Publica Indonesia Utama
Not a member yet
    293 research outputs found

    Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Pasca Amandemen UUD NRI 1945

    Get PDF
    Buku “Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Pasca Amandemen UUD NRI 1945” ini membahas tentang Konsep Demokrasi, Kedaulatan Rakyat dan Sistem Pemilu, serta memberikan gambaran Bagaimana Penerapan Sistem Proporsional Terbuka Pasca Amandemen UUD NRI tahun 1945. Mengingat pembahasan dalam buku ini yang sangat komprehensif terkait penerapan sistem proporsional terbuka pasca amandemen UUD NRI 1945, maka sangat cocok untuk dijadikan bahan referensi dan diskusi bagi para pegiat kepemiluan, praktisi politik, dan hukum tata Negara.Buku yang berada di tangan pembaca ini tersusun dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya para pemerhati isu kepemiluan dan Hukum Tata Negara. Kepada penulis saya berpesan untuk teruslah belajar agar bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi di masa yang akan datang

    Developing a Model of Scoring Rubric of Authentic Assessment for English Teachers at Senior High Schools in Indonesia

    Get PDF
    Language authentic assessment emphasizes the language production ability more than theory only (linguistics competence) in daily communication to meet various needs of the students. Since most of the teachers especially in Lubuklinggau South Sumatera were still unfamiliar with authentic assessment ( based on the preliminary study by the researcher), therefore, it was important to familiarize them to enable them in assessing the learners authentically and properly, especially in English based on K-’13 curriculum requirements.During conducting this research, English teachers seemed so thankful to have such a chance to know and experience much about the authenticity of learning that was biased from learning assessment. They can state now that good learning producing by good assessment, authentic assessment conditioning authentic learning, which lies not only on the product but much more important lies on the process.It is hoped, this guidebook can be useful for not only English teachers but also for other subject matter teachers, to run the proper assessment eligibly towards the learners during the learning process in the continuum. The practical guidebook is also usable for not only senior high school teachers but also the other different level schools, as a basis to develop their scoring rubric based on K-’13 curriculum claims

    Islamic Homeschooling di Indonesia

    Get PDF
    Perkembangan homeschooling telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orangtua yang memilih untuk mengajar anak-anak mereka di rumah sebagai alternatif dari pendidikan formal. Salah satu alasannya, orangtua ingin memberikan pendidikan yang lebih personal dan fleksibel kepada anaknya, di samping itu ada kekhawatiran terhadap lingkungan sekolah yang tidak aman. Homeschooling dalam konteks Indonesia merupakan pendidikan alternatif di mana anak-anak belajar di rumah dengan bimbingan orangtua atau tutor profesional, bukan di sekolah formal dan dilakukan secara independen oleh keluarga, dengan materi pembelajaran yang dipilih sesuai dengan kebutuhan anak &nbsp

    Menguji Loyalitas Umat terhadap Fatwa: Studi Kasus Persepsi Masyarakat Muslim Ponorogo terhadap Fatwa Haram Bunga Bank

    No full text
    Buku ini mencoba untuk mengungkap kembali catatan penting dalam sejarah perbankan Indonesia pada akhir tahun 2003, yaitu dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang status bunga bank. Berdasarkan hasil Rakernas MUI tangga 14-16 Desember 2003, Komisi Fatwa MUI menerbitkan fatwa bahwa bunga bank adalah riba (haram) yang kemudian disahkan tanggal 22 Desember 2003. Diterbitkannya fatwa bahwa bunga bank adalah riba nasi’ah yang diharamkan oleh MUI menjadi salah satu pendorong pelaksanaan perbankan syariah di Indonesia. Kini, setelah kurang lebih 15 tahun dari dikeluarkannya fatwa MUI tersebut, ternyata fakta di lapangan masih banyak umat muslim yang masih berhubungan dengan lembaga riba tersebut. Dari fakta di atas dapat disimpulkan, bahwa pasca keluarnya fatwa MUI pada tahun 2003 tentang haramnya bunga bank kurang membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Hal ini juga menggambarkan bahwa adanya fatwa tersebut tidak berpengaruh kepada masyarakat muslim khususnya, untuk berhijrah dari bank berbasis riba ke bank syariah. Penduduk Indonesia dengan mayoritas muslim, dengan adanya fatwa tersebut seharusnya mampu berperan banyak dan dapat dijadikan pegangan umat dalam memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi yang berkaitan dengan muamalah maupun ibadah.  Berdasarkan kasus tersebut, tulisan dalam buku ini berupaya mengungkapkan bagaimana persepsi umat Islam Ponorogo terhadap fatwa bunga bank yang diterbitkan MUI. Selain persepsi, peneliti juga berupaya mengungkapkan bagaiamana loyalitas umat Islam Ponorogo dalam mengimplementasikan fatwa tersebut dalam kehidupan bermuamalah

    Tanggung Jawab Negara dalam Penanganan Aset Tindak Pidana

    Get PDF
    Buku ini merupakan hasil kolaborasi peneliti hukum sebagai tindak lanjut dari penelitian tahun 2020 berjudul Politik Hukum Perampasan Aset Tindak Pidana. Penulis buku ini merupakan bagian Tim Penelitian tersebut yang dilakukan bersama dengan Puteri Hikmawati, S.H., M.H. dan Dr. Lidya Suryani Widayati, S.H., M.H. Pada penelitian tersebut, penulis mempunyai fokus pada peran negara dan kewenangan lembaga penegak hukum dalam perampasan aset. Fokus ini telah dikembangkan oleh penulis berdasarkan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah mengenai penanganan aset tindak pidana dalam sistem penegakan hukum pidana. Karenanya, buku ini menjelaskan penanganan aset ditinjau dari perspektif tanggung jawab negara, dengan melihat keterhubungan antara keuangan negara, aset tindak pidana, dan penegak hukum. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.  Hal ini mengingat negara mempunyai tanggung jawab konstitusional sebagai konsekuensi dari berdirinya suatu negara harus memenuhi empat unsur, yaitu wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat, dan pengakuan internasional. Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilepaskan dari negara dari dampak tindak pidana ini. Beberapa hal tersebut menunjukkan pengembalian aset mempunyai peran penting dalam pemulihan keuangan negara dari dampak tindak pidana ini. Namun, penegakan hukum ini mempunyai kelemahan secara hukum (de jure), karena Indonesia belum mempunyai undang-undang tentang perampasan aset/pemulihan aset, meskipun aset hasil tindak pidana ini telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Pada saat buku ini disusun, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset masuk dalam Program Legislasi Nasional 2020-2024 dan telah diusulkan untuk masuk sebagai RUU Prioritas Tahun 2022. Semoga hadirnya buku ini bisa memberikan warna bagi pembangunan hukum di Indonesia, yang berkaitan dengan aset tindak pidana. Semoga buku ini juga bisa menjadi panacea bagi pembaca untuk memahami politik hukum dan pilihan kebijakan hukum sehubungan dengan aset tindak pidana

    Dinamika Pendidikan Islam Minoritas: Eksistensi, Kontestasi dan Konvergensi

    No full text
    Penelitian ini mengungkap adanya perkembangan dan kemajuan pendidikan Islam yang signifikan di suatu daerah yang notabene mayoritas Kristiani. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas tentang dinamika pendidikan Islam minoritas di Nusa Tenggara Timur yang fokus pada analisis eksistensi, kontestasi dan konvergensi pada pergerakan Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) yang telah berdiri sejak tahun 1987. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi pendidikan, penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) sebagai minoritas telah mampu mempertahankan eksistensi, berkontestasi, dan mencari titik konvergensi dengan penduduk mayoritas yang notabene Kristiani di Nusa Tenggara Timur. Hal itu disebabkan karena ia memiliki sikap terbuka dalam mendefinisikan pemikiran yang inklusif, toleran, dan fairness dalam konteks kehidupan sosial yang plural. Realitas empirik itu selaras dengan pendapat Gry Hvass Pedersen (2016) dan Brooks (2018) bahwa komunitas muslim sangat mampu mempertahankan eksistensi bahkan lebih dari itu sebagai kaum minoritas bila memiliki sifat terbuka dan mampu mendefinisikan ideologinya, mengekspresikan agama secara adaptif, selektif menggunakan simbol identitas, dan terpenting adalah bisa menyajikan kebutuhan masyarakat. Secara otomatis temuan ini membantah pendapat Kinloch (1979) yang menurunkan optimisme kelompok dengan mendefinisikan kaum minoritas sebagai kaum lebih rendah yang sudah pasti memiliki cacat secara fisik maupun mental sehingga dengan mudah tereksploitasi dan didiskriminasi, yang pada akhirnya tidak dapat bertahan apalagi memiliki kekuasaan. &nbsp

    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Masyarakat Pluralistik

    No full text
    Buku ini mengungkapkan bahwa semakin mengadopsi materi agama nonmuslim maka pembelajaran PAI pada peserta didik plural agama dapat diterima. Hal ini terus terlaksana karena tidak dijumpai peserta didik pluralistik mengkonversi agamanya menjadi agama Islam. Pembelajaran PAI pada peserta didik plural agama tersebut dilakukan hanya pada aspek pengetahuan. Pelaksanaan ini dapat terus berlangsung dan dapat diketahui melalui beberapa hal.  Kebijakan Yapis Papua dalam Pembelajaran PAI pada masyarakat pluralistik tidak memperhatikan keagamaan yang dianut para siswa melainkan hanya mengajarkan agama tertentu terhadap para siswa yang beragam keagamaannya. Namun demikian, cara pembelajaran PAI yang demikian itu dapat berjalan secara efektif atau tidak menimbulkan resistensi. Hal ini terjadi disebabkan pembelajaran di Yapis Papua tidak bertujuan mengganti keagamaan para siswa, tidak memaksa peserta didik menkonversi agamanya ke dalam agama Islam, tidak mewajibkan penghayatan dan pengamalan pengetahuan agama Islam. Penerapan pembelajaran ini dilakukan tidak sepenuhnya misi ideologi tetapi lebih didasari pada pertimbangan misi sosial terutama pengenalan Islam, karena pembelajaran pendidikan agama Islam diberikan kepada siswa nonmuslim tidak menjadikan mereka keluar dari agamanya justru menjadikan pelajaran pendidikan agama sebagai sarana memperkenalkan agama Islam.  Penerapan pembelajaran PAI pada 3 satuan pendidikan Yapis Papua yaitu Universitas Yapis Papua, SMK Hikmah Yapis, dan SMA Hikmah Yapis dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru sebagai ahli yang memegang kontrol selama proses pembelajaran, model teacher centris, strategi pembelajaran ekspositori. Guru/Dosen sebagai subyek dalam pembelajaran PAI dimana pendidik tidak mengharuskan peserta didik pluralis mengamalkan ajaran agama Islam, memasukkan unsur nilai dan ajaran agama non muslim di dalam materi pembelajaran PAI, guru menurunkan nilai standar kriteria ketuntasan minimal bagi peserta didik nonmuslim. Pada sisi kognitif, guru menyadur ajaran agama peserta didik pluralistik. Pada sisi psikomotorik mereka hanya mengetahui praktik keagamaan namun tidak dilaksanakan. Pada sisi afektif, guru mengambil nilai-nilai yang sama dengan ajaran agama lain yang sesuai dengan afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam

    Menguji Loyalitas Umat terhadap Fatwa: Studi Kasus Persepsi Masyarakat Muslim Ponorogo terhadap Fatwa Haram Bunga Bank

    No full text
    oai:omp.publicabooks.ascarya.or.id:publicationFormat/2Buku ini mencoba untuk mengungkap kembali catatan penting dalam sejarah perbankan Indonesia pada akhir tahun 2003, yaitu dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang status bunga bank. Berdasarkan hasil Rakernas MUI tangga 14-16 Desember 2003, Komisi Fatwa MUI menerbitkan fatwa bahwa bunga bank adalah riba (haram) yang kemudian disahkan tanggal 22 Desember 2003. Diterbitkannya fatwa bahwa bunga bank adalah riba nasi’ah yang diharamkan oleh MUI menjadi salah satu pendorong pelaksanaan perbankan syariah di Indonesia. Kini, setelah kurang lebih 15 tahun dari dikeluarkannya fatwa MUI tersebut, ternyata fakta di lapangan masih banyak umat muslim yang masih berhubungan dengan lembaga riba tersebut. Dari fakta di atas dapat disimpulkan, bahwa pasca keluarnya fatwa MUI pada tahun 2003 tentang haramnya bunga bank kurang membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Hal ini juga menggambarkan bahwa adanya fatwa tersebut tidak berpengaruh kepada masyarakat muslim khususnya, untuk berhijrah dari bank berbasis riba ke bank syariah. Penduduk Indonesia dengan mayoritas muslim, dengan adanya fatwa tersebut seharusnya mampu berperan banyak dan dapat dijadikan pegangan umat dalam memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi yang berkaitan dengan muamalah maupun ibadah.  Berdasarkan kasus tersebut, tulisan dalam buku ini berupaya mengungkapkan bagaimana persepsi umat Islam Ponorogo terhadap fatwa bunga bank yang diterbitkan MUI. Selain persepsi, peneliti juga berupaya mengungkapkan bagaiamana loyalitas umat Islam Ponorogo dalam mengimplementasikan fatwa tersebut dalam kehidupan bermuamalah

    Telisik Daya Tahan Usaha dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

    No full text
    Setelah memasuki kuartal ketiga tahun kedua (2021), pandemi  Covid-19 diperkirakan banyak ahli dan pengamat belum akan segera berlalu, malahan beberapa mengatakan dunia harus bersiap diri dengan keadaan “new normal”, hidup berdampingan dengan virus corona, seperti halnya dengan virus influenza. Pola hidup sehari-hari manusia yang harus menyesuaikan agar tidak terpapar dengan virus penyebab penyakit tersebut dan tetap sehat serta produktif. Pemerintah Indonesia secara sungguh-sungguh berusaha mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya. Upaya untuk membatasi penyebaran dan menangani warga yang terpapar virus ini dilakukan secara masif, antara lain melalui penyadaran masyarakat  tentang prosedur kesehatan, penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan program vaksinasi. Untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dilakukan berbagai upaya, di antarnya adalah penyaluran bantuan modal kepada pelaku bisnis termasuk UMKM, dan penyaluran bantuan sosial tunai dan pangan kepada para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja, pekerja di sektor informal, dan kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.  Upaya pemerintah ini tampak menunjukkan hasil. Di tengah beberapa kali terjadi grafik kenaikan yang tajam jumlah yang terpapar dan kematian akibat Covid-19, perekonomian Indonesia dapat dicegah untuk tidak menurun lebih dalam lagi, malah mulai menunjukkan pemulihan. Data makroekonomi dari BPS memperlihatkan hal tersebut. Ekonomi Indonesia pada triwulan 2 - 2021 dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya (y-o-y) tumbuh 7,07 persen, demikian juga untuk Semester I-2021 dibandingkan dengan Semester I-2020 ekonomi nasional tumbuh 3,10 persen. Tingkat pengangguran  pada bulan Februari 2021 (masa pandemi) sebesar 6,26 persen jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka pengangguran Februari 2020 (di awal pandemi) sebesar 4,94 persen, namun bila dibandingkan dengan angka pengangguran Agustus 2020 sebesar 7,07 persen, tingkat pengangguran tersebut sudah lebih baik. Angka kemiskinan juga menunjukkan tren membaik, walau lamban. Persentase penduduk miskin bulan September 2019 sebesar 9,22 persen (sebelum pandemi Covid-19), satu tahun berikutnya meningkat menjadi 10.19 persen (September 2020). Pada bulan Maret 2021 persentase penduduk miskin sudah mulai menurun walaupun sangat kecil, yaitu menjadi 10,14 persen. Momentum membaiknya perekonomian nasional ini oleh semua pihak (pemerintah, swasta, dan masyarakat) perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Buku Bunga Rampai  “Telisik Daya Tahan Usaha dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19” memberikan informasi mengenai dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, dalam ukuran kinerja makroekonomi, upaya mitigasi dampak oleh pemerintah khususnya untuk UMKM dan penduduk berpendapatan rendah, serta dampaknya pada industri penerbangan dan daya saing daerah. Peluang mengatasi sebagian dampak pandemi terhadap aspek ekonomi juga dibahas dengan ketersediaan teknologi digital khususnya E-commerce. Perlu diakui bahwa semua pembahasan di atas, hanya merupakan sebagian kecil saja dari fenomena pandemi Covid-19 dan dampaknya. Namun demikian, paling tidak setelah para pembaca menyimak buku ini diharapkan mendapat gambaran bahwa pandemi itu nyata, dampaknya terasa dalam berbagai aspek kehidupan khususnya di beberapa bidang ekonomi, dan selalu muncul peluang untuk mengatasinya sehingga sebagai bangsa dapat keluar dari pandemi ini dalam kondisi yang lebih baik.  Mudah-mudahan buku bunga rampai ini dapat turut membangun rasa optimisme sebagai bangsa untuk bertahan bahkan jadi pemenang dalam mengarungi guncangan dahsyat yang diakibatkan oleh makhluk yang sangat-sangat-sangat kecil yang bermana Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-Cov-2) yang menyebabkan penyakit Coronavirus (Covid-19)

    Dana Desa dalam Pandemi Covid-19: Kesehatan Masyarakat dan Kebangkitan Ekonomi

    Get PDF
    Buku dengan judul “Dana Desa dalam Pandemi Covid-19: Kesehatan Masyarakat dan Kebangkitan Ekonomi” dinilai relevan dan kontekstual dalam menempatkan desa sebagai garda terdepan membangun kesejahteraan masyarakat. Melalui inklusivitas dan optimalisasi pemanfaatan dana desa diharapkan tercapai sasaran pemulihan kesehatan masyarakat dan akhirnya membangkitkan perekonomian desa. Pemantapan perencanaan, implementasi program, dan kerja sama dalam pengawasan akan semakin memantapkan pengembangan dana desa ke depan. Buku dengan tema optimalisasi pemanfaatan dana desa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan mencakup dua bagian, yaitu: (1) inklusivitas dan optimalisasi pemanfaatan dana desa; dan (2) instrumen kebijakan BLT-Dana Desa dan Padat Karya Tunai Desa (PK-Tunai Desa). Buku ini didukung oleh empat karya tulis ilmiah (KTI) dengan sekuensi dan konektivitas yang baik sejalan dengan tema dan bagian buku yang ditetapkan. Keempat KTI membahas inklusivitas dan efektivitas pemanfaatan dana desa, optimalisasi penanganan dampak ekonomi dan kesehatan masyarakat, efektivitas pengeluaran dan transparansi BLT-Dana Desa, dan prinsip dasar dan implementasi sektoral PK-Tunai Desa. Dalam perspektif pengembangan dana desa ke depan terdapat beberapa strategi dan kebijakan yang patut dipertimbangkan dan ditindaklanjuti, yaitu: (1) penguatan identifikasi kegiatan terkait tiga program utama yang mencakup pencegahan dan penanganan Covid-19, BLT-Dana Desa, dan PK-Tunai Desa; (2) optimalisasi dan harmoni kegiatan untuk ketiga program tersebut dengan sasaran maksimisasi pemulihan kesehatan dan kebangkitan ekonomi pedesaan; dan (3) pemantapan perencanaan, implementasi program, dan pengawasan untuk percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat pedesaan. Pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada peneliti yang telah menunjukkan dedikasinya dan memberikan kontribusi pemikiran yang inovatif dalam upaya perumusan strategi dan kebijakan pengembangan dana desa yang inklusif dan optimal. Kepada Prof. Dr. I Wayan Rusastra, APU dari Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) Kementerian Pertanian RI, disampaikan terima kasih atas upayanya membangun struktur dan perbaikan editorial sehingga buku ini layak untuk diterbitkan dan disimak pembaca. Kita semua berharap invensi dan inovasi kebijakan yang ditawarkan bermanfaat dalam pengembangan dana desa secara inklusif dan optimal menuju percepatan pemulihan kesehatan masyarakat dan kebangkitan perekonomian pedesaan. &nbsp

    220

    full texts

    293

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Publica Indonesia Utama
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇