HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    289 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA PADA MATERI LUAS BANGUN DATAR

    Full text link
    Konsep matematika adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat dan inti atau isi dari materi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Geogebra pada konsep luas bangun datar yang valid, praktis dan efektif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMP N 2 Tengaran. Jenis  penelitian Research  and  Development atau penelitian dan pengembangan dengan model  ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dokumentasi, dan teknik analisis data (analisis validasi, analisis kepraktisan dan analisis keefektifan). Hasil validasi media sebesar 82,5% (sangat baik), validasi materi 94,16% (sangat baik) dan kepraktisan 95,55% (sangat baik). Keefektifan media menggunakan uji wilcoxon diperoleh  nilai Asymp. Sig (2-tailed) menunjukkan 0.000 < 0.05 sehingga terdapat perbedaan hasil belajar dari pretest dan posttest. Selain itu, hasil uji coba media pembelajaran berbasis Geogebra yang dikembangkan menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif sebesar 82% (sangat baik) sehingga dinyatakan media pembelajaran berbasis Geogebra valid, praktis, dan efektif.Â

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA SISWA KELAS IX SMPS IMELDA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran quantum learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMP Swasta Imelda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-test post-test control group design dengan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang telah divalidasi oleh para ahli. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan uji-t digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran quantum learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Model pembelajaran ini dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini penting dalam membantu guru-guru dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan pengembangan kurikulum matematika di Indonesi

    Efektivitas guru dalam menerapkan media pembelajaran matematika berbasis Kahoot di SMP S IMELDA

    Full text link
    Pembelajaran matematika yang kompleks membutuhkan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Kahoot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas guru dalam menerapkan media pembelajaran matematika berbasis Kahoot di SMPS IMELDA menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini melibatkan beberapa guru dan siswa sebagai partisipan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot sebagai media pembelajaran matematika efektif dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Selain itu, penggunaan Kahoot juga membantu guru dalam mempercepat proses pembelajaran dan meningkatkan interaksi antara guru dan siswa. Rekomendasi dan saran diberikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dengan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Kahoot

    Siswa Sekolah Dasar dalam Mengajukan Word Problems pada Situasi Terstruktur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkasifikasikan strategi siswa sekolah dasar dalam mengajukan masalah word problems pada situasi terstruktur. mengajukan masalah sangat penting di dalam pendidikan terutama di bidang matematika dikarenakan sebagai jantung dari aktivitas matematika, khususnya dalam mengajukan masalah berbentuk word problems (soal cerita). Metode penelitian menggunakan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara penugasan dan wawancara. Teknis analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data, dan kesimpulan. Penelitian ini menemukan adanya dua strategi yang digunakan siswa sekolah dasar dalam mengajukan masalah yaitu rekonstruksi dan imitasi. Hasil penelitian menyarankan siswa perlu dibiasakan dengan pembelajaran berbasis mengajukan masalah, agar siswa memiliki strategi pengajuan word problems yang lebih bervariasi pada situasi terstruktur.Penelitian ini bertujuan untuk mengkasifikasikan strategi siswa sekolah dasar dalam mengajukan masalah word problems pada situasi terstruktur. mengajukan masalah sangat penting di dalam pendidikan terutama di bidang matematika dikarenakan sebagai jantung dari aktivitas matematika, khususnya dalam mengajukan masalah berbentuk word problems (soal cerita). Metode penelitian menggunakan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara penugasan dan wawancara. Teknis analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data, dan kesimpulan. Penelitian ini menemukan adanya dua strategi yang digunakan siswa sekolah dasar dalam mengajukan masalah yaitu rekonstruksi dan imitasi. Hasil penelitian menyarankan siswa perlu dibiasakan dengan pembelajaran berbasis mengajukan masalah, agar siswa memiliki strategi pengajuan word problems yang lebih bervariasi pada situasi terstruktur

    PERBANDINGAN KINERJA PORTOFOLIO GLOBAL MINIMUM VARIANSI BERDASARKAN EKSISTENSI KENDALA BOBOT ASET POSITIF

    Full text link
    Investors face high risk in stock investing. It is important to use investment strategies that can minimize risk and maximize return. Building a portfolio is a solution to minimize risk in investing. This sudy compares the perfomance of Global Minimum Variance Portfolio (GMV) without positive weight asset constraint and GMV with positive weight asset constraint. The perfomance of each portfolio is measured by sharpe ratio. The portfolio without positive weight asset builds by Markowitz method with traditional approachment, while the portfolio with positive weight asset builds by Markowitz method with quadratic programming approachment.Based on the conducted research, it describes that GMV potfolio with positive asset weight constrain shows a higher value of sharpe index than GMV portfolio without positive asset weight constraint. Thus, the study concludes that the GMV portfolio with positive asset weight constraint has better performance than the GMV portfolio wtihout positive asset weight constraint

    IDENTIFIKASI KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL TENTANG FUNGSI KOMPOSISI DITINJAU DARI TEORI WATSON

    Full text link
    This study aimed to describe the results of identification errors made by students in solving compositional  function problems in terms of Watson\u27s theory. The method used in this research was descriptive  qualitative with the research subjects being six students of class XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Tengaran. All  the six subjects have three categories, namely high, medium, and low mathematical ability. Error analysis  data for solving compositional function problems were obtained from tests and interviews. The instrument  used was a test in the form of an essay consisting of 4 questions regarding the function of composition.  The result of the study showed that the subject still experienced difficulties in the compositional function  material so that errors occurred in solving compositional function problems. Factors causing the subject  made mistakes because the subject did not repeat the compositional function material so that the subject  could not master the concept and was wrong in applying the formula to solve problems in the form of  compositional functions.Â

    KAJIAN ETNOMATEMATIKA DALAM TARI TRADISIONAL LAMPUNG

    Full text link
    ABSTRAKEtnomatematika dianalogikan sebagai lensa untuk memandang dan memahami matematika sebagai sutau hasil budaya. Lampung merupakan salah satu provinsi yang terletak di pulau Sumatera yang memiliki corak kebudayaan tersendiri. Bentuk- bentuk kebudayaan itu tentu terkandung konsep matematika yang mendasarinya, termasuk tari tradisonal Lampung sigeh penguten. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian mengenai etnomatematika dalam gerakan tari sigeh penguten. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian deskiptif kualitatif dengan menggunaka etnografi sebagai metode penelitian. Teknik pemilihan subjek menggunakan purpose sampling. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen bantu berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan alat dokumentasi.Pengujian kevalidan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat konsep matematika dalam gerakan tari tradisional Lampung sigeh penguten. Etnomatematika yang dimaksud dalam gerakan tari tersebut meliputi aktivitas menghitung, aktivitas mengukur, dan pola geometri. ABSTRACTEthnomatematics is analogous as a lens for viewing and understanding mathematics as a cultural product. Lampung is a province located on the island of Sumatra which has its own cultural style. Of course, these cultural forms contain mathematical concepts that underlie them, including the traditional Sigeh Penguten Lampung dance. Therefore this study aims to conduct a study of ethnomathematics in the Sigeh Penguten dance movement. This research belongs to the type of qualitative descriptive research using ethnography as a research method. The subject selection technique uses purposive sampling. The instruments in this study consisted of the main instrument, namely the researcher himself and auxiliary instruments in the form of interview guides, observation sheets, and documentation tools. Testing the validity of the data in the study used technical triangulation. The results of the study show that there is a mathematical concept in the movements of the sigeh penguten Lampung traditional dance. The ethnomathematics referred to in the dance movement includes counting activities, measuring activities, and geometric patterns

    PELUANG DAN TANTANGAN GURU MATEMATIKA DALAM MENGAJAR MATEMATIKA SAAT PEMBELAJARAN DARING DAN LURING

    Full text link
    Salah satu pendidikan yang penting bagi peserta didik adalah mata pelajaran matematika. Tepat awal Maret 2020, dunia menghadapi kasus infeksi virus corona atau yang dikenal dengan Pandemic Covid-19. Pembelajaran dari dalam rumah merupakan pilihan terbaik yang menjadi solusi bagi dunia Pendidikan yang terkena imbas akibat penyebaran virus Covid-19 agar bisa melanjutkan proses kegiatan belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui persepsi peluang dan tantangan dari guru Matematika dalam mengajar Matematika disaat pembelajaran yang dilakukan secara daring luring. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara yang dilaksanakan kepada subjek penelitian dengan pengisian angket yang menggunakan google form. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah guru Matematika di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Matematika memperoleh peluang dan tantangan dalam melaksanakan proses pembelajaran secara daring maupun luring. Peluang untuk guru diantaranya adalah kemampuan memanfaatkan teknologi dan informasi, proses pembelajaran yang mudah diakses, juga memperdalam referensi proses pembelajaran. Sedangkan tantangan yang dihadapi guru yaitu kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran, gangguan koneksi jaringan internet dan lebih banyak pengeluara

    PENGEMBANGAN E-MODUL SEBAGAI BAHAN BELAJAR UNTUK SISWA SMP PADA MATERI POLA BILANGAN

    Full text link
    Abad ke-21 teknologi semakin pesat hal ini berdampak pada dunia Pendidikan. Guru dituntut untuk dapat membuat media untuk penunjang pembelajaran salah satunya menggunakan e-modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pada materi pola bilangan SMP yang dapat digunakan sebagai bahan belajar yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  research & development dengan menggunkan model pengembangan ADDIE  yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation.  Uji coba media kepada 31 siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Tengaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan non tes. Media yang telah dikembangkan  dinyatakan layak oleh ahli materi dan media dengan presentase kevalidan materi 100% dan media 84,4% dengan kategori "sangat valid". Media terbukti praktis dengan perolehan skor 94,76 dengan kategori "sangat praktis". Hasil uji keefektifan memiliki nilai signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 yang artinya terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan media. Disimpulkan bahwa e-modul valid, praktis, dan efektif digunakan untuk siswa sebagai sumber belajar siswa pada materi pola bilanga

    PROFIL KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan koneksi matematika siswa dalam menyelesaikan soal aplikasi kalkulus ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yakni siswa kelas XI di salah satu Madrasah Aliyah Kabupaten Pasuruan sebanyak tiga siswa. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan masing-masing gaya belajar. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa hasil angket tentang gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Hasil tes siswa dalam menyelesaiakan soal aplikasi kalkulus Dan hasil wawancara. Dengan demikian instrument penelitian ini terdiri dari angket untuk mengukur gaya belajar siswa dan soal tes yang terdiri dari satu soal tentang aplikasi kalkulus serta pedoman wawancara. Analisis hasil angket untuk mengetahui kategori gaya belajar siswa. Analisis hasil tes untuk mengetahui profil kemampuan koneksi matematis siswa berdasarkan indikator-indikator koneksi matematis, sedangkan analisis hasil wawancara untuk mengetahui permasalahan siswa dalam menyelesaikan soal aplikasi kalkulus. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan gaya belajar visual telah memenuhi semua indikator koneksi matematis siswa dan mampu membuktikan kebenaran jawabannya. Kemudian dengan gaya belajar auditori mampu telah memenuhi semua indikator koneksi matematis siswa.  Sedangkan dengan gaya belajar kinestetik hanya memenuhi dua indikator koneksi matematis siswa. Oleh sebab itu diharapkan pembelajaran di kelas dapat mencakup siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik agar kemampuan koneksi matematis siswa dapat tercapai oleh semua siswa dengan gaya belajar yang berbeda

    254

    full texts

    289

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇