STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Modul Pada Materi Suhu Dan Kalor Berbasis Brain-Based Learning
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-modul berbasis Brain Based Learning untuk siswa kelas XI. Pembelajaran dengan E-modul membantu siswa untuk dapat belajar mandiri serta membantu memahami materi dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Kelayakan E-modul berbasis brain based learning materi suhu dan kalor diuji oleh 3 validator yang terdiri dari 3 rekan sejawat. Berdasarkan data hasil validasi oleh validator terhadap E-modul berbasis diperoleh keseluruhan rata-rata skor 3,6 dengan kategori sangat valid. Oleh karena itu, media pembelajaran E-modul berbasis brain based learning yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran
The Reflection of Social Problems in the Novels by S. Maugham
The article analyzes the impact of the social environment on human life, the struggle of man to find his place in society in the novels of the English writer W.S. Maugham, who lived on the threshold of two centuries and skillfully reflected the characteristics of both realism and romanticism in his work. The inner world of the heroes, the principles of their existence in society, the impact of the environment on human life, regardless of age, as well as serious problems such as human collisions with the environment in the prose examples of the writer who deeply understands the essence of the problems of man and society, pays attention to the socio-philosophical harmony of life and the world are the object of research. The struggle for life and rebellion of the heroes against the accepted laws of society were emphasized based on the author's novels such as “The Moon and Sixpence”, “Theatre”, “Cakes and Ale” , “Liza of Lambeth”. At the same time, the article identifies the forms of manifestation of human and social problems against the background of social features and reveals the mechanism of conflict. The attitude of various writers and critics to Maugham's work was also touched upon
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DANA DESA DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN DI DESA TUGUIS KACAMATAN LOLODA KABUPATEN HALMAHERA BARAT
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan dana desa (studi kasus di desa Tuguis kecamatan Loloda kabupaten Halmahera Barat), terkait pengelolaan dana desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan dan pertanggung jawaban, dan untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang mendukung efektivitas pemanfaatan dana desa dalam menunjang pembangunan di desa Tuguis kecamatan Loloda kabupaten Halmahera Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data alokasi dana desa (ADD) desa Tuguis untuk tahun anggaran 2016-2022 dan data terkait perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan dan pertanggung jawaban,. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara, serta studi kepustakaan selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis secara desktiptif Hasil penelitian menunjukan Pemanfaatan Dana Desa di desa Tuguis, mulai dari Mekanisme pengelolaaan dana desa yaitu perencanaan, Pelaksanaan dan juga pelaporan pertanggung jawaban sudah efektif ini dapat dilihat dari nilai skor untuk proses perencanaan indeks skor jawaban sebesar 67,7%, untuk proses pelaksanaan indeks skor jawaban sebesar 63,9%, dan untuk pelaopran pertanggung jawaban. indeks skor jawaban sebesar 64,8% secara keseluruhan Pemanfaatan Dana Desa di desa Tuguis, telah berperan bagi peningkatan pendapatan bagi masyarakat desa Tuguis kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Bara
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Kristen Dian Halmahera
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Kristen Dian Halmahera, (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran matematika materi sistem persamaan linear dua variable pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Kristen Dian Halmahera melalui model Problem Based Learning (PBL).
Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika sistem persamaan linear dua variabel siswa melalui model Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian ini terdiri dari 33 peserta didik, Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu perancangan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (evaluasi) hasil belajar.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPS 2 SMA Kristen Dian Halmahera. Pada proses pembelajaran hasil peneliti mengungkapkan adanya peningkaan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Skor rata-rata yaitu 60% pada tindakan siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 82%. menunjukkan bahwa perbandingan nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 22% yaitu dari Tindakan siklus I nilai rata-rata sebesar 60 menjadi 82 pada siklus II dengan total peningkatan sebesar 22%. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi sistem persamaan linear dua variabel meningkat dari kategori rendah menjadi tinggi disamping itu siswajuga lebih disiplin aktif dan bertanggung jawab dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
Pengaruh Model Pembelajaran Koperatif Tipe Student Team Achievent Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP BPD Tuguis Kabupaten Halmahera Barat.
Model pembelajaran kooperatif STAD merupakan pembelajaran kooperatif paling sederhana paling tepat digunakan bagi guru dan siswa yang baru mencoba pembelajaran kooperatif sintaks pembelajarannya paling sederhana dibandingkan dengan sintaks kooperatif tipe yang lain. Tahap awal sebelum melaksanakan kooperatif STADdimana dalam pnggunaan model ini diharapakan dapat memperbaikai hasil belajar yang mau dicapai.Hasil belajar merupakan suatu hal yang sangat penting artinya dari proses pembelajaran karena merupakan indikator keberhasilan proses belajar pembelajaran, berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi di SMP BPD Tuguis Kabupaten Halmahera Barat rata-rata siswa belum mencapai KKM yang di tetapkan karena sarana dan prasarana yang tidak menunjang serta keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran untuk itu diharapkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD hasil belajar siswa menjadi lebih meningkat dari sebelumnya. Pembelajaran kooperatif didasarkan asumsi belajar kooperatif STADadalah memotivasi siswa agar saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai materi pelajaran. Siswa dibiasakan saling mendukung teman satu timnya untuk melakukan yang terbaik dan menunjukkan norma bahwa belajar itu penting. akan bermakna apabila siswa aktif bekerjasama dan berbagi ide dengan siswa lainnya dalam menyelesaikan masalah Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh model STAD terhadap hasil belajar siswa di SMP BPD Tuguis Kabupaten Halmahera Barat dimana berdasarkan hasil uji anava posstest diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,030 ≤ 0,05
Keterampilan Dasar Mengajar Guru Sekolah Menengah Pertama di Kota Ternate
Pendidikan dikatakan ilmu pendidikan atau pedagogi merupakan disiplin ilmu yang terkait dengan proses pemeradaban, pemberbudayaan, dan pendewasaan manusia. Membangun hubungan antar manusia dengan manusia yang lain .Pendidikan dikatakan ilmu pendidikan atau pedagogi merupakan disiplin ilmu yang terkait dengan proses pemeradaban, pemberbudayaan, dan pendewasaan manusia. Membangun hubungan antar manusia dengan manusia yang lain .di Indonesia usia SMP adalah umur 13 tahun, walau untuk beberapa sekolah bisa saja umur 12 tahun. Selama tiga tahun ke depan, mereka akan resmi menjadi Siswa Menengah Pertama. Rentang usia siswa SMP tergolong ke dalam usia remaja awal. Sebetulnya, proses perubahan ke fase remaja awal ini sudah mulai dari usia 10 tahun, yaitu ketika anak-anak masih di SD. Namun, ada kemungkinan perubahannya belum terlalu signifikan. Pada masa-masa remaja awal dimana pada masa ini anak-anak memiliki rasa ingin tau dan rasa ingin mencoba-coba sesuatu baik negative maupun positif. guru memberikan arahan yang berupa saran atau pertanyaan, danmembuat simpulan dari hasil diskusi kelompok untukDalam keterampilan memberikan penguatan, keterampilan yang dikuasai guru adalah menggunakan penguatan nonverbal dengan menganggukkan kepala, memberikan senyuman terhadap respon positif siswa, dan memberikan token (simbol atau benda kecil).Keterampilanyang belum dikuasai adalah memberikan penguatan verbal dengan memberikan kata-kata/ kalimat yang berupa pujian, atau penghargaan
Pengembangan Profesi Guru Dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Meningkatkan kinerja guru akan mengembangkan profesi guru karna sangat penting dalam usaha peningkatan pengetahuan di Indonesia. Indonesia yang saat ini dalam tingkatan Negara berkembang harus memiliki sumber daya manusia yang tinggi. Sampai mampu menjadi Negara yang maju, dalam mewujutkan pekerjaan tersebut guru adalah salasatu profesi yang berwibawan dalam membangun dan juga memajukan sumber daya manusia. melainkan upaya ini, ada banyak tak terhitung belum bisa dikatakan profesional. sekiranya itu keseluruhan, adanya upaya ini kelihatan banyak sekali problemmatika yang ada pada meningkatkan kinerja guru. Gurudiindonesi belum mampu dikatakan profesional. Walau itu bukan keseluruhan adanya upaya dan solusi untuk menanggulai hal tersebut benar suda kelihatan terstruktur. Namun pengimplementasian masih belum dilancarkan, Sehingga guru hanya memenuhi tugas dengan apa yang ada
Identifikasi Pemanfataan Morfologi Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Mahasiswa Biologi STKIP Kie Raha Ternate
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan morfologi tumbuhan sebagai bahan dasar obat tradisional oleh mahasiswa biologi angkatan 2020. Morflogi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh pada tumbuhan. Secara morfologi Tumbuhan terdiri atas daun, batang, dan akar dan organ pelengakap seperti buah, bunga, dan daun pelindung. Karekteristik tumbuhan tumbuhan yang dapat dilihat adalah bagian-bagian daun, jenis-jenis daun, bentuk daun, letak daun, bentuk batang, arah tumbuh cabang, peracabangan, perakaran dan modifikasinya.. Tumbuhan memiliki manfaat sebagai obat yang sudah digunakan sejak dulu. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat sejak dulu disebut obat tradisional. Obat tradisional itu sendiri merupakan bahan ramuan dari bahan alami seperti hewan tumbuhan dan mineral yang sudah digunakan secara turun temurun. Jadi obat tradisioal adalah obat yang berasal dari bahan alami yang sudah digunakan secara turun temurun untuk pengobatan
Validitas Booklet Keragaman Jenis Belalang (Orthoptera) Di Persawahan Desa Beringin Kencana Kecamatan Tabunganen
Artikel ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan validitas booklet yang dikembangkan mengenai keragaman jenis belalang (Orthoptera) di persawahan Desa Beringin Kencana Kecamatan Tabunganen. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model Borg and Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas booklet oleh 2 orang validator ahli mendapatkan presentase rerata untuk aspek kelayakan isi sebesar 95,83%, aspek kesesuaian bahasa sebesar 100%, dan aspek kelayakan penyajian sebesar 97,92%. Sehingga diperoleh rata-rata dari ketiga aspek tersebut sebesar 97,91% dengan kategori sangat valid
PENGARUH FAKTOR KEPRILAKUAN ORGANISASI TERHADAP KEGUNAAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH
Tujuan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Dimana pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner yang disebarkan secara lansung kepada pegawai yang berada di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kepulauan Sula.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dukungan atasan bernilai positif sebesar 3,603 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari a = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dukungan atasan terhadap sistem akuntansi keuangan daerah, kejelasan tujuan bernilai positif sebesar 7,421 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari a = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif kejelasan tujuan terhadap sistem akuntansi keuangan daerah, pelatihan bernilai positif sebesar 1,056 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,035 lebih besar dari a = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan tidak berpengaruh terhadap sistem akuntansi keuangan daerah pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kepulauan Sula