HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    289 research outputs found

    PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMK

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah kejuruan pada materi logaritma, semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah 13 siswa kelas XI SMK Keperawatan Dr Wahidin Makassar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus; masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan observasi kelas. Hasil tes menampilkan data kuantitatif, sedangkan hasil observasi kelas menghasilkan data kualitatif. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I, nilai rata-rata hasil tes siswa adalah 50. Pada siklus II, nilai rata-rata hasil tes siswa meningkat menjadi 79.62, yang mengindikasikan peningkatan hasil belajar matematika siswa. Hasil observasi menunjukkan adanya perubahan sikap siswa dalam pembelajaran ke arah yang lebih baik, khususnya dalam hal keaktifan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang meningkat dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian, pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Keperawatan Dr. Wahidin Makassar dalam pelajaran matematika, pada pokok bahasan logaritma

    PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI MATEMATIKA (MONOTIKA) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Monopoli Matematika (MONOTIKA) terhadap hasil belajar matematika materi Prisma dan Limas pada siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Balikpapan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen.. Desain dalam penelitian ini adalah Posttest-Only Control Design.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Balikpapan tahun ajaran 2017/2018. Teknik penarikan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas VIII-F sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 37 siswa dan VIII-I sebagai kelas kontrol dengan jumlah 37 siswa. Dalam pelaksanaannya, kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran MONOTIKA, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran langsung. Uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test yang menunjukan bahwa nilai  atau , yang berarti  ditolak. Hal ini dapat disimpulkan hasil belajar matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan media MONOTIKA lebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran langsung pada kelas VIII SMP Negeri 7 Balikpapan tahun ajaran 2017/2018

    EFEKTIFITAS PENERAPAN CASE BASED LEARNING (CBL) DISERTAI UMPAN BALIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA

    No full text
    Penerapan Case Based Learning (CBL) disertai umpan balik bertujuan agar siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada pokok bahasan yang telah diberikan dapat terbantu sehingga kemampuan pemahaman konsep terasah yang akan berdampak pada hasil belajar matematika siswa meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian eksprimen bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan Case Based Learning (CBL) disertai umpan balik pada pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan sampel kelas kontrol dan eksprimen masing-masing sebanyak 31 siswa. Hasil analisis perhitungan t independent test, diperoleh nilai thitung > ttabel (11,90 < 1,67) dengan pengujian two tail, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Case Based Learning (CBL) disertai umpan balik berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa

    EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN BASED LEARNING PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran matematika kelas X di SMA Bait Al-Quran Kayuagung Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X Palestina sebagai kelas eksperimen dan kelas X Yaman sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Proses pembelajaran di kelas eksperimen mendapatkan perlakuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan di kelas kontrol diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Pengumpulan data menggunakan teknik tes berbentuk soal essai berjumlah lima soal untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan (α) = 0,05. Berdasarkan analisis t-test data test akhir diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05 kemudian menurut basis pengambilan keputusan dalam T-Test dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti, bahwa ada pengaruh yang signifikan model PBL pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X SMA Bait Al-Quran Kayuagung

    DESKRIPSI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH POLYA DITINJAU DARI KEPRIBADIAN SISWA PHLEGMATIS

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah polya pada materi SPLDV ditinjau dari kepribadian siswa tipe phlegmatis (PE). Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kepribadian, tes pemecahan masalah matematika serta pedoman wawancara. Tes kepribadian digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan kepribadiannya, tes pemecahan masalah akan digunakan untuk menunjukkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis berdasarkan langkah polya, dan pedoman wawancara berisi sejumlah panduan yang bertujuan mengklarifikasi jawaban dan menelusuri proses berpikir siswa secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara dan dianalisis dengan menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Proses penelitian mengikuti tahap-tahap: (a)merumuskan indikator pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah polya, (b)merumuskan instrumen pendukung (tes penggolongan tipe kepribadian, tugas pemecahan masalah matematika dan pedoman wawancara) yang valid dan reliabel, (c)melakukan pengambilan subjek penelitian dengan memberikan penggolongan tipe kepribadian, (d)melakukan pengambilan data untuk mengungkap deskripsi pemecahan masalah matematika yang dilakukan oleh siswa, (e)melakukan triangulasi waktu untuk mendapatkan data yang valid, (f)melakukan analisis data pemecahan masalah berdasarkan tipe kepribadian, (g)melakukan pembahasan hasil analisis, (h)melakukan penarikan kesimpulan hasil penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek phlegmatis melakukan pemecahan masalah mengikuti langkah-langkah Polya yakni: (1)memahami masalah, (2)merencanakan penyelesaian, (3)melakukan rencana penyelesaian, (4)memeriksa kembali

    PENERAPAN SELF-ESTEEM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai self-esteem siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan open-ended. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas VIII.6 SMP Negeri 2 OKU yang berjumlah 42 orang. Proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan tahapan pembelajaran pada pendekatan open-ended. Teknik pengumpulan data yakni dengan menggunakan angket MSSE (Math-Spesific Self-esteem), lembar observasi MBCSE (Metcalfe Behavioural Checklist of Self-esteem), dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, self-esteem siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan open-ended adalah tinggi. Hal ini dilihat dari hasil perolehan angket MSSE dan lembar observasi MBCSE, yaitu dengan rincian sebagai berikut: dari data lembar observasi MBCSE persentase siswa yang memiliki self-esteem dengan kategori sangat tinggi adalah 7,1%. Selanjutnya 56% siswa dengan kategori self-esteem tinggi; 36,9% siswa dengan kategori self-esteem rendah. Sementara, berdasarkan data angket MSSE persentase siswa dengan kategori self-esteem sangat tinggi adalah 30% dan 70% siswa dengan kategori self-esteem tinggi

    PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH DAN REALISTIK TERHADAP PRESTASI DAN MINAT DITINJAU DARI KEMANDIRIAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Manakah yang memberikan prestasi dan minat belajar lebih baik, pembelajaran scientific approach, pendekatan realistik atau pembelajaran langsung. (2) Manakah yang mempunyai prestasi dan minat belajar lebih baik antara mahasiswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah. (3) Pada masing-masing tingkatan kemandirian belajar, manakah yang memberikan prestasi dan minat belajar lebih baik antara pembelajaran scientific approach atau pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial   3x3. Banyak sampel 119 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data adalah angket kemandirian belajar dan tes prestasi belajar. Analisis tes prestasi menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran scientifik menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran langsung. (2) Pembelajaran dengan pendekatan realistik menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran langsung. (3) Kemandirian belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar. Hal ini berarti bahwa mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, kemandirian belajar sedang, dan kemandirian belajar rendah memiliki prestasi belajar yang berbeda. (4) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar. (5) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemandirian belajar matematika terhadap minat belajar matematika

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas IXdengan penerapan pendekatan PMRI pada materi barisan dan deret. Penelitian inimerupakan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas IX.2SMP Negeri 1 Indralaya Selatan yang berjumlah 25 orang. Proses pembelajaranberlangsung sesuai dengan karakteristik dan prinsip PMRI. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri dari dua soal, wawancara, danobservasi untuk memperoleh data tambahan. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh hasil bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan penerapan PMRI dikelas IX.2 SMP Negeri 1 Indralaya Selatan memiliki kemampuan berpikir kritiscukup baik dengan rincian sebagai berikut: presentase siswa yang memilikikemampuan berpikir kritis berkategori sangat baik sebanyak 24%, siswa yangmemiliki kemampuan berpikir kritis berkategori baik sebanyak 28%, siswa yangmemiliki kemampuan berpikir kritis berkategori cukup sebanyak 12%, dan siswayang memiliki kemampuan berpikir kritis berkategori kurang sebanyak 36%.Indikator interpretasi memiliki kemunculan tertinggi yaitu sebesar 92,67%.Kemudian kemunculan pada indikator analisis sebesar 82%, kemunculan indikatorevaluasi sebesar 45%. Dan indikator dengan presentse kemunculan terendah adalah inference yaitu sebesar 44,67%

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TEORI APOS PADA SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 6 SEKAYU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan teori APOS pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 6 Unggul Sekayu yang berjumlah 29 orang. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemapuan berpikir kritis yang tediri dari 3 soal uraian, observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data tambahan. Bedasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII. 1 SMP Negeri 6 Unggul Sekayu adalah cukup dengan rincian sebagai berikut: persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori baik sebanyak 36%, persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori cukup 9%, persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori kurang 45%, persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori sangat kurang 9%, serta tidak terdapat siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori sangat baik.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, pembelajaran matematika, teori APO

    PROFIL KEMAMPUAN SPASIAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI SISWA YANG MEMILIKI KECERDASAN LOGIS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan spasial dalam menyelesaikan masalah geometri siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes kecerdasan logis matematis, tes linguistik, TKSMG dan pedoman wawancara yang valid. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kecerdasan logis matematis pada beberapa calon subjek untuk memperoleh subjek penelitian sebanyak 4 subjek terdiri dari 2 subjek laki-laki dan 2 subjek perempuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan, dalam menyelesaikan masalah geometri: (1) terkait kerangka acuan, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran logisnya secara bersama-sama (2) terkait konservasi jarak, subjek laki-laki dan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran analitiknya serta kemampuan menarik suatu kesimpulan, (3) terkait representasi spasial, subjek laki-laki dan subjek perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan kecerdasan logis matematisnya, (4) terkait rotasi mental, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya, (5) terkait hubungan proyektif, subjek laki-laki dan perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan penalaran logisnya, (6) kemampuan spasial subjek laki-laki dan subjek perempuan yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi berada pada level tinggi

    254

    full texts

    289

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇