STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
    373 research outputs found

    Survei Kecepatan Tendangan Sabit Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan tendangan sabit Pencak Silat Pada Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, sedangkan teknik dan pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran, sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga yang berjumlah 20 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, maka kecepatan tendangan sabit Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate bahwa tingkat kecepatan tendangan sabit dalam pencak silat pada Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate masuk dalam kategori cukup dan kurang. Diketahui kecepatan tendangan sabit kaki kanan Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate ada 9 mahasiswa (45%) dalam kategori cukup, 9 mahasiswa (45%) dalam kategori kurang, 1 mahasiswa (5%) dalam kategori baik, 0 mahasiswa (0%) dalam kategori baik sekali, dan 1 mahasiswa (5%) dalam kategori kurang sekali. Sedangkan untuk kecepatan tendangan sabit kaki kiri hasilnya ada 8 mahasiswa (40%) dalam kategori cukup, 10 mahasiswa (50%) dalam kategori kurang, 0 mahasiswa (0%) dalam kategori baik, 0 mahasiswa (0%) dalam kategori baik sekali, dan 2  mahasiswa (10%) dalam kategori kurang sekali

    Karakteristik Morfologi Bunga Kertas (Bougenville)

    No full text
    Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan sruktur tubuh bagian luar dari tumbuhan. morfologi berasal dari bahasa latin yaitu,morphus yang artinya bentuk-bentuk dan logos yang berarti ilmu. Morfologi berbada dengan anatomi tumbuhan, morfologi mempelajari bagian luar tumbuhan sedangkan anatomi mempelajari bagian dalam tumbuhan. Morfologi dari suatu jenis tumbuhan merupakan salah satu ciri yang mudah di temukan (jones dan loucsinger, 1987.kemudian Bunga kertas ( bougenfille) adalah salah satu tanaman hias yang mudah di jumpai di pekarangan rumah dan di berbagai tempat. Bunga ini tergolong tanaman semak-semak karena memiliki batang keras. Tanaman bunga kertas ini berasal dari amerika selatan akan tetapi banyak di jumpai di indonesia dan dijadikan tanaman hias karena warna bungan yang beragam dan indah

    Meningkatkan Minat Belajar Fisika Peserta Didik MAS Nurul Jihad Tului Melalui Media Online Berbasis Clasroom

    No full text
    Minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan belajar peseta didik. Disamping itu minat belajar juga dapat mendukung dan mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah, Namun Sejak pandemi corona COVID-19 melanda dan nyaris melumpuhkan semua aktivitas masyarakat sehingga mendorong pemerintah untuk membatasi aktifitas masyarakat termasuk di dunia Pendidikan. Untuk itu pemerintah memberlakukan kegiatan pembelajaran berbasis online. Hal ini tentu pelaku Pendidikan (guru) harus cepat melakukan inofasi pembelajaran guna tetap menjaga dan selalu mendorong peserta didik dalam memahami pelajaran yang diberikan. Penggunaan media pembelajaran berbasis online diantaranya google classroom sebagai solusi untuk memediasi proses pembelajaran antara guru (pemberi informasi) dengan peserta didik (penerima informasi). Penggunaan google classroom merupakan salah 1 (satu) media online yang tidak terlalu rumit untuk digunakan dan juga tidak membutuhkan proses instalasi permanen dan rumit. Permasalahn dalam penelitian ini adalah (1)  Bagaimana proses pembelajaran yang menggunakan Google Classroom pada pembelajaran fisika peserta didik MAS  Nurul Jihad Tidore Kepulauan?, (2) Apakah penggunaan media pembelajaran online berbasis Google Classroom dapat meningkatkan minat belajar peserta didik kelas XI MAS Nurul Jihat Tidore Kepulauan?. Untuk mewujudkan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengatahui gambaran kegiatan pemlajaran fisika  pada peserta kelas XI MAS Nurul Jihat Tidore Kepulauan melalui media online google classroom! (2) Untuk mengetahui peningkatan minat belajar peserta didik kelas kelas XI MAS Nurul Jihat Tidore Kepulauan melalui media online Google Classroom!. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tindakan kelas. Dengan subjek penelitian seluruh peserta didik kelas XI MAS Nurulu Jihat Tidore Kepulauan. Dalam upaya menjawab permasalahan penelitian, maka instrument yang digunakan adalah lembar pengamatan, angket dan lembar wawancara. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tri angulasi. Berdasarkan analisis data hasil observasi, angket dan wawancara diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan google classroom sangat diminati peserta didik dan terjadi peningkatan minat belajar peserta didik yang sangat siginifikan pada siklus 1 sebesar 47% menjadi 69%. Pembelajaran menggunakan google classroom perlu memperhatikan beberapa hal diantaranya ketersediaan jaringan internet dan penyiapan Fasilitas, baik oleh pemerintah melalui sekolah maupun oleh orang tua peserta didik

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Himpunan Di MTs AN-Nur Susupu

    No full text
    Saat ini pelaksanaan pembelajaran di MTs An-nur Susupu khususnya pada mata pelajaran matematika menggunakan metode pembelajaran langsung. Pada pembelajaran ini, peran guru sangat dominan dan cenderung guru hanya sebagai pentransfer pengetahuan dan informasi kepada siswanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran seperti ini, membuat siswa merasa jenuh dan bosan sehingga siswa tidak termotivasi untuk belajar. Hasil ini mengakibatkan dalam diri siswa tidak terjadi perubahan sehingga berdampak hasil belajar menjadi rendah. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII MTsAn-nur Susupu. Dalam usaha meningkatkan hasil belajar, penulis menerapkan metode pembelajaran Problem Solving pada pokok bahasan Himpunan. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII Mts An-nur Susupu. Adapun metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan II siklus terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Tehnik pengumpulan data digunakan observasi, tes awal, tes siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Peningkatan hasil belajar siswa pada materi himpunan setelah diterapkan model pembelajaran Problem Solving berkualifikasi amat baik 68,75%, kualifikasi baik 25%, kualifikasi cukup 6,25%, kualifikasi kurang 0%, dan kualifikasi sangat kurang juga 0% atau tidak ada. 2). Peningkatan hasil belajar siswa pada materi himpunan setelah diterapkan model pembelajaran Problem Solving dengan menggunakan rumus N-gain diperoleh nilai rata-rata pretest dan nilai posttest 84,68 peningkatan sebesar 17,81yang menunjukan bahwa peningkatan berada pada interperensi tinggi

    Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatiftipe Jigsaw Pada Materi Matriks

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi matriks dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw kelas XI-B MA Muhammadiyah Pabos.Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada tahap prasiklus, ketuntasan belajar mencapai 31,25% dengan nilai rata-rata 66,87. Pada siklus I setelah dilaksanakan tindakan, ketutasan belajar peserta didik meningkat menjadi 56,25% dengan nilai rata-rata 74,56. Sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu 81,25%, dengan nilai rata-rata 80,56. Dari tiga tahap tersebut jelas bahwa ada peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dibandingkan dengan hasil belajar sebelumnya

    PENGARUH BAURAN PEMASARN (MARKETING MIX) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN

    No full text
      Competition in the increasingly competitive world of marketing requires marketers to continue to give more to consumers in increasing competitiveness. To meet the needs and desires of consumers, one of the business fields that continues to grow is the field of technology and communication, namely smartphone or cellular phone users. With tight business competition, marketing tools such as marketing mix are needed. This study aims to determine the magnitude of the influence of the marketing mix on consumer satisfaction in the city of Ternate. The research method uses a survey with a questionnaire as a data collection tool. Samples were taken using a simple random sampling technique which resulted in 55 respondents. The data were processed using multiple regression analysis techniques. The results showed that: (1) it was empirically proven that product (X1), price (X2), distribution (X3), promotion (X4), and process had a significant effect on customer satisfaction; This means that the better the product, price, distribution, promotion and process, the customer satisfaction will increase. (2). Physical appearance (X5) and People (X6) which are empirically proven have no effect on consumer satisfaction; it means that physical and human appearance has no significant effect on customer satisfaction. Thus, the findings of this study prove that physical appearance (X5) and people (X6) are the main factors in buying a product, but the most important thing is the quality of the product itself which is in accordance with its function. Keywords: Marketing mix, Consumer Satisfaction &nbsp

    Survei Ketepatan Servis Fourheand dalam Permainan Tenis Meja Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi teknik dasar servis forehand dalam permainan tenis meja Pada Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey sedangkan teknik  dan pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran, sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate yang berjumlah 25 orang mahasiswa Berdasarkan hasil penelitain teknik dasar ketepatan servis forehand dalam permainan tenis meja Pada Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate bahwa tingkat akurasi servis forehand dalam permainan tenis meja Pada Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate masuk dalam kategori “cukup” hal ini di ketahui dari tingkat akurasi atau ketepatan servis forehand dalam permainan tenis meja meja Pada Mahasiswa Putra Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate adalah sebanyak 3 orang mahasiswa atau dengan angka presentase sebesar 12% masuk dalam kategori “sangat baik”  dan sebanyak 5 orang mahasiswa atau denag angka presentase sebesar 20% masuk kategori “baik” dan terdapat 12 orang mahasiswa atau dengan angka presentase sebesar 48% yang masuk dalam kategori “cukup” dan terdapat sebanyak 3 orang mahasiswa atau dengan angka presentasesebesar 12% yang masuk dalam kategori “kurang” dan terdapat 2 orang mahasiswa dengan angka presentase sebesar 8% yang masuk dalam kategori “sangat kurang

    Pembelajaran Karakter

    No full text
    Karakter pendidikan, itu benar-benar diperlukan tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah, di lingkungan sosial. Acara sekarang ini tidak lagi karakter peserta pendidikan anak usia dini hingga remaja tetapi juga orang dewasa. Mutlak diperlukan untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Kompetisi membayangkan apa yang akan muncul di tahun-tahun berikutnya.             Obviusly itu akan menjadi beban kita dan orang tua untuk hari ini. Pada saat itu, anak-anak akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekan dari berbagai negara di seluruh dunia. Bahkan kita masih akan bekerja kedepannya akan merasakan perasaan yang sama. Menuntut kualitas sumber daya manusia di milenium mendatang tentunya membutuhkan karakter yang baik. Namun, karakter adalah tujuan individu kunci

    Pentingnya Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik SMP Negeri 3 Kota Ternate

    No full text
    Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi sarana penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih efektif dan efesien. Namun di balik itu menjadi tuntutan besar bagi para dosen/guru untuk mengembangkan kemampuan dalam menguasai teknologi dan media pembelajaran. Peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar sangat penting dilaksanakan oleh para pendidik saat ini, karena peranan media pembelajaran dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima dan melalui media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik untuk menjelaskan sesuatu yang disampaikan oleh pendidik. Oleh karena itu, dosen/guru dituntut untuk menggunakan media di dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara guru dengan peserta didik. Selain itu, media dapat berperan untuk mengatasi kebosanan dalam belajar di kelas. Jadi media pembelajaran adalah salah satu metode dalam mengatasi segala macam personalan dalam mengajar, bukan saja mengatasi persoalan, namun media pemberi pembelajaran member berbagai informasi yang komprehensip kepada peserata didik

    Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Sanana Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Sub Pokok Usaha Dan Energi

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas (PTK) yang dilaksanakan dikelas VIII SMP Negeri 1 Sanan melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Sub Pokok Usaha dan Energi pada mata pelajaran fisika yang berjumlah 20  peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa :Aktivditas Belajar siklus I kategori sangat baik 20% terdiri dari 4 pesertadidik, kategori baik40% terdiri dari 8 peserta didik, kategori cukup baik 35% terdiri dari 1 peserta didik, karegori kurang baik 5% terdiri dari 3 peserta didik, siklus II kategori sangat baik 85% terdiri dari 17 peserta didik, kategori baik 15% terdiri dari 3 peserta didik,cukup kategori cukup baik 0% dan kategori kurang baik 0%. Sedangkan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Sananayang dicapai setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yaitu : (1). Siklus I berada pada kategori Sangat baik 25% atau 5 peserta didik, kategor i baik 50% atau 10 peserta didik, kategori cukup baik 15% atau 3 pesertadidik dan kategori kurang baik 10% atau 2 peserta didik. Siklus II kategori sangat baik 90% atau 18 peserta  didik, kategori baik 10% atau 2 peserta didik, kategori cukup baik 0% dan kurang baik 0%. ketelitian peserta didik dalam menjawab dan mengerjakan soal-soal mengalami peningkatan.Hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan memahami peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Sanana dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah mengalami peningkata

    0

    full texts

    373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇