HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kecemasan Matematis Siswa
proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi terdiri dari seluruh siswa Kelas X Proyek Madrasah Aliyah Swasta UNIVA Medan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Kuesioner kecemasan matematika dengan 26 item disajikan sebagai instrumen. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana t-test. Teknik analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 23 untuk pengujian validasi, pengujian reliabilitas, pengujian normalitas, pengujian keseragaman, dan pengujian regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan matematika siswa menurun melalui penggunaan model pembelajaran berbasis proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah agar siswa mengungkapkan permasalahan pembelajaran matematika tanpa rasa takut dan cemas. Penelitian ini berimplikasi pada sekolah yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek yang dipadukan dengan penerapan model pembelajaran lain untuk mengatasi kecemasan matematika siswa
PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
The aims of this research were to determine: (1) the impact of mathematical communication skills on learning outcomes, (2) the impact of learning motivation on learning outcomes, and (3) the simultaneous impact of mathematical communication skills and learning motivation on learning outcomes. This research was conducted at SMP Negeri 1 Botupingge and involved 23 respondents who were determined by using simple random sampling. The data collection techniques in this research employed instruments of: (1) test of mathematical communication skills, (2) learning motivation questionnaires, and (3) data on students’ daily test result in class VII in algebra topic in odd semester. The research data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics with multiple regression analysis. Based on the findings, it can be inferred that: (1) mathematical communication skills impacted learning outcomes, (2) learning motivation impacted learning outcomes, and (3) simultaneously, mathematical communication skills and learning motivation impacted learning outcomes.Â
STUDENTS’ STRATEGIES USING DIGITAL TECHNOLOGY TO SUPPORT SELF-REGULATED LEARNING IN LEARNING CALCULUS 1
This study aims to explain how Sampoerna University students use digital technologies to self-regulate their learning strategy in learning Calculus 1 during online learning. This study uses descriptive qualitative. The population are students of Sampoerna University who took Calculus 1 during online learning. This study use Yot-Dominguez and Marcelo instrument, and Zimmerman SRL Model to analyse students’ self-regulated learning strategy using digital technology. The result shows the students utilize communication tools for seeking the social support through instant messaging like WhatsApp and digital conferencing tools such as Zoom, Google Meet, and Microsoft Teams. Then, the students utilize other technology to organize and transform through online scientific calculator such us Symbol Lab, Geogebra, Desmos Calculator, Algebra and Trigonometry Calculator, and digital scanner (Cam Scanner and Office Lens). Furthermore, they tend to searching for information on the repository tools such as Canvas, Youtube, Instagram, TikTok and Blogs. Moreover, the students use assessment tools to verify their understanding through Youtube, Khan Academy and Paul’s Notes. Other than the digital technologies mentioned above, students also utilize several digital technologies in occasional use
INVESTIGATION OF STUDENT QUANTITATIVE REASONING IN GENERALIZING (CASE STUDY ON FEMALE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS)
Quantitative reasoning holds a significant place in the realm of mathematical education. A primary objective shared by many mathematics educators worldwide is to facilitate the connection between students\u27 mental faculties and their capacity to address real-life problems through mathematical means. A fundamental aspect of this endeavor involves nurturing students\u27 comprehension of quantity, particularly in relation to the characteristics of objects. The central aim is to empower students to harness their quantitative reasoning capabilities. In the context of this study, quantitative reasoning denotes the cognitive process employed by individuals when they identify, interconnect, and formulate novel quantities. Algebra, as a discipline, is now widely recognized as one that investigates the structures, relationships, and quantities within mathematics. To enhance students\u27 grasp of algebra and their ability to generalize, a specific instructional approach is employed. The study targets female students enrolled in a Junior High School in Makassar and seeks to scrutinize their quantitative reasoning proficiency in the context of generalization while considering potential gender disparities. To attain this objective, a qualitative methodology is adopted, providing insights into students\u27 quantitative reasoning abilities as reflected in their actions when completing assigned tasks. Ultimately, the study\u27s findings will provide a comprehensive portrayal of how students engage in quantitative reasoning during the process of generalization, which encompasses stages such as connecting quantities, identifying quantities, and formulating new quantities
Evaluasi Pelatihan Olah Data Statistik Menggunakan Aplikasi SPSS: Model Evaluasi CIPP
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelatihan olah data statistic menggunakan SPSS pada Mahasiswa akuntansi IAIN Pontianak dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Sampel yang digunakan berjumlah 27 responden yaitu mahasiswa semester 4 dari kelas yang berbeda. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualititatif deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SPSS meningkatkan pemahaman serta keterampilan mahasiswa akuntansi dalam mengolah data statistic. Input materi pelatihan disampaikan dengan jelas oleh intruktur yang terampil namun dengan fasilitas pada saat pelatihan kurang memadai sehingga tidak seluruh peserta dapat melihat materi dengan jelas. Proses pelatihan dilakukan oleh instruktur secara komunikatif sehingga peserta bebas berdiskusi. Output yang dicapai yaitu peserta menunujukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan mereka mengolah data menggunakan SPSS. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan SPSS terbukti efektiv dalam meningkatkan keterampilan olah data pada mahasiswa akuntansi IAIN PontianakKata Kunci: Statistik, SPSS, CIP
PROFIL KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TRIGONOMETRI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kolaborasi mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah trigonometri pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan sebanyak 29 mahasiswa semester 2 dari program studi Tadris Matematika IAIN Pontianak tahun akademik 2021/2022. Instrumen yang digunakan berupa angket penilaian diri keterampilan kolaborasi dan penilaian antar teman. Kedua angket  tersebut mengukur indikator keterampilan kolaborasi seperti mengungkapkan ide, mendengarkan ide teman, turut berkontribusi, dan menanggapi ide teman. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan kolaborasi mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah trigonometri pasca pandemi Covid-19 berada pada kategori sangat tinggi (37,9%), tinggi (41,4%), sedang (17,2%), rendah (3,5%) dan sangat rendah (0%); dan (2) capaian pada masing-masing indikator keterampilan kolaborasi yaitu mengungkapkan ide (65,3%), mendengarkan ide teman (71,2%), turut berkontribusi (76,6%) dan menanggapi ide teman (78,6%). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa keterampilan kolaborasi mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah trigonometri pasca pandemi berada pada kategori tinggi, namun pada indikator mengungkapkan ide masih perlu ditingkatkan
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI NUMERASI PADA ASSESMEN KOMPETENSI MINIMUM
Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa, salah satunya mencakup literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan suatu pemahaman dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta serta alat matematika yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Hanya sebagian kecil siswa yang mampu memanfaatkan kemampuan literasi numerasi untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Subjek penelitian terdiri dari 15 orang siswa SMP Juara Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa soal tes dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Rata-rata yang diperoleh secara keseluruhan tergolong rendah yaitu 3,4, penyebabnya karena siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal literasi numerasi, tidak memahami materi prasyarat, malas membaca soal cerita, dan belum mampu menentukan strategi penyelesaian yang tepat
BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL GALASIN, APAKAH BISA?
Kebudayaan yang dihubungkan dengan matematika dapat dijadikan sumber pembelajaran matematika, salah satunya yaitu permainan tradisional galasin. Dengan permainan ini, dapat mengurangi persepsi buruk siswa terhadap matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan unsur matematika dengan memfokuskan aspek fundamental matematis yang terdapat dalam permainan tradisional galasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Spradley (etnografi), dilaksanakan di SMP Gusti Wijaya dan di Desa Sunggal Kanan, Medan Sunggal pada bulan Desember 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawanca, dan observasi. Penelitian ini memberikan hasil bahwa belajar matematika bisa dilakukan dengan permainan galasin, dan dipertegas oleh aspek fundamental matematis yaitu (1) Terdapat aspek counting yakni operasi bilangan (penjumlahan dan pembagian); (2) terdapat aspek measuring meliputi ukuran luas dan keliling arena bermain; (3) terdapat aspek designing pada aktivitas kekongruenan dalam menentukan bentuk dan ukuran setiap kotak; (4) terdapat aspek locating meliputi transformasi geometri yakni translasi dan refleksi, serta hubungan antar garis; (5) aspek playing meliputi strategi, aturan, dan bentuk pelanggaran dalam permainan; (6) aspek explaining meliputi filosofi, fungsi, dan manfaat
PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA
Student problem solving needs to be analyzed so that the teacher can know how students solve problems on math problems. This study aims to obtain a description of the problem-solving analysis of grade VIII students of SMP Negeri 1 Tomini who have high, medium, and low mathematical abilities in solving pythagorean theorem problems. This type of research is qualitative research. The subjects of this study were 3 students taken from 24 class VIII students of SMP Negeri 1 Tomini in the even semester of 2021/2022. The results of this study show that subjects with high mathematical ability can solve well the four steps or indicators of problem solving namely (Understanding the problem, drawing up a plan, implementing a plan and re-examining). A moderately mathematics capable subject can complete 2 steps or indicators of problem solving, i.e. (Understanding the problem, and checking back). On the second and third indicators the subject is not able to solve the problem. Subjects with low mathematical ability can only complete the first stage which is to understand the problem
MARI MENGENAL SEJARAH “Studi Kasus Calon Guru tentang Matematikawan De Moivreâ€
Banyak matematikawan yang berkontribusi terhadap temuan matematika, diantara matematikawan tersebut adalah De Moivre. De Moivre lahir pada 26 Mei 1667.Dia adalah seorang ahli matematika Prancis yang dikenal dengan rumus Moivre, rumus untuk bilangan kompleks dan trigonometri, dan untuk karyanya tentang distribusi normal dan teori probabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan biografi De moivre dan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mahasiswa pendidikan matematika tahun 2021 tentang De Moivre beserta penemuannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode literatur review dan studi kasus. Literatur review dilakukan dengan mengkaji artikel-artikel untuk mengetahui biografi De Moivre dan temuannya. Studi kasus dilakukan dengan mewawancarai sepuluh mahasiswa program studi pendidikan matematika tahun 2021 dari lima kelas yang ada. Instumen yang digunakan yaitu wawancara terbuka. Setiap mahasiswa di beri pertanyaan tentang apa yang mereka ketahui mengenai matematikawan De Moivre dan temuannya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta review dan analisis tematik. Di artikelini akan dijelaskan secara rinci tentang biografi De Moivre dan penemuannya beserta 3 kategori jawaban mahasiswa, yaitu (1) Don’t care about history of De Moivre, (2) Mini care about history of De Moivre, dan (3) Care about history of De Moivr