study aimed to verify the significant relationship between soft skills communication and cognitive development of the First-year Purposive Communication students. The findings revealed that there is a very high level of soft skills communication with a mean of 4.35. While cognitive development has a mean score of 4.44 which entails a very high distinction. On the other hand, when it comes to determining the significant relationship, it was found out that there is indeed a great connection between the two variables with a relationship value of 0.51 while its significance has a value of 0.0000000867. As a result, it is suggested that soft skills communication will have the same impact on students' cognitive development. The findings of this study show that each student's soft skills communication attribute is distinctive, and it can be improved by applying the lessons learned in ways that promote cognitive development, such as providing performance-based, outcomes-based, and other related and appropriate activities that require them to apply what they've learned. Further, based on the findings, it is recommended that this soft skills communication be extended and developed to other English subjects in the higher education curriculum, particularly the syllabus and assessment to use, in order to achieve higher cognition