HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR BERDASARKAN KOMPONEN PROSES LITERASI MATEMATIKA
Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya, dimana sebelumnya telah dikembangkan instrument tes hasil belajar berdasarkan standar proses literasi matematika. Dari hasil pengembangan instrument yang telah dilakukan, dihasilkan bahwa instrument yang dikembangkan dikatakan layak untuk digunakan dengan indikator kelayakan ditinjau dari segi kevalidan dan kepraktisan. Dari segi kevalidan, telah dinyatakan valid oleh tiga validator ahli, sedangkan dari segi kepraktisan telah dikatakan praktis dari hasil angket respon mahasiswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sejauh mana keefektifan instrumen tes hasil belajar yang telah dikembangkan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan mengambil satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan masing-masing sampel sebanyak 20 mahasiswa. Dari hasil eksperimen, diperoh hasil bahwa:(1) nilai tes dari instrumen yang telah dikembangkan diperoleh nilai signifikansi hasil uji saphiro-wilk sebesar 0,16 dengan demikian H0 diterima yang menunjukkan data normal; (2) pada uji levene test diperoleh nilai signifikansi 0,337 yang berarti H0 diterima maka data homogen; (3) hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,001maka H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan rata-rata yang sangat signifikan antara kelas kelas eksperimen dan kontrol. Dari ketiga hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen tes berdasarkan standar proses literasi efektif
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA BERKEMAMPUAN TINGGI DI MADRASAH ALIYAH
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkemampuan tinggi di Madrasah Aliyah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan sampel adalah tiga siswa berkemampuan tinggi di kelas X MIPA 1. Data diperoleh dengan tes tertulis yang terdiri dari dua soal uraian. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dengan kemampuan tinggi tidak memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matemaris siswa berkemampuan tinggi di Madrasah Aliyah adalah rendah
APAKAH BERPIKIR MATEMATIS MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK?
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan berpikir matematis terhadap prestasi belajar. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dimana sampel dalam penelitian ini terdiri dari 80 peserta didik kelas 10 dan kelas 11 Madrasah Aliyah di Kabupaten Pasuruan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa hasil angket tentang kebiasaan berpikir matematis dan hasil belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari angket tentang kebiasaan berpikir matematis dan nilai UTS. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi dan regresi berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif kebiasaan berpikir matematis terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 64,4 %. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengungkapkan faktor lain yang berpengaruh lebih besar terhadap hasil belajar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN LECTORA INSPIRE PADA PEMAHAMAN MATEMATIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspirepaapemahaman matematis dan mendeskriipsikan kualitas efektifitasnya pada pemahaman matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research & development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi, angket, wawancara dan tes pemahaman matematis. Media yang dikembangakn telah dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba kelompok kecil diberikan kepada 8 peserta didik kelas IX-B sedangkan uji coba kelompok besar diberikan kepada 30 peserta didik kelas IX-A Hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh kategori “sangat baikâ€. Kemudian berdasarkan hasil pengujian effect size (ES) diperoleh nilai 1,50 dengan kategori “strong effectâ€. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspire valid dan dapat digunakan oleh peserta didik pada pemahaman matematis sebagai sumber belajar.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspirepaapemahaman matematis dan mendeskriipsikan kualitas efektifitasnya pada pemahaman matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research & development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi, angket, wawancara dan tes pemahaman matematis. Media yang dikembangakn telah dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba kelompok kecil diberikan kepada 8 peserta didik kelas IX-B sedangkan uji coba kelompok besar diberikan kepada 30 peserta didik kelas IX-A Hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh kategori “sangat baikâ€. Kemudian berdasarkan hasil pengujian effect size (ES) diperoleh nilai 1,50 dengan kategori “strong effectâ€. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif dengan menggunakan lectora inspire valid dan dapat digunakan oleh peserta didik pada pemahaman matematis sebagai sumber belajar.KataKunci: Bahan Ajar Interaktif, Lectora Inspire, Pemahaman Matemati
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NUMERASI PADA ASESMEN NASIONAL 2021
Asesmen nasional bertujuan mengukur hasil belajar kognitif, hasil belajar non kognitif, dan kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa SMPN 1 Ngajum dalam mengerjakan soal numerasi asesmen nasional tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan tes tulis menggunakan dua soal numerasi asesmen nasional dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga jenis kesalahan siswa, yaitu Careless Errors (Ca), Concept Errors (Co) dan kombinasi dari Cereless Errrors dan Concept Errors (Ca and Co). Careless errors (Ca) atau kesalahan karena ceroboh yaitu kesalahan akibat siswa tidak teliti ketika mengerjakan soal, ketidaktelitian tersebut dapat berupa ceroboh memahami soal, ceroboh melakukan operasi algoritma, ceroboh dalam menyederhanakan persamaan, dan ceroboh dalam menuliskan hasil perhitungan. Sedangkan Concept errors (Co) atau kesalahan konsep yaitu kesalahan karena tidak memahami pengertian atau prinsip matematika, serta tidak memahami prosedur penghitungan algoritma
Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Digital Berbantuan Aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Untuk Mengeksplor Kemampuan Koneksi Matematis
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan UKBM Digital dengan berbantuan aplikasi kvisoft flipbook maker untuk mengeksplor kemampuan koneksi matematis dan mengetahui kualitas efektifitasnya dalam mengeksplor kemampuan koneksi matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research & development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi, angket, wawancara dan tes koneksi matematis. Media yang dikembangakn telah dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba kelompok kecil diberikan kepada 9 peserta didik kelas X MIPA 3 sedangkan uji coba kelompok besar diberikan kepada 31 peserta didik kelas X MIPA 2. Hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh kategori “baikâ€. Kemudian berdasarkan hasil pengujian effect size (ES) diperoleh nilai 1,94 dengan kategori “strong effectâ€. Dapat disimpulkan bahwa UKBM Digital dengan berbantuan aplikasi kvisoft flipbook maker valid dan dapat digunakan oleh peserta didik untuk mengeksplor kemampuan koneksi matematis sebagai sumber belajarÂ
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK DI BIDANG GEOMETRI PADA MASA TRANSISI PANDEMI COVID-19
Penelitian ini berfokus pada menganalisis kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas 9 di SMP Negeri 20 Jakarta tahun ajaran 2022/2023 di Provinsi DKI Jakarta dalam penyelesaian masalah matematika di bidang geometri pada tingkat SMP. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualititatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas 9G dan 9I yang terdiri dari 35 peserta didik dan 38 peserta didik dengan total 73 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah 9 soal essai dengan indikator yang telah ditentukan yang telah divalidasi. Indikator dalam tes kemampuan komunikasi matematis yang digunakan adalah 1) Menjelaskan ide, situasi, dan relasi ke dalam bentuk matematika secara tertulis (Written Text); 2) Menggambar atau menjelaskan bentuk matematika dalam bentuk visual (gambar, tabel atau diagram) (Drawing); 3) Mengekspresikan dalam bentuk matematika atau menunjukkan situasi dengan bahasa atau simbol matematika (Mathematical Expression). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peserta didik dengan kemampuan komunikasi matematis Written Text dipersentasekan sebesar 69%. Kemudian, peserta didik yang berkemampuan komunikasi matematis Drawing dipersentasekan sebesar 18,8%. Sedangkan, peserta didik dengan kemampuan Mathematical Expression dipersentasekan 30,1%
PENGARUH BLANDED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS VIA GOOGLE CLASSROOM
ABSTRAKDi Indonesia kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa masih rendah. Sehubungan dengan rendahnya kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah siswa, hal ini dapat mempengaruhi cara siswa memahami dan memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Blended Learning yang dipadukan dengan Google Classroom untuk mengukur apakah Blended Learning yang dipadukan dengan Google Classroom dapat mempengaruhi siswa untuk dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah matematika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Random Sampling sehingga diperoleh kelas VII 1, dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah kelas VII 3. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis varians multivariat yaitu terjemahan Analisis Varians Multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model blended learning dengan bantuan Google Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa kelas VII SMP Negeri 01 Sungai Are. Selain itu, terdapat perbedaan antara model blended learning berbantuan Google Classroom dan model pembelajaran konvensional pada keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 01 Sungai Are.Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Blanded Learning, Berpikir Kritis ABSTRACTIn Indonesia the ability of students to think critically and problem solving is still low. In connection with the low ability of students to think critically and solve student problems, this can affect the way students understand and solve math problems. This study aims to examine the application of the Blended Learning learning model combined with Google Classroom to measure whether Blended Learning combined with Google Classroom can influence students to be able to think critically and solve mathematical problems. In this study, researchers used quantitative methods, with the type of Quasi Experimental research. The sampling technique was carried out using the Random Sampling technique so that class VII 1 was obtained, and the control class using the conventional learning model was class VII 3. The data analysis technique was carried out by means of multivariate analysis of variance which is a translation of Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The results of the study indicate that there is an effect of the blended learning model with the aid of Google Classroom on the critical thinking and problem solving abilities of the seventh grade students of SMP Negeri 01 Sungai Are. In addition, there are differences between the Google Classroom-assisted blended learning model and the conventional learning model on the problem-solving and critical thinking skills of seventh grade students of SMP Negeri 01 Sungai Are.Keywords: Problem Solving, Blanded Learning, Critical ThingkingABSTRAKDi Indonesia kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa masih rendah. Sehubungan dengan rendahnya kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah siswa, hal ini dapat mempengaruhi cara siswa memahami dan memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Blended Learning yang dipadukan dengan Google Classroom untuk mengukur apakah Blended Learning yang dipadukan dengan Google Classroom dapat mempengaruhi siswa untuk dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah matematika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Random Sampling sehingga diperoleh kelas VII 1, dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah kelas VII 3. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis varians multivariat yaitu terjemahan Analisis Varians Multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model blended learning dengan bantuan Google Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa kelas VII SMP Negeri 01 Sungai Are. Selain itu, terdapat perbedaan antara model blended learning berbantuan Google Classroom dan model pembelajaran konvensional pada keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 01 Sungai Are
IDENTIFIKASI LINGKUNGAN BELAJAR LITERASI MATEMATIKA UNTUK GURU
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungan belajar literasi matematika berdasarkan survey kepada guru penggerak dan non-guru penggerak. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan angket dalam bentuk google form yang disebarkan melalui whatsapp dan telegram. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penerapan literasi matematika di kelas yang dilaksanakan oleh guru penggerak dan non-guru penggerak kurang dari 50%. Lingkungan belajar literasi matematika yang dimiliki oleh sekolah juga kurang dari 50%. Berdasarkan survey kepada guru penggerak, nilai rata-rata sekolah yang sudah memiliki lingkungan belajar literasi matematika adalah 26,69%, sedangkan berdasarkan survey kepada guru non-guru penggerak, nilai rata-rata sekolah yang sudah memiliki lingkungan belajar literasi matematika adalah 21,87%. Temuan dari penelitian ini adalah terdapat saran dari guru penggerak maupun non-guru penggerak dalam meningkatkan literasi matematika yaitu saran untuk dikembangkan lingkungan belajar literasi matematika berupa kegiatan berupa pelatihan, bimbingan untuk guru dan siswa, pembentukan forum diskusi, dan pengembangan media yang mendukung literasi matematika
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI GENDER
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari gender. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah kelas VII MTS Roudlotut Tholibin Metro. Sampel diambil dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran. Kemudian 6 siswa diambil sebagai sampel karena dari hasil PTS sudah memenuhi kriteria sesuai indicator kemampuan pemecahan masalah matematika.indikator kemampuan pemecahan masalah matematika yang diambil yaitu memahami masalah, melaksanakan rencana, merencanakan penyelesaian dan memeriksa proses dan hasil. Instrument yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dalam bentuk tes uraian yang terdiri dari 2 soal mengenai materi segi empat. Dalam penelitian yang dilakukan pada tanggal 13 April 2022 diperoleh jawaban siswa dari soal yang diberikan kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa pada tingkat memeriksa proses dan hasil siswa perempuan lebih mampu mencapai tingkat memeriksa proses dan hasil sudah terbukti dengan ketelitian yang ada pada jawaban siswa. Siswa laki-laki kurang teliti saat memasukkan nilai yang diketahui pada soal. sehingga siswa perempuan lebih mampu yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis