HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Autoplay Media Studio 8.5 dengan Pendekatan Etnomatematika
Pembelajaran matematika pada masa pandemi COVID-19 menuntut kreativitas seorang guru dalam mengembangkan strategi maupun media pembelajaran yang tepat. Selain itu, itu diperlukan pemanfaatan sumber belajar digital dan sumber belajar lainnya guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Media Pembelajaran Matematika berbasis Autoplay Media Studio 8.5 dengan Pendekatan Etnomatematika. Produk media pembelajaran ini dikembangkan dengan mengacu pada prosedur pengembangan menurut Dick and Carry (1996) yang terdiri dari tahapan analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Produk yang telah dikembangkan selanjutnya dilakukan uji validasi produk oleh para ahli dan praktisi. Hasil validasi produk oleh ahli desain dan media pembelajaran mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 83,23%, validai prodok oleh ahli materi dan bahasa mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 88,67%, dan validasi produk oleh para praktisi mendapat rata-rata skor penilaian sebesar 90,82%. Rata-rata nilai gabungan dari hasil validasi oleh para ahli dan praktisi sebesar 87,57%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk media pembelajaran ini “sangat layak†untuk diujicobakan oleh siswa. Hasil ujicoba produk kepada siswa mendapat respon yang positif. Hal ini terlihat dari rata-rata skor penilaian yang diberikan siswa sebesar 89,58%. Dengan demikian produk media pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti sangat layak untuk digunakan sebagai media penunjang dalam kegiatan pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun datar dan bangun ruang
KESALAHAN SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLDV
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi SPLDV berdasarkan perbedaan gender dengan teori Newman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Siswa kelas VIII di sebuah SMP di Surakarta tahun ajaran 2022/2023 menjadi subjek dalam penelitian ini. Analisis secara mendalam dilakukan pada tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahap yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, siswa laki-laki lebih banyak melakukan kesalahan daripada siswa perempuan. Mayoritas siswa laki-laki melakukan kesalahan keterampilan proses dan penulisan jawaban dengan rata-rata persentase sebesar 44,44% dan 47,22%, sedangkan mayoritas siswa perempuan melakukan kesalahan keterampilan proses dan penulisan jawaban dengan rata-rata persentase masing-masing sebesar 25%. Pada siswa laki-laki, kesalahan keterampilan proses dilakukan dalam bentuk ketidaksempurnaan dalam melakukan tahapan operasi hitung hingga selesai. Sementara itu, siswa perempuan tidak dapat melakukan komputasi secara menyeluruh. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat membantu guru mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dan menjadi acuan pemilihan metode pembelajaran yang tepat
DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET BASED ON CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
The students had difficulty in understanding comparative material in mathematics subject, especially its application in everyday life. In addition, there was no Contextual Teaching and Learning-Based Student Worksheet (LKPD) on comparative material. This research belonged to a development research that aimed to produce and determine the feasibility of Student Worksheet (LKPD) with CTL approach on comparative material. This research used Research and Development (R&D) method based on ADDIE model consisting of five phases: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects of this research were material experts, media experts and students of SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta. Data collection instruments of this research were interview and questionnaire. The validation results by material experts obtained an average score of 139 with good criteria, while the validation results by media experts obtained an average score of 172 with very good criteria. Based on the results of student responses, it was obtained an average score of 61.32 with good criteria. Therefore, it can be concluded that the Contextual Teaching and Learning-Based Student Worksheet on comparative material was feasible to use
Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika Tipe HOTS berdasar Langkah Polya pada Siswa Kelas VII
Penelitian ini terkait penyelesaian soal tipe HOTS berdasarkan Langkah Polya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam pokok bahasan Aljabar pada kelas VII menggunkan Langkah Polya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatitf dimana subjeknya merupakan siswa kelas VII Muhammadiyah 8 Surakarta. Subjek dipilih dengan cara pemberian tes penalaran berupa soal HOTS yang dimana soalnya harus diselesaikan menggunakan Langkah Polya. Diperoleh siswa dengan tingkat penalaran tinggi, penalaran sedang, dan penalaran rendah. Setelah memperoleh siswa dengan tingkat penalaran yang berbeda, siswa melakukan wawancara. Adapun tingkatan penalaran dinilai berdasarkan tahapan pemecahan Langkah Polya, yaitu memahami masalah, menyusun dan melaksanakan rencana, serta memeriksa ulang hasil perhitungan. Berdasarkan analisis data, siswa yang kemampuannya tinggi dapat memahami masalah, menyusun dan melaksanakan rencana secara tepat, juga dapat memeriksa ulang jawaban yang telah diperoleh. Siswa berkemampuan sedang juga mampu memahami masalah, menyusun dan melaksanakan rencana dengan tepat, tetapi siswa tidak melakukan tahap memeriksa ulang. Siswa berkemampuan rendah tidak mampu dalam menyusun rencana sebelum melakukan rencana, serta siswa tidak melakukan kegiatan memeriksa ulang hasil jawaban siswa
PENERAPAN LANGKAH POLYA DENGAN PBL UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA HOTS
Banyaknya hambatan yang sering dihadapi peserta didik dalam mengerjakan soal matematika berbasis Higher Order Thingking Skill (HOTS) yang menyebabkan pembelajaran kurang optimal. Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses berpikir peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika. Untuk menyelesaikan permasalahan matematika salah satunya dapat menggunakan model polya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan soal matematika tipe HOTS berdasarkan langkah polya dengan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di sebuah SMA Negeri di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Triangulasi teknik dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui keabsahan data. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan menyelesaikan soal matematika, lembar observasi, dan pedoman analisis data menggunakan indikator polya. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam memecahkan permsalahan matematika meningkat melalui penerapan soal matematika tipe HOTS berdasarkan langah polya dengan model Problem Based Learning. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian indukator pada aspek langkah polya, yaitu: 1) Memahami masalah meningkat (30,56%), 2) Merencanakan penyelesaian meningkat (44,44%), 3) Menyelesaikan masalah sesuai rencana meningkat (13,89%), 4) Memeriksa kembali hasil penyelesaian meningkat (47,22%)
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GENERALISASI MATEMATIS SISWA SMP
The purpose of this research is to analyze the need for mathematics textbooks that can improve the mathematical generalization abilities of class VIII students of SMPN 32 Makassar according to the cooperative learning model. This research is a descriptive qualitative research with research subjects of class VIII students of SMP Negeri 32 Makassar, and Mathematics teachers. Research data was collected through tests of mathematical generalization abilities, interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed: (1) the mathematics books used were not in accordance with core competencies, basic competencies, competency achievement indicators, and the existing questions were considered difficult by students; (2) lack of understanding of the learning model applied in math books. So that textbooks are needed in the form of modules that can improve mathematical generalization abilities in students with cooperative learning models; teachers and students state that they need textbooks in the form of math modules that can be understood, motivated in learning, there are many models of real questions so that students agree and support the creation and development of math modules to improve mathematical generalization abilities; (3) the learning model applied is not in accordance with the characteristics of the students; and (4) students\u27 mathematical generalization ability is low because they are not used to being given questions on tests of mathematical generalization ability
VALIDITAS LKPD DIGITAL INTERAKTIF DENGAN AUGMENTED REALITY PADA MATERI VEKTOR DIMENSI 3
Evolusi teknologi yang terjadi selama beberapa dekade ini memiliki dampak yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan khususnya dalam mengembangkan bahan ajar seperti Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan (kelayakan) dan kepraktisan sebuah produk LKPD interaktif digital dengan augmented reality pada materi vektor dimensi 3. Dengan metode penelitian RnD dengan model four-d. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur kevalidan dan kepraktisan produk. Instrumen tersebut diberikan kepada subjek penelitian ini yaitu: 1 ahli materi; 1 ahli desain media pembelajaran; 2 paraktisi guru; dan 10 siswa sebagai pengguna. Dari analis data diperoleh hasil uji validasi produk oleh ahli materi, dan ahli desain media memenuhi kriteria "Sangat Valid" dengan rata-rata skor 94,83%. Hasil uji kepraktisan oleh praktisi guru memenuhi kriteria "Sangat Praktis" dengan rata-rata skor 94,5%. Sementara itu hasil dari uji kepraktisan oleh 10 siswa juga memenuhi kriteria "Sangat Valid" dengan rata-rata skor 86%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dinyatakan bahwa produk LKPD interaktif digital dengan Augmented Reality (AR) pada materi vektor dimensi 3 memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis, sehingga layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran vektor dimensi 3 kelas X SMA
Analisis Efektivitas Pembelajaran Berbasis STEM dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika melalui penerapan pendekatan pembelajaran STEM dengan model berbasis PBL pada materi SPLDV. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quasi Eksperimen. Populasi siswa dalam penelitian ini berjumlah 92 orang, tersebar di dalam 3 kelas, dengan 2 kelas (VIII A dan VIII C) dipilih sebagai sampel menggunakan metode acak kelas. Teknik pengumpulan data melibatkan tes dan observasi, dengan instrumen penelitian berupa tes pendahuluan dan tes akhir untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematika serta lembar observasi untuk menilai aktivitas belajar siswa. teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Pendekatan Pembelajaran STEM berbasis PBL memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Sebaliknya, tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Selain itu, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model Pendekatan Pembelajaran STEM berbasis PBL dan aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung positif dari struktur kognitif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematik
Profil Pemecahan Masalah Bentuk Aljabar Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Toribulu Ditinjau dari Gaya Belajar
Pemecahan masalah siswa perlu diprofilkan agar guru dapat memperoleh gambaran tentang proses yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah bentuk aljabar siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Toribulu ditinjau dari gaya belajar. Data tentang gaya belajar siswa diperoleh dengan memberikan angket gaya belajar, sedangkan data tentang pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dengan tugas tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Profil pemecahan masalah matematika subjek dengan gaya belajar visual yaitu SV memahami masalah dengan menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan dari soal secara rapi dan teratur dan dapat menjelaskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dari soal secara lengkap, merencanakan penyelesaian dengan tepat, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban yang telah dilakukan. (2) Profil pemecahan masalah matematika subjek dengan gaya belajar auditorial yaitu SA memahami masalah dengan membaca keras, menuliskan hal yang diketahui tetapi tidak menuliskan hal yang ditanyakan, merencanakan penyelesaian dengan tepat, melaksanakan rencana penyelesaian dan melakukan langkah memeriksa kembali. (3) Profil pemecahan masalah matematika subjek dengan gaya belajar kinestetik yaitu SK memahami masalah dengan membaca menggunakan petunjuk jari, menyusun rencana penyelesaian dengan tepat, melaksanakan rencana penyelesaian dengan baik dan benar serta memeriksa kembali jawaban yang dilakukan. Student problem solving needs to be profiled so that teachers can get an idea of the process students are doing in solving problems. This study aims to describe the problem solving profile of algebraic forms of grade VII C students of SMP Negeri 1 Toribulu in terms of learning style. Data on students\u27 learning styles are obtained by providing learning style questionnaires, while data on solving students\u27 mathematical problems are obtained by written assignments and interviews. The results of this study show that (1) The profile of solving mathematical problems of subjects with a visual learning style, namely SV, understands problems by writing down known and asked things from the questions neatly and regularly and can explain the information known and asked from the questions in full, plan solutions appropriately, carry out completion plans and re-examine the answers that have been done. (2) The subject\u27s mathematical problem-solving profile with an auditorial learning style is that SA understands the problem by reading aloud, writes down the known but does not write down the question, plans the solution appropriately, implements the completion plan and performs the steps of re-examining. (3) The profile of solving mathematical problems of the subject with a kinesthetic learning style, namely SK understands the problem by reading using finger instructions, drawing up a settlement plan appropriately, implementing the completion plan properly and correctly and re-examining the answers made
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PEMBUKTIAN RUMUS TRIGONOMETRI DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Adversity Quotient terhadap kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah pembuktian rumus trigonometri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika program mata kuliah Trigonometri. Teknik pengambilan sampelnya adalah sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah angket Adversity Quotient, tes kemampuan pemecahan masalah berupa soal pembuktian rumus. Adapun hasil penelitian adalah (1) rata-rata kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam membuktikan rumus trigonometri berada pada kategori sedang, (2) rata-rata skor Adversity Quotient mahasiswa berada pada tingkatan Champer, (3) terdapat hubungan positif yang kuat antara Adversity Quotient dan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah pembuktian rumus trigonometri