STKIP Kie Raha Ternate Online Journal System
Not a member yet
373 research outputs found
Sort by
Unravelling the Swear Words Uttered by the Characters in Suicide Squad Movie from Pragmatic Perspective
Nowadays, the use of profanity is becoming more widespread, and it seems to be particularly common among teenagers. However, swear words do not have a fixed, universal meaning, as their usage is context-dependent and pragmatic. A single swear word can have multiple meanings and functions depending on the situation. This study aims analyze the pragmatic purposes behind their usage, based on the themes proposed by Ljung in 2011. The research adopts a qualitative content analysis method since the data comprises the characters' spoken words in the movie. The data collection process involves gathering relevant information about swear words, and once sufficient material is obtained, the movie is rented from YouTube. The data analysis steps involve data reduction, data displaying, and finally drawing conclusion. The findings reveal that the functions of the swear words, replacive swearing emerges as the most frequently used function among the characters, followed by name-calling, and the third are expletive interjection, and emphasis with the same occurrence frequency, anaphoric use of epithet, adjectives of dislike, and the last are unfriendly suggestions, as well as adverbial/adjectival intensifiers which share the same occurrence frequency. The results indicate that swear words are heavily used in the Suicide Squad movie. This research provides a rich theoretical and empirical framework for future research, especially concerning the study of swear words
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan kemapuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Islam Samargalilah Labuha Kabupaten Halmahera Selatan
Pendidikan dipercaya sebagai usaha yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya. Dengan pendidikan maka sebagai seorang individu yang tidak berdaya pada saat permulaan kehidupan mampu menjadi suatu pribadi yang berdiri sendiri (mandiri) dan sebagai warga Negara atau masyarakat. Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai kebehasilan dalam perkembangan anak. Jika hal ini dibiarkan maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami materi dan motivasi dalam diri peserta didik untuk belajar lambat laun akan menurun. Dari pendapat di atas menunjukkan bahwa memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), guna mengetahui Pembelajaran Kooperatif tipe NHT untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta didik Kelas VII SMP Islam Samargalilah Labuha. Berdasarkan hasil penelitian Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Islam Samargalilah Labuha. Rerata klasikal persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada siklus I skor rerata klasikalnya sebesar 58,5 hasil belajar ini belum memusakan, pada siklus II rerata klasikal menjadi 75,5 dengan hasil ini maka sudah sesuai dengan belajar tuntas
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MATERI HAK DAN KEWAJIBAN DI SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING SISWA KELAS III SD NEGERI 26 KOTA TERNATE
Tujuan dan proses pembelajaran secara umum adalah mengebangkan tiga ranah kognitif, efektif, dan psikomotor. Pembelajaran PKn pengembanganya lebih ditekankan pada ranah yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan berkembang dalam tatanan kehidupan manusia indonesia, sehingga dalam pembelajaran PKn diharapkan guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang memupuk interaksi, hubungan sosial dan kerja sama antara sesame siswa, salah satunya adalah metode Role Playing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Role Playing guna untuk meningkatkan hasil belajar PKn materi hak dan kewajiban di sekolah pada siswa kelas III SD Negeri 26 Kota Ternate.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri 26 Kota Ternate. Penelitian ini didesain dalam dua siklus. Prosedur dalam setiap siklus mencakup tahap-tahap: penerapan tindakan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keaktifan tindakan pada setiap siklus diukur dari hasil observasi dan tes hasil belajar PKn. Data hasil observasi mendeskripsikan nilai tes antar siklus hingga hasilnya dapat mencapai batas tuntas yang ditentukan, yaitu menimal 80% siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan memperoleh nilai 70 atau lebih sebagai batas kriteria ketuntasan minimal. Hasil penelitian menunjukkan setelah diterapkan metode Role Playing siswa yang memperoleh nilai lebih besar sama dengan 70 secara klasikal pada siklus I sebanyak 18 orang siswa dan tuntas belajar 8 siswa 44,44% dengan nilai rata-rata 6,05% Belum mencapi KKM 10 siswa 55,55% atau hasil belajar yang diperoleh pada tes awal, kemudian lanjut pada siklus II, siswa yang tuntas belajarnya meningkat menjadi 15 orang siswa atau sekitar 83% dengan nilai rata-rata 76.11. Berdasarkan tindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Role Playing pada pokok bahasanya hak dan kewajiban di sekolah pada siswa kelas III SD Negeri 26 Kota Ternate hasil belajar siswa mengalami peningkata
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MODEL ROLE PLAYING SISWA KELAS IV SDN SEKOM KABUPATEN KEPULAUAN SULA
Tujuan dari penelitian ini adalah (a) Menganalisis dan mendeskripsikan proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui model role playing siswa kelas IV SDN Sekom Kabupaten Kepulauan Sula.(b) Menganalisis dan mendeskripsikan hasil pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui model role playing siswa kelas IV SDN Sekom Kabupaten Kepulauan Sula. Berdasarkan latar belakang pemikiran di atas yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimanakah proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui metode role playing siswa kelas IV SDN Sekom Kabupaten Kepulauan Sula? (b) Bagaimanakah hasil pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui model role playing siswa kelas IV SDN Sekom Kabupaten Kepulauan Sula?. Skor rata-rata sebelum dilakukan tindakan sebesar 69,00 setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I menjadi 76,80, dan setelah pelaksanaan tindakan pada siklus II menjadi 89,07. Kenaikan skor rata-rata mulai dari pratindakan hingga siklus I sebesar 7,8 atau 26%. Peningkatan skor rata-rata mulai dari siklus I hingga siklus II sebesar 12,27 atau 40,9%
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KANTONG BILANGAN PADA MATERI OPERASI HITUNG SISWA KELAS II SD NEGERI 29 HALMAHERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan media kantong bilangan pada siswa kelas II SD Negeri 29 Halmahera Barat. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menggunakan model Suharsimi Arikunto yang meliputi perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi pada setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II di SD Negeri 29 Halmahera Barat, yang berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan adalah ≥65% dari jumlah peserta didik telah mencapai KKM yang ditentukan yaitu 65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media kantong bilangan pada mata pelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 29 Halmahera Barat. Saat belum diberikan tindakan, nilai pembelajaran matematika siswa kelas II SD Negeri 29 Halmahera Barat hanya 3 siswa yang tuntas dengan presentasi (20%). Kemudian Pada kegiatan tindakan siklus I terjadi peningkatan, yaitu sebanyak 4 siswa yang tuntas dengan presentasi (26,66 %) pada pertemuan 1 dan meningkat pada pertemuan 2 sebanyak 6 siswa yang tuntas dengan presentasi (40%). Kemudian pada siklus II pertemuan 1 sebanyak 9 siswa yang tuntas dengan presentasi (60%) dan meningkat pada pertemuan 2 sebanyak 13 siswa dengan presentasi (86,66%) berhasil mencapai nilai ketuntasan. Nilai rata-rata hasil belajar dari pra tindakan sampai siklus II juga mengalami peningkatan yaitu dari 36 kemudian pada siklus I nilai rata-rata 42,66 menjadi 5,200 dan pada siklus II nilai rata-rata 7,066 menjadi 8.000
Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai dan Kelentukan Sendi Panggul dengan Kecepatan Tendangan Sabit Pada Pesilat SMI Pulau Morotai
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya ledak otot tungkai, dan kelentukan sendi panggul dengan kecepatan tendangan sabit pada pesilat SMI Pulau Morotai. Penelitian ini menggunakan variable bebas (daya ledak otot tungkai dan kelentukan sendi panggul) serta variable terikat (kecepatan tendangan sabit). Dengan subyek penelitian adalah pesilat SMI Pulau Morotai, dengan sampel berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen daya ledak otot tungkai menggunakan vertical jump, kelentukan sendi panggul menggunakan front split dan kecepatan tendangan sabit dengan menendang kearah sandsack. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi berganda dan analisis regresi ganda dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa (1) Ada hubungan yang signifikan antara daya ledak otot tungkai dengan kecepatan tendangan sabit dengan hasil koefifien korelasi 0,587, lebih besar dari batas penolakan 5% = 0,333. (2) Ada hubungan yang signifikan antara kelentukan sendi panggul dengan kecepatan tendangan sabit dengan hasil koefisien korelasi 0,489 lebih besar dari batas penolakan 5% = 0,333. (3) Ada hubungan yang signifikan antara daya ledak otot tungkai dan kelentukan sendi panggul secara bersama-sama terhadap kecepatan tendangan sabit dengan hasil uji Fhitung = 11,196 lebih besar dari dengan taraf signifikan 5% = 3,2
The Use of VOA to Improve the Listening Skills of the First Semester Students of English Education Program of STKIP Kie Raha Ternate
This research aimed to investigate whether or not the students’ listening skills can be developed through VOA. Based on the result of the teaching and learning process especially in the listening subject, The researcher found that many students still had difficulty recognizing the sound of words, the meaning, and the content in English when hearing the spoken version. These indicate that the student's ability in listening comprehension is still low. The population in this study was all students of the English Department Program. They are 53 students who registered for the 2022/2023 academic years. The sample was taken from first-semester students, they are 13 Students. To collect the data, the researcher used a test. Based on the findings and discussion, the researcher concludes that: The data show that the students' listening effectiveness before and after the treatments is a significant difference. It was found in the students' post-test was higher than the pre-test, which proved that the use of VOA in teaching listening skills contributed to the students' being more effective in listening to English. And using VOA can improve the students' listening ability even though the results of them are different. It can be seen through their increasing score from pre-test to post-test
Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Learning Cycle Pada Siswa Kelas XI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model Learning Cycle dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas XI SMA Negeri 8 Halmahera Selatan semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 dengan satuan eksperimen adalah kelas X sebanyak 28 orang siswa yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan desain The One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan cara Multistage Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respons siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata hasil belajar matematika siswa sebelum diterapkan model Learning Cycle adalah 23,75 dan berada pada kategori sangat rendah dengan standar deviasi 8,204., sedangkan skor rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model Learning Cycle adalah 77,21 dengan standar deviasi 9,359 dimana skor terendah adalah 54 dan skor tertinggi adalah 92. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa 25 siswa atau 89,29% mencapai ketuntasan individu dan 3 siswa atau 10,71% tidak mencapai ketuntasan individu. Ini berarti ketuntasan secara klasikal tercapai dengan nilai gain ternormalisasi yaitu 0,70 berada pada kategori tinggi. (3) aktivitas siswa berada pada kategori baik. (4) angket respons siswa menunjukkan bahwa respons siswa terhadap pembelajaran melalui model Learning Cycle positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle efektif dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas XI SMA Negeri 8 Halmaera Selatan
Pengaruh Olahraga Terhadap Kesehatan Mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia
Humans live with hundreds of complex immune systems with hundreds of components that support and work together to protect each other's members and body functions. To maintain health, humans need to increase self-awareness in carrying out physical activities. Physical fitness is a person's main point in achieving optimal health, when health and exercise are balanced, their involvement will be mutually beneficial, the results of persistent exercise can increase a number of positive things in the body, for example, when humans are experiencing a lot of stress, psychological health can reduce brain function, however exercise will improve the performance of brain function and the body's immune system, of course it will eliminate stress, not only that, exercise can reduce cholesterol levels in the body, exercise is not about lifting heavy equipment and physical activities that are full of stress, but exercise can be simplified by brisk walking, exercise, running and cycling. The results of a person's physical training will definitely experience significant differences, depending on the time and habits of the individual in training their physical body. Because the more frequently and regularly you exercise, the higher your individual productivity and fitness will be. So the aim of this research is to find out how important the influence of sport is on the health of students at the Faculty of Sports and Arts Education.Manusia hidup dengan ratusan sistem kekebalan tubuh yang kompleks dengan ratusan komponen menopang dan berkeja sama untuk saling melindungi anggota serta fungsi tubuh. Untuk menjaga kesehatan, manusia perlu meningkatkan kesadaran diri untuk melakukan aktifitas fisik. Kebugaran jasmani adalah poin utama seseorang dalam mencapai kesehatan yang optimal, ketika kesehatan dan olahraga diimbangkan maka keterlibatannya akan saling menguntungkan, hasil latihan yang ditekunkan mampu meningkatkan sejumlah hal positif dalam tubuh diantaranya ketika manusia sedang mengalami banyak tekanan maka kesehatan psikologis dapat menurunkan fungsi otak, namun adanya olahraga, akan meningkatkan kinerja fungsi otak serta sistem daya tahan tubuh tentunya menghilangkan stress , tidak hanya itu olahraga dapat menurunkan kadar kolestrol yang ada dalam tubuh, olahraga bukan tentang mengangkat alat berat dan aktifitas fisik yang penuh dengan tekanan, tetapi olahraga dapat disederhanakan dengan cara jalan cepat, senam, lari dan bersepeda. Hasil latihan fisik seseorang pasti akan mengalami perbedaan yang signifikan, tergantung pada waktu dan kebiasaan individu dalam melatih fisik tubuhnya. Sebab semakin sering dan rutin berolahraga maka produtivitas dan kebugaran individu akan semakin tinggi. Maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa penting pengaruh olahraga terhadap kesehatan mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesenia
Karakteristik Butir Soal Pas Matematika SMA Kelas X
Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan setelah selesai semester. Hasil tes seringkali disalahtafsirkan terkait kemampuan peserta didik. Akibatnya peserta didik yang berkemampuan tinggi akan menjadi rendah dan kemampuan rendah menjadi tinggi akibat instrumen yang digunakan tidak dapat memberikan informasi dengan baik. Penilaian akhir semester selalu dilakukan setiap ahkir pembelajaran selama satu semester. Hasil penilaian akhir semester akan dilakukan analisis butir soal untuk mengetahui apakah butir soal sudah sesuai atau belum.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana karakteristik butir soal yang digunakan dalam pelaksanaan tes penilaian akhir semester. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskkripsi kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA IT Albina Kota Ternate sebanyak 28 peserta. Instrumen pengumpulan data berupa lembar jawaban dan kunci jawaban. Jumlah butir soal yang dianalisis adalah sebanyak 20 butir soal pilihan ganda. Analisis data berupa analisis butir dengan pendekatan rasch model bantuan software winstep.
Hasil analisis butir soal menunjukan bahwa terdapat 9 butir soal yang fit dengan model rasch. Butir dikatakan fit dengan model rasch apabila memenuhi kriteria nilai (MNSQ) 0,5 < MNSQ < 1,5 nilai (Pt Mean Corr) 0,4 < Pt Measure Corr < 0,85, dan Nilai Outfit Z-standard (ZSTD) -2,0 < ZSTD < +2. Tingkat kesulitan butir soal menunjukan bahwa butir dikatakan memenuhi kiteria apabilamemiliki tingkat kesukaran -2 ≤ b ≤ +2. Indeks kesukaran yang memenuhi adalah sebanyak 18 butir soal. Rata-rata kemampuan peserta didik dalam menjawab soal matematika adalah sebesar 6,9. Artinya bahwa kemampuan peserta didik dalam menjawab butir dengan benar masih cukup rendah. Fungsi informasi tes menunjukan bahwa tes dapat dikerjakan dengan baik oleh peserta didik yang memiliki kemampuan sedang